
Geser kerumah sakit tempat Ava dirawat yuk readers.
Sepeninggalan dari Dian dan juga Aaric tadi, Via yang baru saja selesai makan, dia langsung saja bersendawa dengan cukup keras sekali.
" Aah kenyang sekali perut aku, dan rasanya aku sangat menyukai semua makanan yang dibeli oleh Dian ",, kata Via ketika baru saja bersendawa.
Chico yang duduk disebelah Via pun dia langsung saja melihat kearah Via dengan tatapan yang ilfill dan juga gemas secara bersamaan.
Sebab kelakuan dan tampang wajah dari Via sangat berbeda jauh sekali.
Sedang Ava dan juga Derral yang melihat kelakuan dari Via mereka berdua juga memandang kearah Via dengan tatapan yang berbeda.
Jika Ava sudah terbiasa dengan tingkah konyol dari Via, namun berbeda dengan Derral.
Derral langsung saja ilfill sama seperti Chico ketika melihat Via bersendawa dengan begitu kerasnya melebihi laki-laki.
" Via kamu itu ya, apa tidak malu dilihat sama Derral dan juga Tuan Chico?? ",, kata Ava menegur Via.
" Oopss ",, kata Via sambil menutup mulutnya dengan sambil juga tertawa pelan.
" Maaf, kebiasaan soalnya ",, kata Via kepada Ava sambil melihat kearah Derral dan juga Chico dengan bibir yang tertawa garing.
Ava langsung saja menggelengkan kepalanya kepada Via yang seperti tidak merasa malu sama sekali itu.
" Sungguh kelakuan anda membuat saya ilfill Nona ",, kata Chico kepada Via.
" Ya bagus dong jika anda ilfill Tuan, jadi anda akan berhenti mendekati saya, dan saya akan mencari lagi laki-laki yang menerima saya apa adanya ",, jawab santai dari Via kepada Chico.
Chico semakin gemas saja kepada Via ketika mendengar Via bisa selalu menjawab perkataannya dengan mudah.
" Ava aku sangat kekenyangan sekali ini, perutku rasanya seperti ingin meletus ",, kata Via kepada Ava sambil mengusap-usap perutnya.
" Bagaimana tidak bisa kenyang, sisa lima porsi makanan saja anda habiskan sendiri Nona ",, sahut dari Chico kepada Via dengan nada judesnya.
" Bisa tekor kantong dan dompet saya jika anda menjadi istri saya nanti ",, kata Chico lagi kepada Via.
" Santai saja Tuan, jika saya beneran menjadi istri anda, dan anda tidak kuat membiayai hidup saya, saya masih sanggup ko membiayai hidup saya sendiri, dan sekalian untuk Tuan juga ",, kata Via kepada Chico.
" Hiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhh ............ ",, gemas Chico kepada Via sambil mengepalkan kedua tangannya didepan wajahnya Via.
Via yang diperlakukan seperti itu oleh Chico dia cuek saja dan tidak mempedulikannya.
Malahan Via langsung saja berdiri dari duduknya sambil meneteng tas jinjing dan menarik koper yang dibawanya tadi.
" Ava aku sudah kenyang, dan ini juga sudah malam, aku mau pulang dulu ya ",, kata Via kepada Ava.
Via langsung saja berjalan menuju keranjang pasiennya Ava, dan setelahnya Ava dan Via mereka langsung saja bercipika cipiki ala perempuan.
" Hati-hati dijalan ya Via, kabari jika sudah sampai dirumah ",, kata Ava kepada Via.
" Ok siap, bye... mari Tuan Derral ",, jawab Via kepada Ava dan juga berpamitan kepada Derral.
Derral hanya mengangguk formal saja kepada Via.
Sedangkan Chico yang sedikit terbengong melihat tingkah Via yang tiba-tiba berpamitan pulang, dia langsung saja tersadar ketika Via hampir saja ingin membuka pintu ruang perawatan Ava.
" Tunggu.....!! ",, kata Chico mencegah Via.
" Apa??!! ",, jawab Via kepada Chico.
" Saya antar ",, kata Chico lagi kepada Via.
" Derral, Nona Ava, saya permisi dulu ",, kata Chico kepada Derral dan juga Ava.
Derral dan Ava hanya mengangguk saja kepada Chico.
Setelahnya Chico langsung saja mengambil alih koper milik Via untuk dia bantu tarik.
" Ayo cepetan Tuan, sudah malam ini, mata saya nanti keburu mengantuk ",, kata Via kepada Chico.
" Jika anda nanti mengantuk, tidur saja didalam mobil saya, dan katakan dimana alamat rumah anda atau alamat apartemen anda, nanti akan saya antarkan ko sampai rumah dengan selamat ",, jawab Chico kepada Via dengan sambil tersenyum menggoda.
Dan untung saja Chico tidak mendengar gerutuan dari Via tadi.
Akhirnya setelah beberapa menit berjalan, mereka berdua yaitu Via dan Chico sampai juga diparkiran rumah sakit.
" Tunggu ",, kata Via untuk menghentikan langkah kaki dari Chico.
" Ada apa?? ",, tanya Chico kepada Via.
" Mana kunci mobilnya Tuan ",, kata Via sambil menodongkan tangannya untuk meminta kunci mobil dari Chico.
" Untuk apa?? ",, tanya Chico kepada Via dnegan sedikit keheranan.
" Sudah berikan sini kunci mobilnya ",, jawab Via kepada Chico.
Dengan wajah sedikit kebingungan dan bete, Chico pun langsung saja memberikan kunci mobilnya kepada Via.
Via yang sudah menerima kunci mobil dari Chico, dia langsung saja memencet tombol kunci mobil untuk mencari letak mobil Chico berada.
" Ayo ",, kata Via kepada Chico ketika dia sudah menemukan dimana mobil Chico berada.
Chico pun langsung saja mengikuti langkah kaki dari Via yang sedang melangkahkan kakinya menuju kemobilnya.
" Saya yang akan menyetir ",, kata Via kepada Chico dan Via langsung saja duduk dikursi kemudi.
" Awas jika sampai menabrak, akan saya gantung kepala anda Nona ",, kata Chico kepada Via sambil memasang seatbeltnya.
" Tenang saja, percaya kepada saya, dan jika anda yang menyetir saya tidak percaya kalau anda akan mengantarkan saya kerumah atau keapartemen saya ",, kata Via sambil menjalankan mobil milik Chico.
Chico pun hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dari Via, sebab Chico sangat tahu sekali jika dia menjawab Via pastinya tidak akan tinggal diam saja dan selalu membantahnya.
Setelah menempuh beberapa kilometer lamanya, dan didalam mobil terjadi keheningan karena Chico memilih diam saja.
Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Via sampai juga didepan pelataran sebuah gedung apartemen.
" Ternyata dia tinggal disini, heh!! ",, kata batin Chico sambil tersenyum miring.
" Sudah sampai, saya mau turun, dan terimakasih atas tumpangannya Tuan Chico ",, kata Via kepada Chico sambil berlalu turun dari dalam mobil Chico sambil juga mengambil koper dan tasnya tadi.
" Apakah anda tidak mau mempersilahkan saya masuk dulu Nona ",, kata Chico kepada Via sambil berpindah posisi duduk.
" Tidak mau!!, ini sudah malam ",, jawab Via kepada Chico.
" Berarti kalau tidak malam, boleh dong ",, goda Chico kepada Via.
" Terserah!!, sudah sana pergi dari hadapan saya Tuan ",, kata Via kepada Chico dengan nada yang mengusir.
" Dasar perempuan aneh ",, gerutu Chico untuk Via.
Dan setelahnya Chico langsung saja tancap gas meninggalkan Via sendirian didepan pelataran apartemen itu.
" Akhirnya dia sudah pergi juga, cus ah aku segera pulang, supaya bisa segera beristirahat ",, kata Via ketika dia melihat mobil Chico sudah tidak terlihat lagi dari hadapannya.
Setelah berkata seperti itu, Via langsung saja mencari taksi untuk mengantarkannya pulang kerumah kedua orang tuanya.
Sebab ternyata gedung apartemen yang Via datangi itu bukanlah gedung apartemennya.
Sungguh termasuk licik atau pintar ya akal dari Via, karena Via bisa mengkadalin Chico.
Dan Via terpaksa melakukan itu, supaya Chico tidak mengetahui dimana alamat rumah maupun apartemennya berada.
Dan ketika Via sudah duduk didalam taksi, dia langsung saja mentertawakan Chico sebab Via yakin jika Chico mempercayai jika itu gedung apartemennya.
Via yang sudah lama menjadi model, dia sangat mengetahui sekali, bagaimana laki-laki yang karakternya seperti Chico itu.
Makanya Via tidak mau mudah percaya dengan Chico yang selalu berkata manis kepadanya daritadi.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...