
Kita bahas sebentar siTuan Brokoli alias Chico.
Chico yang sudah selesai merenung dipinggir tebing yang biasa dia datangi, selanjutnya Chico memilih untuk kembali kemansionnya.
Namun ketika Chico sedang berada diperjalanan, tiba-tiba saja Chico mendapatkan telefon dari rumahnya yang mengatakan jika sang Mamah sedang mengamuk lagi.
Chico semakin kencang saja dalam mengendarai mobilnya itu supaya bisa segera sampai dirumah mewahnya.
Chico sangat khawatir sekali dengan keadaan dari Mamahnya, orang tua yang cuma satu saja yang dimilikinya didunia ini.
Sebab Ayah dari Chico sudah meninggal dunia sejak Chico berumur sepuluh tahun.
Mamah Chico sendiri dia mengalami depresi sejak memergoki sang Ayah yang bercum6u dengan sekretarisnya sendiri didalam ruang kerjanya dalam keadaan Mamah Chico hamil adiknya.
Chico yang pada saat itu diajak oleh sang Mamah kekantor sang Ayah, dia juga menyaksikan sendiri bagaimana sang Ayah menikmati permainan dari sekretarisnya itu.
Mamah Chico yang melihat sendiri adegan yang sangat memuakkan dihadapannya, antara suami dan sekretarisnya, dia langsung saja pergi meninggalkan ruang kerja sang suami dalam keadaan marah dan juga bersedih.
Dan Ayah Chico yang melihat kedatangan mendadak dari istri beserta anaknya, dia langsung saja mendorong kasar sekretarisnya dari atas tubuhnya untuk segera memakai pakaiannya.
Mamah Chico dan Chiconya sendiri dia hanya bisa diam saja didalam mobil dengan air mata dari sang Mamah yang tidak henti-hentinya mengalir dari matanya.
Ayahnya Chico yang sudah memakai pakaiannya kembali, dia langsung saja menyusul sang istri tercintanya menaiki mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang sekali.
Dengan fikiran yang sedang kalut karena sudah terpergok bermain affair dengan sekretarisnya, Ayah Chico yang tidak bisa mengontrol laju mobilnya, tiba-tiba saja dia mengalami kecelakaan dijalan raya dengan sebuah bus pariwisata yang sedang ingin berhenti dilampu merah.
Body depan mobil milik Ayah Chico langsung ringsek cukup parah karena menabrak body belakang bus dengan kecepatan yang cukup tinggi dan membuat Ayah Chico terjepit dibadan mobil serta langsung membuatnya meninggal seketika.
Mamahnya Chico dan Chico sendiri yang baru saja sampai dirumah mereka yang dulu, ketika mendengar kabar tersebut dari seseorang, Mamah Chico langsung semakin syok saja dan membuatnya stres yang berlebih sehingga membuat bayi yang sedang dikandungnya mengalami keguguran.
Padahal pada waktu itu usia kandungan dari Mamahnya Chico sudah sekitar lima bulan.
Sejak mengetahui perselingkuhan dari sang suami dan meninggalnya sang suami dihari yang sama.
Serta kehilangan anak keduanya untuk beberapa hari selanjutnya, membuat Mamahnya Chico yang bernama Mamah Elsa langsung depresi hingga sekarang.
" Mamah tenang Mah, Chico akan segera sampai dirumah ",, kata Chico kepada dirinya sendiri sambil semakin menambah laju kecepatan mobilnya.
Dan ketika Chico sudah sampai dirumah mewahnya, dia langsung saja dengan segera keluar dari dalam mobilnya untuk segera masuk kedalam kamar Mamahnya.
Mamah Elsa hanya keluar pada saat dia ingin saja, selebihnya Mamah Elsa memilih lebih mengurung diri didalam kamarnya dan ditemani oleh dua perawat yang diperkerjakan oleh Chico.
Chico yang sudah sampai didalam kamar Mamahnya, dia langsung saja berjalan kearah Mamahnya.
" Mah, ini Chico Mah, Chico sudah pulang ",, kata Chico sambil memeluk Mamahnya.
" Chico?? ",, kata Mamah Elsa kepada Chico.
" Iya Mah, ini Chico, maafkan Chico Mah ",, kata Chico kepada Mamahnya.
" Kita duduk dulu yuk Mah, dan kalian semua tinggalkan kami berdua ",, kata Chico kepada Mamahnya dan kepada para pekerja rumahnya termasuk kedua perawat sang Mamah.
Mendengar perkataan dari sang majikan mereka, semua pekerja Chico langsung saja keluar dari dalam kamar Mamah Elsa.
" Mamah kenapa?? ",, tanya Chico dengan lembut kepada Mamahnya ketika sudah mengajak Mamah Elsa untuk duduk diatas ranjang.
" Mamah kapan-kapan keluar yuk sama Chico mau??, kan biar Mamah tidak bosan didalam kamar ini terus ",, bujuk Chico lagi kepada Mamahnya.
Chcio sudah berulang kali membujuk Mamahnya untuk keluar dari dalam kamar terutama rumahnya, namun sang Mamah selalu menolak.
" Mamah maunya kemana??, Chico akan penuhi semua permintaan Mamah ",, kata Chico lagi kepada Mamah Elsa.
" Mamah tidak mau keluar rumah, diluar rumah orangnya pada bermuka dua semua ",, jawab Mamah Elsa kepada Chico.
Dan yang dimaksud bermuka dua adalah sekretaris dari Ayah Chico dulu, karena dulu sekretaris itu dia sangat baik seperti tidak suka menggoda suami orang.
Namun kenyataannya berbeda dengan apa yang difikirkan oleh Mamah Elsa.
" Chico sudah kaya Mah, jadi jika mereka melakukan itu lagi kepada Mamah, mereka akan Chico tembak mati ditempat ",, kata Chico kepada Mamahnya.
" Apakah Mamah sudah minum obat??, minum dulu ya obatnya ",, kata Chico lagi kepada Mamahnya.
Dan setelahnya Chico mengambilkan obat sang Mamah yang ada diatas meja samping ranjang untuk diminumkan kepada Mamahnya.
Mamah Elsa yang sudah meminum obatnya, dia langsung saja diajak Chico untuk tiduran diatas ranjang, dengan Chico yang setia mengusap lembut tangan keriput dari sang Mamah dengan penuh perhatian sekali.
Walau Chico seperti itu sifatnya, akan tetapi dia sungguh sangat sayang sekali dengan Mamahnya.
Bahkan Chico tidak malu sama sekali mempunyai Mamah yang depresi seperti Mamah Elsa.
Chico yang melihat Mamahnya sudah cukup tenang, dia langsung saja beranjak keluar dari dalam kamar sang Mamah untuk menuju kedalam kamar pribadinya.
Namun sebelum itu, Chico menyuruh kedua perawat sang Mamah untuk terus menjaga Mamahnya.
Chico sebenarnya tidak tega jika melihat keadaan dari Mamahnya, itulah mengapa Chico jarang melihat Mamahnya jika Mamahnya tidak sedang kambuh seperti itu.
Chico lebih memilih bertanya kepada kedua perawat sang Mamah atau kepada kepala asisstan rumahnya tentang keadaan Mamahnya.
Karena jika Chico melihat langsung keadaan Mamah Elsa yang sedang depresi seperti itu, Chico akan selalu teringat dengan Ayahnya yang sudah membuat hidup Mamah tercintanya hancur seperti itu.
Sungguh jika Ayahnya Chico masih hidup, pastilah Chico sendiri yang akan menghancurkan hidup dari Ayah tercintanya itu.
Dan Chico sendiri ketika mendengar Ayahnya kecelakaan dulu, didalam hatinya Chico, dia merasa kasihan, senang dan sedih secara bersamaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Chico yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia menjadi putus asa sendiri, karena dia tidak tahu lagi bagaimana cara membujuk sang Mamah supaya Mamah Elsa mau keluar dari dalam kamar atau rumah, supaya Mamah Elsa bisa sembuh kembali seperti sedia kala.
Namun nampaknya usaha Chico yang selama ini mengobati Mamah Elsa kemana saja tidak akan ada hasilnya jika bukan Mamah Elsa sendiri yang berniat ingin sembuh dari masa depresinya.
" Aaaaaarrrrgggggggghhhhhh, Chico benci Ayah!!! ",, teriak Chico dengan sangat keras sekali ketika sudah berada didalam kamar.
Untung saja kamar Chico kedap suara, jadi Chico tenang-tenang saja jika dia ingin berteriak seperti itu.
Sedang untuk sekretaris dari Ayahnya dulu, dia langsung saja dimasukkan kedalam penjara oleh Chico karena sudah berani menyukai suami orang terlebih lagi dia atasannya sendiri yang sudah mempunyai keluarga.
Dengan bukti rekaman CCTV yang ada dikantor itulah yang sebagai pemberat hukuman untuk sekretaris dari Ayah Chico dulu.
Setelah kepergian dari Ayahnya dulu, Chico dididik menjadi penerus perusahaan oleh sahabat Ayahnya yang sangat kasihan dengan nasib dari Chico.
Padahal Perusahaan dari Ayah Chico pada saat itu sedang stabil malahan sedang meningkat pesat perkembangannya.
Karena sahabat dari Ayah Chico tidak mau melihat Perusahaan itu hancur, dia mendidik keras Chico supaya berhasil memimpin Perusahaan walau umur dia masih kecil dulu.
Dan usaha dari sahabat Ayahnya Chico sukses, sebab Chico saat ini sudah menjadi Pengusaha sukses sama seperti Derral.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...