Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Merencanakan sesuatu di belakang nya



2 hari sebelum persiapan pertempuran.


Jakarta.


Indonesia.


"Jadi kita akan menggunakan transplantasi sel punca yang berasal dari donor dan ini disebut transplantasi alogenik"


Ucap Uncle Asha pada Eden dan Asha cepat.


"Pilihan nya kalian akan pergi ke Manhattan untuk melakukan transplantasi nya dan Khusus untuk transplantasi alogenik, pendonor akan diperiksa terlebih dahulu apakah memiliki kecocokan dengan pasien yang akan menerima sel punca"


"Jadi tidak ada alternatif lain lagi selain kalian harus membuat perjalanan ke Manhattan besok pagi"


Lanjut laki-laki paruh baya lebih itu.


Eden sedikit bingung, dia fikir Asha mungkin akan menolaknya lagi mengingat sudah berapa kali Asha berkata tidak untuk Operasi.


"Kamu tahu Asha? Berdasarkan studi yang ada dan pengalaman di negara lain, transplantasi sel punca dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan angka harapan hidup pasien hingga 80%, ini kesempatan langka untuk kalian, untuk kamu"


Asha tampak diam sejenak, gadis itu menatap Eden untuk beberapa waktu.


"Bisa aku bicara dengan uncle sejenak, Eden?"


Asha tiba-tiba bertanya pada Eden.


"Ya?'


Eden sedikit bingung dengan ekspresi Asha.


Asha belakangan ini memang sempat sedikit Menjaga jarak dengan Eden setelah mengetahui kenyataan soal perlakuan Mommy nya, bahkan Asha memilih untuk tidur terpisah dengan Eden dalam beberapa waktu ini.


Selain mereka memang belum melewati malam pertama bersama, Asha berusaha menekan keadaan agar tidak melampaui batasan saat ini, dia masih tidak rela atas pernikahan dia dan Eden yang di rencanakan Mommy nya di masa kemarin.


"Baiklah"


Eden bicara pelan lantas langsung keluar dari sana secara perlahan.


Setelah memastikan laki-laki itu keluar, Asha langsung menatap ke arah uncle nya untuk beberapa waktu.


"Mereka bilang dimana dia?"


Tanya gadis itu pelan ke arah uncle nya.


"Kau tidak akan percaya dengan satu berita dari nya"


Asha mengerutkan keningnya.


"Kenapa?"


"Perempuan itu berencana untuk meninggalkan Manhattan dalam waktu dekat"


"Apa?"


Seketika Asha tercekat.


"Siapkan penerbangan nya besok pagi"


"Kamu benar-benar akan pergi?"


Uncle nya jelas mengerutkan keningnya.


Asha mengangguk pelan.


"Aku sedang ingin membayar hutang Budi'


Ucap Asha cepat.


"Dan dibalik rencana membayar hutang Budi, aku sedang berfikir untuk menjadi orang yang sehat, tapi dengan syarat,jika aku sehat jabatan itu akan uncle diberikan pada ku"


Asha bicara sambil melebarkan senyuman nya, menampilkan barisan gigi putih nya dengan indah.


Gerutu Uncle Asha dengan tatapan tidak percaya.


********


Hari ini


Manhattan


Perjalanan panjang Indonesia-manhattan selama 16 jam lebih benar-benar membuat remuk tubuh Asha, begitu turun dari pesawat mereka langsung di bawah ke rumah sakit terbesar di Manhattan tersebut.


Para dokter mulai melakukan pengecekan soal kondisi kesehatan Asha, serangkaian kegiatan terus berlanjut hingga menghabiskan waktu berjam-jam lamanya.


Eden tampak menemani sang istri dengan sangat setia, mendengar kan penjelasan beberapa dokter sambil berusaha menyakinkan pada Asha jika semua pasti baik-baik saja.


"Bisa Carikan aku beberapa buah-buahan Segar?"


Tanya Asha tiba-tiba saat semua sesi pemeriksaan telah selesai dilakukan.


"Ya?"


Eden menatap sejenak ke arah Asha.


"Aku ingin makan buah-buahan segar"


Ucap Asha mengembangkan senyuman nya.


"Baiklah"


Ucap Eden pelan.


Lantas secara perlahan laki-laki itu mulai beranjak pergi dari hadapan Asha.


Begitu Eden melangkah keluar dan menutup pintu kamar ruangan tersebut, Asha secara perlahan memejamkan bola matanya, namun tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari sisi kirinya, Asha menoleh ke sisi kiri Tersebut untuk beberapa waktu.


Bisa dia lihat Seorang laki-laki dengan wajah oriental muncul Dari sana sambil membawakan nya seikat bunga segar yang di tata begitu indah.


Seketika Asha terkekeh kecil saat melihat laki-laki itu.


"Aku seperti sedang berselingkuh di belakang suami ku"


laki-laki itu mengulum senyuman nya.


"Kamu bisa bilang, aku adalah cinta pertama mu"


Asha kembali terkekeh, alih-alih menjawab dia balik bertanya.


"Kenapa kamu bisa tahu jika aku ada Manhattan saat ini?"


Gadis itu tampak mengerut kan dahinya.


"Keluarga Ma dan kakek tua Lee yang bilang pada ku jika kamu berada di Manhattan dalam proses pengobatan"


Setelah berkata begitu laki-laki itu langsung mendekati Asha, memeluk gadis itu secara perlahan.


"Sudah 7 tahun berlalu, aku bahkan begitu merindukan mu"


Ucap laki-laki itu pelan.


Asha membiarkan kepalanya bersandar di tubuh laki-laki itu.


Hangat...!!


Batin nya sambil memejamkan perlahan bola mata nya.


*******


Catatan \= Keluarga Ma / Lee di novel Hostes no 1 di akun outhor satu nya.