
Lea jelas membulat kan bola matanya, di fikir sudah berapa kali laki-laki itu mencium nya sejak tempo hari?.
Tunggu dulu, aku tidak bisa bernafas....!!!
Aku rasa nya ingin jatuh.
Fikiran Lea jelas bercampur aduk menjadi satu, konsentrasi nya buyar seketika saat luck mencium nya begitu dalam, laki-laki itu bahkan tidak mau melepas kan ciuman nya meskipun Lea berusaha untuk mendorong dada laki-laki itu.
"Uncle ini pemerkosaan kah? akhhh"
Lea berteriak kecil, mencoba mundur saat ciuman mereka terlepas, tapi Alih-alih melepaskan, luck kembali maju dan menarik lembut tubuh Lea.
"Anggap saja begitu"
"Ini curang"
Ucap Lea dengan tubuh gemetaran, jantung nya terpompa entah berapa puluh kali lipat dari biasanya saat ini.
"Kita benar-benar akan mencoba membuat bayi untuk kita"
"Bayi?"
Saat Luck kembali menempelkan tubuh mereka tiba-tiba sesuatu yang keras terasa menekan milik Lea di bawah sana.
"Akhhh itu benar-benar rudal Moscow, akhhh bukan rudal besi Turki...oh no dia akan membunuh ku"
Ceracau Lea.
"Rudal?"
Luck menaikkan sebelah alisnya.
Sejenak dia terkekeh.
"Otak nya sudah berfikir sejauh itu"
"Dia menegang, noooo"
Lea menutup mulutnya mencoba kembali mundur tapi Luck secepat kilat menarik tubuh nya, menyingkir kan tangan Lea dan kembali menyambar bibir nya.
"Hmmppp"
Lea ingin bicara tapi laki-laki itu tidak lagi memberikan nya kesempatan kali ini.
Gerakan luck jelas begitu lincah, sembari bibir nya sibuk bergerak menyesap bibir indah Lea, tangan dan tubuhnya dengan cekatan menuntun tubuh Lea hingga menuju ke arah kasur mereka, menjatuhkan diri mereka dan membenamkan tubuh Lea ke dalam kasur empuk itu.
Lea masih Bingung dengan keadaan, meskipun mencoba untuk melepaskan diri, tapi luck begitu pandai memancing dirinya, menenggelamkan diri nya ke dalam satu sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Tangan Lea masih terus berusaha mendorong dada Luck agar melepaskan diri nya, tapi kedua tangan Luck dengan gerakan cepat menahan tangan Lea agar tidak bergerak kemana-mana.
Saat ciuman Luck sejenak terlepas, Lea berusaha untuk menarik nafas nya cukup lama.
"Uncle...aku tidak bisa..akhhh"
Lea mencoba untuk berkata dia tidak bisa bernafas, tapi tiba-tiba bibir luck menyapu leher nya, seketika Lea berteriak kecil saat merasa kan sebuah hisapan kecik yang diciptakan oleh Luck, begitu geli hingga membuat seluruh buku kuduk meremang.
"Uncle..aku..akhh"
Suaranya tiba-tiba berubah aneh, Lea Fikir ada apa dengan diri nya, sungguh dia merasa ada satu sensasi aneh yang begitu membunuh, menjalar ke seluruh tubuh nya dan membuat Lea menjadi merinding.
Gadis itu masih berusaha untuk melepaskan diri, tapi tangan Luck seolah-oleh sengaja mengunci kedua tangan nya ke atas kepalanya.
"Uncle...ini menyiksa akhhh Ku"
Lea benar-benar seperti kehilangan konsentrasi, saat bibir luck tiba-tiba mulai menjelajahi dirinya dari leher hingga ke dadanya.
"Kamu akan menikmati nya setelah ini"
Ucap luck pelan.
Alih-alih mendengar kan Luck Lea berkata.
"Uncle... berhenti lah, ini geli"
Rengekan Lea bukan terdengar seperti sebuah penolakan bagi Luck, tapi terdengar seperti rengekan panjang yang memberinya tanda jika gadis itu mulai terbuai.
"kali ini kita akan coba benar-benar membuat nya"
Bisik luck dibalik telinga Lea, lantas laki-laki itu mulai bermain nakal di balik telinga Lea, menyapu lembut tiap sudut nya bahkan mulai menyesap nya dengan lembut.
"Nggg uncle..."
Saat lidah Luck mulai menyusuri seluruh lapisan kulit Lea dari ujung telinga, leher hingga dada nya Lea masih bisa mencoba untuk melepaskan diri, tapi begitu tiba-tiba bibir Luck menyapu dadanya seketika sebuah aliran aneh menyambar dari ujung kaki hingga ke dalam kepalanya.
Lea ingin sekali berkata ini menyiksa nya tapi dia seolah-olah kehilangan kata-kata nya secara tiba-tiba, luck terlalu pandai menggiring dirinya, membawa dia berkenalana ke dunia baru yang belum dia pahami.
Bahkan Lea tidak tahu kapan laki-laki itu melepas kan seluruh pakaiannya, juga pakaian Luck sendiri, hingga tidak menyisakan satu helai benang pun di tubuh mereka.
Lea baru menyadari nya ketika tiba-tiba jemari Luck bergerak perlahan di bawah sana.
"Akhhhh "
Lea menjerit kecil saat merasakan sesuatu yang aneh menerobos Secara perlahan.
"Uncle itu apa?"
Seketika Lea panik, tangan nya dengan cepat menggenggam dan menahan lengan Luck yang mulai ingin bergerak di bawah sana.
"Dia sudah mulai basah hmm"
Bisik Luck terpat di atasnya dengan suara yang begitu menggoda lantas laki-laki itu menyambar Kembali bibirnya, kali ini selain menyapu lembut bibirnya, Luck mulai memainkan lidah nya, menerobos kedalam rongga mulut Lea dan mulai membelitnya serta menyesap nya dengan penuh gai. rah yang membakar Sedang kan tangan kiri nya masih sibuk bermain dibawah sana.
Seketika Lea kehilangan arah, Luck terlalu pandai mempermainkan dirinya, seluruh titik mematikan tubuh nya diserang laki-laki itu tanpa ampun, Lea seolah-olah tidak berdaya, tangan nya terlepas dari lengan Luck dan mulai berpindah menggenggam erat pinggang Luck dengan erat.
Seketika luck menarik ujung bibirnya
"Nggg"
Lenguhan demi leguhan,era..Ngan demi era..Ngan terdengar dari balik bibir itu,Lea ingin minta agar luck berhenti, sebab dia benar-benar kehilangan kendali atas dirinya, dia tidak tahan dengan seluruh sentuhan yang Luck ciptakan Sejak tadi untuk dirinya.
"Uncle... ini...akhhh no.."
"Men..desah lah, aku suka mendengar nya"
ucap luck dengan jemari nya masih terus bermain dibawah sana, lalu tiba-tiba laki-laki itu turun kebawah, sepersekian detik kemudian tiba-tiba lidah luck melesat masuk ke milik nya.
"Ahhhh"
Gadis itu terus men..desah gelisah, percampuran luar biasa terasa mendominasi, sakit, perih, nikmat, jutaan gelanyar aneh bak jutaan kupu-kupu menghantam dirinya, bahkan sebuah aliran listrik terasa menghantam dirinya, Lea menggenggam erat sprai disisi kiri kanan nya.
Tiba-tiba untuk pertama kalinya dia merasa ingin buang air kecil secara tiba-tiba.
"Uncle berhenti, aku ingin ke toilet"
Rengek Lea sambil berusaha mengencangkan genggaman tangan nya.
"Itu nama nya kli..maks, lakukan disini"
Luck bicara sambil menatap wajah Lea dari arah bawah sana, wajah itu merona dan memerah, gadis itu merengek sambil memejamkan bola matanya, keringat memenuhi seluruh pori-pori kulit wajah nya, rambut Lea terlihat begitu berantakan, gadis itu menggigit pelan bibir bawahnya hingga menambah gai..Rah Luck saat menatap ekspresi panas wajah gadis itu.
"Aku suka melihat ekspresi wajah ini hmmm"
Ucap Luck sembari melanjutkan tugas lidah nya.
Sepersekian detik kemudian bisa Luck rasakan Lea mendapatkan pelepasan nya.
Lea menatap sayu kearah Luck dengan Detakan jantung yang abnormal tidak seperti biasanya, dia malu dan entahlah.
"Uncle itu besar sekali, itu tidak akan muat"
Pekiknya Lea pelan.
"Kita akan mencoba nya"
"Bagaimana jika Sobek?"
"Memang seharusnya begitu?"
"Hmmm"
Luck tidak membiarkan gadis itu kembali bicara, dia menyambar bibir Lea, lalu kembali mengajak nya berbelit lidah sambil dibawah sana,milik luck mulai bergerak sempurna mulai menggesek menuju ke tempat nya.
Awalnya masih biasa-biasa saja, Lea masih ikut terbuai dengan ciuman laki-laki itu, tapi begitu Luck mulai melesat masuk seketika rasa sakit yang hebat mendominasi, Lea secepat kilat melepaskan ciuman luck, tangan nya mendorong tubuh luck secara refleks.
"Akhhh sakittttt"
Teriakan Lea Seketika memecah kesunyian kamar.
"Uncle sakittt"
Teriak nya lagi.
"Ahhh sayang ini sudah hampir sampai"
Ucap Luck begitu lembut, dia mencoba menelisik wajah cantik itu yang terus mengencangkan genggaman nya ke lengan Luck.
"Tidak mau, ini sakit sekali, itu benar-benar besar seperti rudal Moscow uncle....dan setajam rudal besi Turki"
Seketika air mata Lea tumpah, dia tidak main-main,rasa nya benar-benar sakit sekali.
Oh come celotehan Lea membuat luck ingin tertawa, tapi air mata gadis itu membuat nya Merasa bersalah.
"Teman-teman ku bilang ini enak, mereka bohong ini sakit sekali"
Seketika Lea merengek.
"Aku tidak mau, ini sakit sekali"
"Sayang..sayang.. lihat aku"
Luck fikir ini sudah hampir sepenuhnya, dia jelas tidak mungkin mundur lagi, itu akan sama menyiksanya, tapi melihat Lea merengek berkata sakit tiba-tiba hati nya merasa hancur.
"Ini sakit"
Air mata gadis itu terus tumpah.
"Aku akan bergerak Lebih lembut lagi"
Laki-laki itu menghapus perlahan air mata Lea dengan jemarinya.
"Kita sudah tidak mungkin mundur Lagi hmmm"
"Tapi ini begitu menyakitkan"
"Kali ini tidak akan sesakit di awal"
Lea menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"Teman-teman ku di Indonesia bilang ini enak, mereka membohongi ku"
"Aku akan mengajar mereka jika bertemu lagi nanti"
Lea masih menangis sambil menatap bola mata Luck.
"Aku akan membantu istri ku melakukan nya saat tiba di Indonesia nanti"
"Aku benar-benar akan memukul Mereka"
"Kita bisa membuat perhitungan besar nanti"
Luck mencoba membuat sedikit lelucon untuk mengurangi rasa sakit dan tegang didalam diri Lea, tanpa Lea sadari Luck mencoba melesat masuk secara perlahan.
"Mungkin kita bisa membuat perhitungan dengan cara sedikit berbeda, misal nya membiarkan mereka membayar semua makanan kita, atau membayar penginapan kita?"
Dia tahu lelucon itu tidak lucu, tapi minimal bisa membuat gadis itu sedikit berfikir yang tidak-tidak seperti kebiasaan nya.
Seketika Lea berusaha terkekeh sambil menahan rasa sakit.
"Aku benar-benar ingin memukul Mereka"
"Aku akan membantu istri ku untuk melakukan nya"
"Ishhh laki-laki tidak boleh...Akhhh....hmmpp"
Kali ini Luck benar-benar menerobos Pertahanan Lea ketika gadis itu mulai merasa lupa, Seketika Lea berteriak tapi secepat kilat Luck menautkan bibir mereka, bisa Luck rasakan dia benar-benar menembus perbatasan yang belum terjamah oleh siapapun, sesuatu terasa tumpah meskipun sedikit dibawah sana.
Lea mengencangkan pegangan tangan ke punggung Luck, Rasa sakit luar biasa mendominasi.
Benar-benar seperti diterjang rudal Moscow dan di hantam oleh rudal Turki, seketika Lea melepaskan ciuman Luck, dia menggigit keras bahu depan laki-laki itu.
"Buat se rilex mungkin, percayalah setelah ini semua akan terasa berbeda"
Bisik luck dibalik telinga Lea.
Dia benar-benar seperti seorang pembujuk dan perayu ulung saat ini, dan seketika rasa bersalah menggelayut di hatinya, tapi luck benar-benar tidak bisa mundur lagi,sebab mereka sudah pergi sejauh ini.
Luck mencoba bertahan sejenak, membiarkan Lea terbiasa dengan Milik nya, tangan nya secara perlahan merapikan anak-anak rambut gadis itu ahh...tidak dia sudah menjadi seorang perempuan seutuhnya dalam beberapa detik yang lalu, Luck memperhatikan lekat-lekat wajah Lea yang terlihat begitu sayu, seolah pasrah dengan apapun yang akan luck lakukan pada diri nya.
"Aku akan bergerak perlahan"
Ucap luck sambil mencium lembut kening Lea, sang istri tampak menganggukkan kepalanya pelan.
Dan dalam hitungan detik luck mulai bergerak secara perlahan, mencoba memaju mundurkan dirinya, membuat Lea terbiasa dulu dengan milik nya, memastikan sang istri mendapatkan kenyamanan nya lebih dulu. Meskipun untuk membuat Lea tidak merasakan sakit Sangat tidak mungkin mengingat inj adalah pertama kalinya untuk lea, tapi minimal luck mencoba mamastikan Lea juga ikut menikmati permainan.
"Nggg"
Laki-laki itu mulai membawa Lea menuju ke satu kenikmatan yang belum pernah dia temui sebelumnya, meskipun masih terasa perih tapi Luck memperlakukan dirinya dengan begitu lembut dan penuh cinta, pandangan bola mata laki-laki itu benar-benar terlihat teduh, bahkan luck kembali menautkan bibir mereka sambil membelit kembali lidah mereka dengan Gerakan lebih lembut dari sebelumnya.
Dibawah sana perpaduan rudal Rusia dan Turki terus melesat keluar masuk membawa Lea Menuju ke cakrawala, melintasi waktu bahkan mengarungi lautan penuh cinta.
Suara deru nafas mereka saling bersahutan, bahkan Luck sesekali ikut mendesah bersama Lea, menikmati jutaan cinta yang luar biasa.
"Akhhhh"
"Ohhh baby"
Tetesan keringat serta suara penyatuan saling berpadu didalam kamar mendominasi berwarna hitam tersebut, bahkan beberapa kali suara erangan keluar dari bibir indah Lea yang tidak dapat dia tahan kembali.
Hingga pada akhirnya mereka sama-sama merasa akan tiba pada titik puncak kenik.matan tiada Tara, saat Lea mengencangkan pelukan nya pada Luck, laki-laki itu mempercepat pompahan nya, dia ingin mereka mendapatkan pelepasan secara bersamaan.
"Uncle... akhhhh"
"Lepaskan sayang"
Sepersekian detik kemudian Lea benar-benar kembali pada pelepasan nya dan luck terus bergerak memastikan dia juga mendapatkan pelepasan nya.
Seketika tubuh Luck mengejang, dia mengeratkan pelukannya.
"I love you"
Bisik laki-laki itu sambil mencium lembut kening dan bibir Lea, seulas senyuman penuh cinta terpancar dari balik wajahnya.
Wajah Lea tampak memerah, dia memejamkan bola matanya lantas melesat masuk kedalam dada bidang itu.