
Setelah tiga jam lamanya Papah Zohan dan Mami Elsie menunggu operasi dari Derral berlangsung, akhirnya pintu ruang operasi pun terbuka juga dari dalam.
Papah Zohan dan Mami Elsie tentu saja langsung mendekat kearah dua Dokter yang baru saja keluar tersebut.
" Dokter bagaimana keadaan dari menantu saya?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada kedua Dokter tersebut.
" Cepat Dokter katakan kepada kami, bagaimana keadaan dari anak saya Derral?? ",, kata Mami Elsie juga kepada kedua Dokter tersebut.
" Bisakah kita berbicara diruangan saya saja Nyonya, Tuan?? ",, kata salah satu Dokter itu kepada Papah Zohan dan Mami Elsie.
Mendengar perkataan dari Dokter, Mami Elsie dan Papah Zohan reflek langsung saling pandang.
" Biar saya saja Nyonya yang ikut dengan Dokter, anda disini saja menunggu Derral ",, kata Papah Zohan kepada Mami Elsie.
Mami Elsie pun hanya mengangguk saja kepada Papah Zohan.
Setelahnya Papah Zohan langsung mengikuti langkah kaki Dokter tersebut.
Sesampainya didalam ruangan Dokter itu Papah Zohan langsung duduk dikursi depan meja kerja sang Dokter.
" Begini Tuan ",, kata Dokter itu memulai pembicaraan kepada Papah Zohan.
" Iya Dokter ",, jawab dari Papah Zohan dengan tidak sabaran.
" Kondisi Tuan Derral sudah dapat kami tangani dengan baik, kami juga sudah bisa mengeluarkan cairan bius itu dari dalam tubuhnya, tapi. ............ ",, kata sang Dokter sengaja menjeda perkataannya.
" Tapi kenapa Dokter?? ",, tanya dari Papah Zohan.
" Tapi kami tidak tahu kapan efek dari bius itu hilang dari dalam tubuh Tuan Derral, karena sampai saat ini Tuan Derral masih terpengaruh dengan obat bius tersebut, dan juga belum sadarkan diri ",, jawab dari Dokter tersebut kepada Papah Zohan.
Papah Zohan yang mendengar jawaban dari Dokter itu, dia langsung saja mengusap wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya dengan kasar.
Setelahnya Papah Zohan langsung mencoba berbicara lagi kepada Dokter yang duduk didepannya.
" Dokter, apakah tidak ada cara lain untuk bisa menyadarkan menantu saya Derral?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Dokter itu.
" Tidak ada Tuan, yang bisa kita lakukan sekarang adalah menunggu sampai Tuan Derral sadar dengan sendirinya, dan jika Tuan Derral sudah sadar, baru kita bisa melakukan langkah selanjutnya untuk memulihkan kondisi dari Tuan Derral ",, jawab dari Dokter itu kepada Papah Zohan.
" Tolong usahakan yang terbaik untuk menantu saya Dokter, berikan perawatan yang bagus untuknya, berapapun biayanya akan saya tanggung, yang terpenting menantu saya bisa kembali sehat seperti semula ",, kata Papah Zohan kepada Dokter tersebut.
" Baik Tuan, sebisa mungkin tenaga kami akan kami kerahkan untuk menyembuhkan kesehatan dari Tuan Derral, tapi anda juga harus berdoa kepada Tuhan Tuan, karena yang memberi kesembuhan bukanlah kami melainkan DIA ",, jawab dari Dokter itu kepada Papah Zohan.
" Anda benar Dokter, terus kapankah saya dan besan saya tadi bisa melihat kondisi dari Derral?? ",, tanya dari Papah Zohan lagi kepada Dokternya.
" Sebentar lagi Tuan Derral akan segera kami pindahkan keruang perawatan biasa Tuan ",, jawab dari sang Dokter kepada Papah Zohan.
" Apakah Tuan masih ada yang ingin disampaikan atau ditanyakan lagi kepada saya Tuan mengenai kondisi dari Tuan Derral?? ",, gantian Dokter itu yang bertanya kepada Papah Zohan.
" Tidak ada Dokter, nanti jika saya membutuhkan informasi yang lebih lanjut, saya sendiri yang akan menghubungi Dokter ",, jawab dari Papah Zohan kepada Dokter itu.
" Baiklah Tuan ",, jawab ramah dari Dokter itu kepada Papah Zohan.
Setelahnya Papah Zohan berpamitan pergi kepada Dokter tersebut untuk kembali keruang operasi dari Derral.
" Nyonya Elsie, Derral ",, kata Papah Zohan ketika melihat Mami Elsie dan juga Derral yang belum sadarkan diri.
Mami Elsie langsung saja menangis ketika melihat kondisi sang anak yang terbujur tidak berdaya diatas brankar rumah sakit seperti itu.
Ketika brankar Derral didorong oleh para asisstan Dokter dan suster untuk dipindahkan keruang perawatan biasa, Papah Zohan dan Mami Elsie langsung saja mengikuti kemana brankar Derral dibawa pergi.
Tentu saja Papah Zohan meminta Derral ditempatkan diruangan terbaik yang ada dirumah sakit tersebut.
Sesampainya didalam ruang perawatan Derral, Papah Zohan mencoba bertanya kepada salah satu asisstan Dokter dimana kamar ruangan dari Papi Alano dirawat.
" Oh untuk masalah itu kami kurang tahu Tuan, jika anda ingin tahu anda bisa menanyakannya kepada petugas resepsionis yang berjaga didepan ",, jawab ramah dari asisstan Dokter tersebut kepada Papah Zohan.
" Oh baiklah terimakasih Dokter ",, jawab dari Papah Zohan kepada asisstan Dokter tersebut.
Setelah selesai menata Derral sesuai prosedur, para tenaga medis itu langsung saja berpamitan kepada Papah Zohan dan Mami Elsie.
" Nyonya tunggulah disini dulu, saya mau keluar sebentar ",, kata Papah Zohan kepada Mami Elsie.
" Baik Tuan ",, jawab dari Mami Elsie kepada Papah Zohan.
Setelahnya Papah Zohan langsung saja berlalu pergi untuk menemui anak buahnya yang sudah berjaga diluar.
Kepada para anak buahnya, Papah Zohan menyuruh untuk mengurus perpindahan ruangan dari Papi Alano untuk bisa dipindahkan tepat disamping ruang perawatan Derral, supaya jika mereka menjenguk dan menunggui tidaklah jauh tempatnya.
Sesudah memberikan perintah kepada para anak buahnya, Papah Zohan langsung saja kembali kedalam ruangan perawatan Derral.
Mami Elsie yang melihat Papah Zohan sudah kembali lagi, dia langsung saja mengatakan sesuatu.
" Tuan, anda sudah kembali, bisakah gantian anda tunggui sebentar Derralnya, karena saya ingin melihat kondisi suami saya ",, kata Mami Elsie kepada Papah Zohan.
" Nanti saja Nyonya, saya baru saja menyuruh anak buah saya untuk mengurus perpindahan ruangan Tuan Alano biar bisa ditempatkan disamping ruang perawatan Derral ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mami Elsie.
" Oh ya Tuan, terimakasih, sungguh jika tidak ada Tuan disini, saya pasti akan kerepotan mengurus kedua laki-laki yang saya sayangi sedang tidak berdaya seperti sekarang ",, kata Mami Elsie sambil menangis kepada Papah Zohan.
" Sama-sama Nyonya, lagipula Derral sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri, terlebih dia adalah Ayah dari cucu yang sedang dikandung Ava, pastilah saya akan memberikan perawatan yang terbaik kepadanya ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mami Elsie.
Mami Elsie hanya mampu tersenyum dan menanggguk saja kepada Papah Zohan sambil terus menampilkan wajah yang tidak sedang baik-baik saja.
Setelah itu mereka berdua walau berada didalam ruangan yang sama sambil menunggu kabar dari para anak buah yang tadi disuruh untuk mengurus Papi Alano.
Baik Mami Elsie dan Papah Zohan mereka memilih diam dengan fikiran mereka masing-masing.
Dan tidak dipungkiri jika saat ini Papah Zohan yang sudah berumur, dia sangat capek dan juga lelah mengurus sendirian dua orang yang sedang sakit seperti itu.
Tidak cuma capek tenaga, melainkan juga capek hati dan perasaan, sebab Papah Zohan kefikiran dengan Ava terus, nantinya bagaimana jika Ava sudah sampai diSpanyol langsung mendengarkan kabar yang tidak mengenakkan hatinya tentang Derral.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...