
Papah Qais yang sudah bisa mengendalikan rasa keterkejutannya kepada Chico, dia langsung saja mencoba bertanya lagi kepada Chico.
Yaps, sementara kita masih membahas Chico dulu ya readers.
" Bergerak dibidang apa Perusahaan anda Tuan Chico?? ",, tanya dari Papah Qais kepada Chico.
Chico pun langsung saja menjawab pertanyaan yang dilontarkan Papah Qais kepadanya.
Menjadi perbincangan bisnis, itulah yang sedang terjadi antara Chico dan Papah Qais.
Bahkan Mamah Matilda dan Joyce pun mereka berdua hanya bisa diam saja sambil terus mendengarkan perbincangan dari Chico dan Papah Qais yang sangat tidak mereka fahami.
" Waaah ternyata sudah cukup besar sekali Perusahaan anda ya Tuan Chico ",, kata Papah Qais kepada Chico.
Dan Papah Qais sendiri semakin segan kepada Chico karena ternyata Chico bukan orang sembarangan.
Chico yang mendengar perkataan dari Papah Qais, dia langsung saja tersenyum formal saja.
Padahal didalam hatinya dia merasa bangga dengan pencapaian yang dia alami sekarang dan bisa memerkannya dihadapan calon mertuanya.
" Bisakah kita bekerja sama Tuan Chico dalam hal bisnis, bukan dalam hal sebagai calon menantu saya?? ",, kata Papah Qais kepada Chico.
" Itu bisa diatur Tuan, dan untuk masalah lamaran saya apakah anda menerima dan setuju jika putri anda saya pinang menjadi istri saya?? ",, kata Chico kepada Papah Qais.
" Tentu saja saya setuju Tuan Chico, siapa sih yang tidak setuju jika anak putrinya dipinang oleh laki-laki mapan seperti anda ", jawab dari Papah Qais kepada Chico sambil tersenyum senang.
Dan Papah Qais seperti lupa dengan Willy yang baru saja dia kecewakan.
Chico langsung saja tersenyum mendengar jawaban dari Papah Qais sambil melihat kearah Joyce.
" Tuan, ada yang ingin saya sampaikan lagi kepada anda, jika saya ingin menikahi Joyce dalam waktu tiga hari lagi ",, kata Chico kepada Joyce.
" Apaaaaa??!!, tiga hari lagi?? ",, kata Mamah Matilda dengan sangat keras sekali.
Papah Qais sangat terkejut mendengar perkataan dari Chico, tapi rasa terkejut yang dirasakan oleh Papah Qais tidak separah Mamah Matilda.
" Apa aku bilang jika mereka pasti syok Chico ",, bisik dari Joyce tepat ditelinga Chico.
" Tapi aku suka melihat ekspresi keterkejutan dari Mamah kamu Joyce ",, jawab dari Chico kepada Joyce sambil tersenyum.
Joyce yang mendengar jawaban dari Chico, dia reflek langsung mencubit manja pinggang Chico, dan membuat Chico langsung tertawa karena merasa geli.
" Eeh kalian malah asik pacaran sendiri ",, tegur dari Papah Qais kepada Chico dan Joyce.
" Sekarang jelaskan kepada kami Tuan Chico kenapa anda berani dan akan menikahi Joyce dalam waktu tiga hari yang akan datang?? ",, kata Papah Qais kepada Chico.
" Sebelumnya alangkah baiknya jika anda jangan memanggil saya Tuan bagaimana Tuan Qais, panggil saya Chico saja, karena itu lebih enak didengar ",, kata Chico kepada Papah Qais.
" Sebab jika anda memanggil saya Tuan, berasa saya adalah rekan bisnis anda Tuan ",, sambung lagi perkataan dari Chico kepada Papah Qais.
" Baiklah, dan kalau begitu anda juga jangan memanggil saya Tuan, panggil Om saja atau Papah sama seperti Joyce ",, kata Papah Qais kepada Chico.
" Baiklah, Om saja dulu bagaimana, karena saya belum resmi menjadi menantu anda Om....... ",, jawab Chico kepada Papah Qais sambil tersenyum.
" Dan jika boleh tahu, siapakah nama Om ",, kata Chico lagi kepada Papah Qais.
" Oh ya, saya sama istri saya belum memperkenalkan diri daritadi ",, kata Papah Qais kepada Chico.
" Nama Om adalah Qais Phoenix, dan ini istri saya Mamahnya Joyce, namanya Matilda Phoenix ",, kata Papah Qais memperkenalkan diri kepada Chico.
" Apakah Nak Chico sudah tahu siapa nama lengkap dari Joyce?? ",, tanya dari Mamah Matilda kepada Chico.
Joyce langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Chico, karena sejujurnya dia belum pernah mengatakan nama panjangnya kepada Chico.
Dan Chico yang ditanya seperti itu oleh Mamah mertuanya, dia langsung saja tersenyum.
" Tentu saja saya tahu Tante siapa nama calon istriku ini ",, jawab Chico kepada Mamah Matilda.
" Joyce........... Joyce Klara Phoenix ",, jawab Chico kepada Joyce.
" Apakah aku salah?? ",, kata Chico kepada Joyce dan Papah Qais serta Mamah Matilda.
Joyce langsung saja tersenyum senang ketika mendengar jika Chico bisa mengetahui nama panjangnya.
" Darimana kamu tahu nama panjangku Chico??",, gantian Joyce yang bertanya kepada Chico.
" Itu tidak penting Joyce, yang terpenting kan sekarang kamu adalah calon istriku ",, jawab Chico kepada Joyce sambil tersenyum menggoda.
" Ehem........... ",, Papah Qais sengaja berdeham kepada Chico dan Joyce.
" Bisakah kalian berdua menganggap kita ada disini juga, karena sepertinya kalian daritadi sibuk asik sendiri ",, kata Papah Qais kepada Chico dan Joyce.
Joyce langsung tertawa ketika mendengar sindiran dari sang Papah, sedang Chico dia hanya tersenyum saja kepada Papah Qais.
" Sekarang kita kembali ketopik pembicaraan ",, kata Papah Qais kepada Chico dan Joyce lagi.
" Bagaimana ceritanya kita bisa mempersiapkan pesta pernikahan kalian berdua dalam tiga hari lagi Chico, Joyce?? ",, kata Papah Qais kepada Chico dan Joyce.
" Joyce tidak ikut-ikutan Pah, itu semua Chico yang menginginkannya ",, kata Joyce kepada Papah Qais.
" Joyce tidak menginginkan pesta meriah Om Qais, dia tidak mau padahal sudah saya tawari, dan daripada sibuk mengurusi rentetan pesta ini dan itu, ya lebih baik kita menikah saja secara sederhana yang penting sah baik secara Agama dan Negara ",, kata Chico kepada Papah Qais.
" Tidak, Papah tidak mau seperti itu Joyce, Papah ingin pesta yang meriah, kan Papah cuma menikahkan kamu saja sekarang, sedang adik kamu dia sudah Papah nikahkan dulu ",, kata Papah Joyce kepada Joyce.
" Uangnya bisa disimpan Pah buat kebutuhan nanti setelah menikah, dan lagi pula Joyce malu jika diadakan pesta besar-besaran, sedang Joyce ini seorang janda ",, jawab Joyce kepada Papah Qais.
" Apakah Nak Chico sudah tahu jika Joyce ini seorang janda?? ",, tanya dari Mamah Matilda kepada Chico.
" Sudah Tante, dan saya menerima dia apa adanya ",, jawab Chico kepada Mamah Matilda sambil tersenyum.
" Tapi Joyce........... ",, kata Papah Qais lagi kepada Joyce.
" Bisakah Joyce menentukan pilihan Joyce sendiri Pah, dulu Papah sudah membuat pesta yang begitu meriah sekali dipernikahan Joyce yang dulu ",, kata Joyce kepada Papah Qais.
" Apakah Nak Chico sendiri tidak mau merasakan kemewahan dipesta pernikahan kamu sendiri?? ",, tanya Papah Qais kepada Chico.
" Mau, tapi saya lebih mengutamakan perasaan calon istri saya Om, yang penting dia bahagia dan nyaman ",, jawab dari Chico kepada Papah Qais.
Joyce langsung tersenyum senang kepada Chico karena mendengar jawaban dari Chico tadi.
" Baiklah jika itu permintaan kalian berdua, tapi bisakah jangan tiga hari begitu waktunya?? '',, kata dari Papah Qais lagi kepada Chico dan Joyce.
" Baiklah, bagaimana kalau satu minggu lagi Om, Tante?? ",, kata Chico kepada Papah Qais dan Mamah Matilda.
" Baiklah satu minggu lagi, saya setuju ",, jawab dari Papah Qais kepada Chico.
" Iya Tante juga setuju ",, sahut dari Mamah Matilda kepada Papah Qais.
" Ok, jadi deal pernikahan saya dan Joyce satu minggu dari sekarang, kalau begitu nanti biar saya menghubungi anak buah saya untuk mengurus semuanya ",, kata Chico kepada semua orang.
" Iya ",, jawab dari Papah Qais kepada Chico sambil menganggukkan kepalanya.
Dan malam itu setelah melewati sedikit batu sandungan tadi karena kehadiran dari Willy, akhirnya terjadilah kesepakatan jika Chico dan Joyce akan menikah satu minggu lagi.
Chico sendiri cukup semakin dekat dengan kedua calon mertuanya malam itu, dan setelah berbincang hangat cukup lama, Chico akhirnya berpamitan pulang kepada Papah Qais dan Mamah Matilda kerumah mewahnya sendiri.
Eittss Joyce tidak ditinggal ko, karena dia sudah mempunyai rumah sendiri, jadi Joyce ikut Chico pulang kerumahnya.
Dan Chico sebelum pulang kerumah mewahnya, dia akan mengantarkan Joyce pulang terlebih dahulu.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...