Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEBINGUNGAN DERRAL



Sedang geser kemansion Derral lagi yuk.


Derral baru terbangun dari tidur lelapnya ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh tadi.


Dan ketika Derral sedang meraba ranjang disebelahnya sudah kosong serta dingin, dia langsung saja membuka matanya dengan sangat lebar sekali.


" Ava..........?? ",, panggil Derral kepada Ava.


Derral masih belum curiga, sebab fikir Derral jika Ava sedang berada didalam kamar mandi atau didalam ruang walk in closet.


Akan tetapi ketika Derral sudah beranjak turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kedalam kamar mandi, Derral baru merasa sedikit takut dan juga bingung.


Sebab tidak menemukan Ava didalam kamar mandi kamar.


Setelahnya Derral lalu mencoba membuka pintu ruang walk in closetnya untuk mencari lagi keberadaan dari Ava.


Akan tetapi Derral masih tidak menemukan Ava diruangan itu.


" Avaaa.........!! ",, panggil dari Derral lagi kepada Ava.


Dan masih tidak ada sahutan sama sekali.


Iya wajar saja jika tidak ada sahutan dari Ava, sebab Ava sudah pergi sejak tadi.


Derral yang tidak menemukan Ava didalam kamarnya, dia langsung saja keluar dari dalam kamar sambil menggunakan baju tidurnya untuk mencari keberadaan dari istrinya yang sedang merajuk itu.


Ketika Derral ingin memanggil Senon, dia malah sudah melihat Senon sedang berjalan menaiki tangga.


" Senon ",, panggil dari Derral kepada Senon.


Senon pun yang dipanggil oleh Derral dia langsung saja melangkahkan kakinya dengan segera kedepan Derral.


" Iya Tuan ",, kata Senon kepada Derral.


" Apakah kamu melihat dimana istriku?? ",, tanya Derral kepada Senon.


" Nyonya Ava dia sudah pergi sejak pagi tadi Tuan ",, jawab Senon kepada Derral.


" Apa??!! ",, kata Derral dengan nada yang sedikit terkejut.


" Iya Tuan, Nyonya Ava sudah keluar menggunakan mobil sejak jam enam lebih tadi ",, kata Senon lagi kepada Derral.


Tanpa banyak berbicara lagi kepada Senon, Derral langsung saja beranjak pergi menuju kedalam kamarnya lagi.


" Apa kamu masih marah sama aku Ava, bahkan pergi pun kamu tidak bilang kepadaku ",, kata Derral sambil mencari nomor telefon dari Ava.


Setelahnya Derral langsung saja mencoba menghubungi nomor telefonnya Ava.


Ava yang sedang asik menikmati sarapan paginya didalam mobil, dan mendengar suara dering ponselnya didalam tasnya.


Dia langsung saja menaruh dulu makanannya untuk mengambil ponselnya itu.


Ketika melihat nama Derral dipanggilan masuknya, Ava langsung saja mencoba mengangkatnya.


" Halo ",, kata Ava kepada Derral.


" Halo Ava, kamu sekarang ada dimana?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Dikantor ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan Ava langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu tanpa mendengar terlebih dahulu jawaban dari Derral.


" Dimatikan!! ",, kata Derral ketika melihat sambungan telefonnya sudah terputus.


" Huh, susah sekali membujuk kamu Ava ",, kata Derral sambil berlalu menuju kedalam kamar mandi.


" Biar sajalah, aku mau mandi dulu ",, kata Derral kepada dirinya lagi.


Setelahnya sekitar lima belas menitan didalam kamar mandi, akhirnya Derral selesai juga mandinya, dan saat ini dia juga sudah memakain pakaian kerjanya lengkap.


Tanpa bersarapan terlebih dahulu Derral memilih segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam mansionnya.


Disaat perjalanan menuju kekantor, Derral merasa ada dua buah mobil yang mengikuti mobilnya dari belakang sejak tadi, namun Derral masih belum mau berfikir yang tidak-tidak.


Akan tetapi ketika mobil yang dikendarai oleh Derral sampai dijalanan yang tidak terlalu ramai, mobil dia langsung saja dipepet oleh dua mobil tersebut.


Mobil dari para anak buah Derral yang melihat mobil bosnya sedang dalam bahaya, mereka langsung saja mendekati mobil Derral, sehingga membuat kedua mobil milik musuh Derral langsung saja melenggang pergi dari situ.


" Tidak apa-apa ",, jawab Derral kepada anak buahnya.


" Cari tahu nomor plat mobilnya dan siapa saja mereka ",, kata Derral lagi kepada para anak buahnya.


" Baik Tuan ",, jawab salah satu anak buahnya kepada Derral.


Dan setelah itu Derral langsung saja menjalankan mobilnya lagi untuk pergi kekantornya diikuti dengan mobil para anak buahnya dibelakang.


Derral yang sudah mengendarai mobilnya sekitar beberapa menit lamanya, akhirnya dia sampai juga didepan gedung Perusahaannya.


Dan Derral yang sudah keluar dari dalam mobil, dia langsung saja segera masuk kedalam kantornya.


Derral cukup larut dalam bekerja, dan belum mencoba menghubungi Ava lagi.


Sedang Ava sendiri pun, dia sama halnya seperti Derral yang tidak menghubungi Derral balik, karena pekerjaannya juga sedang masih banyak sekali.


Ava dan Derral mereka berdua sangat larut sekali dengan pekerjaan mereka masing-masing, hingga waktu tanpa sadar sudah menunjukkan pukul dua belas siang.


Egon yang melihat bosnya sangat sibuk bekerja hingga lupa makan siang, dia pun langsung saja mengingatkan Derral untuk makan siang terlebih dahulu.


" Aku mau makan siang dulu dengan istriku, kamu handle kantor dulu Egon ",, begitulah jawaban dari Derral kepada Egon.


" Baik Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.


Dan setelahnya Derral langsung saja beranjak pergi menuju kekantor Ava.


Ava yang masih capek serta sedikit pusing karena daritadi otaknya dia ajak bekerja terus.


Dia saat ini memilih menyandarkan punggungnya disandaran kursi kerjanya sambil memijat lembut kepalanya yang pusing itu.


" Nona Ava apakah anda ingin saya pesankan makan siang ",, begitulah kata sekretaris pengganti Dian kepada Ava.


" Tidak perlu, saya ingin istirahat dulu ",, jawab Ava kepada sekretaris barunya itu.


" Baik Nona ",, jawab sekretaris itu lagi dan dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk kembali keluar lagi menuju kemeja kerjanya.


Sedang Derral yang baru saja sampai dilantai ruang kerja Ava berada, dia langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya Ava untuk mengajak Ava makan siang.


Ava yang sedang menundukkan kepalanya diatas meja kerjanya mendengar suara pintu terbuka, dia pun langsung saja mengangkat kepalanya lagi dan langsung melihat Derral yang baru saja datang.


" Apakah kepala kamu sedang pusing Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Iya sedikit ",, jawab Ava kepada Derral.


" Kita makan siang dulu yuk diluar ",, ajak Derral kepada Ava.


" Iya sebentar, aku mau kekamar mandi dulu, mau pipis ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan Derral pun hanya mengangguk saja kepada Ava.


Setelahnya Ava langsung saja beranjak menuju kedalam kamar mandi untuk buang air kecil sekaligus untuk cuci muka supaya terlihat sedikit segar wajahnya.


Ketika Ava sudah selesai, dia langsung saja mengambil tasnya dan langsung juga beranjak pergi bersama Derral.


Derral dan Ava yang sedang berjalan beriringan seperti itu masih membuat mata semua para karyawan yang melihat langsung saja menatap iri dengan keserasian dari Derral dan Ava, yang satu cantik dan yang satunya tampan.


Pastinya jika mereka mempunyai anak, anak mereka akan mempunyai wajah yang sangat tampan dan juga cantik.


Derral dan Ava yang sudah berada didalam mobil, memutuskan untuk makan siang diCafe yang tidak terlalu jauh dari kantor Ava.


Sambil menunggu pesanan mereka jadi, Derral dan Ava terlibat perbincangan hangat.


" Jangan marah lagi ya Ava sama aku, janji deh aku tidak akan mengulanginya lagi ",, kata Derral sambil menggenggam tangan Ava.


" Iya, maafkan aku juga ya Derral ",, kata Ava kepada Derral sambil membalas genggaman tangan dari Derral dengan bibir yang tersenyum manis.


Interaksi antara Derral dan Ava dipotret jelas oleh seseorang, dan orang itu adalah orang suruhan dari Dokter Rava.


Dan Dokter Rava yang melihat kemesraan dari Derral dan Ava dari laporan anak buahnya, hati dia langsung saja terbakar dengan api cemburu yang membara.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...