
Sebagai seorang Dokter Kejiwaan dan sudah mengerti bagaimana karakter seseorang yang sedang ketahuan berbohong.
Joyce walau fikiran dia sudah tidak tahu arahnya kemana, tapi dia masih berusaha sabar dan tidak mau bernegatif thinking terlebih dahulu kepada Chico.
Sambil menyilangkan kedua tangannya di atas perutnya, Joyce masih setia menanti jawaban atas pertanyaannya tadi kepada Chico.
" Emm lebih baik kita duduk dulu Joyce ",, kata Chico kepada Joyce.
Joyce hanya mengangguk saja kepada Chico dan lalu mereka berdua langsung saja duduk di shofa yang ada di situ.
" Aku pernah bertanya kepadamu, apakah kamu tidak mau bertanya kepadaku bagaimana kehidupanku dulu atau kisah cintaku, tapi kamu menjawab dengan tidak?? ",, kata Chico kepada Joyce.
Dan Joyce lagi-lagi dia langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Chico tadi.
" Namanya Via, dia adalah wanita yang dulu pernah aku cintai dan dia lebih memilih laki-laki lain selain diriku untuk menjadi suaminya ",, kata Chico lagi kepada Joyce.
Joyce masih setia diam mendengarkan kelanjutan cerita dari Chico.
" Aku mencintai Via sejak awal bertemu dengannya di rumah sakit, namun bedanya dia bukan seorang Dokter seperti dirimu, dia adalah sahabat dari istrinya temanku Joyce ",, Chico mulai bercerita kepada Joyce.
" Via itu berbeda, dia tidak seperti wanita yang biasanya aku kenal, dan dari situlah aku mulai dekat dengannya, hingga aku fikir kedekatan kita itu akan berlanjut hingga langkah yang lebih jauh lagi ",, cerita dari Chico lagi kepada Joyce.
" Ternyata dugaanku itu salah, Via hanya menganggap aku sebagai temannya saja Joyce ",, kata Chico kepada Joyce.
" Apakah kamu masih mencintainya Chico??, jujur saja kepadaku, sebelum hubungan kita berlanjut lebih jauh ",, tanya Joyce kepada Chico.
Chico yang mendapatkan pertanyaan dari Joyce seperti itu, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Joyce dan lalu menggenggam ke dua tangan Joyce.
" Jujur semenjak mengenal dirimu, aku sudah mulai melupakan dia Joyce ",, kata Chico kepada Joyce.
" Kamu adalah wanita yang bisa membuatku melupakan dia ",, kata Chico lagi untuk lebih meyakinkan lagi perasaan Joyce.
" Bukan sebagai pelarian kan dengan kamu memilih aku sebagai istri kamu?? ",, tanya Joyce lagi kepada Chico.
" Tidak ...... ", jawab Chico kepada Joyce.
" Jika aku menjadikanmu sebagai pelarian, sudah dari dulu aku tidak mau serius dengan seorang wanita ",, jawab Chico kepada Joyce dengan sangat mantap sekali.
Dan Joyce bisa melihat kemantapan itu dari wajahnya Chico.
" Terus kenapa kamu tadi bisa sampai sebegitu khawatirnya dengan keadaannya Via, jika Via sudah memilih laki-laki lain selain kamu?? ",, tanya dari Joyce kepada Chico.
" Saat ini Via baru saja mengalami kecelakaan mobil Joyce, dan keadaan dia sangat parah sekali ",, jawab Chico kepada Joyce.
" Terus apa hubungannya dengan kamu Chico, kan dia juga sudah mempunyai seorang suami?? ",, kata Joyce kepada Chico.
" Tapi masalahnya dia kecelakaan karena aku Joyce ",, jawab Chico lagi kepada Joyce.
" Maksudnya bisa karena kamu bagaimana Chico?? kamu kan ada di sini terus bersamaku ",, kata Joyce lagi kepada Chico.
" Kemarin aku sengaja menyuruh Ben untuk memberikan kartu undangan pernikahan kita Joyce, karena maksud aku supaya mereka semua terutama Via berfikir jika aku sudah bisa moveon darinya ",, jawab dari Chico kepada Joyce.
" Tidak tahunya ketika Via mendapatkan kabar jika dia mendapatkan kartu undangan pernikahan dariku, Via yang terkejut langsung mengerem mendadak di saat dia sedang mengendarai mobilnya ",, lanjut lagi perkataan dari Chico kepada Joyce.
" Alhasil dia langsung ditabrak dari arah belakang dan saat ini keadaannya cukup kritis Joyce ",, sambung terus perkataan dari Chico kepada Joyce.
Sungguh Joyce cukup terkejut mendengar pengakuan dari Chico tentang wanita yang bernama Via.
" Astaga Chico ....... ?? ",, kata Joyce kepada Chico sambil menggelengkan kepalanya.
" Kenapa kamu tidak bercerita sejak awal tentang masalah ini, sekarang kejadiannya sudah seperti ini, terus apa yang bisa kamu lakukan sekarang Chico??, menyesalpun juga tiada artinya lagi ",, kata Joyce lagi kepada Chico.
" Yang hanya bisa aku lakukan sekarang adalah menyuruh beberapa anak buahku untuk terus memantau keadaannya Via Joyce, karena aku sungguh benar-benar merasa sangat khawatir sekali dengan keadaannya ",, kata Chico kepada Joyce.
" Rasanya aku merasa sangat bersalah kepadanya Joyce, dan seharusnya juga jika aku ingin memberikan kartu undangan kepadanya aku harus menemui Vianya langsung tanpa melalui perantara dari Ben ",, sambung lagi perkataan dari Chico kepada Joyce.
" Maafkan aku Joyce, sungguh aku sudah tidak ada rasa lagi untuk Via, hanya saja aku merasa ......... ",, kata Chico kepada Joyce.
Perkataan dari Chico belum selesai langsung dipotong oleh perkataan dari Joyce.
" Iya tidak apa-apa, sekarang aku sudah tahu, aku tidak marah ko, dan aku mengerti keadaan kamu sayang ",, jawab Joyce kepada Chico sambil mengusap mesra pipinya Chico.
" Ini sebenarnya juga salahku Chico, yang dari awal tidak mau bertanya kepadamu bagaimana masa lalu kamu, jadinya ya ........... ",, kata Joyce lagi kepada Chico sampai dia tidak bisa melanjutkan lagi perkataannya.
" Maaf ya sayang, karena aku juga tidak mau jujur dari awal kepadamu ",, kata Chico lagi kepada Joyce.
" Emm kalau begini saja bagaimana Chico, nanti setelah menikah kita berbulan madu ke Negara asal kamu sekalian menjenguk Via dan menemuinya untuk memberikan suport sekaligus juga meminta maaf kepadanya ",, kata Joyce kepada Chico.
" Apa kamu serius Joyce?? ",, tanya Chico kepada Joyce.
Chico sungguh tidak menyangka jika Joyce akan berkata seperti itu kepadanya.
Ternyata Joyce bisa bersikap sangat dewasa sekali serta bisa mengerti apa yang dia rasakan, dan Chico semakin senang mengetahui hal tersebut.
" Iya aku serius Chico, sudah sekarang kita doakan saja untuk keadaannya Via semoga dia baik-baik saja dan sehat seperti sedia kala lagi ",, kata Joyce kepada Chico.
Chico langsung saja mengangguk kepada Joyce dan juga mengaamiinin perkataan dari Joyce tadi.
" Dan apakah hal itu yang menyebabkan kamu tidak fokus daritadi Chico?? ",, tanya dari Joyce kepada Chico.
Lagi dan lagi Chico langsung mengangguk membenarkan perkataan dari Joyce.
" Sudah tenang ya, sekarang kita fokus dulu ke pernikahan kita berdua, jika kamu masih mau melanjutkannya ",, kata Joyce lagi kepada Chico.
" Tentu saja aku masih mau dong sayang, maafkan aku ya Joyce ",, kata Chico kepada Joyce.
" Iya, sudah yuk berangkat, nanti aku bisa telat datang ke rumah sakitnya?? ",, kata dari Joyce kepada Chico.
" Siap Princess, ayo apakah sudah siap semua?? ",, tanya dari Chico kepada Joyce.
" Sudah, dan semuanya sudah aku kunci ko ",, jawab dari Joyce kepada Chico.
" Baiklah ayo let's go ",, kata Chico kepada Joyce.
Chico dan Joyce lalu berjalan keluar menuju ke dalam mobil milik Chico untuk berangkat ke rumah sakit.
Joyce hari ini dia hanya bekerja setengah hari saja, sekaligus mau mengajukan cuti untuk menikah dan berbulan madu kepada pihak rumah sakit.
Dan pihak rumah sakit tempat Via bekerja, sudah hampir semuanya tahu, jika Via Dokter Kejiwaan akan segera menikah dengan Pengusaha muda asal Spanyol.
Bahkan laki-laki yang menyukai Joyce, yang bekerja sebagai Dokter juga di rumah sakit itu yang bernama Dokter Keen pun, dia sudah tidak pernah lagi mendekati Joyce ketika dia mendapatkan kartu undangan pernikahan dari Joyce kemarin.
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Mampir yuk dicerita cintanya Syahlaa 🤗.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...