Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Lea dan Luck "Bersimbah darah"



Disisi lain


Swiss.


di sebuah jalanan sempit, gelap dan pengap tanpa terlihat orang yang berlalu lalang, tubuh seorang laki-laki terlihat berjalan dengan kepayahan, nafas nya terdengar tidak baik-baik saja dimana beberapa sisa luka masih mengeluarkan darah nya.


Laki-laki tersebut menahan luka di balik perut nya, dia mencoba mengintip dan membuka luka tersebut Secara perlahan sembari bibir nya mengeluarkan ringisannya sejenak.


sisa luka di tubuhnya ada beberapa bulan kemarin masih menyisakan rasa ngilu yang luar biasa, namun kini di bagian perencanaannya dia masih harus menahan bekal baru di mana dia menerima 1 tembakan dari seseorang dengan cara yang luar biasa.


dia pikir apakah kematian akan mendekatinya sekali lagi setelah dia berjuang dengan kematian nya kemarin?!.


entah berapa tahun dia berjuang dengan keadaannya sendiri, bolak-balik di bius dan di kurung oleh seseorang, di mana dia dipaksa untuk melupakan jati diri nya sendiri, bahkan dia harus berjuang di antara hidup dan mati.


tidak tahu sebenarnya ada apa dengan kehidupannya, dimana dia harus mencoba untuk melawan orang-orang yang berulang kali ingin membinasakan dirinya.


Laki-laki tersebut terus melangkah, sembari bola matanya menatap lurus ke arah depan mencari tempat persembunyian terakhir di mana dia tahu di ujung gang sana orang-orang tengah berlarian mencari dirinya.


dia pikir apakah malam ini akan menjadi malam terakhir kematiannya? dia pikir dia belum bisa mati saat ini karena dia belum membuka satu rahasia besar di antara dirinya dan semua orang yang ada di dalam keluarganya.


laki-laki itu terus melangkah di mana bola matanya kini menatap satu anak tangga yang menghubungkan sebuah pintu yang dia tidak tahu apakah itu sebuah gudang atau tempat tinggal yang juga dia tidak tahu terhubung ke arah mana.


dengan berjalan terseok-seok dan bersusah payah, laki-laki tersebut terus membiarkan tangan kanannya memegang perut kanannya yang kini terus mengeluarkan darah tanpa henti akibat luka tembak yang diterimanya tadi di mana tangan kirinya mencoba untuk terus berpegangan pada anak tangga.


dia tahu dia tidak bisa menghentikan darah yang mulai mengalir secara perlahan dari perutnya tersebut, keringat dingin dan juga tubuhnya yang terasa mulai kaku membuat dia jelas sulit bernafas.


bahkan langkah kakinya jelas sudah terasa sangat berat, nafasnya terdengar keras malah sengal sejak tadi bahkan dia merasa tidak lama lagi mungkin kematian akan mendekatinya.


tapi di dalam harapannya jika kematian memang mendekati dirinya saat ini, dia berharap orang-orang yang tengah berlarian belajarnya di ujung lorong sana tidak mendapati dirinya sama sekali.


jika itu terjadi dia tahu jika dia tidak mati menghadap Tuhan saat ini juga, maka bisa dipastikan dia akan kembali masuk ke dalam penjara yang paling mengerikan di muka bumi ini, bukan dibalik jeruji besi penjara melainkan dibalik sebuah pintu gelap di mana orang-orang akan kembali mendoktrin isi kepalanya.


"Cari hingga dapat dalam keadaan hidup-hidup"


suara itu memecah kehamilan malam hingga membuat laki-laki tersebut mencoba mempercepat langkahnya menaiki anak tangga yang ada di hadapannya.


dia tengah berjuang dalam hidup dan mati untuk mempertahankan dirinya dan juga harga dirinya, kalau ini dia berpikir jika memang kematian mendekatinya maka dia meminta kepada Tuhan agar dia dipertemukan kepada seseorang yang sangat dirindukan.


laki-laki itu dengan bersusah payah mencapai ke arah tangga atas dan berusaha untuk memegang kena pintu dan membukanya dengan gerakan yang sangat kesulitan.


mungkin saat knop pintu terbuka dia tidak bisa membuka pintu tersebut, tapi siapa sangka Tuhan masih menyayanginya, seketika pintu tersebut terbuka dan dia melangkah dengan tergesa-gesa masuk ke dalam sana, dia tahu ini mungkin bukan menjadi pelarian yang terbaiknya tapi jika dia masih diberikan waktu untuk hidup sekali lagi, dia bersumpah akan membalas semua orang yang telah menyakiti dirinya bahkan keluarganya.


laki-laki tersebut terus bergerak menuju ke arah ujung yang dia tidak tahu sebenarnya ruangan itu terhubung ke mana, dia menyeret langkahnya hingga akhir, memastikan jika dia bisa pergi menjauh dari orang-orang tersebut.


Namun pada akhirnya dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk menyeret langkahnya dan secara perlahan dia jatuh tumbang di tempat tersebut dengan nafas yang mulai memburu habis.


Brakkkkkkk.


begitu tubuhnya jatuh ke lantai laki-laki itu mencoba menatap satu sisa pintu yang ada di depan sana, namun meskipun dia berusaha untuk bergerak maju dia sudah tidak memiliki sedikitpun tenaga untuk sampai ke pintu yang ada di depan sana.


"Lea..."


Satu nama keluar dari balik bibir pucat nya.


****


Catatan \=


Mak author sayang kalian sumpah, tanya part Lea luck kelanjutan nya gimana, Mak author rela masukin disini yah Mak.