Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
LAKI-LAKI BERHOODIE



Saat ini Derral dan juga Ava sudah berada didalam ruang kantornya Derral.


Dan ketika sudah sampai tadi, Derral dan Ava langsung saja duduk dishofa yang ada didalam ruang kantornya Derral, dengan posisi Ava sambil menyandarkan kepalanya disandaran shofanya.


Sedangkan Derral dia langsung saja memposisikan duduknya supaya nyaman untuk mengobati Ava.


Ketika sudah dirasa nyaman, Derral pun langsung saja mengobati dahinya Ava dengan salep serta es batu yang tadi sudah diambilkan oleh Egon.


Dengan duduk saling berhadap-hadapan diatas shofa yang ada didalam ruang kerjanya Derral.


Mereka terlihat sangat dekat sekali, bahkan wajahnya Ava berada beberapa centi saja didepan wajahnya Derral.


" Aaah sakit Derral, pelan-pelan sedikit ",, kata Ava kepada Derral.


" Iya maaf ",, jawab Derral kepada Ava, sambil terus mengobati luka memarnya Ava menggunakan es batu yang sudah dibungkus dengan handuk kecil.


" Kenapa kamu sampai tidak mengetahuinya sih Derral, mempunyai karyawan yang busuk seperti itu??!! ",, kata Ava kepada Derral.


" Ya mana aku tahu Ava, aku kan juga tidak bisa mengontrol semua karyawanku, dan selama ini pun tidak ada laporan dari para client atau kolegaku yang datang kesini tentang pelayanan dari para karyawan kantor aku ",, jawab Derral kepada Ava.


" Hmm.........., benar juga apa kata kamu Derral, mungkin karyawan kamu tadi yang memang tidak menyukaiku ",, kata Ava kepada Derral sambil memejamkan matanya.


Derral yang sedang mengobati Ava, mata dia teralihkan dengan leher mulusnya Ava yang terlihat sangat jelas dimatanya ketika Ava menyandarkan kepalanya itu disandaran shofa.


Dengan perlahan Derral langsung saja mendekatkan wajahnya kelehernya Ava dan juga langsung mengecupnya singkat ketika bibirnya sudah menyentuh kulit lehernya Ava.


Ava sungguh sangat terkejut sekali dengan apa yang dilakukan oleh Derral kepada lehernya.


Dan Ava pun langsung saja membuka matanya sambil melihat kearah wajahnya Derral.


Namun Derral yang ditatap oleh Ava, dia hanya menampilkan wajah cuek santainya seperti tidak terjadi apa-apa.


" Kenapa?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan santai.


" Apa yang tadi kamu lakukan kepada leherku?? '',, tanya Ava kepada Derral.


" Tidak ada??, memangnya kenapa??, kamu kan istriku?? ",, jawab santai dari Derral lagi kepada Ava.


" Terserah!! ",, jawab Ava kepada Derral.


" Sudah yuk, kita cari makan diluar saja, suntuk sekali rasanya didalam kantor ",, ajak Ava kepada Derral.


" Baiklah ayo ",, jawab Derral kepada Ava.


Dan Derral langsung saja berdiri dari duduknya sambil mengulurkan tangannya kepada Ava.


Ava langsung saja menyambut baik tangannya Derral, dan tangannya Ava pun langsung saja digenggam erat oleh Derral.


" Sudah lepaskan saja tanganku ini Derral, aku bisa jalan sendiri ko ",, kata Ava kepada Derral.


" Tidak mau ",, jawab singkat dari Derral kepada Ava.


Dan setelah itu mereka berdua langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari dalam ruang kerjanya Derral.


Namun Derral ketika sampai didepan meja kerjanya Egon, dia langsung saja menghentikan langkah kakinya dan diikuti juga oleh Ava.


" Egon, saya akan keluar dulu dengan Ava, titip kantor, jika ada yang mencari saya suruh mereka untuk datang lain waktu saja, atau membuat janji dulu kepada kamu ",, pesan Derral kepada Egon.


" Baik Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.


Dan setelah memberikan pesan itu kepada Egon, Derral langsung saja melanjutkan langkah kakinya untuk berlalu keluar dari gedung kantornya.


Kejadian dikantor tadi sudah sangat cepat menyebar beritanya disemua penjuru kantornya Derral.


Dan setiap karyawan yang berpas-pasan dengan Derral dan juga Ava, mereka masih sedikit tidak percaya dengan pernikahannya Derral dan Ava yang tidak terdengar beritanya.


Ava dan Derral saat ini mereka berdua sudah sampai diloby kantor.


Dan mereka berdua langsung saja masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh anak buahnya Derral tadi.


Derral dan Ava belum menyadari akan hal itu, dan Derral pun masih mengendarai mobilnya dengan santai tanpa berfikir akan terjadi apa-apa kepada mereka berdua.


" Enaknya kita makan dimana Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava sambil terus mengendarai mobilnya.


" Terserah kamu saja Derral, kepalaku sedikit pusing untuk berfikir sekarang ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan Derral yang mendengar perkataannya Ava, dia langsung saja tahu restoran mana yang ingin dia tuju.


Mobil yang mengikuti Derral pun, masih terus saja mengikuti kemana arah mobilnya Derral melaju.


Dan ketika sudah beberapa menit berkendara, akhirnya Derral sampai juga diparkiran restoran bintang empat yang cukup terkenal enak-enak semua makanannya.


" Kita makan disini saja, ayo kita segera turun Ava ",, kata Derral kepada Ava ketika dia sudah memarkirkan mobilnya diparkiran restoran.


" Ayo ",, jawab singkat Ava kepada Derral.


Ava dan Derral langsung saja keluar dari dalam mobil mereka ketika mobil sudah terparkir dengan sempurna.


Dan mobil yang daritadi terus mengikuti mobilnya Derral pun, dia juga sudah memarkirkan mobilnya tidak jauh dari mobilnya Derral.


Derral dan Ava mereka berdua langsung saja masuk kedalam restoran itu untuk menikmati sarapan sekaligus makan siang, sebab waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Ketika sudah sampai didalam restoran, Ava dan Derral langsung saja mencari tempat duduk yang masih kosong.


Dan Ava sangat menyukai sekali dengan interior restoran yang dipilih Derral untuk mereka makan.


" Tempatnya bagus Derral, aku suka ",, kata Ava kepada Derral sambil tersenyum.


Derral pun hanya menjawab perkataannya Ava dengan tersenyum tipis saja.


Ketika makanan yang mereka pesan sudah datang, Ava dan Derral langsung saja menikmati makanan mereka dengan sangat tenang dan juga menikmatinya sekali.


" Makanannya pun juga sangat enak sekali Derral, lain kali kita kesini lagi ya ",, kata Ava lagi kepada Derral disela-sela makannya.


" Iya, sudah yuk dimakan lagi itu makanannya Ava ",, jawab Derral kepada Ava.


Dan disaat makanan yang mereka pesan sudah pada habis, serta Derral juga sudah membayarnya, Derral lalu mengajak Ava untuk pergi dari dalam restoran itu.


Ava dan Derral mereka berdua yang sudah sampai diparkiran mobil, ketika Derral ingin membuka pintu mobilnya yang terkunci, tiba-tiba saja dia mendengar ponselnya berdering, yang ternyata panggilan masuk dari Egon.


Derral lalu mengurungkan niatnya untuk sejenak yang ingin membuka pintu mobilnya tadi untuk menerima sambungan telefonnya Egon terlebih dahulu.


Dan Ava pun yang melihat Derral menerima telefonnya Egon dengan setia dia mau menunggu Derral selesai menelfon, sambil menyandarkan pan***tnya kekap mobilnya Derral sambil memperhatikan suasana.


Ava yang daritadi sedang memperhatikan tempat itu, mata dia sedikit terganggu dengan seorang laki-laki yang berdiri tidak jauh darinya dan juga Derral, sambil memakai hoodie berwarna hitam dengan wajah yang sedikit tertutup oleh penutup kepala hoodienya sambil terus memperhatikannya dan juga Derral.


Ava yang tidak mau berburuk sangka, dia lalu berpura-pura memainkan ponselnya sambil menunggu Derral selesai menelfon dan sambil terus melirik kearah laki-laki yang tidak jauh berdiri dari mereka itu.


Dan benar saja, firasat yang tadi dirasakan oleh Ava benar adanya.


Laki-laki berhoodie hitam itu ketika melihat Derral lengah dan juga Ava tidak memperhatikannya lagi, dia langsung saja berjalan dengan cukup cepat kearahnya Derral dan juga Ava.


Namun Ava bisa melihat pergerakan dari laki-laki itu sambil terus memainkan ponselnya.


Ava sekilas melihat benda mengkilap dari balik genggaman tangan laki-laki berhoodie itu.


Dan ketika laki-laki itu sudah sampai didekatnya Ava dan Derral, ternyata yang diincar oleh laki-laki itu adalah Derral.


Derral sendiri masih tidak sadar jika ada seseorang yang sedang mengincarnya.


Dan Ava yang melihatnya dia langsung saja mendorong Derral dengan cukup kuat sekali, alhasil Avalah yang akhirnya tertusuk benda mengkilap yang dilihat oleh Ava tadi yang ternyata sebuah pisau lipat.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...