
Aaric sangat senang sekali ketika melihat Dian menggeliat-geliat seperti ular dihadapannya seperti itu sambil membelai tubuhnya.
" Aaah Kak Aaric ",, kata Dian sambil mencoba melepaskan pakaian yang dipakai oleh Aaric.
Dan Aaric pun menurut saja dengan apa yang ingin dilakukan oleh Dian ditubuhnya.
" Kak Aaric Dian sudah tidak kuat, panas sekali Kak rasanya ",, kata Dian lagi sambil berdiri dari duduknya sambil juga meraba semua tubuhnya sendiri.
Dian yang sudah berkata seperti itu, dia langsung saja berlalu ingin menuju kedalam kamar mandi.
Namun Aaric yang melihat Dian sedang berjalan kearah kamar mandi, dia langsung saja bergegas berdiri menyusul Dian.
Dan Aaric langsung saja menggendong Dian seperti karung beras diatas pundaknya, untuk dia bawa kedalam kamarnya.
Dian yang dipanggul seperti itu oleh Aaric pun, dia terus menggoyangkan tubuhnya karena rasa sensasi aneh yang sedang dia rasakan.
Dan ketika Aaric sudah sampai didalam kamar pribadinya, dia langsung saja meletakkan Dian diatas ranjang empuk nan mahalnya itu.
" Kak Aaric Dian ingin berendam, kenapa Kakak malah membawa Dian kedalam kamar ",, kata Dian kepada Aaric.
" Akan Kakak bantu untuk menghilangkan rasa panas yang ada didalam tubuh kamu Dian, apakah kamu mau?? ",, kata Aaric kepada Dian.
Dan sepertinya obat yang diminum oleh Aaric juga sudah mulai mengambil alih tubuh Aaric.
Dian yang sudah tidak tahan akan rasa panas yang mendera tubuhnya, dia langsung saja mengangguk dengan semangat kepada Aaric.
Dan Aaric pun yang melihat anggukan dari Dian, dia langsung saja tersenyum miring yang terlihat sangat me35um sekali, namun Dian tidak menyadari akan hal itu.
Tanpa menunggu waktu lama Aaric pun langsung juga melepaskan semua kain yang melekat ditubuhnya.
" Kenapa Kakak melepaskan semua pakaian kakak?? ",, tanya Dian kepada Aaric.
Dan Dian sendiri pun apakah dia tidak sadar, jika dia daritadi tidak berpakaian sama sekali dihadapan Aaric.
" Tubuh Kakak juga merasakan hawa panas seperti kamu Dian ",, jawab Aaric kepada Dian.
Dan Aaric sudah mulai menindih tubuhnya Dian.
Aaric yang sudah menindih tubuh Dian, dia langsung saja mencium Dian tepat dibibirnya.
Mereka berciuman dengan sangat hot, menggebu, menggelora, dan penuh dengan n4f5u karena pengarus obat peran954ng itu.
Aaric setelah puas berciuman dengan Dian cukup lama, dia langsung saja melepaskan ciumannya itu dan berpindah turun keleher jenjang dan mulus milik Dian.
" Aaah Kak, Dian sudah tidak tahan ",, kata Dian ketika Aaric mulai memberikan stempel dilehernya.
Semakin kebawah dan semakin kebawah lagi, Aaric menelusuri tubuh Dian.
Hingga akhirnya Aaric sampai juga dibukit pribadi milik Dian.
Diatas bukit itu, Aaric terus memainkan pinggirannya dan juga pucuk atas bukit milik Dian.
Sungguh permainan mulut dan lidah milik Aaric membuat Dian semakin tidak tahan saja dengan sensasi yang sedang terjadi ditubuhnya.
" Aaaah Kak Aaric aaaaah, Kaaaakk ",, d354h dari Dian kepada Aaric.
Aaric tanpa banyak berbicara dia terus melakukan yang memang harus dia lakukan ditubuhnya Dian.
Dan akhirnya Aaric sampai juga ditempat yang sudah daritadi ditunggu-tunggunya, yaitu lembah terdalam milik Dian.
Aaric langsung membuka lebar kaki Dian supaya dia bisa leluasa bermain asik dilembah milik Dian itu.
" Aaah Kak Aaric, h154p, aaah enak Kak, aaah ",, racau terus dari mulut Dian kepada Aaric, ketika Aaric terus memainkan lembahnya itu dengan sangat begitu lihai sekali.
" Aaah Kak Aaric, aaaaaaaaahhhh ",, d354h Dian terus sambil memejamkan matanya menikmati permainan lidah dan mulut Aaric dilembah terdalamnya itu.
Aaric langsung melahap habis cairan lembah milik Dian dengan sangat bern4f5u sekali.
Setelah itu Aaric langsung saja mengangkat wajahnya dari lembah milik Dian.
Aaric membantu Dian untuk bangun dari rebahannya, dan ketika Dian sudah terduduk, Aaric langsung saja memposisikan singkong jumbonya itu kedalam mulut Dian.
Dengan sangat menggebu dan dengan deru nafas yang masih tidak beraturan, Dian terus memainkan singkong milik Aaric dengan sangat pintar sekali.
" Aaaaahhh ", d354h pelan dari Aaric sambil memejamkan matanya ketika dia sangat menikmati sekali permainan mulutnya Dian.
Ketika Aaric sudah tidak tahan dengan permainan mulut Dian, dia langsung saja menarik singkong miliknya itu dari dalam mulutnya Dian.
Dan Aaric langsung saja menuntun Dian untuk merebahkan badannya lagi diranjang.
" Ayo kita tuntaskan Dian, sungguh aku sudah sangat tidak tahan sekali ",, kata Aaric kepada Dian.
Dian yang sudah dipenuhi naf5u dan juga pengaruh dari obat peran954ng tadi pun, dia hanya bisa pasrah saja ketika Aaric sedang memposisikan posisi yang pas untuk dimasuki.
" Aaaaahh Dian sempit sekali ",, kata Aaric ketika dia sudah mulai mencoba membobol celengan milik Dian.
" Sakit sekali Kak ",, kata Dian kepada Aaric.
" Tahan ",, jawab singkat dari Aaric kepada Dian.
" Aaaaahh, akhirnya ",, kata Aaric ketika dia sudah bisa membobol celengan berharga milik Dian dengan sedikit kasar.
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaah ",, kata Dian ketika dia merasakan rasa ngilu, sakit dan enak secara bersamaan dari ulah Aaric yang membobol paksa miliknya.
Tanpa menunggu waktu lama, Aaric pun langsung saja mencoba menggerakkan singkong jumbonya itu dengan gerakan yang sangat cepat dan juga kuat sekali.
" Aaaah Kak Aaric aaaahh ",, d354h Dian kepada Aaric sambil terus menahan rasa sakit dibagian lembahnya.
Aaric tidak mempedulikan d354han dari Dian, yang dia fikirkan adalah dia bisa terus memompa singkong jumbonya itu supaya bisa segera mengeluarkan getah lengketnya didalam lembah milik Dian.
Berbagai gaya dan posisi Aaric lakukan, dan akhirnya Aaric bisa juga sampai dipuncak kenikmatannya yang pertama.
Aaric langsung saja ambruk menindih tubuh Dian, begitupun Dian dia juga sama lelahnya karena di93mpur habis-habisan oleh Aaric.
Ketika sekitar sepuluh menitan mereka beristirahat, singkong milik Aaric pun sudah langsung tegak berdiri lagi.
Dian yang sudah sangat capek sekali, dia hanya menurut dan mengikut saja dengan apa yang sedang dilakukan oleh Aaric ketubuhnya.
Berulang kali Aaric melakukan itu dengan Dian, hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
Aaric sungguh sangat bu45 dan gan45 malam itu dengan Dian, sebab obat per4n954ng yang diminum Aaric jumlahnya cukup banyak dari Dian.
Serta Aaric ternyata juga mencampurkan obat kuat didalam wine yang diminumnya tadi.
Itulah mengapa Aaric bisa sampai berulang kali melakukan itu dengan Dian.
Dan semua getah singkong milik Aaric semuanya dimasukkan kedalam lembah milik Dian.
Sungguh lembah milik Dian rasanya sangat sakit sekali, dan ketika mereka berdua sudah selesai melakukan itu sebanyak lima kali dengan berbagai gaya, posisi dan berpindah-pindah tempat.
Akhirnya Dian dan juga Aaric yang sudah sangat kecapekan mereka tertidur juga ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Entah apakah Dian ketika bangun nanti dikeesokan harinya akan sadar dan ingat dengan apa yang sudah Aaric lakukan kepadanya.
Kita lihat saja esok hari bagaimana reaksi dari Dian ketika bangun dari tidur dengan keadaan yang mungkin sungguh sangat tidak membuatnya senang.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...