Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
The wedding ceremony



Catatan \= Untuk mengenang momentum wedding Lea dan luck silahkan balik ke halaman 241 Detail gambar disana.


*******


Mansion utama Keluarga Stephard


Wedding ceremony


Setelah kembali ke Manhattan beberapa hari yang lalu Lea sejenak melupakan soal urusan kakak nya Aries, kesibukan menjelang hari perayaan resepsi pernikahan dia dan Luck cukup menguras pemikiran dan perasaan.


Bahkan mereka harus berkutat dengan berbagai macam kegiatan yang menyita waktu dan bertemu keluarga besar yang datang entah dari sisi mana saja sudah tidak bisa Lea hitung saking banyaknya.


Dia harus menghapal satu persatu wajah kerabat dari keluarga Luck bahkan harus dengan teliti menghafal nama mereka.


Hal itu benar-benar menguras pemikiran Lea hingga dia nyaris lupa soal kakak nya.


Pagi ini acara puncak resepsi pernikahan nya, Luck Stephard pagi-pagi sudah membangunkan dirinya dengan cara yang manis, memperlakukan dirinya dengan sabar dan penuh kelembutan, menyakinkan diri nya jika semua akan berjalan lancar hari ini hingga akhir acara dimana bisa laki-laki tersebut lihat wajah tegang Lea karena demam panggung dan cukup takut nanti mesti berhadapan dengan para lautan manusia.


"Aku khawatir"


Setelah selesai dengan sesi membersihkan dirinya dan seorang MUA mulai bersiap untuk menghias wajah nya.


"Jangan khawatir soal apapun sayang, Semua akan berjalan lancar,coba lakukan ini hmmm tarik nafas dan hembuskan"


Luck bicara sambil memeluk Lea dari belakang, dia memeluk istrinya lembut sembari menatapi diri mereka dihadapkan kaca besar didepan sana.


Mendengar ucapan Luck, Lea mencoba untuk melakukan nya secara pelepasan, menarik nafasnya pelan kemudian menghembuskan nya. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang oleh perempuan tersebut.


"Sudah cukup lega?"


Bisik Luck lagi.


"He em"


Lea mengangguk pelan.


"Itu bagus"


Dengan lembut laki-laki tersebut mencium belakang kepala istrinya.


"Mereka akan merias wajah kamu agar di sulap menjadi istimewa, aku akan menunggu kamu di depan setelah aku berganti pakaian hmmm"


Ucap luck lagi kemudian.


Lea buru-buru mengangguk kan kepalanya.


Seulas senyuman mengembang di balik wajah kedua nya.


******


Yah.. sejak pagi suara hiruk pikuk orang-orang berlalu lalang terdengar disepanjang mansion utama Stephard Family.


Keluarga besar yang Hadir sejak beberapa hari yang lalu sejak pagi juga sudah sibuk berdandan dan mempersiapkan diri.


Sang pengantin perempuan kini pada akhirnya telah di permak oleh Para MUA dan juga desainer terpercaya yang di sewa khusus oleh keluarga Stephard sejak mulai Lea selesai membersihkan diri setelah terjaga dari tidurnya sudah mulai memasangkan gaun indah yang dipilih oleh keluarga.


Lea berulang kali mencoba menarik nafasnya dan menghembuskan nafas nya secara perlahan.


"Aku merasa begitu tegang, seolah-olah akan terbang naik jet coaster"


Lea bicara sedikit bercanda ke arah MUA yang ada dihadapan nya.


Yang di ajak bercanda tampak terkekeh.


Bisa dia lihat wajah cantik itu sejak awal duduk di kursi rias terlihat begitu panik dan tegang.


"Semua orang pasti melewati moment seperti ini, tarik nafas lalu buang lah"


Ucap perempuan dihadapan nya itu.


Lea Fikir dia sudah melakukan nya sejak tadi, tapi tidak tahu kenapa tangan nya tetap saja terasa dingin, jantung nya berdetak lebih kencang dari biasa nya bahkan rasanya begitu aneh sekali.


Dia menyandang status nyonya Luck Stephard tanpa pernah dia duga.


Tiba-tiba sekelebat kenangan soal masa lalu dan masa kini menghantam dirinya,Daddy nya, Mommy nya, kakak nya, pengkhianatan daddy nya, Brenda, tragedy keluarga Al Jaber, pernikahan pura-pura nya hingga akhirnya dia berada di sini hari ini.


Saat jutaan kekhawatiran menghantam dirinya, tiba-tiba seseorang menggenggam erat telapak tangan nya.


Buru-buru Lea menoleh kearah sisi kanan nya.


"Semua akan baik-baik saja"


Itu adalah kak Ramira nya.


"Ohhh"


Seketika Lea meminta perias menghentikan sejenak kegiatan nya, secepat kilat Lea memeluk perempuan disampingnya itu.


"Aku sangat merindukan kakak"


Ucap Lea sambil memeluk erat Ramira, mencoba melepaskan kerinduan pada perempuan tersebut untuk waktu yang begitu lama.


"Aku fikir kakak tidak akan pulang ke Manhattan"


Ucap nya lagi.


"Aku kembali sekarang"


Ramira bicara sambil terus memeluk erat tubuh Lea.


"Selesaikan semua nya, tamu-tamu telah berdatangan sejak tadi hmmm"


Ramira bicara sambil melepas kan pelukan nya, membiarkan Lea menyelesaikan sesi berdandan nya.


"Berjanjilah untuk tidak pergi sebelum aku selesai dengan semua keadaan, aku benar-benar merindukan kakak"


Ucap Lea penuh harapan, dia menatap wajah Ramira dengan tatapan berkaca-kaca.


Seulas senyuman mengembang di balik wajah cantik Ramira, dia mengangguk kan Kepala nya cepat.


"Baiklah"


********


Disisi lain


Itu adalah hadiah hantaran pilihan Luck Stephard sendiri untuk istri nya.


Dia belum mempersiapkan moments itu kemarin, pernikahan dadakan yang dilakukan kemarin membuat pernikahan mereka menjadi begitu sederhana, karena itu Luck benar-benar mempersiapkan semuanya dengan sempurna agar Lea tahu dia menikahi nya bukan semata karena perjanjian, tapi karena dia benar-benar telah jatuh cinta pada perempuan tersebut.


*******


Disisi lain


Bagaimana halaman muda rumah


Keluarga besar Stephard


Di sudut depan semua Rungan telah didekorasi dengan begitu sempurna.


Dibagian dalam tampak dekorasi mewah menjuntai dimana-mana.


Sebuah cake pernikahan dengan gaya unik telah terpampang di barisan paling depan.


Kali ini mereka menggunakan hidangan meja ke meja, tidak menggunakan sistem hidangan prasmanan.


Dimana seluruh meja telah di tata semua satu persatu dan beberapa pelayan mulai mengangkat makanan nya.


Disatu sudut keluarga besar mulai berkumpul bersama, beberapa keluarga lainnya mulai berdiri didepan menyambut para tamu undangan.


Jangan ditanya betapa hiruk pikuk terjadi di sana, sebab lautan manusia mulai terlihat di mana-mana.


********


Kembali ke kamar


Dimana Lea selesai dengan seluruh persiapan nya


Setelah semua diyakini telah siap, dari arah pintu keluar terlihat Lea mulai berjalan keluar dari dalam kamar nya.


Dimana Perempuan kecil itu tampak berdiri dengan perasaan yang berdebar-debar, menunggu sang Daddy sambung nya menggandeng tangan nya dan menghantar kan nya menuju ke atas panggung dimana luck tengah berdiri sempurna di ujung sana sembari menunggu kehadiran Lea.


Bisa Lea lihat betapa Tampan nya laki-laki dihadapan nya itu saat ini yang kini menyandang status resmi sebagai ayah sambung nya setelah menikah dengan mommy nya kemarin, sebuah senyuman menghiasi wajah tampan tersebut.


"Kamu begitu cantik, Lea"


Laki-laki tersebut bicara sembari menatap Lea dengan bola mata berkaca-kaca.


"Putri daddy benar-benar melepas masa lajangnya hmmm"


Secara perlahan Lea masuk kedalam pelukan laki-laki tersebut, berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah mengingat dia mencoba untuk tidak mengacaukan dandanan nya padahal rasanya dia ingin menangis saat ini juga.


"Oh sayang, jangan menangis, ingat hari ini adalah hari bahagia"


Mommy nya berbisik lembut, memeluk Lea dan suaminya dengan penuh suka cita.


Hingga akhirnya secara perlahan Lea dan sang Daddy nya mulai melangkah mendekati Luck.


Bisa dia lihat ketika mereka akan naik ke atas panggung ratusan tamu undangan tampak mengembangkan senyuman mereka.


Suara Pembawa acara memenuhi seisi ruangan tersebut, diiringi candaan dan godaan dari laki-laki yang dipercaya keluarga Stephard untuk membawakan acara dengan beberapa candaan khas nya yang lucu.


Saat dia telah tiba di atas panggung, suara riuh tepuk tangan memenuhi bangunan mewah berukuran raksasa tersebut.


Luck secepat kilat meraih tangan Lea sambil terus mengembang kan senyuman nya.


Laki-laki itu memeluk erat diri nya sambil berbisik.


"I love you, my little wife"


Seketika bola mata Lea berkaca-kaca, rasa haru dan bahagia menghantam perasaan nya menjadi satu saat ini.


Sebuah ciuman manis dan lembut melesat di bibir Lea, rasanya begitu indah dan manis, diiringi tepuk tangan dari para tamu undangan yang membuat dirinya seketika merasa betapa beruntungnya dia atas banyak karunia.


Terimakasih banyak Tuhan atas kado istimewa yang aku dapatkan dari buah kesabaran yang telah lama aku pendam.


Luck Stephard, laki-laki yang engkau hadiahkan dengan cara tidak terduga.


*****


Disisi lain


Mansion utama Arsen


Sejenak Arsen merasa ada sesuatu yang aneh terasa didalam hati nya, seolah-olah ada sesuatu yang mengganggu dirinya, ada rasa bahagia dan sedih yang saling menghantam perasaan nya menjadi satu.


Ada apa?!.


Dia membatin sambil berusaha untuk menarik pelan nafasnya.


"Kamu baik-baik saja?"


Tanya flow yang menatap bingung ekspresi Arsen sejak tadi.


"Kemarilah"


Ucap Arsen pelan.


Mendapatkan perintah seperti itu, membuat Flow terlihat bingung sembari mengerutkan keningnya.


Dia menurut, bergerak perlahan mendekati laki-laki tersebut, namun hal tidak terduga terjadi, tiba-tiba saja laki-laki itu menyambar tubuh nya dan memeluk nya dengan erat.


"Arsen?"


Flow jelas gelagapan, dia agak bingung dan merasa begitu gugup.


"Biarkan seperti ini sebentar saja"


Arsen berbisik, menikmati pelukan nya sambil memejamkan bola matanya.


Dia merasa merindukan seseorang saat ini, seseorang yang tidak dia ketahui siapa, dan Flow seakan-akan menjadi pengganti sosok tersebut sejak kemarin, bagi nya Flow adalah obat kerinduan nya pada seseorang yang tidak pernah dia ketahui siapa.