Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
BERTANYA



Akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Papah Zohan sampai juga dimarkas milik Derral.


Dengan disapa hormat dan sopan oleh para anak buah Derral yang berjaga, Papah Zohan pun langsung saja diantarkan masuk kedalam markas oleh salah satu anak buah Derral.


" Dimana orang yang sudah berani menculik anak saya??!! ", tanya tegas dari Papah Zohan kepada anak buah Derral.


" Mari Tuan Zohan, akan saya antarkan kedalam ruang penyekapannya ",, jawab anak buah tersebut kepada Papah Zohan.


Papah Zohan langsung saja mengangguk kepada anak buah tersebut.


Namun ketika Papah Zohan akan masuk lebih dalam lagi kemarkas, tiba-tiba saja pandangan dia teralihkan dengan kedatangan dua orang laki-laki.


Dan orang itu adalah Egon sekretaris dari Derral serta yang satunya lagi adalah sekretaris sekaligus orang kepercayaannya yang bernama Mirco.


" Tuan Zohan ",, sapa dari Egon dan Mirco secara bersamaan.


Papah Zohan hanya mengangguk saja kepada Egon dan juga Mirco.


" Ayo ikut saya ",, jawab Papah Zohan kepada Egon dan juga Mirco.


" Baik Tuan ",, jawab dari Egon dan Mirco secara bersamaan kepada Papah Zohan.


Papah Zohan, Egon, dan Mirco mereka bertiga langsung saja melangkahkan kaki mereka menuju keruang penyekapan yang sudah berani menculik Ava.


Ketika Papah Zohan, Egon dan juga Mirco baru saja masuk kedalam ruang penyekapan itu, mereka bertiga langsung melihat wajah dari laki-laki yang sudah berani menculik Ava sudah babak belur dihajar oleh para anak buah yang ada disitu.


" Huh dia orangnya??!! ",, kata Papah Zohan sambil tersenyum miring yang menakutkan kepada sipenculik tersebut.


Setelah berkata seperti itu tiba-tiba saja Papah Zohan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya.


Dan Papah Zohan lalu mencoba menghubungi seseorang yang sangat penting sekali baginya.


" Halo Mr. Altherr ",, kata orang tersebut kepada Papah Zohan.


" Halo juga Mr. Alexander Damara ",, sapa balik dari Papah Zohan kepada orang yang dipanggil Alex Damara.


Dan ternyata orang yang ditelefon oleh Papah Zohan adalah Alexander Damara, penerus Perusahaan Damara orang terkaya nomor satu didunia yang sudah sangat terkenal sangat kejam sekali ketika menghukum para musuh-musuh mereka.


" Apakah saya sedang menganggu anda Tuan Alexander?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Alex dengan sopan dan ramah.


" Tidak Tuan, ada apa anda menelfon saya?? ",, jawab Alex kepada Papah Zohan.


" Apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya dari Alex kepada Papah Zohan.


" Tuan Alexander, sungguh kehormatan bagi saya segala atas bantuan yang anda berikan kepada saya ",, jawab dari Papah Zohan kepada Alex.


" Namun sekarang saya tidak sedang membutuhkan bantuan anda Tuan, melainkan ingin bertanya satu hal kepada anda ",, sambung lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Alexander Damara sambil menatap penculik Ava yang ada didepannya.


Sedang Egon dan Mirco mereka berdua masih setia berdiri dibelakang Papah Zohan sambil terus mendengarkan perbincangan dari Papah Zohan kepda Alex.


" Jika saya bisa menjawabnya, pasti akan saya jawab Tuan Zohan Altherr ",, kata Alex dengan tenang kepada Papah Zohan.


" Tuan, jika ada yang berani menculik anak anda, dan penculiknya berhasil ditangkap oleh para anak buah anda, hukuman apa yang ingin anda berikan kepada sipenculik itu Tuan?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Alex.


Papah Zohan sebenarnya tahu ingin memberikan hukuman apa kepada sipenculik Ava, namun dia ingin mengetahui dari rekan bisnisnya yang sudah sangat terkenal sekali dalam memberantas semua musuh-musuh Keluarga mereka.


Siapa lagi kalau bukan Keluarga Damara dan Keluarga William.


Dan Keluarga William sendiri adalah besan dari Keluarga Damara, orang terkaya nomor tiga didunia.


" Saya akan memotong kedua tangan penculik itu, lalu tangan itu akan saya berikan untuk makanan aligator saya, setelahnya saya akan mencongkel salah satu mata dia untuk saya jadikan bola tangan mainanku ",, jawab Alexander dengan tenang kepada Papah Zohan.


Papah Zohan langsung saja menggelengkan kepalanya ketika mendengar jawaban dari Alexander tadi.


Tidak salah jika Keluarga Damara masih bisa mempertahankan gelar Keluarga terkaya didunia, sebab mereka tidak segan-segan dalam memberikan hukuman kepada orang yang sudah berani mengusik mereka.


" Apakah ada yang berani menculik putri anda Tuan Zohan?? ",, tanya dari Alex kepada Papah Zohan.


" Anda benar sekali Tuan Damara, ada yang sudah berani menculik putri saya, dan penculiknya sekarang ada didepan saya ",, jawab dari Papah Zohan kepada Alex.


" Lakukanlah seperti saran yang saya katakan tadi, dan jika sudah ketemu akar permasalahannya, anda bisa membeli racun terbaik yang saya miliki untuk menghukum dalang dari semua itu ",, kata dari Alex kepada Papah Zohan.


" Ok Tuan Damara, sungguh saya sangat puas sekali mendapatkan saran dari anda ",, jawab dari Papah Zohan kepada Alex.


" Terimakasih atas waktunya, dan maaf saya sudah mengganggu waktu anda Tuan Damara ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Alex.


" iya Tuan Altherr, sama-sama ",, jawab Alex dengan singkat kepada Papah Zohan.


Setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.


Papah Zohan yang sudah mematikan sambungan telefon dari Alexander Damara tadi, rekan bisnis yang sangat diseganinya.


Papah Zohan langsung saja menyuruh Egon atau Mirco untuk mengintrogasi penculik Ava itu.


" Baik Tuan ",, jawab Egon dan Mirco secara bersamaan.


Egon dan Mirco mereka berdua langsung saja berjalan mendekat kearah sipenculik itu.


Sedang Papah Zohan dia memilih untuk duduk dikursi yang berada didalam ruangan tersebut.


" Katakan siapa yang sudah berani menyuruh anda Tuan!! ",, kata Mirco dengan tegas kepada sipenculik Ava.


" Jika anda tidak mengatakan, tidak apa-apa, karena kami masih mempunyai banyak waktu sekaligus banyak hukuman yang belum kami berikan kepada anda Tuan!! ",, kata Egon juga kepada orang yang sudah berani menculik Ava.


" Sa......saya disuruh............ uhuk-uhuk-uhuk ",, jawab sipenculik itu kepada Egon dan Mirco namun malah langsung terbatuk darah.


" Cepat katakan Tuan........!!, jangan berpura-pura batuk dihadapan kami ",, kata Mirco dengan bernada dingin kepada sipenculik tersebut.


Padahal sipenculik itu tidak berpura-pura batuk, sebab dia memang asli ingin batuk saja karena daritadi sudah dipukulin dengan membabi buta oleh para anak buah yang berjaga disitu.


Sedang Papah Zohan dia masih berduduk santai dikursi yang ada didalam situ sambil menunggu Egon dan Mirco selesai mengintrogasi penculiknya.


" Ba........baik-baik Tuan, akan saya katakan ",, kata sipenculik itu kepada Egon dan Mirco dengan tertatih, sebab Mirco tiba-tiba menggores paha sang penculik dengan pisau lipat yang dibawanya.


" Cepat katakan!! ",, kata Mirco kepada sipenculik tersebut.


" Sa....saya disuruh oleh orang yang bernama Dokter Rava Tuan ",, kata sipenculik itu kepada Egon dan Mirco.


Dan Papah zohan yang mendengar nama Dokter Rava dibawa-bawa oleh penculik tersebut, Papah Zohan langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung juga berjalan mendekati sipenculik.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Untuk para readers yang penasaran dengan Alexander Damara yang tadi ditelefon oleh Papah Zohan, readers bisa membaca novel saya yang berjudul GADIS LUGU PEMIKAT HATIπŸ€—.


Dinovel itu readers akan dibuat tertawa berjamaah dengan para readers yang lainnya🀭.


Serta maafkan jika banyak typo dicerita tersebut nantinya πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™.


Selamat membacaπŸ˜‰πŸ˜‰.


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...