
Derral setelah puas memainkan bibir dan juga lidahnya disurga tersembunyi milik Ava, dia langsung saja mencoba bangun dari atas ranjang untuk melepaskan semua pakaian yang melekat ditubuhnya.
Ava yang melihat Derral yang sedang berdiri disebelah ranjang, dia memandang Derral dengan pandangan yang sudah berkabut 941rah.
Untung saja malam itu, bukan malam itu juga sih........... memang kebiasaan dari Derral jika tidur sering-seringnya bertelanjan9 dada dan hanya menggunakan celana kolornya saja.
Dengan cepat, mungkin tidak ada semenit, celana kolor dan segitiga milik Derral sudah terlepas dari tempatnya.
Derral langsung saja menaruhnya disembarang tempat dan langsung juga segera menindih badan mulus milik Ava.
Luka diperut Ava untung saja menggunakan perban yang anti air, jadinya Derral dan Ava sedikit bisa merasa tenang jika ingin melakukan hubungan int1m malam pengantin baru mereka malam itu.
Perlahan-lahan Derral dan tidak sepenuhnya badannya menindih badan Ava, sebab perut Ava belum sembuh dengan sempurna.
" Maukah kamu memainkannya dulu seperti kemarin Ava, karena aku sangat merindukah sentuhan lidahmu itu ",, kata Derral kepada Ava sambil mengg353kkan tongkat baseballnya itu kep4h4 milik Ava.
Ava langsung saja mengangguk pelan kepada Derral.
Derral sungguh sangat senang sekali ketika melihat anggukan kepala dari Ava.
Setelahnya Derral langsung saja turun dari atas ranjang, dan berdiri disebelah ranjangnya, supaya Ava bisa mengh154pnya sambil duduk dipinggir ranjang.
Ava yang sudah berada diposisi yang pas, dia langsung saja memasukkan tongkat baseball milik Derral kedalam mulutnya.
" Aaaaah ",, Derral sudah mulai mend354h ketika permainan lidahnya Ava baru saja dimulai.
Ava mengh154p dan mengeluar masukkan tongkat baseball milik Derral dengan pelan tapi pasti.
Lidah dari Ava pun juga terus memainkan kepala tongkat baseball milik Derral dengan sebisanya.
Walau gerakan Ava masih kaku, namun itu sudah bisa membuat Derral semakin memejamkan matanya, karena merasa keenakan dengan permainan mulut dari Ava.
" Aaaaaaahh Ava ",, d354h dari Derral sambil menyebut nama Ava sambil juga mengusap lembut rambut kepalanya.
Setelah cukup lama Ava memainkan lidah dan juga bibirnya ditongkat baseball milik Derral, akhirnya membuat Derral semakin tidak tahan saja, ingin segera memasukkan kedalam sarangnya.
Derral langsung saja mencabut paksa tongkat baseballnya itu dari dalam mulut Ava.
Dan Derral langsung juga menyuruh Ava untuk merebahkan badannya lagi diatas ranjang empuknya itu.
" Apa kamu siap Ava ",, kata Derral dengan memposisikan miliknya didepan celah goa bolu kukus milik Ava.
Dengan pelan Ava menganggukkan kepalanya, dan Derral untungnya melihat anggukan itu.
" Tahan baby, slow, aku tidak akan menyakitimu ",, kata Derral sudah mulai mencoba memasukkan tongkat baseballnya itu kedalam celah bolu kukus milik Ava.
" Aaarrgh ",, d354h Ava karena menahan rasa sakit dimiliknya.
" Eeemmmmhh ",, kata Derral sambil memejamkan matanya karena dia sedikit kesulitan menembus dinding pertahanan milik Ava.
Sebab tongkat baseball milik Derral terlalu besar untuk surga dunia milik Ava yang masih sangat sempit sekali jalannya.
" Sakit Derral ",, kata Ava sambil meneteskan air matanya.
" Sssttt, tahan sayang, aku sudah mencobanya dengan perlahan ",, kata Derral menjawab perkataan dari Ava.
Dan akhirnya setelah beberapa menit bersusah payah memasukkan tongkat baseballnya itu, masuk jugalah semua tongkat baseball milik Derral sepenuhnya kedalam surga dunia terdalam milik Ava itu.
Cengkeraman kuat dari kedua tangan Ava mendarat mulus dipunggung kokoh nan kekar milik Derral.
Derral walau merasa sakit, karena kuku tajam milik jari-jarinya Ava yang sangat tertawat itu menembus kulit punggungnya, Derral hanya diam dan membiarkannya saja.
Air mata Ava semakin deras sekali mengalirnya dari kedua sudut matanya.
Dan Derral yang melihat itu, dia langsung saja mengusap lembut air matanya Ava menggunakan jari telunjuknya.
" Tidak akan aku gerakan sebelum kamu bisa mulai terbiasa dengan milikku Ava ",, kata Derral sambil mengusapi air matanya Ava.
" Lanjutkan saja Derral, aku sudah tidak tahan ",, jawab Ava kepada Derral sambil memejamkan matanya karena menahan rasa sakit.
Derral yang mendengar perkataan dari Ava, dia langsung saja mencoba menggerakan tongkat baseballnya itu dengan perlahan-lahan.
Ava semakin menekan kedua giginya karena sungguh gerakan maju mundur yang Derral lakukan semakin membuatnya merasa sangat sakit sekali dibagian miss Vnya itu.
Sedangkan Derral sendiri, dia sudah memejamkan matanya, karena merasakan kenikmatan yang baru saja dia rasakan diseumur hidupnya itu.
" Aaaaaaahh-aaaaahhh-aaaahh ",, d354h Derral dengan tanpa sadar dia semakin kencang pula menggerakan tongkat baseballnya.
Ava sendiri yang awalnya merasa sakit lama-kelamaan dia sudah terbiasa dengan rasa sakit yang dia rasakan dimiss V nya itu dan Ava pun tanpa sadar ikut mend354h bersama Derral
" Aaahh Derral aaaaahh ",, d354h dari Ava juga menikmati permaian tongkat baseball milik Derral yang semakin cepat pula gerakannya.
Suara d354han mereka berdua menggema indah malam itu didalam kamar Derral.
Dan suara decitan ranjang, menandakan jika aktifitas sang manusia diatas ranjang itu belum berakhir.
Hingga akhirnya setelah beberapa puluh gerakan maju mundur yang penuh dengan n4f5u, keluarlah cairan ajaib milik Derral itu melesat jauh kedalam rahim milik Ava.
Dengan nafas yang tersengal-sengal, Derral langsung saja ambruk menimpa tubuh Ava.
Dan Ava sendiri pun sama, nafas dia sama tidak beraturannya seperti Derral.
Sebelum bangkit dari atas tubuh Ava, Derral langsung saja menghujani wajah cantik Ava yang berkeringat itu, dengan beberapa kecupan-kecupan mesra.
" Terimakasih Ava ",, kata Derral kepada Ava dan langsung mencium singkat Ava tepat dibirnya.
Setelah itu Derral langsung saja bangkit dari atas tubuhnya Ava dan langsung juga merebahkan badannya dirajang sebelah Ava.
Derral yang sudah merebahkan badannya disamping Ava, dia langsung saja membawa Ava kedalam pelukannya.
Sebab malam itu Derral tidak menyangka jika dia akan diberikan haknya oleh Ava.
Dan Derral merasa sangat puas sekali dengan milik Ava yang masih original itu.
Ava pun juga membalas pelukan dari Derral, sambil menahan rasa sakit dibagian inti bawahnya, yang rasanya masih ngilu dan berkedut karena 941rah.
Derral yang sedang memeluk Ava dia pun juga memberikan kecupan-kecupan lagi didahi Ava dengan penuh perasaan sekali.
Mereka tidak sempat membersihkan badan mereka terlebih dahulu didalam kamar mandi.
Sebab Derral dan Ava yang sedang menetralkan deru nafas mereka yang tidak beraturan tadi, tidak sadar akhirnya tertidur cukup lelap dalam keadaan yang belum berpakaian sama sekali.
Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari menikah akhirnya Derral bisa merasakan surga dunia bersama Ava malam itu.
Dan Ava tanpa diberinya obat peran954ng oleh Derral, dia dengan sendirinya mau memberikan haknya Derral dengan suka rela.
Sungguh hati Derral malam itu merasa sangat senang sekali, dan mungkin malam itu adalah malam terindah yang pernah Derral rasakan disepanjang hidupnya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...