
Baik Ava dan Derral mereka berdua sedang sama-sama pusing memikirkan jalan keluar untuk masalah yang sedang mereka hadapi.
Dan Ava ketika merasa pusing sambil terus memikirkan jalan keluarnya, lama-kelamaan dia akhirnya tertidur juga diatas ranjang empuk nan mahalnya itu.
Sedangkan Derral yang saat ini sedang berada didalam kantornya pun, dia tidak bekerja, melainkan cuma berdiri sambil menatap keluar jendela ruang kantornya yang berada dilantai paling atas sendiri itu.
Ketika Derral sedang pusing seperti itu, tiba-tiba telinganya mendengar pintu ruangannya diketuk dari luar.
Dan Derral langsung saja menyuruh masuk sang pengetuk pintu tadi untuk masuk kedalam ruangannya.
" Halo baby Derral ",, kata seorang wanita kepada Derral.
Tanpa menoleh pun, Derral sudah sangat tahu sekali, suara siapa itu.
" Untuk apa kamu kesini, pulang saja, jangan membuat hariku tambah pusing!! ",, kata Derral kepada wanita itu tanpa membalikkan badannya.
" Derral kamu kenapa sih??, pusing karena berita viral itu ",, kata wanita itu kepada Derral sambil mencoba memeluk Derral dari belakang.
Namun Derral langsung saja melepaskan pegangan tangannya wanita itu dari pinggangnya dengan cukup kasar.
" Jangan berani menyentuhku dengan tangan kotormu itu Oline ",, kata Derral kepada wanita yang bernama Oline.
Nama dia sebenarnya Caroline, namun lebih sering dipanggil Oline.
Dan Oline begitu sangat menggilai Derral sekali, hingga Derral sangat muak sekali dengan tingkahnya Oline yang tidak pernah malu mencoba mendekatinya.
" Kamu kenapa sih Derr, selalu seperti itu kepadaku, daripada kamu melampiaskan hasr4tmu dengan wanita itu, mending sama aku saja yang jelas-jelas akan suka rela menyerahkan semuanya kepadamu ",, kata Oline lagi kepada Derral sambil meraba dada bidangnya Derral yang keras itu.
" Singkirkan tanganmu dari tubuhku Oline!! ",, kata Derral kepada Oline dengan nada yang lebih tegas dan galak dari yang tadi.
" Kenapa Derr, ayo sini aku pu45kan, aku tahu kamu pasti mau ",, kata Oline tanpa mempunyai rasa malu sama sekali dengan Derral, dan dia langsung saja mencoba menempelkan dadanya kepada Derral.
Derral yang sungguh sedang sangat pusing sekali, dan dia juga sedang tidak ingin diganggu sama sekali oleh orang lain.
Derral semakin muak saja dengan tingkahnya Oline yang terlihat sangat murahan sekali.
Tanpa mempunyai rasa ampun dengan Oline dan tidak memandang jika Oline dia seorang wanita.
Derral langsung saja memelintir pergelangan tangannya Oline sambil mengatakan sesuatu dengan nada yang sangat marah sekali.
" Sudah berulang kali saya katakan, sampai kapanpun saya tidak bakal mau dengan wanita seperti kamu!! ",, kata Derral sambil memelintir tangannya Oline hingga membuat Oline mengaduh kesakitan sekali.
" Murahan!! ",, kata Derral lagi kepada Oline sambil melepaskan pergelangan tangannya Oline yang dia pelintir tadi dengan cukup kasar, hingga membuat Oline terjengkang kebelakang.
Sama seperti novel author yang lainnya, pemeran utama laki-lakinya dia tidak pernah main jalan9 atau wanita, sebab author tidak suka dengan laki-laki yang seperti itu.
Begitupun dengan Derral, dia juga sama, Derral tidak pernah jatuh cinta dengan seorang wanita, main jalan9 atau suka celup sana dan celup sini disembarangan tempat.
Derral masih ori, begitupun dengan Ava yang masih bersegel, jadi jika mereka benar-benar menikah, akan ada rasa nikmat tersendiri karena sama-sama masih belum berpengalaman.
Namun Oline tidak pernah jera dengan sikapnya Derral yang seperti itu kepadanya, malahan Oline semakin tertantang untuk mendapatkan hatinya Derral.
Derral yang sudah masuk kedalam mobilnya dia langsung saja mengendarai mobilnya tidak tentu arah dengan fikiran yang terus tertuju keAva seorang.
" Sepertinya kutukannya gadis bernama Ava kemarin terjadi kepadaku ",, kata Derral berbicara sendiri sambil terus mengendarai mobilnya.
" Jika aku tidak menikahinya, besar kemungkinan bisnis yang sudah aku jalani sejak dulu akan gulung tikar ",, kata Derral lagi sambil terus berbicara sendiri.
Ketika Derral sibuk mengendarai mobilnya sambil berbicara sendiri, tiba-tiba telinganya mendengar jika ponselnya yang dia taruh dikursi sampingnya berdering keras.
Derral lalu meminggirkan sejenak mobilnya untuk mengangkat sambungan telefonnya itu menggunakan handsfree miliknya.
Ketika sudah tersambung dengan handsfreenya, Derral langsung mengangkat sambungan telefonnya sambil menjalankan mobilnya lagi.
" Halo Pi ",, kata Derral kepada sipenelfon.
Dan ternyata yang menelfon Derral adalah Papinya Derral yang bernama Papi Alano.
" Halo Derral, apa benar berita yang Papi baca itu??, apa benar kamu sudah memperk054 gadis bernama Ava itu??!! ",, tanya Papi Alano dengan langsung to the point kepada Derral.
" Itu bohong Pi, semua berita yang Papi lihat dan baca itu semuanya bohong semata ",, jawab Derral sambil terus fokus mengendarai mobilnya.
" Jika bohong, kenapa wajah kamu dan gadis itu terlihat sangat jelas sekali didalam video itu, bahkan perkataan dari gadis itu juga terdengar sangat jelas sekali jika kamu sudah memperk054nya ",, kata Papi Alano lagi kepada Derral.
" Derral tidak bisa menjelaskannya ditelefon Pi, makanya Papi cepat pulang kesini, supaya bisa tahu cerita sebenarnya ",, jawab Derral kepada Papinya.
Sebab kedua orang tuanya Derral mereka berdua sedang berlibur keArgentina.
" Baiklah besok Papi dan Mami akan pulang dan segera jelaskan semuanya kepada Papi ",, kata Papi Alano kepada Derral.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga, ketika Derral sudah menjawab perkataannya sang Papi.
Tanpa Derral sadari, setelah begitu banyak melewati lampu merah, Derral tahu-tahu sudah sampai dijalanan yang menuju kearah vilanya Ava.
Dan Derral yang hanya melihat pepohonan dikanan dan kirinya saja, dia terus tancap gas untuk segera melewati jalanan tersebut, sebab Derral tidak mau sampai mogok lagi dijalanan itu lagi.
Siapa disangka oleh Derral, ketika Derral sudah sampai diatas sana, dia melihat cukup banyak vila namun dengan jarak yang cukup berjauhan antara vila satu dengan yang lainnya.
Derral lalu menjadi penasaran, dimanakah letak vilanya Ava, hingga Derral memberanikan diri untuk berhenti divila yang ada diujung untuk bertanya kepada penjaga vila apakah mengenal gadis yang bernama Ava.
Jika sang penjaga vila ditanya oleh Derral menjawab tidak mengenal Ava, Derral akan bertanya kevila yang satunya lagi.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...