Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Hampir gila



Dalam keheningan pagi, didalam kamar mandi yang mendominasi berwarna putih luck tampak fokus membersihkan diri nya, hanya menggunakan da..laman nya saja laki-laki itu membiarkan air membasahi tubuhnya dari shower yang ada di atas kepalanya.



Sejak semalam satu berita cukup mengganggu dirinya.


"Tuan Farhan kembali pulang ke Manhattan sejak 2 hari yang lalu"


Hubungan nya dengan laki-laki itu cukup memanas sejak beberapa tahun yang lalu, luck akui itu kesalahan nya, awal nya karena mengabaikan ucapan Farhan soal Liliana hingga membuat renggang hubungan mereka.


"Kau tahu? dia bukan gadis baik-baik seperti yang kamu fikirkan"


"Kamu fikir dia seorang perawan? dia jelas sering hilir mudik pergi bersama banyak laki-laki di luaran sana, kamu benar-benar tertipu oleh cover nya"


"Mau aku beritahu satu rahasia? kekasih mu bahkan pernah tidur dengan ku"


Bugggggg


Sebuah pukulan keras menghantam rahang Farhan, saat itu luck jelas tidak bisa mengendalikan emosinya.


Bagi luck laki-laki itu sudah berani bicara sembarangan soal Liliana.


Bertahun-tahun dia bersama Liliana, bahkan tidak sekalipun dia menyentuh nya, Liliana pun tidak pernah meminta nya jadi bagi luck bagaimana mungkin Liliana mau tidur dengan Farhan.


Jika bukan penipuan, lalu apa nama nya?


"Breng.. se.k, jaga baik-baik ucapan mu"


Lalu hubungan mereka mulai mendingin sejak saat itu, luck masih berusaha mempercayai ucapan Liliana jika farhan hanya ingin memisahkan mereka.


Tapi semua menjadi berubah saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, gadis itu berada di kasur yang sama dengan laki-laki yang adalah uncle nya sendiri, Leonel.


Oh shi..t.


Umpat luck dalam hati.


Saat pemikiran nya terpecah kemana-mana tiba-tiba suara keras dari arah pintu depan mengejutkan luck.


Seperti biasa dia memang tidak mengunci pintu kamarnya di pagi hari, sebab dia tahu sang asisten pribadi nya akan datang mengantarkan Beberapa berkas-berkas yang selalu luck minta agar perempuan itu mengecek terlebih dahulu sebelum luck menyetujui kasus-kasus yang akan dia tangani.


Luck fikir tumben perempuan itu membuka pintu dengan suara yang begitu kasar.


Saat kepalanya tengah dipenuhi pertanyaan seperti itu, tiba-tiba saja pintu kamar mandi nya dibuka dengan gerakan kencang, Lea tiba-tiba masuk tanpa mengetuk atau bahkan sekedar memberikan sedikit basa-basi.


"Oh god, what the hell?"


Luck secepat kilat berbalik saat gadis itu masuk dengan ekspresi wajah panik.


"Uncle aku hampir telat kekampus"


"So?"


Luck jelas bertanya dengan nada tinggi


Luck jelas melotot kaget.


"Air dikamar mandi ku tidak mau hidup, aku harus buru-buru"


"Lea kamu masuk tanpa mengetuk pintu"


"Kan kita suami istri, memang perlu mengetuk pintu kamar mandi?"


What? ah iya suami istri.


Luck jadi bingung sendiri, pada akhirnya dia sadar dengan kondisi tubuh nya, secepat kilat laki-laki itu menyambar handuk nya dan menutupi tubuh bawah nya.


"Oh god ini benar-benar telat"


Lea terus mengoceh lantas secepat kilat gadis itu menyambar odol luck dan membunuh kan nya ke sikat gigi yang dia bawa lantas dengan cepat lea menyikat giginya.


"Teruskan mandi, mandi, come mandi"


Lea seolah-olah tidak peduli dengan sosok luck disana, dia terus menggerakkan tangannya untuk menyikat giginya.


Luck jelas membeku, ingin sekali dia mengumpat saat ini tapi dia berusaha untuk menahan perasaan nya, dia fikir bagaimana bisa ada manusia model begini di dunia ini.


"Apa uncle malu? ah yang benar saja, aku tidak akan memperkosa uncle, slowww sloww"


Oceh Lea sambil menaik turun kan kedua alisnya beberapa kali.


Oh hahahaha yang benar saja.


Oceh luck dalam hati.


Gadis itu secepat kilat membersihkan wajah nya, kemudian dengan cepat Lea berbalik, gadis itu menatap luck untuk beberapa waktu.


"What? apa lagi?"


Luck langsung menutup kedua dada nya, dia jadi sedikit curiga melihat gadis dihadapannya itu.


"Bisa uncle menyingkir dulu? aku benar-benar bakal telat kekampus"


Oceh Lea lantas melesat masuk dengan cepat ke dalam ruangan kaca dimana luck berdiri masih dengan ekspresi terkejut.


Lea buru-buru mendorong tubuh luck agar menyingkir dari kamar mandi itu, mengeluarkan laki-laki itu agar kembali ke kamarnya.


Seketika luck mengedip-ngedipkan matanya, dia sedikit ternganga.


Oh shi..t yang benar saja, apa ini perintah? oh god... oh god..!!


Dia fikir sejak kapan hidupnya di perintah oleh orang lain dan dia dengan tolol nya hanya pasrah tanpa bisa membantah.


Ggrrhhhh Aku pasti gila menghadapi bocah itu setiap hari, bahkan pagi ini pun aku sudah hampir gila di buat nya.