Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Teman lama "Masih menegang"



"Oh shi..t, apa dia termasuk laki-laki normal? bukankah dia tidak memiliki seorang istri? ckckckkc kalau dilihat-lihat aku fikir dia pasti pecinta wanita"


Oceh Hera saat melihat betapa aneh nya koleksian Alestor di ruang galeri nya.




"Oh god, ini terkesan aneh"


Oceh perempuan itu lagi sambil menaikkan ujung alisnya.


Saat mereka beranjak untuk menjauhi ruang tersebut menuju ke ruang galeri lukisan, tiba-tiba terdengar derap langkah kaki seseorang memasuki ruangan.


Hera secepat kilat menahan tubuhnya di belakang patung perempuan itu diikuti oleh anggota red mafia.


Mereka tampak saling memberi kode untuk tidak saling bergerak atau jangan menyerang terlebih dahulu.


Seseorang tampak masuk secara perlahan, disusul beberapa sosok lainnya, tampak mengendap-endap masuk dan berusaha untuk mencari sesuatu disana.


Seketika Hera mendengus sambil membuang nafas nya dengan kasar.


"Yang benar saja, pencuri harus menghadapi kawanan pencuri lainnya"


Oceh Hera begitu dia sadar jika 3 orang yang barusan masuk adalah kawanan pencuri yang berniat mencuri sesuatu dari galleri tersebut.


Secara perlahan hera keluar dari posisi nya, menatap 1 perempuan dan 2 laki-laki yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu, 2 orang tampak sibuk menggeledah sebuah lemari sedangkan 1 orang mencoba untuk membuka satu sisi pintu menuju ke tempat lainnya, Hera menaikkan ujung bibirnya lantas dia mengangkat suaranya.


"Hello sayang"


Ucap Hera sambil mengacungkan senjata nya tepat ke kepala 1 laki-laki dihadapan nya itu.


Saat laki-laki itu menoleh bersama kedua teman nya, seketika terdengar sebuah suara tembakan halus


Kratakkkkk


Takkkkkk


cashhhh


Seketika darah di kepala laki-laki itu berhamburan kemana-mana.


Hera membentang kan kedua tangannya, memberikan kode pada red Mafia agar pergi meninggalkan dirinya melalui sisi kiri dan kanan nya, dia bisa mengatasi semua nya.


"Bang..sat..."


1 laki-laki mengumpat, langsung berlarian mencoba menghantam Hera dengan pukulan tangan dan kakinya dalam beberapa kali gerakan, 1 perempuan lainnya langsung mengeluarkan belati nya, dia ikut menghantam hera tanpa basa-basi dengan pukulan, tendangan dan sabetan nya.


Seketika mereka mundur sejenak.


"Dimana 2 kawanan mu huh?"


Sang Perempuan bertanya sambil menghapus darah di bibinya karena bekas hantaman yang Hera Lesatkan tadi.


"Aku fikir kau tidak akan tertarik dengan barang milik Alestor, kali ini apa yang kalian incar huh?"


Hera bertanya sambil menatap tajam 2 sosok manusia di hadapannya itu.


"Sesuatu yang akan membuat kamu menggila"


Jawab sang perempuan sambil menarik gesper di pinggang nya.


"Kau pasti tertarik juga untuk mendapatkan nya"


Sang laki-laki ikut bicara, menarik sesuatu dari arah samping lemari kaca.


Sssrrttt


klataakkkk


Sebuah rantai cukup panjang yang berulang kan kayu untuk pegangan tangan nya.


Sepersekian detik kemudian perempuan itu menghantam Hera dengan Gasper nya, namun dengan cepat Hera meng' khayang kan tubuhnya hingga gesper tersebut melewati tubuh, wajah, kening dan benar-benar melewati dirinya, namun sang laki-laki menghantam rantai besi itu ke arah bawah, secepat kilat Hera mengkoprol diri nya dan melesat naik menggenggam bahu sang perempuan lantas membuat tubuh dan kedua kakinya naik melayang dan memutar ke udara, seketika rantai itu melesat dan menghantam kaca yang didalamnya terdapat hiasan robot yang Hera tidak tahu apakah berfungsi atau tidak.


Prangggg


Seketika suara pecahan kaca nya berhamburan kemana-mana.


Dan dalam hitungan detik terdengar suara alarm memekakkan telinga.


Oh shi..t.


Perempuan itu mengumpat.


Alih-alih memberikan perempuan itu waktu, Hera langsung menghantam tengkuk perempuan itu dengan sikunya, dalam sekali hantaman perempuan itu tumbang.


Brakkkkk


Hera fikir ini ingin menghantam perempuan itu sekali lagi, tapi sang laki-laki lngsung menyerang nya tanpa basa-basi.


Seketika Hera berusaha mengelak dan


Brakkkkkk


rantai itu menghantam pintu depan masuk tanpa ampun.



...(Hanya visual)...


...Bayangin di galleri ruangan full kaca dengan pintu mewah Makkkk🤭🤭...


...susah cari visual nya Mak😭😭...


"Sistem keamanan nya menyala dimana-mana, Alestor melarikan diri membawa Liliana"


Terdengar suara Winda dari balik headset bluetooth Hera.


"Oh shi..t"


Saat mendengar itu, tanpa mau membuang waktu, Hera langsung menarik rantai yang di genggam laki-laki itu kemudian dia langsung memutar tubuhnya ke dinding, berjalan memutar dan melilit rantai itu ke leher laki-laki tersebut dengan gerakan cepat dan kasar.


Krakkkkk


Seketika laki-laki itu tewas di tempat.


Hera menyusuri ruangan tersebut mencari sang perempuan yang ternyata telah menghilang entah kemana.


"Bang..sat"


Umpat Hera kesal.