Oh Yes My Hot Uncle

Oh Yes My Hot Uncle
Membawanya menuju ke tempat yang dia rindukan



zurich switzerland


Swiss


Jelang Winter


17.30 PM



Ramira turun dari sebuah mobil taxi dengan langkah perlahan, menatap sebuah rumah bangunan lama khas Eropa yang berdiri kokoh dihadapan nya itu.


Tangan kanan nya masih menggenggam sebuah kertas kecil yang diberikan Bern dan arisu laki-laki berwajah oriental itu padanya kemarin.


Sebuah alamat yang jelas begitu asing untuk diri nya.


Swiss persinggahan asing yang pernah dia kunjungi di masa kanak-kanak nya dimasa lalu, bersama orang-orang yang begitu dia cintai, yang dulu pernah menjadi tempat impian nya, membuat diri nya tergila-gila pada negara itu.


Bahkan dia dan Eden pernah berencana untuk membuka lembaran baru disana sebelum Mommy Asha meminta dia pergi menjauhi laki-laki itu dimasa kemarin.


Bahkan Ingin dia jadikan tempat persinggahan terakhir nya hingga masa tua nanti bersama anak dan cucunya.


Ramira terus melangkah kan kaki nya dengan langkah perlahan, mulai masuk ke halaman rumah yang dipenuhi bunga-bunga tulip yang telah berguguran.


Sekelabat ingatan soal ucapan Bern di masa kemarin saat dia mendapati Brenda menyeret kasar Liliana masuk ke dalam rumah tua kembali terngiang di telinga nya.


Satu-satunya yang tahu rahasia masa lalu hanya wanita itu, kamu bisa menemuinya disini dan meminta dirinya untuk membawa mu masuk ke keluarga Daddy mu"


Dia kehilangan wanita itu kala malam itu, kepanikan dan ketakutan menyergap dirinya, Winda teman Bern langsung menghalangi langkah nya.


Seorang wanita yang bisa membawanya masuk ke keluarga Daddy nya.


Kata-kata itu seolah-olah menggiring nya pada satu harapan, harapan yang begitu besar soal keluarga yang begitu dia rindukan itu.


Ramira masih terus berjalan berlahan dengan jantung yang berdetak begitu kencang menuju ke bangunan rumah itu, dia Tampak menggenggam erat telapak tangannya dengan jutaan perasaan yang Sulit untuk dijelaskan, bola matanya terus menelusuri pintu yang ada dihadapan nya itu, dimana semakin dia melangkah semakin terlihat jelas pintu itu di hadapannya.


Dia begitu ingin tahu apa yang ada didalam rumah itu, siapa yang akan berdiri dibalik pintu rumah tersebut ketika dia menekan bell nya.


Begitu kakinya berhenti di depan pintu masuk rumah tersebut, tangan Ramira secara perlahan mulai terangkat dan mencoba menekan bell rumah tersebut.


Ting...tong....


Ting...tong....


"Wer?"


(Bahasa German yang artinya "Siapa?")


"Moment mal"


(Bahasa German yang artinya "Tunggu sebentar")


"Akhhhh"


Ramira tercekat saat mendengar suara itu, seketika jantung nya berdetak begitu kacau tidak beraturan, dia mencoba berpegangan pada sisi pintu kiri tersebut kemudian mundur beberapa langkah mencoba berpegangan pada kursi yang ada didepan teras rumah.


"Kann ich Ihnen helfen?"


(Bahasa German artinya "Ada yang bisa saya bantu?"


Seorang wanita paruh baya tampak membukakan pintu rumah tersebut, bicara sambil menatap ke arah Ramira untuk beberapa waktu.


Ramira langsung membulatkan bola matanya saat melihat wanita yang ada dihadapan nya itu, seketika Ramira terduduk dilantai begitu sadar siapa yang dia lihat saat ini, tangis nya seketika pecah saat itu juga.


Wanita dihadapan nya seketika menatap Ramira dengan tubuh bergetar, dia maju beberapa langkah sambil berusaha meraih wajah perempuan muda dihadapan nya itu.


"Ini mimpikah? ini mimpikah???"


Wanita itu bertanya panik, dia menyentuh wajah Ramira dengan gerakan kacau, lalu wanita itu berteriak sambil menoleh ke dalam rumah.


"Madammmmm madammmm ini Ramira kita...."


Seketika tangisan dua orang itu pecah saling bersahutan di tengah musim gugur kota zurich switzerland yang sebentar lagi akan berakhir Menuju ke musim winter.


********


Catatan \=


Ucapan Bern pada Ramira


di episode 119


Oh yes my hot uncle


1 rahasia besar yang menghubungkan semua nya