
Mobil yang Chico kendarai akhirnya sampai juga didalam teras rumah mewah milik kedua orang tuanya Joyce.
Ketika Chico sudah memarkirkan mobilnya, Chico dan Joyce langsung saja keluar dari dalam mobil.
" Ayo Chico kita masuk ",, ajak Joyce kepada Chico.
" Iya ",, jawab Chico kepada Joyce.
Tanpa memencet bell dan mengetuk pintu terlebih dahulu, Joyce langsung saja membuka pintu rumah kedua orang tuanya yang kebetulan belum dikunci dari dalam.
" Silahkan duduk dulu Chico, aku mau memanggil kedua orang tuaku dulu ",, kata Joyce kepada Chico.
Chico hanya mengangguk saja kepada Joyce.
Dan setelahnya Joyce langsung saja bergegas masuk kedalam rumahnya untuk mencari keberadaan dari kedua orang tuanya.
Ketika sudah dicari Joyce, ternyata kedua orang tuanya sedang berada didalam ruang keluarga sambil menonton televisi.
" Mah, Papah.......... ",, panggil Joyce kepada kedua orang tuanya.
" Eh kamu main kesini Nak ",, kata Mamah Matilda, Mamah kandungnya Joyce.
" Sini mumpung kamu main kesini, duduk dulu disini Joyce ",, kata Papah Qais kepada Joyce.
" Ada apa Mah, Pah?? ",, tanya Joyce kepada kedua orang tuanya.
" Ada yang ingin Papah sama Mamah bicarakan ",, kata Papah Qais kepada Joyce.
" Tentang apa ya??, jika penting dan lama bisakah nanti saja berbicaranya Pah, Mah, karena ada sesuatu yang ingin Joyce kenalkan kepada kalian berdua dan dia sudah menunggu diruang Keluarga ",, jawab Joyce kepada kedua orang tuanya.
Kedua orang tua Joyce langsung saja merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Joyce tadi.
" Kamu kesini dengan siapa Joyce?? ",, tanya Mamah Matilda kepada Joyce dengan ekspresi yang sedikit terkejut.
" Ayo sini lebih baik Mamah sama Papah keluar dulu, kasihan jika dia menunggu terlalu lama diruang tamu ",, jawab Joyce kepada Mamah Matilda dan Papah Qais.
" Kalau begitu kita keluar dulu Mah, biar kita tidak penasaran ",, kata Papah Qais kepada Mamah Matilda.
" Iya Pah '',, jawab Mamah Matilda kepada Papah Qais.
Dan setelahnya Joyce, Mamah Matilda serta Papah Qais langsung beranjak keluar menuju keruang tamu untuk menemui Chico.
Chico yang melihat Joyce beserta kedua orang tuanya sudah keluar dari dalam rumah, dia langsung saja tersenyum formal sambil berdiri dari duduknya.
" Silahkan duduk anak muda ",, kata Papah Qais kepada Chico.
Dan mereka berempat pun akhirnya duduk dishofa ruang tamu tersebut dengan Joyce yang memilih duduk disebelahnya Chico.
" Pah, Mah, kenalkan dia Chico,...... ",, kata Joyce kepada Mamah dan Papahnya.
" Chico ini kekasih Joyce Mah, Pah, dan dia baru saja melamar Joyce serta segera akan menikahi Joyce beberapa hari lagi dari sekarang ",, kata Joyce lagi kepada Mamah Matilda dan Papah Qais.
Papah Qais dan Mamah Matilda langsung saja saling pandang ketika mendengar perkataan dari Joyce tadi.
" Apa kami tidak salah mendengar Joyce??, karena setahu Papah kamu belum mempunyai seorang kekasih ",, kata Papah Qais kepada Joyce dengan ekspresi yang sangat terkejut sekali.
" Papah tidak salah mendengar ko Pah, Chico memang benar kekasih Joyce, dan maaf tidak mengenalkan dia kepada kalian berdua, karena kami baru menjalani hubungan kita beberapa hari ini dan kita langsung ingin memutuskan menikah saja ",, jawab dari Joyce kepada Papah Qais.
Chico hanya tersenyum formal saja ketika Papah Qais dan Mamah Matilda terus melihat kearahnya dengan ekspresi yang benar-benar sangat terkejut sekali.
" Tapi masalahnya Papah sudah menerima lamaran dari Nak Willy Joyce, dan tadi dia baru saja pulang dari sini setelah mengutarakan maksudnya untuk meminang kamu ",, kata dari Papah Qais kepada Joyce.
Dan perkataan dari Papah Qais sukses membuat jantung serta dada Chico berdetak lebih kencang dari sebelumnya.
Mendengar perkataan dari Papah Qais tadi, Chico takut jika kejadian dengan Via akan terulang kedua kalinya, dan dia semakin takut saja jika Joyce akan memilih laki-laki yang bernama Willy itu dibandingkan dirinya.
Sedang Joyce sendiri yang mendengar perkataan dari sang Papah, dia langsung saja sangat syok dan juga terkejut sekali.
Sebab sang Papah berani-beraninya menerima lamaran dari seorang laki-laki tanpa memberitahukannya terlebih dahulu kepadanya.
" Kenapa Papah asal menerima lamaran dari Willy tanpa bertanya kepada Joyce terlebih dahulu Pah?? ",, kata Joyce kepada Papah Qais.
" Karena Papah fikir kamu dan Willy sudah mengenal lama pasti kamu suka jika dilamar oleh Willy, jadi Papah terima saja lamaran darinya tadi ",, jawab dari Papah Qais kepada Joyce.
Joyce tidak mau banyak berbicara lagi kepada Papahnya, dia langsung saja mencari ponselnya yang berada didalam tasnya.
Setelah menemukan ponselnya, Joyce langsung saja mencoba menghubungi seseorang dan orang itu ternyata adalah Willy.
Untuk Chico sendiri dia memlih diam sambil terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Joyce.
Mamah Matilda saja dia sampai bingung harus bagaimana, karena sang anak tiba-tiba mengenalkan seorang laki-laki yang katanya sudah melamarnya, sedang dirinya dan sang suami baru saja menerima lamaran dari laki-laki lain untuk Joyce.
" Halo Willy kamu ada dimana?? ",, tanya Joyce kepada Willy.
Ternyata Joyce sedang menghubungi Willy.
" Halo Joyce aku baru saja pulang dari rumah Papah kamu, dan sedang berada dijalan ",, jawab Willy kepada Joyce.
" Bisakah kamu kembali kerumah Papah, karena ada yang ingin aku bicarakan kepadamu sekarang?? ",, kata Joyce kepada Willy.
" Baiklah, tunggu lima belas menit lagi, aku akan putar balik lagi kesitu ",, jawab Willy kepada Joyce.
" Iya secepatnya aku tunggu ",, kata Joyce kepada Willy.
" Iya ",, jawab Willy kepada Joyce dengan singkat.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Selesai menelfon Willy Joyce langsung saja kembali duduk dishofa disebelah Chico.
Chico sendiri dia masih saja diam tanpa mau berbicara sama sekali kalau dia tidak diajak berbicara terlebih dahulu oleh kedua orang tua Joyce.
Niat awalnya ingin berjumpa dengan kedua orang tua Joyce, dan berfikir jika hubungannya dengan Joyce akan direstui oleh mereka.
Chico tidak menyangka jika akan ada sedikit cobaan yang hampir sama dengan apa yang dia alami bersama Via kemarin.
Chico yang juga mendengar jika Joyce menelfon laki-laki bernama Willy, dia berharap laki-laki yang bernama Willy itu akan segera sampai dirumah Papah Qais supaya urusannya bisa segera selesai.
Baik Joyce, Chico, Papah Qais dan Mamah Matilda mereka berempat hanya diam saja dengan fikiran mereka masing-masing sambil menunggu kedatangan dari Willy.
Dan setelah lima belas menit menunggu dengan saling keterdiaman, akhirnya Willy sampai juga dirumah mewah milik Papah Qais.
" Ada apa ini ya Om.............. Joyce kamu disini juga?? apa yang sebenarnya ingin kamu bicarakan kepadaku?? ",, kata Willy ketika dia baru saja masuk kedalam ruang tamu.
Willy berbicara sambil terus menatap kearah Chico yang sedang duduk diam tenang disamping Joyce.
" Kita duduk dulu Willy, biar lebih enak mengobrolnya ",, kata Joyce kepada Willy.
Willy pun langsung saja duduk dishofa kosong yang ada disitu.
Willy sendiri adalah teman Joyce anak dari sahabat Papah Qais, dan Joyce serta Willy sendiri sudah mengenal lama sejak Joyce belum menikah dengan mantan suaminya yang dulu.
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...