
Via dan Leon akhirnya melakukan perjalanan kembali kerumah Ayah Markus setelah selesai makan malam.
Rencana yang sudah disusun matang-matang oleh Leon bersama Via harus pupus sudah karena dia harus kembali lagi kerumah sang mertua.
Tapi mau bagaimanapun juga Leon tidak bisa menyalahkan keadaan, karena ini semua juga diluar kehendaknya.
Leon beserta rombongan akhirnya sampai juga dirumah Ayah Markus ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam lebih.
Ayah Markus, Via dan Mamah Delfa serta Leon memutuskan untuk beristirahat dulu sebelum mereka esoknya berkunjung kerumah sakit tempat Ava dan Derral dirawat.
Sekitar pukul delapan pagi mereka semua baru saja bangun dari tidur lelap mereka.
Sebelum berangkat kerumah sakit, semua Keluarga Ayah Markus memutuskan untuk sarapan dulu bersama dirumah.
Sedang dirumah sakit ketika waktu sudah menunjukkan pukul delapan waktu yang sama, itulah saatnya Dokter visit untuk kesekian kalinya didalam ruang perawatan Derral dan Ava.
Semua Keluarga sedang harap-harap cemas dengan hasil pemeriksaan dari Dokter kepada Derral dan Ava.
Ketika Dokter sudah selesai memeriksa keadaan dari Ava dan Derral, semua Keluarga langsung saja mendekat dan bertanya kepada kedua Dokter yang memeriksa Ava dan Derral.
Yang satu Dokter Spesialis kandungan, dan yang satunya adalah Dokter yang memang menangani Derral sejak awal.
" Dokter bagaimana keadaan dari cucu-cucu saya?? ",, tanya dari Opa kepada kedua Dokter tersebut.
" Nona Ava masih terpengaruh obat yang kami berikan Tuan, tapi tenang saja keadaan Nona Ava sudah mulai stabil, dan janinnya pun masih berkembang dengan baik sampai saat ini ",, jawab dari Dokter Kandungan itu kepada Opa dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.
" Syukurlah kami senang mendengarnya ",, sahut dari semua orang ketika mendengar penjelasan dari Dokter Spesialis Kandungan itu.
" Terus untuk Derral sendiri bagaimana keadaannya Dokter?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Dokter yang satunya.
" Kita harus bersyukur sekali lagi Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, karena kemungkinan besar sebentar lagi Tuan Derral akan segera sadar karena efek bius yang berada didalam tubuhnya sepertinya sudah mulai menghilang, terlihat tadi dari jari jemari Tuan Derral saya lihat sudah ada yang mulai bergerak ",, jawab ramah dari Dokter yang menangani Derral.
Sungguh jawaban dari Dokter itu langsung membuat perasaan semua orang sedikit merasa lega.
" Apakah Dokter tidak berbohong kepada kita semua Dokter?? ",, tanya dari Papi Alano kepada Dokter tersebut.
" Tidak Tuan, sungguh saya tidak berbohong kepada kalian ",, jawab dari Dokter itu lagi kepada Papi Alano dan masih didengar oleh semua orang.
" Nanti jika Tuan Derral sudah bener-benar sadar, anda bisa segera memencet tombol darurat yang tersedia ya Tuan, supaya kami bisa segera datang kesini untuk mengecek kondisinya ",, kata Dokter itu lagi kepada semua orang yang ada disitu.
" Baik Dokter ",, jawab serempak dari semua orang kepada sang Dokter.
Setelahnya, para tenaga medis itu pun berpamitan untuk melanjutkan tugasnya lagi memeriksa keadaan dari para pasien yang lain.
" Semoga saja apa yang dikatakan oleh para Dokter tadi benar adanya, karena Aaric sendiri sudah tidak sabar melihat Ava dan Derral kembali sadar seperti sedia kala ",, kata Aaric setelah kepergian dari para tenaga medis tadi.
Dan perkataan dari Aaric langsung saja diaamiinin oleh semua orang.
Makanan dan sarapan sudah terhidang sejak tadi dimeja yang ada disitu, namun baru sebagian orang saja yang menyantap sarapan mereka.
" Pah, Papah sama Mamah makan dulu ya, nanti kalian bisa sakit, biar Ava dan Derral Dian dan Ayah Aaric yang jagain ",, kata Dian kepada Papah Zohan dan Mamah Gretl.
" Oma dan Opa juga makan ya ",, sahut dari Aaric juga kepada Opa dan Omanya.
" Iya baiklah kami mau makan dulu, mari Tuan Alano, Nyonya Elsie ",, jawab dari Opa kepada semua orang dan menawari Mami Elsei serta Papi Alano untuk makan lagi.
Akhirnya Papah Zohan, Mamah Gretl, Opa dan Oma pun menikmati sarapan mereka disekitar jam delapan pagi lebih.
Walau sedikit terlambat, tapi itu semua karena mereka sedang tidak bern4f5u makan sama sekali.
Ketika Dian sedang sibuk mengelap tubuhnya Ava dengan telaten, tiba-tiba saja Dian melihat ada pergerakan jika Ava ingin sadar dari pingsannya.
Dian pun sontak saja langsung menghentikan gerakannya sambil terus memperhatikan gerakan Ava yang semakin signifikan saja.
Dan benar saja, ketika Dian melihat Ava sudah mulai membuka matanya, Dian pun langsung berteriak kepada semua Keluarganya.
" Ayah, Papah, Ava sudah sadar ",, teriak reflek dari Dian kepada semua orang.
Sontak saja semua orang langsung bergegas mendekat kearah brankar Ava.
Bahkan Papah Zohan dan yang lainnya pada belum selesai makan, mereka semua langsung meninggalkan makanan mereka begitu saja.
Tidak mau menunggu waktu lama, Aaric pun langsung saja memencet tombol darurat yang ada disitu untuk memanggil para Dokter.
Dan tidak berlangsung lama, para Dokter itu pun langsung datang keruang perawatan Ava dan Derral.
Dugaan para Dokter tadi sedikit meleset, yang mereka kira jika Derral yang akan sadar terlebih dahulu, ternyata salah.
Malah Ava dululah yang saat ini sudah sadar daripada Derral.
Ketika para tenaga medis sudah pada berdatangan, semua Keluarga langsung saja menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada mereka semua.
Dan setelah beberapa saat diperiksa keadaannya Ava, para tenaga medis itu menyatakan jika kondisi Ava sudah sehat dan baik-baik saja, termasuk janin yang sedang dikandungnya.
Puji syukur langsung dipanjatkan oleh semua anggota Keluarga yang ada disitu ketika mendengar jika Ava dan calon babynya sehat.
Ketika para tenaga medis tadi sudah pada kembali pergi lagi dari dalam ruang perawatan Ava dan Derral, semua Keluarga langsung saja mengerubungi Ava.
" Derral??, dimana dia sekarang?? ",, hanya itu kalimat pertama yang diucapkan oleh Ava kepada semua Keluarganya.
Semua orang langsung menyingkir sejenak untuk memperlihatkan Derral yang masih belum sadarkan diri dibrankar sampingnya.
" Derral .......... ",, kata Ava sambil meneteskan air matanya ketika melihat kondisi Derral masih tertidur dengan nyenyak seperti itu.
" Mah, Pah, Derral kenapa??, apa yang membuat dia seperti itu?? ",, kata Ava kepada kedua orang tuanya sambil menangis dengan tangisan yang cukup pilu.
" Tenang dulu ya Nak, kamu jangan begini terus, kasihan calon baby kamu, tidak baik Nak, tenang ya ",, kata Mamah Gretl mencoba menenangkan Ava.
Ava tidak bisa menanggapi perkataan dari Mamah Gretl, karena dia sedang sibuk menangis sambil menatap kearah Derral yang masih memejamkan matanya.
Sekarang Ava jadi tahu dengan perasaannya, ketika melihat Derral dalam keadaan seperti sekarang.
Ada rasa sakit dan takut kehilangan didalam diri Ava untuk Derral, yang itu artinya Ava sudah mulai mencintai Derral dan menerima Derral sebagai suaminya sepenuhnya.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...