Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KHAWATIR



Beralih kerumah sakit lagi.


Ketika Mami Elsie sudah cukup mendingan keadaannya, dia langsung saja menyuruh anak buah yang ada disitu untuk mengantarkannya keruang operasinya Derral.


Dan diantara mereka juga disuruh oleh Mami Elsie untuk menunggui sejenak suaminya yaitu Papi Alano.


" Mari Nyonya lewat sini ",, kata salah satu anak buah yang akan mengantarkan Mami Elsie keruang operasinya Derral.


Mami Elsie dengan langkah kakinya yang sudah berumur dia langsung saja bergegas mengikuti langkah kaki dari anak buah yang masih muda itu kearah ruang operasi.


Setelah melewati banyak lorong, dan beberapa menit berjalan akhirnya Mami Elsie sampai juga didepan ruang operasi tersebut.


Dan sebelum Mamie Elsie sampai tadi, dari jauh dia juga sudah melihat Papah Zohan sedang berdiri dengan gelisah kesana kemari didepan ruang operasi tersebut.


Papah Zohan yang melihat kedatangan dari Mami Elsie bersama salah satu anak buahnya, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Mami Elsie.


" Tuan Zohan ",, kata Mami Elsie kepada Papah Zohan dengan suara bergetar menahan tangisan.


" Nyonya Elsie ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mami Elsie.


Mereka berdua lalu memilih duduk dikursi tunggu yang tersedia disitu.


" Tuan bisa jelaskan kepada saya, kenapa anak saya bisa sampai begini keadaannya, dan apa yang sebenarnya terjadi Tuan?? ",, tanya Mami Elsie kepada Papah Zohan.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Mami Elsie, Papah Zohan langsung saja mengambil nafasnya cukup panjang sekali.


Karena bagaimanapun juga semua Keluarganya berhak tahu akan kejadian ini sebenarnya.


Mami Elsie tetap setia menantikan jawaban atas pertanyaannya tadi dari Papah Zohan.


Dan ketika Papah Zohan sudah bisa merangkai kata dengan baik didalam hatinya, dia langsung saja menjawab pertanyaan dari Mami Elsie tadi.


" Semua ini karena Dokter Rava Nyonya?? ",, kata Papah Zohan kepada Mami Elsie.


" Siapa itu Dokter Rava Tuan Zohan?? ",, tanya dari Mami Elsie lagi kepada Papah Zohan.


" Dia adalah Dokter yang pernah saya panggil kemansion untuk mengobati Aaric, tapi ternyata dia jatuh cinta dengan Ava sejak pandangan pertama ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mami Elsie.


" Tapi kan Ava sudah menjadi istrinya Derral Tuan?? ",, kata Mami Elsie kepada Papah Zohan.


" Iya benar Nyonya, itulah mengapa Dokter Rava sangat nekat sekali melakukan sesuatu untuk menghancurkan hubungan pernikahan dari Derral dan Ava ",, kata dari Papah Zohan lagi kepada Mami Elsie.


" Dia melakukan berbagai cara licik untuk mendapatkan Ava, bahkan dia sampai kabur melarikan diri keluar negeri dari kejaran para anak buah saya dan Derral karena sudah ketahuan aksinya ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Mami Elsie.


" Tapi tidak disangka ternyata dia sudah kembali lagi keSpanyol dan melakukan tindakan yang lebih parah dari yang sebelumnya, dengan menyamar dan memberikan obat bius yang cukup banyak sekali ketubuh Derral hingga membuat Derral tidak sadarkan diri jika cairan obat biusnya tidak segera dikeluarkan dari dalam tubuh Derral ",, sambung terus cerita dari Papah Zohan kepada Mami Elsie.


Mami Elsie sangat terkejut sekali mendengar cerita dari Papah Zohan tentang kisah Derral dan Dokter Rava.


" Dan untuk Tuan Alano sendiri, maafkan saya Nyonya, karena Tuan Alano yang ingin menyelamatkan saya dia yang akhirnya tertembak peluru dari pistol yang dibawa Dokter Rava ",, kata Papah Zohan lagi kepada Mami Elsie.


" Jujur saya belum sempat menemui Tuan Alano, karena saya daritadi mengurus Derral disini, tapi saya juga terus memantau keadaan dari Tuan Alano kepada anak buah saya ",, kata dari Papah Zohan lagi kepada Mami Elsie.


Mami Elsie yang hanya sebagai seorang perempuan langsung saja menangis mendengar semua cerita dari Papah Zohan.


" Dan anda tenang saja, karena suami saya sudah melewati masa kritisnya, tinggal menunggu masa pemulihan serta kesadarannya kembali ",, sambung lagi perkataan dari Mami Elsie kepada Papah Zohan.


" Sungguh Nyonya??, syukurlah kalau begitu keadaannya, saya sangat lega dan senang sekali mendengarnya ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mami Elsie sambil tersenyum tipis.


" Eem Tuan, apakah Ava sudah tahu tentang kondisi Derral saat ini?? ",, tanya Mami Elsie kepada Papah Zohan.


Papah Zohan reflek langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Mami Elsie.


" Ava sedang berada didalam pesawat Nyonya untuk kembali keSpanyol bersama istri saya ",, kata Papah Zohan kepada Mami Elsie.


" Tapi semua Keluarga saya termasuk Aaric mereka semua sudah tahu kondisi dari Derral dan Tuan Alano, bahkan mereka juga saat ini sedang bergegas menuju keSpanyol menyusul Ava ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Mami Elsie.


" Ava.......... Nak, bagaimana keadaan kamu nanti jika tahu suami kamu dalam keadaan kritis seperti ini, sedangkan kamu sendiri sedang hamil muda dan tidak sehat badannya ",, kata Mami Elsie sambil menangis dengan tatapan mata yang kosong.


Mendengar perkataan dari Mami Elsie Papah Zohan langsung saja berdiri dan semakin kalut saja fikirannya.


Karena itulah yang daritadi dia fikirkan, keadaan Derral dan keadaan Ava.


Mami Elsie seperti berat sekali meninggalkan kursi tunggu yang ada didepan ruang operasi.


Bahkan ketika dia dan Papah Zohan mendapatkan laporan dari salah satu anak buah jika Papi Alano sudah dipindahkan keruang perawatan biasa


Mami Elsie hanya mengangguk, mengucapkan terimakasih dan juga berpesan untuk menunggu suaminya terlebih dahulu kepada anak buah itu.


Papi Alano sendiri belum sadarkan diri setelah paska operasi darurat untuk mengeluarkan peluru tadi dari dalam dadanya, karena efek bius yang diberikan Dokter kepadanya.


Jika Papi Alano sudah sadar nanti, pasti yang akan dia cari dan tanyakan adalah keadaan dari Derral.


Satu jam sudah Papah Zohan dan Mami Elsie menunggu didepan ruang operasi itu, namun tetap saja pintu ruang operasi belum terbuka dari dalam.


Dua jam menuggu masih belum ada hasil dan kabar sama sekali, tapi selama itu Mami Elsie atau Papah Zohan tidak makan, minum atau beranjak sama sekali meninggalkan depan ruang operasi.


Sedangkan untuk Ava sendiri bersama Mamah Gretl, mereka sudah sampai setengah perjalanan mereka.


Serta Ava malah tiba-tiba saja muntah-muntah hebat karena dia terlalu kefikiran dengan keadaan dari Derral dan ditambah keadaan dia semakin tidak fit saja ketika sudah cukup lama berada didalam pesawat.


Dokter Kandungan yang ditugaskan untuk menjaga Ava, dan dia melihat kondisi Ava sedikit ngedrop, dia langsung sigap memberikan pertolongan pertama kepada Ava.


Bahkan Dokter kandungan itu langsung memberikan infus yang dibawanya kepada Ava supaya Ava tidak kekurangan cairan selama dalam perjalanan.


Mamah Gretl sangat khawatir sekali melihat keadaan dari Ava yang terlihat semakin pucat dan juga lemas.


Untuk Aaric, Dian dan juga Opa serta Oma, mereka semua baru saja memasuki pesawat first class yang harganya selangit untuk bisa terbang keSpanyol.


Untung saja hari itu ada penerbangan menuju keSpanyol, jadi mereka bisa sedikit lega karena mereka akan segera sampai diSpanyol.


Semua orang terus berdoa didalam hati mereka masing-masing, dengan doa yang berbeda-beda yang mereka panjatkan untuk keadaan dari Derral, Ava dan juga Papi Alano.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...