
Kembali kedalam kamar Via, setelah bermenit-menit lamanya menunggu dan usaha dari Leon, Ayah Markus dan Mamah Delfa untuk membangunkan Via tidak berhasil.
Akhirnya Dokter pribadinya Ayah Markuspun datang juga dirumah mewah Ayah Markus.
Sang Dokter itu langsung saja diantarkan oleh salah satu Keluarga untuk menuju kedalam kamar siVia.
" Silahkan Dok ",, kata orang yang mengantarkan Dokter tadi ketika sudah sampai didepan kamar Via.
" Terimakasih ",, jawab ramah dari sang Dokter kepada orang yang mengantarkannya.
" Ayo Dokter silahkan masuk ",, kata Mamah Delfa ketika melihat Dokternya sudah berada didepan pintu kamar Via.
Dokter itu hanya mengangguk sambil tersenyum ramah saja kepada Mamah Delfa.
Ayah Markus dan Leon yang melihat Dokternya sudah datang, mereka langsung saja menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada sang Dokter yang akan memeriksa keadaan dari Via.
Dokter itu langsung saja mengeluarkan peralatannya untuk memeriksa keadaan dari siVia yang belum sadarkan diri daritadi,
Hingga membuat semua orang yang ada dirumah itu masih harap-harap cemas menunggu kabar dari Ayah Markus, Leon maupun Mamah Delfa tentang keadaan dari siVia.
Leon, Ayah Markus, Mamah Delfa mereka bertiga masih berdiri tidak jauh dari sang Dokter sambil memperhatikan Dokter itu yang sedang memeriksa Via.
Setelah beberapa menit memeriksa keadaan dari Via, akhirnya Dokter pun selesai juga, dan dia sudah bisa mendiaknosis hal apa yang membuat Via belum sadarkan diri daritadi.
Leon yang melihat sang Dokter sudah selesai memeriksa Via, dia dengan segera langsung saja bertanya kepada Dokter tersebut.
" Bagaimana Dok, keadaan dari calon istri saya?? ",, tanya Leon kepada Dokter itu.
" Iya Dokter James bagaimana keadaan dari putri saya Via?? ",, tanya Ayah Markus juga kepada Dokter James itu.
" Nona Via dia tidak kenapa-kenapa Tuan Markus, dia hanya saja baru saja meminum obat tidur dengan dosis yang cukup tinggi, itulah mengapa Nona Via belum sadarkan diri daritadi ",, jawab Dokter James kepada Ayah Markus dan masih didengar oleh Leon dan juga Mamah Delfa yang ada disitu.
" Sejak kapan ya Tuan, Nona Via meminum obat tidur ini??, karena saya perkirakan ini akan berlangsung cukup lama, bisa sampai sekitar dua sampai tiga jam lamanya?? ",, tanya dari Dokter James kepada Leon dan juga Ayah Markus.
" Sekitar hampir empat puluh menitan yang lalu Dokter ",, jawab Leon kepada Dokter James.
" Berarti kalian semua harus menunggu beberapa jam lagi untuk melihat Nona Via terbangun Tuan ",, jawab Dokter James kepada Leon.
" Dan ini resep obat mual dan obat pusing untuk meredakan mual serta pusing yang mungkin nanti akan dirasakan oleh Nona Via ketika terbangun nanti ",, kata Dokter James kepada Leon sambil memberikan secarik kertas resep.
" Segera minumkan obat itu kepada Nona Via jika dia sudah tersadar nanti, dan Nona Via tolong suruh minum air putih yang cukup, untuk menetralkan obat tidur yang baru diminumnya tadi ",, sambung lagi perkataan dari Dokter James kepada Leon dan Ayah Markus serta Mamah Delfa.
" Baik Dokter terimakasih ",, jawab Leon kepada Dokter James.
" Terimakasih Dokter ",, kata Ayah Markus juga kepada Dokter James.
" Iya sama-sama Tuan-tuan ",, jawab Dokter James kepada Ayah Markus dan Leon.
Sedang Mamah Delfa hanya tersenyum manis dan ramah saja kepada Dokter pribadi keluarganya.
" Oh ya Mah, antarkan Dokter James keruangan MUA yang tadi juga pingsan bersama Via ",, kata Ayah Markus kepada Mamah Delfa.
" Baik Ayah ",, jawab Mamah Delfa kepada Ayah Markus.
" Mari Dokter saya antar untuk memeriksa MUA yang tadi pingsan juga ",, kata Mamah Delfa kepada Dokter James.
" Baik Nyonya ",, jawab Dokter James kepada Mamah Delfa.
Tinggallah berdua saja Ayah Markus dan Leon saja didalam kamarnya siVia.
" Ayah.......... titip Via jangan tinggalkan dia sendirian, karena Leon ingin memberi pelajaran kepada Chico!! ",, kata Leon kepada Ayah Markus.
" Iya sana pergilah Nak ",, jawab Ayah Markus kepada Chico.
Dari segi hukum, Ayah Markus walau dia rekan bisnis dari Chico, dia bisa saja menuntut Chico atas perbuatan yang sudah dilakukan Chico kepada Via.
Namun Ayah Markus memasrahkan semua keputusan kepada Leon, biar Leon saja yang akan menanganinya.
Leon yang sudah keluar dari dalam kamar Via, dia langsung saja berlalu keluar menuju kedalam kamar yang untuk menyekap Chico.
Ketika Leon baru saja sampai diruang Keluarga, semua Keluarga besarnya langsung saja mencoba menahan langkah kaki dari Leon dan bertanya kepada Leon.
" Via belum sadarkan diri Mah, Yah, karena dia terlalu banyak diberikan obat tidur oleh Chico, mohon doanya saja, semoga Via bisa segera sadarkan diri nanti ",, jawab Leon kepada kedua orang tuanya dan semua Keluarga besarnya yang ada disitu.
Semua orang yang belum pada mengerti duduk permasalahannya, mereka semua masih menerka-nerka saja apa yang sebenarnya terjadi, sambil berdoa semoga Via baik-baik saja karena sebentar lagi dia akan menikah dengan Leon.
Padahal waktu terus berjalan, dan saat ini tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lebih lima menit yang artinya jika tidak ada kendala beberapa menit lagi Leon dan Via harusnya sudah berada diatas altar.
Namun karena ada masalah yang tidak mereka duga, acara pemberkatan pernikahan dari Leon dan Via akan diundur untuk beberapa jam lagi.
Leon yang tadi sudah menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh para keluarganya, dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamar penyekapannya Chico.
Disaat Leon sudah sampai didepan kamar itu, dia langsung saja masuk kedalam kamar, dan langsung melihat Chico yang sedang berdiri diam saja sambil menatap kearah luar jendela kamar.
Ketika mendengar suara pintu terbuka, Chico tadi langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Leon.
Dan Chico yang melihat Leon masuk kedalam ruangan yang sama dengannya, dia langsung saja tersenyum miring tanpa ada rasa bersalah dan sedih sama sekali, apalagi takut tidak ada kata itu didalam diri Chico.
" Apa sebenarnya mau anda Tuan Chico??, kenapa anda begitu terobsesi ingin mendapatkan Via?? ",, kata Leon dengan sangat tegas sekali kepada Chico.
Sebelum menjawab, Chico langsung saja tersenyum miring dengan memasukkan kedua tangannya didalam saku celananya.
" Huh!!!........... anda kira saya terobsesi ingin mendapatkan Via Tuan??, anda salah besar!! ",, jawab santai dan tenang dari Chico kepada Leon.
Belum sempat Leon bertanya lagi dan Chico melanjutkan lagi perkataannya, tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka lagi dari luar.
Dan kali ini yang membuka pintunya adalah Derral.
Derral begitu sangat kasihan sekali melihat sang sahabat yaitu Chico menjadi tawanan dirumah Ayah Markus.
Alhasil Derral berusaha membujuk Leon supaya mau membebaskan Chico dan jangan membawanya kejalur hukum.
" Ada apa lagi kamu Derral berada disini??!! ",, tanya Chico kepada Derral dengan nada yang cukup dingin.
" Diam kamu Chico!! ",, kata tegas dari Derral kepada Chico.
Chico pun langsung saja berbalik badan, ketika dia dibentak seperti itu oleh Derral.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...