
Sedang kita bahas Chico lagi untuk sejenak.
Chico yang merasa ditipu lagi oleh Via, dia langsung saja berlalu keluar dari dalam mall tersebut menuju keparkiran mobil.
Dengan sambil menunjukkan wajah marahnya, Chico terus berjalan menuju keparkiran mobil.
" 514l4n siVia, sungguh baru kali ini aku kerjain terus menerus oleh seorang perempuan, apa aku yang kurang tegas dengan Via, hingga dia bisa mempermainkanku terus seperti ini ",, kata Chico ketika dia sudah masuk kedalam mobilnya sambil memukul stir mobil.
" Tidak akan aku beri ampun jika aku sudah ketemu dengan Via nanti, dia harus menerima hukuman dari semua berbuatannya kepadaku!! ",, kata Chico lagi dengan menggebu-gebu sekali.
Dan setelahnya Chico langsung saja mengendarai mobilnya untuk keluar dari dalam parkiran mall tersebut.
Ketika Chico sudah keluar dari dalam parkiran mall tersebut, dia langsung saja teringat jika dia tadi siang baru saja ditunjukkan alamat rumah milik Via.
" Hah!!, aku sudah tahu dimana alamat rumah kamu, tidak akan aku biarkan kamu lolos kali ini Via ",, kata Chico kepada dirinya sendiri.
Dan setelahnya Chico langsung saja mengendarai mobilnya menuju kelamat rumah mewah yang tadi ditunjukkan oleh Via.
Setelah beberapa menit berkendara, karena Chico cukup kencang sekali mengendarai mobilnya, akhirnya mobil Chico sampai juga didepan pagar mewah dirumah yang tadi ditunjukkan oleh Via.
" Permisi Tuan ",, sapa dari salah satu anak buah yang berjaga didepan pintu gerbang kepada Chico.
" Anda ingin menemui siapa didalam?? ",, tanya anak buah itu kepada Chico.
" Saya ingin menemui pemilik rumah ini, sebab tadi siang saya sudah kesini ",, jawab Chico kepada anak buah itu.
" Sebentar Tuan, akan kami sampaikan dulu kepada Tuan atau Nyonya ",, kata anak buah itu kepada chico.
Dan Chico hanya mengangguk saja kepada anak buah itu.
Setelahnya anak buah itu langsung saja menelfon telefon rumah untuk memberitahukan kedatangan dari Chico kepada majikan mereka.
Sang anak buah yang sudah mendapatkan perintah dari majikannya, dia langsung saja mempersilahkan masuk Chico dan membukakan pintu gerbang untuk Chico.
Chico yang sudah sampai dipelataran rumah mewah itu, dia langsung saja keluar dari dalam mobil, dan langsung juga masuk kedalam rumah mewah itu ketika sudah dipersilahkan masuk oleh pemilik rumah.
" Permisi Tuan, apakah saya mengenal anda??, anda sedang mencari siapa ya Tuan disini?? ",, tanya dari pemilik rumah kepada Chico.
" Perkenalkan nama saya Chico Tuan, dan saya sedang mencari Via anak anda?? ",, jawab Chico kepada pemilik rumah.
Laki-laki yang dipanggil Tuan oleh Chico, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah istrinya yang duduk disebelahnya, ketika baru saja mendengar perkataan dari Chico tadi.
" Maaf Tuan Chico, Via yang mana yang anda maksud, anak saya ketiganya laki-laki semua, dan yang paling kecil masih sekolah dasar ",, kata laki-laki itu kepada Chico.
" Jangan berbohong kepada saya Tuan, karena saya tidak suka dibohongi!! ",, kata Chico dengan bernada tegas kepada laki-laki tersebut.
" Untuk apa saya berbohong kepada anda Tuan, anda bisa melihat sendiri kartu keluarga milik saya, ambilkan Mah didalam laci ",, jawab berani dari sang pemilik rumah kepada Chico, dan juga istrinya.
Sang istri pun langsung saja mengambil kartu keluarga yang mereka miliki untuk mereka tunjukkan kepada Chico.
Dan ketika Chico sudah membaca isi semua kartu keluarga itu, barulah Chico percaya jika laki-laki pemilik rumah yang duduk didepannya tidak berbohong kepadanya.
" Maafkan atas sikap saya baru saja tadi Tuan, tapi tadi siang saya mengantarkan teman wanita saya dirumah ini dan menitipkan beberapa roti yang kami beli berdua kepada anak buah yang berjaga dipintu gerbang ",, kata Chico kepada pemilik rumah.
" Iya tidak apa-apa Tuan, kalau begitu sebentar saya panggilkan semua anak buah saya dulu ",, kata pemilik rumah itu kepada Chico.
Dan Chico hanya mengangguk saja kepada pemilik rumah tersebut.
Sang pemilik rumah langsung saja menelfon kepada para anak buahnya yang berjaga didepan pintu gerbang.
" Permisi Tuan ",, kata salah satu anak buah kepada majikannya ketika sudah sampai diruang tamu.
" Saya mau bertanya kepada kalian berempat, apakah tadi siang ada seorang wanita yang menitipkan roti kepada kalian semua?? ",, tanya sang majikan kepada keempat anak buahnya.
" Benar Tuan, dan Nona cantik itu juga terekam CCTV ko Tuan ",, jawab dari salah satu anak buah kepada majikannya.
Dan sang majikan yang mendengar perkataan dari anak buahnya, dia langsung saja mengecek rekaman CCTV yang terhubung keponselnya.
" Apakah wanita ini yang anda maksud Tuan Chico?? ",, tanya sang pemilik rumah kepada Chico sambil menunjukkan rekaman CCTV yang ada didalam ponselnya.
" Benar Tuan, wanita ini yang sedang saya cari ",, jawab Chico kepada laki-laki tersebut.
" Terus dimana semua roti yang dititipkan wanita itu kepada kalian?? ",, tanya sang majikan kepada para anak buahnya.
" Sudah kami berikan kepada kurir yang tadi datang kesini untuk mengambil rotinya Tuan ",, jawab dari anak buah itu kepada majikannya.
" Apakah wanita itu memberikan alamatnya yang asli kepada kalian semua?? ",, tanya lagi dari majikan itu kepada anak buahnya.
" Tidak Tuan, dia hanya meminta alamat rumah ini saja supaya bisa memberitahukan kepada kurir makanan yang akan mengambil semua roti-rotinya ",, jawab salah satu anak buah kepada sang majikan, dan Chico maupun istri dari majikannya dia juga mendengarnya.
" Wanita itu cuma menitip saja semua roti-roti itu, dan kami disuruh memberikannya kepada kurir yang datang nanti Tuan ",, sambung lagi perkataan dari anak buah itu lagi dan masih didengar oleh semua orang.
" Baiklah kalian semua boleh pergi ",, kata sang majikan kepada para semua anak buahnya.
" Baik Tuan ",, jawab serempak dari keempat anak buah itu kepada majikannya.
Setelah itu keempat anak buah itu mereka semua langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang tamu rumah tersebut.
" Anda sudah mendengar sendiri Tuan Chico, ini artinya anda sudah ditipu oleh Nona itu untuk alamat rumah tinggalnya ",, kata pemilik rumah kepada Chico.
" 5h11111t!! ",, umpat Chico tidak malu sama sekali didepan pemilik rumah dengan nada geramnya.
" Bolehkah saya bertanya Tuan Chico?? ",, tanya pemilik rumah itu kepada Chico.
" Tanyalah Tuan ",, jawab Chico kepada pemilik rumah tersebut.
" Apakah dia calon kekasih anda Tuan?? ",, tanya pemilik rumah dengan percaya dirinya kepada Chico.
" Iya anda benar sekali Tuan, dia adalah wanita yang sedang saya incar untuk menjadi kekasih saya, dan baru kali ini saya susah mendapatkan hati seorang wanita sepertinya ",, jawab Chico dengan jujur kepada laki-laki tersebut.
Laki-laki pemilik rumah dia langsung saja tersenyum melihat wajah Chico yang sedang gundah seperti itu.
" Dia perempuan cerdik dan pintar Tuan Chico, teruslah berjuang untuk meluluhkan hatinya, dan maafkan atas sikap para anak buah saya tadi Tuan ",, kata pemilik rumah kepada Chico.
" Tidak apa, baiklah, sepertinya saya harus permisi dulu Tuan, dan maaf juga atas sikap saya yang tadi, serta terimakasih atas waktunya ",, kata Chico dengan sopan kepada pemilik rumah.
" Iya Tuan sama-sama dan tidak apa-apa ",, jawab pemilik rumah kepada Chico dengan ramah.
Setelah berbasa-basi dengan berpamitan singkat kepada sipemilik rumah, akhirnya Chico bisa keluar juga dari dalam rumah mewah itu.
Dan Chico merasa semakin marah saja ketika baru mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, jika rumah yang tadi siang dia datangi dengan Via bukanlah rumah milik Via sendiri.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...