
Leon yang sudah mengukung tubuh Via dibawah tubuhnya, dia menatap Via dengan tatapan yang sangat intens sekali, sambil menampilkan senyum miringnya kepada Via.
Sedang Via sendiri dia menahan dada Leon menggunakan kedua tangannya supaya tidak semakin menempel saja dengan tubuhnya.
" Via, aku datang kesini hanya untuk kamu??, apakah kamu tidak bisa melihat itu?? ",, tanya Leon kepada Via.
Yaps Leon memang sengaja datang kesitu untuk menemui Via.
Tadi ketika masih berada dirumah mewahnya, Leon yang sudah mendapatkan perkataan super tegas dari Via, dia langsung saja merenung sejenak sambil membiarkan Via pergi dari dalam rumahnya.
Leon merenungi setiap perkataan dari Via yang mengatakan jika dia tidak ingin berpacaran maunya langsung menikah.
Setelah Leon merenung sejenak, dia akhirnya memantapkan hatinya jika dia ingin menikahi Via saja.
Karena Leon tidak mau mendapatkan rasa sakit untuk kedua kalinya jika dia berpacaran terlalu lama dengan seorang wanita seperti dulu.
Itulah mengapa Leon menjawab sangat mantap sekali ketika ditanya oleh Ayah Markus tadi.
Leon sebenarnya dia tidak tahu apa yang terjadi didalam hatinya, apakah dia sudah mencintai Via apa belum.
Namun satu hal yang pasti, Leon ingin memiliki Via seutuhnya namun dia takut melangkah lebih jauh lagi karena dia takut sakit hati untuk kedua kalinya.
Ketika Leon masih berada didalam mobilnya tadi untuk menuju kerumah Via, Leon tiba-tiba saja terbayang wajah Via ketika dia beberapa hari mengenalnya.
Dan Leon merasa jika Via wanita yang sedikit berbeda dari wanita yang lainnya serta menurut Leon jika Via juga bersikap apa adanya tanpa ada sikap ingin merayunya.
Jadi itulah salah satu point yang membuat Leon berani melangkah mengejar Via sampai kerumahnya.
Leon juga sengaja mengajak Tanisa sang adik, karena Leon ingin Tanisa mendengar sendiri apa yang dikatakannya kepada kedua orang tua Via nantinya.
Serta Leon tidak malu sama sekali dengan Ayah Markus dan Mamah Delfa karena kebetulan mereka berdua juga sudah menganggapnya sebagai kekasih dari anak mereka yaitu Via.
Sebagai laki-laki dewasa yang bekerja dikantor polisi yang menjabat sebagai Jenderal dan sudah sering bertemu dengan orang-orang penting, membuat Leon tidak gentar dan tidak gerogi sama sekali ketika berhadapan dengan Ayah Markus tadi.
Dan Leon pun semakin memantapkan hatinya, ketika dia datang langsung disambut ramah serta merasa nyaman ketika berada didalam rumah Via.
Leon yang saat ini masih berada didalam kamar Via dengan posisi yang masih sama mengukung tubuh Via, dia langsung saja melanjutkan lagi perkataannya kepada Via.
" Tidak bisakah juga kamu melihat keseriusan didalam bola mataku ini Via?? ",, tanya dari Leon lagi kepada Via sambil terus menatap Via dengan sangat lekat sekali.
" Tapi,......... tapi kita belum saling mengenal lebih jauh Leon??, kenapa kamu bisa memutuskan untuk menikahiku tanpa bertanya dulu kepadaku ",, tanya Via kepada Leon.
Leon pun yang mendengar perkataan dari Via, dia langsung saja beranjak bangun dari atas tubuhnya Via.
" Untuk apa mengenal lebih jauh, jika ujung-ujungnya disakiti, lebih baik mengenal sebentar lalu menikah, dan berpacaran setelah menikah itu sepertinya akan lebih menyenangkan ",, jawab Leon kepada Via sambil berjalan menuju kearah jendela kamar Via.
" Dan kamu sendiri juga mengatakan jika kamu tidak mau berpacaran, maunya langsung menikah??, sekarang sudah ada laki-laki yang melamarmu untuk mengajakmu menikah, apakah kamu akan menolaknya Via?? ",, tanya dari Leon kepada Via dengan posisi masih membelakangi Via.
" Apakah kamu serius Leon untuk menikahiku?? ",, tanya dari Via sambil memandangi punggung kokoh milik Leon.
" Iya aku sangat serius sekali Via, tapi bagaimana denganmu sendiri??, apakah kamu mau menerima lamaranku ini?? ",, tanya Leon kepada Via sambil membalikkan badannya menghadap kearah Via.
" Aku bingung Leon............. ",, jawab Via kepada Leon sambil menundukkan pandangannya.
Leon yang melihat Via menunduk seperti itu, dia langsung saja bertumpu satu lutut didepan Via.
" Apa yang kamu bingungkan Via??, katakanlah kepadaku?? ",, tanya dari Leon dengan lembut kepada Via.
" Aku takut kalau kamu tidak bakal bisa mencintaiku Leon setelah kita menikah nanti, dan aku juga takut kamu akan mencampakkanku jika kamu sudah mendapatkan semuanya dariku, tubuhku, kasih sayangku, terutama cintaku......... ",, jawab Via kepada Leon sambil menatap wajah leon dengan wajah yang tidak bisa diartikan oleh Leon.
" Karena kita belum mengenal lebih jauh sebelumnya, dan perkenalan kita pun bisa terbilang sangat singkat sekali ",, sambung lagi perkataan dari Via kepada Leon.
Leon yang mendengar perkataan dari Via tentang kegundahan hatinya, dia langsung tersenyum manis kepada Via sambil menggenggam kedua tangan Via dengan erat.
" Hatiku mengatakan jika kamu adalah wanita yang Tuhan kirimkan untuk mengobati rasa sakit hati yang selama bertahun-tahun aku rasakan ini Via, jadi dengan sangat mantap sekali aku mau memulai hubungan yang baru denganmu namun tidak berpacaran akan tetapi dengan langsung menikah ",, lanjut lagi perkataan dari Leon kepada Via.
" Apalagi ketika kamu mengatakan jika kamu tidak mau berpacaran maunya langsung menikah, itu membuatku semakin mantap saja untuk menjadikanmu sebagi istriku Via ",, kata Leon lagi kepada Via.
" Jadi mau ya menikah denganku dan menjadi istriku Nona Shelvia, aku berjanji akan mencintaimu sepenuh hatiku kelak ketika kita sudah menikah nanti ",, kata Leon dengan sangat romantis sekali kepada Via yang daritadi hanya diam saja.
Via pun yang sudah mendengar jawaban dari Leon, dia langsung saja tersenyum manis dan juga langsung menganggukkan kepalanya.
Leon yang melihat anggukan dan senyuman dari Via, dia langsung saja mengajak Via untuk berdiri dari duduknya dipinggir ranjang.
Setelahnya Leon langsung saja membawa Via kedalam pelukannya.
Leon memeluk Via dengan sangat erat sekali, begitu dengan Via, dia pun membalas pelukan dari Leon tidak kalah eratnya.
" Apakah kamu serius menerima lamaranku Via?? ",, tanya dari Leon kepada Via sambil melepaskan pelukannya.
" Iya aku serius sekali Leon, dan aku fikir lebih baik aku menikah denganmu daripada menikah dengan yang lain ",, jawab Via sambil bercanda kepada Leon.
" Bolehkah aku bertanya kepadamu Via?? ",, tanya Leon kepada Via dengan menaruh kedua tangannya dipinggang ramping milik Via.
" Tanya sajalah calon suamiku ",, jawab Via lagi sambil bercanda dan membuat Leon langsung saja tersenyum lucu.
" Apakah sekarang tidak ada laki-laki yang sedang dekat denganmu Via??, karena jika ada aku tidak mau dikatakan perebut kamu darinya ",, tanya Leon kepada Via.
" Kamu tenang saja Leon, aku tidak sedang dekat dengan seorang laki-laki, namun banyak laki-laki yang sedang mencoba mendekatiku ",, jawab Via kepada Leon sambil tersenyum.
" Really?? ",, kata Leon kepada Via.
" Yes ",, jawab singkat dari Via kepada Leon.
" Oh ya Leon, terus maksud dari perkataan kamu kepada Ayah tadi apa ya, yang mengatakan jika kamu ingin menikah minggu-minggu ini?? ",, tanya Via kepada Leon.
" Iya aku ingin menikah denganmu akhir minggu ini, sebab jika pernikahan kita diundur lagi, pastinya akan lama, sebab jika aku sudah menangani sebuah kasus, itu tidak mungkin membutuhkan waktu satu atau dua minggu saja Via ",, jawab Leon kepada Via.
" Jadi aku inginnya dipercepat saja pernikahan kita dan untuk resepsinya bisa kita adakan nanti setelah kasus yang aku tangani selesai, bagaimana??, apakah kamu mau?? ",, lanjut lagi perkataan dari Leon kepada Via.
" Iya baiklah aku mau, dan mungkin itu memang sudah jalan terbaik untuk kita berdua ",, jawab Via kepada Leon sambil tersenyum manis dengan kedua tangan yang dia kalungkan dileher Leon.
Dan Leon pun langsung saja tersenyum manis juga kepada Via ketika mendengar jawaban dari Via tadi.
Tidak salah fikir Leon sudah memantapkan hatinya untuk menikahi Via.
Setelahnya Leon pun langsung juga memeluk Via lagi dengan cukup erat.
Ketika mereka berdua sudah selesai berbincangnya, Leon langsung saja mengajak Via untuk keluar lagi dari dalam kamar.
Namun sayang ketika mereka berdua sudah keluar dari dalam kamar, Leon dan Via tidak melihat semua keluarganya diruang keluarga, dan lampu rumah pun sudah dipadamkan oleh Ayah Markus.
Alhasil Via mengajak Leon untuk masuk lagi kedalam kamarnya, mungkin Leon dan Via kelamaan mengobrolnya, jadi fikir Ayah Marson jika Leon ingin tidur didalam kamar Via.
...✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨...
Menang banyak malam itu siTuan Singa😏.
Masih Fresh👇👇 🤭🤭😁
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...