
Catatan \= kisah pencarian Arsen terjadi sebelum acara resepsi pernikahan Lea dan Luck yah Mak biar ga bingung.
******
Disisi lain
Kamar Luck dan Lea.
Lea terlihat menggigit bibir bawahnya saat Luck berkata mereka harus kembali dulu ke Manhattan mengingat jadwal resepsi pernikahan mereka yang di gelar semakin mepet.
"Kita akan kembali ke Manhattan sejenak, setelah pesta resepsi pernikahan kita akan kembali lagi ke Swiss"
Seketika rasa sedih menghantam dirinya..
Dia tahu mereka tidak mungkin menunda kepulangan mengingat bagaimana keluarga besar telah merencanakan pesta pernikahan mereka, undangan telah di sebarkan dan semua persiapan telah usai, mereka hanya pulang sejenak menjadi pengantin utama nya.
"Kita tidak mungkin tidak kembali, ini pesta perayaan pernikahan kita, aku telah menyusun rencana akan menjadikan Swiss sebagai salah satu destinasi bulan madu kita hmmm"
ucap Luck dengan suara lembut nya, dia menyentuh hangat wajah Lea dimana mereka kini duduk di pinggiran kasur, bicara serius berdua Sejak tadi.
Lea masih tidak menjawab, dia terlihat gelisah, rasanya belum mendapatkan soal kakaknya ada satu beban besar menghantam perasaan nya, tapi dia mana mungkin bersikap egois dan memilih bertahan saat ini.
"Hanya beberapa hari"
Lanjut Luck lagi.
Pada akhirnya Lea mengangguk kan kepala nya secara perlahan ditengah berbagai macam beban yang menghantam dirinya.
"Aku mengerti"
Jawab nya pelan sembari menganggukkan kepalanya, kemudian dia menunduk pelan.
"Sayang kamu tahu? Bern dan tim lainnya tengah bergerak saat ini, jangan khawatir soal apapun hmmm"
Dan laki-laki tersebut bicara perlahan, menenggelamkan Lea kedalam pelukan nya.
Dia tahu betul bagaimana kekhawatiran istrinya saat ini, tidak dipungkiri Lea Yang merindukan Aries merasa beban ini belum tuntas ketika mereka belum menemukan sosok sebenarnya Aries seperti apa.
Kecurigaan masih terarah pada laki-laki kemarin, di mana Lea bertemu dengan sosok laki-laki itu di toko perhiasan, tidak tahu kenapa mereka Yang biasanya bergerak dan menyelidiki sesuatu dengan cepat kali ini benar-benar kesulitan.
Bern bahkan lebih sulit bergerak mengingat dia tidak memiliki adikuasa banyak di Swiss, berhadapan dengan orang besar dan juga orang-orang yang masuk ke dalam top 10 orang-orang penting di Swiss jelas tidak mudah, tentu saja seluruh akses komunikasi juga informasi akan diblokir dengan kencang.
Mereka jelas memiliki privasi yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun, dan itu artinya mereka akan semakin kesulitan untuk masuk dan mencari tahu.
Satu-satunya pilihan saat ini adalah mencari orang yang berkuasa juga di sana, pertanyaannya adalah siapa orang yang bisa mereka mintai pertolongan saat in?.
Mereka tidak bisa terlalu lama menunggu waktu, apalagi Lea telah terlalu gusar dengan keadaan.
Jika dia merangkai teka-teki yang terjadi bersama teman-temannya, sesuatu pasti telah terjadi pada putra Petlers Peterson dimasa lalu, dan aries jelas bisa saja terkurung di Swiss lagian laki-laki tersebut menghabiskan masa mudanya di sini.
Aries memilih Swiss dulu karena dia tahu Swiss memiliki peringkat tertinggi dalam pendidikan dan juga terkenal sebagai negara bersih dan sangat ramah.
Swiss atau Switzerland merupakan negara indah yang terletak di Eropa Tengah tepat berbatasan dengan Prancis, Italia, Jerman, Liechtenstein dan Austria. Negara ini dikenal dengan julukannya sebagai negara paling netral selama berabad-abad. Selain itu, Swiss juga terkenal sebagai negara yang bersih dan sangat ramah pada pendatang.
Dulu keluarga Al Jaber berkata, Aries seringkali menghabiskan waktu berlibur nya ke Swiss, laki-laki tersebut berkata dia memiliki banyak kenangan disana.
Ditengah pemikiran Luck yang berkecamuk menjadi satu, seketika laki-laki tersebut seolah-olah ingat akan sesuatu.
Tunggu dulu.
Dia mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.
Ramira?!.
Satu nama itu mengingatkan dirinya.
Bukankah keluarga kandung perempuan tersebut begitu berpengaruh disana?!.
Oh **** kenapa aku hampir melupakannya.
Kembali ke rumah sakit utama
Keluarga Petlers Peterson.
Netti dan ibu nya seketika membeku saat mendengar Arsen berkata gadis dengan penampilan sederhana tersebut adalah tunangan nya.
"Kau pasti gila"
Netti terbelalak kaget saat dia melihat selera Arsen.
Dia mengenal laki-laki itu sejak lama, sudah puluhan tahun dimulai dari masa Taman kanak-kanak, dia tahu betul bagaimana sifat Arsen dan selera nya, bahkan di masa lalu Arsen begitu tergila-gila pada nya.
Tapi anehnya Arsen berubah total setelah kembali dari new York, laki-laki tersebut berubah total dan seolah-olah merupakan dirinya.
Jarak mereka terkikis banyak dan Arsen melihat nya seperti orang asing.
Netti pikir perubahan dari anak-anak ke dewasa mungkin berpengaruh pada kebiasaan dan pola pikir, terkadang sifat anak-anak dan dewasa akan berubah seiring berjalannya waktu, tapi Arsen benar-benar seperti orang asing untuk nya.
Bahkan bayangkan bagaimana bisa sekarang selera Arsen soal perempuan berubah total.
Laki-laki tersebut jelas penyuka one night stand, dia berlabuh dari satu perempuan menuju ke perempuan lainnya di masa SMA hingga masuk ke bangku kuliah awal, selera tinggi Arsen soal perempuan pun sangat sulit di imbangi, dia memiliki kapasitas tersendiri dalam menentukan pilihan jodoh nya, bahkan keberuntungan Netti, Arsen selalu berkata Netti termasuk top 10 pilihan nya.
Jadi saat ayah Arsen dan ayah nya mengajukan kesepakatan perjodohan untuk mereka, Arsen sama sekali tidak menolaknya.
"Biarkan aku menikmati masa muda ku baby"
Itu yang diucapkan Arsen dulu.
Lalu sekarang laki-laki itu bahkan tidak mengenali dirinya, berubah drastis 180° bahkan selera Arsen menurun total dari perempuan elegan dan cantik dengan kapasitas kelas tinggi menjadi gadis kampung dengan penampilan sederhana dan sangat biasa-biasa sekali.
"Kau pasti sudah gila"
Umpat Netti kemudian.
"Apa kau benar-benar Arsen ku? Kau seperti orang asing yang membuatku bergidik ngeri setiap kali melihat dirimu"
Ucap netti lagi.
Dia menelisik gadis dihadapannya tersebut, ketimbang menjadi istri Arsen bagi nya gadis tersebut memang lebih pantas menjadi seorang pelayan di kediaman Petlers Peterson.
"Kau menolak ku hanya karena gadis kampung ini? Aku pikir gadis kampung ini pasti melakukan hal yang buruk pada mu hingga kamu jadi seperti ini"
Ucap Netti lagi.
"Aku benar-benar kecewa pada perubahan ku saat ini, Arsen"
Suara perempuan tersebut bergetar, dia pada akhirnya bergerak beranjak pergi dari sana dengan sejuta kekecewaan, mommy nya ikut mengejar langkah saking panik dan tidak menyangka nya.
Melihat kepergian kedua orang tersebut seketika membuat Flow menjadi merasa tidak enak, dia terlihat menggigit bibir bawahnya untuk beberapa waktu kemudian gadis itu menatap ke arah arsen yang kini dimana laki-laki tersebut mencoba untuk membenahi posisi tidurnya secara perlahan.
"Duduklah kemari"
Arsen bicara sembari menunggu Flow untuk duduk di kursi yang diduduki oleh Netti tadi.
Mendapatkan perintah seperti itu membuat flow Menatap Arsen untuk beberapa waktu.
"Kamu mengecewakan perempuan yang benar-benar mencintai kamu"
Ucap flow Pelan.
Mendengar ucapan gadis tersebut membuat Arsen mengembangkan senyumannya.
"Jangan khawatir soal apapun, perempuan itu akan terbiasa dengan kekecewaan sehingga dia tidak akan berharap banyak padaku"
Jawab laki-laki itu pelan sembari menunggu Flow duduk di samping kursi dimana dia berada saat ini.
Dengan gerakan ragu-ragu gadis itu berjalan mendekati Arsen.