
Beralih keDerral dan Ava lagi.
Ava yang langsung menangis ketika melihat berita tentang pesawat jatuh ditelevisi, membuat semua Keluarganya yang sedang menonton siara berita tersebut, langsung saja teralihkan kepada Ava.
" Ava kamu kenapa menangis?? ",, tanya Oma kepada Ava.
" Itu,.......... itu pesawat jatuh??, pesawat yang mana Oma yang jatuh?? ",, jawab Ava kepada Oma sambil menunjuk televisi.
" Jangan bilang pesawat yang jatuh adalah pesawat jet pribadi yang ditumpangi Derral dan Papah ",, lanjut lagi perkataan dari Ava kepada Oma dan masih didengar oleh semua orang.
" Sembarangan saja kamu Ava kalau berbicara!! ",, tegur dari Mamah Gretl kepada Ava.
" Papah sama Derral mereka berdua baik-baik saja, dan mereka juga baru saja sampai diSpanyol ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Gretl kepada Ava dan masih didengar oleh Oma serta Opa.
" Tadi Papah sudah menelfon Mamah dan mengabarkan jika mereka baru saja sampai, tidak tahu dengan Derral, apakah dia sudah menelfon kamu atau belum?? ",, sambung lagi perkataan dari Mamah Gretl kepada Ava.
Ava langsung saja mengambil ponselnya yang jatuh tadi dilantai, setelahnya Ava langsung mengecek ponselnya.
Tapi sayang seribu sayang, ternyata ponselnya mati karena baru saja terjatuh tadi.
Dengan segera Ava langsung saja menghidupkan ponselnya itu untuk melihat apakah Derral sudah menghubunginya atau belum.
Dan ketika ponselnya sudah menyala, memang benar adanya, sekitar beberapa menit yang lalu Derral menelfonnya ketika ponsel milik Ava sedang mati.
Tanpa menunggu waktu lama, Ava langsung mencoba menghubungi balik kenomor ponsel milik Derral.
Sedang Derral sendiri saat ini dia sudah berada didalam kamar pribadinya yang ada dimansion miliknya sendiri.
" Halo sayang ",, kata Derral ketika mengangkat sambungan telefon dari Ava.
" Derral, syukurlah kamu selamat sayang, aku sangat khawatir sekali ",, kata Ava kepada Derral sambil berlalu dari ruang Keluarga menuju ketaman samping rumah.
Mamah Gretl, Oma dan Opa mereka semua langsung saja menggelengkan kepala mereka mendengar perkataan dari Ava tadi kepada Derral.
Sebab Ava sudah mengira jika berita kecelakaan pesawat tadi adalah pesawat jet pribadi milik Keluarga yang sedang dinaiki oleh Papah Zohan dan juga Derral.
Padahal berita yang sebenarnya, itu adalah pesawat komersil milik Negara tetangga yang baru saja terjatuh sekitar dua jam yang lalu didaerah laut Indonesia.
" Aku tentu saja selamat sayang, dan aku juga ini baru saja sampai dimansion ",, jawab Derral kepada Ava.
" Sudah ya sayang, jangan berfikir yang tidak-tidak, kamu itu sedang hamil, jangan sampai kamu nanti stress dan membuat sibabynya ngambek ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Ava.
Ava langsung saja bernafas dengan sangat lega sekali ketika mendengar Derral sudah sedikit berceramah seperti itu kepadanya.
Karena memang itulah kebiasan dari Derral semenjak Ava diketahui sedang berbadan dua kemarin.
" Aku sungguh sangat lega sekali, apalagi kamu bisa cerewet lagi kepadaku seperti ini Derral membuatku semakin lega, jaga kesehatan dan juga hati kamu ya Derral ketika jauh dariku disana ",, kata Ava kepada Derral.
" Tentu saja aku akan menjaga mata dan hatiku ini hanya untuk kamu sayang ",, jawab Derral kepada Ava dengan sangat lembut sekali.
Dan sepertinya dengan kehadiran dari calon baby diantara mereka berdua membuat hubungan Ava dan Derral semakin dekat saja.
" Apakah kamu mau istirahat??, pasti kamu sedang capek kan saat ini, karena baru saja sampai diSpanyol?? ",, kata Ava kepada Derral.
" Iya aku sedikit capek, tapi tidak lagi karena sudah bisa mendengar suara kamu sayang ",, jawab Derral kepada Ava dan terdengar begitu sweet sekali.
Ava langsung saja tersenyum ketika mendengar perkataan dari Derral tadi.
" Ya sudah kamu istirahat saja ya Derral, supaya tidak sakit, karena tidak ada aku disampingmu sekarang yang akan mengurus kamu jika kamu sakit ",, kata Ava kepada Derral.
" Baby Love??, siapa itu Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral.
" Iya calon baby kita dong Ava, kan dia dibuatnya dengan penuh cinta, jadi aku sengaja memanggilnya dengan baby Love ",, jawab Derral kepada Ava.
Ava langsung saja tertawa dengan cukup lebar ketika mendengar perkataan dari Derral tadi.
Dan Derral pun juga ikut tertawa sama seperti Ava.
" Iya sudah terserah kamu saja, sepertinya lucu juga panggilannya itu ",, kata Ava kepada Derral.
" Baiklah, aku istirahat dulu ya sayang, bye I Love You ",, kata Derral kepada Ava.
" Iya bye I Love You too ",, jawab Ava kepada Derral.
Setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Ava setelah selesai menelfon Derral, rasa gelisah yang dari semalam dia rasakan langsung sirna sudah.
Sedang Derral sendiri, setelah dia mematikan sambungan telefonnya tadi, Derral langsung saja mencoba untuk beristirahat.
Perasaan Ava tidak salah, dan tidak melenceng sama sekali, sebab rasa gelisah yang dia rasakan tentang Derral itu benar adanya.
Sebab wanita suruhan dari Dokter Rava dia sudah mengetahui jika Derral sudah kembali keSpanyol sendirian.
Bahkan Fara saat ini sedang menyusun rencana untuk menjebak Derral agar bisa masuk kedalam jebakannya.
Ava yang sudah selesai menelfon, dia lalu mencoba kembali keruang Keluarga untuk bergabung bersama yang lainnya lagi.
Sambil meminta tolong kepada salah satu pembantu sang Opa untuk mengambilkan camilan dan makanan untuknya, Ava langsung bertanya tentang berita pesawat siapakah itu yang sedang kecelakaan.
Mereka semua sedang berbincang hangat dan santai saja diruang Keluarga tersebut, tanpa adanya rasa khawatir didalam diri mereka masing-masing.
Akan tetapi walau Ava sudah merasa lega jika Derral dan sang Papah sudah selamat sampai dimansion, tetap saja masih ada didalam hati kecilnya Ava dia sedikit merasa khawatir yang tidak bisa dijelaskan oleh perkataan.
Berbeda tempat dan juga Negara, Fara dan Dokter Rava mereka berdua sedang membicarakan sesuatu yang cukup sangat serius sekali melalui sambungan telefon.
" Apakah kamu mau tahu kabar selanjutnya Rava?? ",, kata Fara kepada Rava.
" Apa itu Fara?? ",, tanya Dokter Rava kepada Fara.
" Ternyata kurang lebih satu minggu lagi Derral dan Ava akan melangsungkan pesta respsi pernikahan mereka Rava ",, jawab Fara kepada Dokter Rava.
" Dan apakah kamu tidak mau memanfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan aksi kamu mendapatkan Ava?? ",, tanya Fara kepada Dokter Rava.
" Waaah boleh juga itu, tapi aku belum mempunyai ide yang bagus untuk hal itu Fara ",, kata Dokter Rava kepada Fara.
" Aku punyai ide akan hal itu Rava ",, kata Fara kepada Dokter Rava.
" Ide apakah itu?? ",, tanya Dokter Rava kepada Fara.
Fara pun langsung saja mengatakan sebuah ide yang dia punya kepada Dokter Rava untuk bisa menculik Ava kepangkuan Dokter Rava.
Dan setelah Dokter Rava setuju dengan ide yang baru saja disampaikan oleh Fara tadi, mereka berdua sepakat untuk mengakhiri sambungan telefon mereka.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...