
Derral yang sudah berdiri tepat didepannya Ava, sambil menatap Ava dengan sangat lekat sekali.
Derral langsung saja menjawab perkataannya Ava yang tadi dia berikan kepadanya.
" Kamu benar Ava, sumpah yang telah aku ucapkan kemarin sudah menimpa semua kepadaku, dan aku akui jika bukan kamu yang menolongku, pastilah saat ini Perusahaanku sudah perlahan-lahan akan hancur dengan berjalannya waktu ",, kata Derral kepada Ava dengan saling menatap satu sama lainnya.
" Dan maka dari itu sebelum kesialan semakin menimpa kepada diriku dan hidupku, lebih baik aku menjadikanmu sebagai istriku, karena semakin aku menjauh darimu, semakin pula kesialan silih berganti datang menghampiriku ",, sambung lagi perkataannya Derral kepada Ava.
" Tapi bukan begini juga caranya Derral, jika seperti ini ceritanya kamu sama saja sudah menjebakku dan juga menipuku!! ",, jawab Ava kepada Derral sambil melempar map tadi kearahnya Derral, hingga membuat berkas-berkas yang ada didalam map tersebut berhamburan diatas lantai gereja itu.
" Memangnya kenapa??......., memangnya kenapa Ava jika aku sudah menjebakmu begini??, apa ruginya kamu jika kamu menjadi istriku .............?? ",, kata Derral kepada Ava.
" Aku tampan, aku kaya, aku terkenal, apa yang kamu inginkan aku juga bisa langsung memenuhi semua kebutuhanmu?? ",, lanjut lagi perkataannya Derral kepada Ava.
" Dan apa yang kamu katakan semua, aku juga seperti itu Derral asal kamu tahu, bahkan uangku juga tidak kalah banyak darimu!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada tegasnya.
Pak Pendeta yang mendengar pedebatan dari Derral dan juga Ava, dia lalu mencoba memenuhi pertengkaran dari mereka berdua.
" Mohon maaf Tuan Derral, apakah acara pemberkatannya bisa segera dimulai?? ",, tanya Pak Pendeta kepada Derral dengan sopan.
" Iya ",,
" Tidak!! ",,
Jawab Derral dan Ava secara bersamaan, membuat Pak Pendeta menjadi bingung dibuatnya.
" Aku tidak mau, dan aku mau pergi darimu, segera akan aku urus surat perceraian kita!! ",, kata Ava kepada Derral dengan sangat tegas sekali.
Dan setelah itu Ava langsung saja pergi dari hadapannya Derral meninggalkan Derral, Egon dan juga Pak Pendeta yang sedang menatap kepergiaannya.
Derral langsung saja berlari menyusul Ava yang sudah hampir sampai didepan pintu keluar Gereja tersebut.
Sedangkan Egon dia yang bertugas meminta maaf kepada Pak Pendeta karena kekacauan yang ditimbulkan oleh Derral dan juga Ava, namun sebelum itu Egon mengambil berkas-berkas yang berserakan diatas lantai tadi terlebih dahulu.
" Iya tidak apa-apa Tuan Egon, selesaikanlah masalah mereka berdua terlebih dahulu, setelah itu jika membutuhkan bantuan saya lagi, saya siap membantu ",, jawab Pak Pendeta kepada Egon dengan ramah sekali dan juga dengan bibir yang tersenyum.
" Terimakasih banyak Pak Pendeta, kalau begitu saya permisi dulu ",, kata Egon kepada Pak Pendeta dengan sambil menundukkan sedikit badannya sebelum berlalu pergi.
Dan Pak Pendeta dia hanya tersenyum ramah serta manis saja kepada Egon.
Setelah itu Egon langsung saja berlalu pergi dari dalam Gereja untuk menghampiri Derral dan juga Ava.
Derral yang tadi sudah mengejar Ava pun dia langsung saja mencekal pergelangan tangannya Ava sebelum Ava berlalu pergi menjauh darinya.
" Ava stop ............. !!! ",, kata Derral kepada Ava sambil mencekal pergelangannya Ava.
" Apa!!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada yang sangat marah sekali.
" Kamu tidak bisa menceraikanku sampai kapanpun, karena aku tidak bakal mau berpisah dari kamu, ataupun menandatangani surat perpisahan itu ",, kata Derral kepada Ava.
" Kenapa Derral.......???!!!! ",, kata Ava kepada Derral dengan wajah yang memerah karena marah.
" Kenapa.................!!!!!! ",, kata Ava lagi kepada Derral dengan suara yang berteriak cukup keras sekali.
Ava yang emosional, dalam keadaan yang belum makan siang, dan perut yang sedikit perih dia rasakan daritadi.
Ditambah banyak fikiran karena ulahnya Derral, kepala yang daritadi sudah pusing, bertambah menjadi sangat pusing sekali, dan itu membuat Ava tiba-tiba saja langsung pingsan seketika ketika sudah berteriak kepada Derral tadi.
" Kita mau bawa Nona Ava kemana Tuan?? ",, tanya Egon kepada Derral ketika Derral sudah membawa Ava masuk kedalam mobilnya.
" Bawa saja kemansion Papahnya, yaitu Tuan Altherr ",, jawab Derral kepada Egon.
" Apa anda yakin Tuan?? ",, tanya Egon kepada Derral dengan sedikit tidak yakin.
" Iya saya sangat yakin sekali Egon, karena saya juga ingin menjelaskan kepada Tuan Altherr bahwa saya sudah menikahi Ava secara Negara dan ingin meresmikannya juga secara agama, mau tidak mau terima dan tidak terima Tuan Altherr tidak bisa memisahkan saya dengan Ava, sebab saya sudah sah menjadi suaminya Ava ",, jawab Derral kepada Egon, sambil memeluk Ava yang belum sadarkan diri itu.
" Baiklah Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.
Dan setelah itu Egon langsung saja dengan segera dan dengan kecepatan yang cukup lumayan tinggi, dia langsung mengendarai mobilnya menuju kemansionnya Papah Zohan.
Sedangkan Papi Alano yang tadi sedang membaca berkas-berkas salinan pernikahannya Derral dan Ava, dia terus mencari cara bagaimana menyampaikannya kepada Papah Zohan.
" Sungguh sangat pusing sekali kepalaku, bagaimana menceritakannya kepada Tuan Zohan tentang ulah dari anakku Derral?? ",, kata Papi Alano sambil menyandarkan punggungnya kesandaran kursinya dengan memijit pelan pelipisnya.
" Lebih baik aku pulang saja, dan akan aku rundingan dulu sama Mami ",, kata Papi Alano lagi dan sambil beranjak berdiri dari duduknya untuk pulang kemansionnya.
Dan setelah beberapa menit berkendara mengendarai mobilnya sendiri, akhirnya Papi Alano sampai juga dimansionnya.
Papi Alano langsung saja masuk kedalam mansionnya untuk mencari sang istri tercinta yaitu Mami Elsie.
" Miiii ......Mami ",, panggil-panggil dari Papi Alano kepada Mami Elsie.
Mami Elsie yang baru saja keluar dari dalam kamar pun, dia sedikit terkejut dengan kedatangan dari suaminya, sebab itu belum waktunya jam pulang kantor.
" Lho Papi ko sudah pulang, dan kenapa Papi berteriak-teriak begitu memanggil Mami?? ",, tanya Mami Elsie sambil berjalan mendekati Papi Alano.
" Sini Mi kita duduk dulu ",, ajak dari Papi Alano kepada Mami Elsie keshofa yang ada diruang keluarganya.
" Ada apa sih Pi, sepertinya Papi sedang banyak fikiran?? ",, tanya Mami Elsie kepada Papi Alano ketika mereka berdua sudah pada duduk dishofa yang ada didalam ruang keluarga.
" Baca sendiri ini Mi ",, jawab Papi Alano kepada Mami Elsie sambil memberikan map yang tadi berisi berkas-berkas pernikahannya Ava dan juga Derral.
Mami Elsie langsung saja membaca map tersebut, dan ketika Mami Elsie sudah selesai membaca, Mami Elsie dibuat sedikit bingung dengan isinya.
" Ini maksudnya bagaimana Pi, didepan berkasnya tentang surat kerjasama, yang belakang sampai akhir ko isinya surat pernikahannya Derral dengan gadis yang bernama Ava?? ",, tanya Mamah Elsie kepada Papi Alano dengan sedikit bingung.
" Dan siapa Ava itu Pi?? ",, tanya lagi dari Mamah Elsie kepada Papi Alano.
" Dia adalah gadis yang digosipkan dengan Derral kemarin yang menjadi viral Mi, dan Derral menjebak Nona Ava untuk mau menandatangi berkas-berkas pernikahan itu, dengan memanfaatkan situasi ketika Perusahaannya Papi akan kerjasama dengan Perusahaannya Nona Ava ",, jawab Papi Alano kepada Mami Elsie.
" Apaaaa??!!! ........... terus ini bagaimana ceritanya....?? ",, kata Mami Elsie dengan bingung mau berkata apa.
" Maksudnya??, itu .............. aduh Mami jadi bingung mau bicara apa tadi?? ",, sambung lagi perkataannya Mami Elsie kepada Papi Alano ketika dia lupa mau mengatakan apa.
...π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³π³...
Bersambung ah, sudah panjang Babnya lanjut part selanjutnyaπππ
...πππππππππππππ...
...***TBC***...