Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
O O TERNYATA



Di dalam perjalanan yang masih cukup jauh itu Tanisa dan Valentino terlibat perbincangan santai yang cukup nyambung antara Valentino dan juga Tanisa.


Untuk mengurangi rasa kantuk karena memang waktu sudah sangat larut sekali, mereka pun terus mengobrol ke sana dan ke sini seketemunya saja.


" Oh ternyata kamu seorang manajer di sebuat butik '',, kata Valentino yang sudah tahu pekerjaan dari Tanisa.


" Iya, dan butik itu adalah butik dari Kakak ipar saya Tuan ",, jawba Tanisa kepada Valentino.


" Itu artinya kamu naik jabatan karena kamu adik ipar pemilik butik itu dong ",, canda dari Valentino kepada Tanisa.


" Bukan Tuan, justru karena saya bekerja di butik itulah, Kakak iparku bisa menikah dengan Kakakku ",, jawab dari Tanisa kepada Valentino.


" Oh ya, sepertinya kisah cinta mereka sangat menarik ",, kata Valentino kepada Tanisa.


" Iya memang menarik Tuan ",, sahut dari Tanisa kepada Valentino.


" Terus bagaimana dengan kisah cintamu sendiri Nona?? ",, tanya dari Valentino kepada Tanisa.


Tanisa langsung saja tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari Valentino kepadanya.


" Saya belum mempunyai kisah cinta Tuan ",, jawab dari Tanisa kepada Valentino.


" Apakah itu artinya kamu belum pernah pacaran sama sekali Nona?? '',, tanya dari Valentino lagi kepada Tanisa.


" Iya anda benar Tuan, saya belum pernah pacaran sama sekali ",, jawab dari Tanisa kepada Valentino.


" Wah hebat juga anda Nona ",, kata Valentino kepada Tanisa.


" Di jaman sekarang, hidup di Negara bebas anda masih betah menjomblo ",, goda dari Valentino kepada Tanisa.


Tanisa langsung saja tertawa pelan menanggapi perkataan dari Valentino.


" Hidup di Negara bebas tidak harus hidup bebas juga kan Tuan??, karena kehidupan kita yang menentukan ya kita sendiri Tuan, bukan Negara ini ",, jawab dari Tanisa kepada Valentino.


" Iya anda benar Nona, jujur sedikit susah menemukan wanita seperti anda yang betah menjomblo di saat semua kawan-kawan anda sudah pada mempunyai pasangannya masing-masing ",, kata Valentino lagi kepada Tanisa.


" Iya biarlah saja saya juga enjoy ko Tuan dengan kehidupan saya sekarang ",, kata Tanisa sambil melihat ke arah ponselnya.


Dan sungguh sangat senangnya Tanisa ketika dia sudah melihat ada signal penuh di dalam ponselnya.


" Maaf ya Tuan saya mau menelfon Ayah saya dulu ",, kata Tanisa kepada Valentino.


" Iya silahkan ",, jawab dari Valentino kepada Tanisa.


Tanisa lalu mencoba menghubungi Ayah Cana.


Dan Ayah Cana sendiri yang tidak bisa tidur karena sedang menunggu anak perempuannya yang lagi melakukan perjalanan jauh pun, dengan segera langsung mengangkat sambungan telepon dari Tanisa.


" Halo Tanisa, kamu sudah sampai mana Nak??, Ayah sangat merasa khawatir sekali kepadamu ",, kata Ayah Cana kepada Tanisa.


" Tanisa sudah hampir sampai Ayah, dan tadi mobil Tanisa sedang mogok di tengah-tengah jalan tol ",, jawab Tanisa kepada Ayah Cana.


Ayah Cana langsung semakin khawatir saja mendengar cerita dari Tanisa.


" Terus sekarang kamu bagaimana Nak?? ",, tanya dari Ayah Cana kepada Tanisa dengan suara yang benar-benar sangat khawatir sekali.


" Ayah tenang saja, ada orang baik yang mau membantu Tanisa Ayah dan mobil Tanisa juga sudah dibawa ke bengkel sekarang ",, jawab dari Tanisa kepada Ayah Cana.


" Syukurlah Nak, Ayah sedikit tenang mendengarnya, dan nanti tolong ajak dia untuk menemui Ayah ya Tanisa, Ayah mau bertemu dengannya untuk mengucapkan terimakasih ",, kata Ayah Cana kepada Tanisa.


" Nanti Tanisa sampaikan dulu kepada dia ya Ayah, apakah dia bisa ",, jawab dari Tanisa kepada Ayah Cana sambil melirik ke arah Valentino.


Dan Valentino pun juga sama halnya mencuri pandang ke arah Tanisa sambil terus mengendarai mobilnya.


" Iya baik, kalaupun tidak bisa juga tidak apa-apa, sampaikan saja jika Ayah berterimakasih kepadanya ",, kata Ayah Cana lagi kepada Tanisa.


" Iya Ayah, kalau begitu Tanisa tutup dulu teleponnya ya Ayah, nanti jika sudah sampai, Tanisa akan menelpon Ayah lagi ",, kata Tanisa kepada Ayah Cana.


" Iya Tanisa, hati-hati di jalan ",, jawab dari Ayah Cana kepada Tanisa.


Dan selanjutnya sambungan telepon mereka terputus juga.


" Eem Tuan Valentino ",, panggil Tanisa kepada Valentio.


" Iya Nona ",, jawab dari Valentino kepada Tanisa.


" Tadi Ayah saya berkata katanya dia nanti ingin bertemu dengan anda, karena anda sudah mau membantu saya ",, kata dari Tanisa memberanikan diri berbicara kepada Valentino.


" Ayah Nona berlebihan sekali, saya kan cuma sekedar membantu saja sesama manusia ",, kata Valentino kepada Tanisa.


" Tapi tidak apa-apa, siapa tahu Ayah anda bisa menjadi Ayah saya juga ",, sambung lagi perkataan dari Valentino kepada Tanisa.


" Hah.......??!! ",, kata Tanisa dengan ekspresi terbengong.


" Tidak apa-apa ",, jawab Valentino kepada Tanisa sambil tertawa pelan.


Dan akhirnya setelah beberapa puluh menit berkendara, dari jauh plang rumah sakit tempat Via dirawat sudah terlihat.


Valentino langsung saja masuk dan mencari tempat parkir di dalam parkiran rumah sakit.


" Ayo akan saya antar ke dalam Nona, sekalian saya berkunjung dan menjenguk Kakak ipar anda juga ",, kata Valentino kepada Tanisa.


" Iya ayo Tuan ",, jawab dari Tanisa kepada Valentino.


Akhirnya Valentio dan Tanisa langsung saja masuk kedalam rumah sakit mengikuti petunjuk arah yang sudah di beritahukan oleh Ayah Cana melalui pesan di dalam ponselnya.


Sesampainya di depan ruang perawatan Via, Tanisa dengan perlahan langsung saja membuka pintu ruang perawatan tersebut.


Dan semua orang yang ada di dalam ruang perawatan itu termasuk Leon langsung saja pada mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu yang sedang terbuka.


" Tanisa, Nak, akhirnya kamu sampai juga ",, kata Ayah Cana dan Mamah Emma secara bersamaan.


Sedang Valentino dia hanya tersenyum formal dan ramah saja kepada semua orang yang ada disitu.


Ketika Valentino dan Leon sudah saling pandang, mereka berdua langsung saja pada saling terkejut.


Bahkan Valentino langsung memasang sikap tegap dan juga langsung hormat kepada Leon.


Apa yang dilakukan oleh Valentino kepada Leon membuat Ayah Markus, Mamah Delfa, Ayah Cana dan Mamah Emma terlebih Tanisa langsung merasa sangat terkejut sekali.


" Jadi kamu Valentino yang membantu adik saya?? ",, kata Leon kepada Valentino.


" Dan tidak perlu formal begitu kepada saya, kita tidak sedang bertugas ",, kata dari Leon lagi kepada Valentino.


" Tunggu-tunggu, apakah kamu sudah mengenal anak muda ini Leon?? ",, tanya dari Ayah Cana kepada Leon sambil menunjuk Valentino.


" Sudah Ayah, dia salah satu bawahan Leon yang sekarang menjabat sebagai Brigadir Jenderal Polisi ",, jawab Leon kepada Ayah Cana dan masih didengar oleh semua orang.


" Iya Tuan dan saya juga terkejut ternyata Nona Tanisa yang saya tolong adalah adik anda Jenderal ",, kata Valentino kepada Leon.


" Kamu lebih baik pulang besok saja, pasti kamu capek dari perjalanan jauh, beristirahatlah sana di dalam kamar itu ",, kata Leon kepada Valentino.


" Benar apa kata anak saya anak muda, pulanglah besok saja demi keselamatanmu juga ",, sahut dari Ayah Cana kepada Valentino.


" Baiklah Jenderal, Tuan, terimakasih atas tawarannya ",, jawab dari Valentino kepada Ayah Cana dan juga Leon.


Leon dan Ayah Cana hanya mengangguk saja menanggapi Valentino.


Dan untuk Tanisa sendiri, dia hanya bisa diam saja karena dia tidak tahu mau ikut berbicara bagaimana.


Sebab sejujurnya dia masih tidak menyangka jika laki-laki muda yang membantunya adalah anak buah dari sang Kakak yaitu Leon.


...πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’πŸ«’...


Yuk readers mampir yuk diceritanya SyahlaaπŸ€—πŸ€—πŸ₯°.



...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...