Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Sedikit Cemburu



Bola mata Edo tampak masih terus fokus menyetir, sesekali dia meremas tangan Vio dan menggenggam nya dengan erat.


Weekend kali ini mereka berkunjung ke rumah Mommy dan Daddy Edo, yang juga grandma dan Grandpa vio.


Sejak awal perjalanan Vio tampak berceloteh ria, anak itu memang tidak pernah bisa diam meski sedikit pun dan itu yang membuat Edo kadang geleng-geleng kepala.


"Uncle...."


"Hmmm?"


"Kalau ada teman laki-laki yang mengajak pergi makan keluar boleh?"


Seketika Edo menoleh ke arah Vio, dia mengerutkan keningnya.


"What?"


"Ada teman yang mengajak ku makan bersama, dia bilang malam Minggu waktu yang cukup asik untuk keluar bersama"


Ucap Vio sambil sibuk mengetik di hape nya, dia sama sekali tidak menoleh ke arah sang suami.


"Siapa?"


Nada bicara Edo jelas langsung sedikit meninggi.


"Ini...."


Vio menunjukkan isi pesan WhatsApp seseorang kepada diri nya, seketika Edo mengeratkan rahangnya.


"Hapus dan blokir Kontak nya"


Ucap Edo cepat.


"Ah????"


Vio jelas terkejut mendengar ucapan uncle nya.


"Hapus, blokir"


"Tapi dia teman satu kelas ku?"


Ucap Vio cepat lantas menoleh ke arah Edo.


"Aku fikir sebaik nya di tolak saja, begitu kan?"


Tanya Vio sambil mengembangkan senyuman nya lantas bola mata nya kembali menoleh ke arah handphone.


Jemari ya dengan lincah mengetik disana.


Seketika satu tangan edo mengacak-acak rambut nya.


Aku kenapa jadi bicara diluar logika? Masa aku harus cemburu dengan anak kecil? tidak lucu!


Edo membuang pandangannya, terus fokus pada stir mobil nya.


Vio masih terus mengetik di handphone nya, menulis beberapa kata di handphone nya lantas mematikan nya.


Kemudian perempuan kecil itu menguap sejenak, lantas dia bersandar di kursi belakang sambil menoleh ke arah Edo yang tampak tidak bergeming terus sibuk menyetir.


Vio tampak mengulum senyumannya, dia fikir laki-laki itu seperti nya cemburu.


******


Saat tiba di sebuah rumah dengan bangunan klasik, mereka berdua langsung melesat turun dari atas mobil, vio secepat kilat menyambar tubuh sang Grandma dan Grandpa nya yang sudah sepuh itu, beberapa pelayan tampak menundukkan kepala mereka.


"Ohhh cucu kesayangan ku, kenapa baru datang sekarang?"


Grandpara nya bicara sambil memeluk erat tubuh sang cucu kesayangan satu-satunya milik mereka itu.


Grandma nya hanya punya satu anak laki-laki dimasa kemarin yaitu uncle Edo nya, Karen ada permasalahan dengan kantung rahim grandma nya akhirnya saat uncle Edo nya berusia 3 tahun, grandma dan Grandpa nya memutuskan mengambil anak perempuan dari panti asuhan saat itu.


Mereka benar-benar memperlakukan Mommy vio persis seperti anak kandung mereka sendiri, tidak ada perbedaan yang diberikan antara Edo dan Mommy vio, bahkan saking sayangnya grandma dan Grandpa nya Mereka segala sesuatu diberikan pada Mommy nya tanpa pamrih.


Hubungan Edo dan Mommy vio jelas seperti kakak dan adik kandung, sebab mereka benar-benar bertemu di usia balita. Saat uncle Edo nya berusia 3 tahun dan Mommy vio berusia 5 tahun.


Grandma nya fikir, mengurus dan mengambil anak sejak usia dini akan lebih muda membuat mereka berdaptasi dan menjadi begitu dekat, sebab sejatinya anak-anak tidak paham status pasti mereka.


Mommy Vio dan Edo awal nya memang tidak tahu mereka bukan Saudara kandung, mereka tahu saat Mommy vio akan menikah dengan Daddy nya dan saat wali nikah nya menyebutkan nama lain selain nama Daddy nya.


Tapi meskipun begitu tidak ada yang berubah di antara mereka, semua tetap berjalan baik dan akrab seperti biasanya.


"Edo, bukankah kamu bilang akan membawa kekasih mu kemari?"


Tiba-tiba sang Mommy Edo bertanya pada laki-laki itu setelah wanita tua itu memeluk erat tubuh sang cucu.


"Mana kekasih mu?"


Bola mata Mommy nya jelas menelisik hingga ke arah mobil yang mereka naiki, tapi wanita itu bahkan tidak menemukan tanda-tanda orang lain di antara mereka.


"Mom itu.."


Edo bicara pelan dengan jutaan rasa serba salah.