
Sekretarisnya Ava langsung saja disuruh masuk oleh Aaric dan menaruh semua makanan itu diatas meja yang ada disitu.
Dan setelah sang sekretaris itu pergi, Aaric langsung saja mengecek semua makanan yang dibeli Ava apa saja isinya.
" Ini semua kamu yang menghabiskan Ava?? ",, tanya Aaric kepada Ava.
Ava yang masih membaca semua berkas-berkasnya, dia lalu mengalihkan sejenak pandangannya kearah Aaric sang Kakak yang sedang duduk dishofa barunya.
" Jika Kakak mau, ambil saja, itu nanti Derral mau makan disini juga bersama Ava, lihat saja ini sudah jam berapa Kak ",, kata Ava kepada Aaric.
Aaric pun yang tidak sadar ini sudah jam berapa, dia langsung saja melihat jam yang melingkar apik dipergelangan tangan kekarnya.
" Eh iya, sudah hampir jam satu siang ternyata, pantas saja perutku daritadi terasa keroncongan ",, kata Aaric ketika sudah melihat jam tangannya.
" Kakak ambil satu ya Ava ",, kata Aaric kepada Ava.
" Ambil saja Kak, yang penting jangan dihabiskan ",, jawab Ava kepada Aaric.
" Nanti kalau Kakak habiskan, bisa Kakak belikan lagi ko ",, jawab Aaric kepada Ava.
" Ava percaya jika Kakak bisa menggantinya, tapi masalahnya nanti kelamaan jika harus menunggu makanan dipesan lagi Kakak ",, kata Ava kepada Aaric.
Aaric yang mendengar perkataan dari Ava dia langsung saja tertawa.
Setelahnya Ava memilih untuk melanjutkan lagi pekerjaannya tanpa mau berbicara lagi dengan sang Kakak.
" Kamu tidak makan Ava?? ",, tanya Aaric kepada Ava sambil menikmati makanannya.
Sambil membaca berkas-berkasnya tadi, Ava langsung saja menjawab tanpa mengalihkan pandangannya lagi kearah Aaric.
" Nanti saja menunggu Derral ",, jawab Ava kepada Aaric.
Dan Aaric hanya beroh ria saja kepada Ava.
Dan sekitar sepuluh menit kemudian, Derral pun akhirnya sampai juga dikantor Ava dan langsung saja masuk ke ruang kerjanya Ava.
Derral yang sudah masuk ke dalam ruang kerja sang istri dia langsung melihat Kakak iparnya sedang menikmati makan siang disitu.
" Hai Derral, makan ",, kata Aaric kepada Derral yang baru saja datang.
Ava yang mendengar perkataan dari Aaric, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan ternyata memang ada sang suami yang sudah datang.
" Iya, makanlah, dan apakah kamu sudah lama disininya Aaric?? '',, tanya Derral kepada Aaric.
" Cukup lumayan lama, dan dapat makanan gratis juga ini ",, jawab Aaric kepada Derral.
" Mommy sendiri sudah makan, kalau belum ayo kita makan dulu ",, kata Derral kepada Ava ketika sudah sampai didepan meja kerjanya Ava.
" Belum,....... ayo Mommy sudah membelikan banyak makanan untuk kita ",, jawab Ava kepada Derral sambil beranjak berdiri dari duduknya.
Setelahnya Derral dan Ava ikut duduk dishofa seberangnya Aaric untuk menikmati makanan yang tadi sudah dibeli oleh Ava.
" Banyak sekali sayang kamu beli makanannya, nanti siapa yang akan menghabiskan ini semua?? ",, tanya Derral ketika sudah melihat makanannya.
" Iya kan ada Daddy sama Kak Aaric, nanti jika Ava sudah kenyang, iya kalian berdua yang wajib menghabiskan ",, jawab Ava kepada Derral dan masih didengar oleh Aaric.
Aaric yang sedang menikmati makanannya dengan lahap, tiba-tiba dia langsung saja tersedak ketika mendengar perkataan dari Ava tadi.
Dan Derral yang melihat Aaric tersedak, dia hanya diam saja, begitupun dengan Ava tanpa mau membantu atau mengambilkan minuman dan juga tisue.
" Dasar adik ipar dan adik kandung kurang ajar!! ",, kata Aaric kepada Ava dan juga Derral.
Derral dan Ava yang mendengar perkataan Aaric, mereka hanya tertawa saja.
Setelahnya Aaric langsung segera mengambil minuman yang sudah dibeli oleh Ava yang ada diatas meja.
" Eeh itu minuman Ava Kakak ",, kata Ava kepada Aaric.
" Kakak cuma minta sedikit, ini minum sajalah, masih banyak juga ko ",, jawab Aaric kepada Ava.
Ava langsung saja memajukan bibirnya dengan cemberut kepada Aaric.
" Kan masih ada satu lagi, ini nanti kita minum berdua saja sayang ",, kata Derral kepada Ava.
" Enak saja, kamu sendiri saja sana, aku sudah kenyang ",, sahut Aaric kepada Derral.
Ava yang mendengar perkataan dari Aaric, dia langsung saja berpura-pura sedih sambil berakting ingin menangis.
Dan Derral yang melihat Ava seperti itu, dia langsung saja melempar sebuah tissue kepada Aaric.
" Iya-iya nanti Kakak sama suami kamu ini yang mengahabiskan ",, akhirnya Aaric mengalah juga kepada Ava.
Aaric terpaksa berkata seperti itu kepada Ava, karena dia tidak mau melihat Ava menangis.
Ava yang mendengar perkataan dari sang Kakak, dia langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Aaric.
Sedang Aaric langsung menunjukkan wajah betenya kepada Ava.
Akhirnya mereka bertiga menikmati makan siang mereka bersama-sama didalam ruang kerjanya Ava dengan diselingi perbincangan hangat.
Disaat mereka bertiga sedang bersantai seperti itu, tiba-tiba saja ponsel milik Aaric yang ada didalam saku jasnya berdering dengan sangat kencang sekali.
Aaric sejenak langsung menghentikan kegiatan makannya untuk melihat siapakah yang sedang menelfonnya.
Ternyata telefon tersebut dari Dian sang istri yang sedang melakukan sambungan video call kepada Aaric.
" Halo sayang ",, kata Aaric kepada Dian.
" Halo Ayah, Ayah ada dimana?? ",, kata Dian kepada Aaric.
" Ini Ayah ada didalam kantornya Ava ",, jawab Aaric kepada Dian, sambil membalikkan kamera ponselnya kearah Derral dan Ava.
Ava langsung saja melambaikan tangannya kearah kamera ponsel milik Aaric.
" Ayah sedang makan siang ya sama Ava dan Derral?? ",, tanya Dian kepada Aaric.
" Iya, dan apakah Mamah sendiri sudah makan siang, makan ya Mah, biar babynya tidak kelaparan ",, kata Aaric kepada Dian.
" Mamah sudah makan ko Ayah, tadi sama Mamah ",, jawab Dian kepada Aaric.
" Papah kemana??, apa dia tidak ikut makan siang, kan tadi Papah ada dirumah ",, tanya Aaric kepada Dian.
" Papah tadi kata Mamah sedang pergi sama temannya kemana gitu Mamah lupa ",, jawab Dian kepada Aaric.
" Oh, ya sudah, paling jika tidak main golf ya entah juga terserah Papah ",, kata Aaric kepada Dian.
" Iya sudah Papah teruskan saja makannya, Mamah mau tidur siang, rasanya mengantuk sekali mata Mamah ",, kata Dian kepada Aaric.
" Iya Mah, I Love You ",, kata Aaric kepada Dian.
" Bye Ayah, I Love You too ",, jawab Dian kepada Aaric.
Dan setelahnya sambungan video call mereka pun terputus juga.
Ava dan Derral yang mendengar perbincangan dari Aaric dan Dian, mereka cuek-cuek saja, tidak mau memusingkan walau mereka berkata mesra sekalipun.
Sebab fikir Ava dan Derral mereka berdua pun sama halnya dengan Aaric dan juga Dian.
" Ava Kakak sudah kenyang, Kakak kembali kekantor Kakak lagi ya ",, kata Aaric kepada Ava.
" Itu masih ada empat porsi lagi Kak, dihabiskan dulu, dua untuk Kakak dan dua lagi untuk Daddy Derral ",, kata Ava kepada Aaric.
" Tapi perut Kakak sudah tidak kuat Ava ",, jawab Aaric kepada Ava.
" Sudah ayo habiskan, cepat biar tambah sehat ",, kata Derral kepada Aaric.
" Sehat apanya, yang ada tambah gemuk, pantas saja tubuh kamu sekarang terlihat makin berisi, ternyata disuruh menghabiskan makanan seperti ini ",, kata Aaric kepada Derral dengan nada yang sedikit judes.
Derral hanya tertawa saja menanggapi perkataan dari Aaric, sambil menikmati makannya.
Dan akhirnya Aaric sendiri mau tidak mau dia menghabiskan sisa dua porsi makanan tadi sebelum kembali kekantornya lagi.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...