
Ayah Markus dan Mamah Delfa yang mendengar perkataan manis dari Leon, mereka berdua langsung saja tersenyum hangat kepada Leon.
Dan didalam hati serta fikiran dari Mamah Delfa beserta Ayah Markus, jika Leon sangat pas dan cocok bersanding dengan anak perempuannya, siapa lagi kalau bukan Via orangnya.
Ketika mereka semua sudah pada selesai makan malam, Ayah Markus langsung mengajak mereka semua untuk mengobrol sejenak diruang Keluarga rumahnya.
Dan disinilah mereka semua termasuk siOzzie yang juga sudah ikut bergabung dengan mereka semua diruang Keluarga.
" Nak Leon dan Nak Tanisa kalian berdua menginap disini saja ya, karena tidak mungkin malam ini kalian akan pulang, pasti perjalanannya sangat jauh sekali ",, kata Ayah Markus kepada Leon dan Tanisa.
" Apakah tidak merepotkan Tuan?? ",, tanya dari Leon kepada Ayah Markus.
" Oh tentu saja tidak, anggap saja rumah sendiri, kan sebentar lagi jika kalian menikah rumah saya ini juga rumah kamu Nak Leon ",, jawab dari Ayah Markus kepada Leon.
Via pun yang mendengar perkataan dari Ayahnya, dia hanya bisa menampilkan wajah malasnya tanpa ada niatan ingin menyelanya.
Sebab percuma saja menyela atau membantah, karena kedua orang tuanya sudah mengira jika dirinya dan Leon sedang berpacaran.
Leon yang melihat wajah terpaksa dan sebal dari Via, dia hanya bisa tersenyum lucu dari dalam hatinya.
" Nak Leon, sudah berapa lama menjadi kekasih dari Via??, sebab Via sangat pandai sekali menyembunyikan kisah cinta kalian berdua kepada kami ",, tanya dari Mamah Delfa kepada Leon.
" Lho??, memangnya Kak Leon apa berpacaran sama Nona Via??, mereka saja bertemu baru kemarin setahu aku?? ",, kata batin dari Tanisa sambil bertanda tanya.
Leon yang ditanya seperti itu oleh Mamah Delfa dia langsung saja tersenyum manis.
Namun tidak dengan Via, dia langsung saja menunjukkan wajah kebingungannya, karena memang dia sedang bingung mau menjawab bagaimana kepada Mamah dan juga Ayahnya.
Sebab kenyataan aslinya dirinya dan Leon tidak sedang menjalin kasih.
Leon yang saat ini sedang duduk disamping Via, tanpa sungkan dia langsung saja merangkul mesra pundak Via dihadapan Ayah Markus dan Mamah Delfa.
" Kita sudah menjalin hubungan sekitar tiga bulan Nyonya, iya baru sebentar memang, namun saya sudah sangat serius sekali dengan hubungan ini ",, jawab dari Leon kepada Mamah Delfa dengan masih merangkul Via.
Via yang pundaknya dirangkul seperti itu oleh Leon, dia berusaha melepaskan rangkulan tersebut dengan cara menggoyangkan pundaknya dengan pelan.
Namun sayang, rangkulan yang Leon lakukan kepada Via cukup kuat sekali, hingga sedikit membuat ngilu tulang pundaknya.
" Benar begitu sayang ",, kata Leon juga kepada Via dengan semakin menekan rangkulan pundaknya itu.
Dan Via mau tidak mau dia terpaksa menjawab iya saja kepada Mamahnya.
" Dan tujuan saya malam ini selain menyusul Via, saya ingin melamar Via untuk menjadi calon istri saya Tuan, Nyonya, apakah Tuan dan Nyonya mengijinkan saya untuk mempersunting putri anda?? ",, kata Leon dengan gentle dan tegas kepada Ayah Markus.
Via yang mendengar perkataan dari Leon yang tiba-tiba melamarnya seperti itu dan terlihat sangat serius sekali dihadapan kedua orang tuanya, dia langsung saja membuka mulutnya karena terkejut.
Tidak cuma Via saja yang terkejut, melainkan semua orang yang ada disitu, terutama siTanisa adik kandungnya Leon.
Sebab Leon ketika berangkat tadi, dia tidak mengatakan apa-apa kepada Tanisa.
Yang Leon katakan kepada Tanisa, jika Leon ingin menjemput Via yang sedang marah dan salah faham kepadanya, sudah itu saja yang Leon katakan kepada Tanisa tadi.
" Apakah kamu serius dengan perkataan kamu itu Nak Leon untuk melamar putri saya Via?? ",, tanya Ayah Markus kepada Leon.
" Saya sangat serius sekali Tuan, dan jika diijinkan saya ingin secepatnya menikahi Via minggu-minggu ini, sebab beberapa minggu yang akan datang, saya akan lebih banyak menghabiskan waktu saya dikantor, karena saya sedang menangani banyak kasus yang dilimpahkan kepada saya beserta anak buah saya Tuan ",, jawab Leon lagi kepada Ayah Markus sambil menunjukkan wajah yang benar-benar serius sekali.
" Tuan Singa, apakah anda sedang salah minum obat?? ",, tanya Via kepada Leon.
" Iya aku memang salah minum obat Via, dan obat yang sebenarnya yang aku butuhkan ada disampingku sekarang ",, jawab simple namun terdengar romantis ditelinga orang yang mendengarnya.
Mamah Delfa yang mendengar perkataan romantis dari Leon untuk Via, dia langsung saja tersenyum manis sekali.
" Aaaaaah romantisnya calon menantu Mamah ini ",, celetuk dari Mamah Delfa kepada Leon.
" Ok, saya merestui kalian berdua, tapi bisakah Nak Leon besok ajak kedua orang tua kamu untuk datang kesini, karena saya dan istri saya ingin mengenal mereka juga ",, kata Ayah Markus kepada Leon.
" Dengan senang hati Tuan, besok akan saya ajak kedua orang tua saya untuk datang kesini, dan kebetulan rumah dari kedua orang tua saya tidak terlalu jauh dari sini ",, jawab Leon kepada Ayah Markus dengan sangat mantap sekali.
" Ayah bolehkah saya berbicara berdua saja dengan Tuan Singa ini....?? ", tanya Via mengintrupsi percakapan dari Ayah Markus dan Leon.
" Iya silahkan saja Nak, mungkin kalian berdua memang ada yang sedang ingin dibicarakan ",, jawab dari Ayah Markus kepada Via.
Via pun langsung saja mengangguk kepada Ayah Markus.
Setelahnya Via dan Leon ijin ingin berbicara berdua saja kepada Ayah Markus dan Mamah Delfa.
Via mengajak Leon untuk masuk kedalam kamarnya, supaya tidak ada yang mendengar perbincangan mereka berdua.
Sedang Tanisa ketika ditinggal sendirian disitu, dia langsung saja ditunjukkan kamar tamu oleh Mamah Delfa untuk beristirahat malam itu.
Disinilah Leon sudah berada didalam kamar pribadinya Via.
Leon yang sudah masuk kedalam kamar pribadinya Via, dia malah langsung saja memandangi keseluruhan kamar untuk menilai apakah kamar Via cocok dengannya atau tidak.
Namun Via yang melihat Leon mengamati kamarnya seperti itu, dia malah semakin sebal saja.
" Hei Tuan Singa!!, aku mengajak kamu kesini itu bukan untuk menilai kamarku, kenapa kamu malah mengamati kamarku seperti itu sih!! ",, kata Via kepada Leon.
Leon pun yang mendengar perkataan dari Via, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Via sambil tersenyum miring.
" Tuan Singa, apa yang tadi kamu katakan kepada Ayahku, kenapa kamu begitu meyakinkan sekali jika kamu ingin menikahiku?? ",, kata Via kepada Leon.
" Jika ingin bercanda jangan bawa-bawa soal pernikahan, karena aku tidak suka!! ",, kata Via kepada Leon dengan tegas.
" Dan aku itu ingin menikah untuk sekali saja seumur hidupku, bukan untuk aku permainkan seperti ini!! ",, sambung terus perkataan dari Via kepada Leon yang daritadi hanya diam saja.
" Kamu selain pandai masak, ternyata juga sangat cerewet sekali ya?? ",, kata Leon sambil melangkahkan kakinya maju kedepan.
Dan membuat Via reflek memundurkan langkah kakinya.
" Siapa yang suka mempermainkan pernikahan Nona Via?? ",, kata Leon lagi kepada Via dengan masih melangkahkan kakinya maju kedepan.
" Aku pun inginnya juga menikah untuk sekali seumur hidupku ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Via.
Hingga akhirnya kaki dari Via yang daritadi berjalan mundur kebalakang, sudah mentok dan menabrak pinggiran ranjang.
Leon yang melihat Via tidak bisa mundur lagi, dia langsung saja mendorong Via hingga jatuh keatas ranjang.
Dan tanpa menunggu waktu lama lagi Leon langsung saja menindih badan Via dan mengukungnya dengan kedua tangan kekarnya.
...❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️...
Hayo sudah mulai traveling tuh fikiran para readers ya,🤭.
Sabar-sabar, masih banyak kelanjutannya😁.
Tapi tunggu part selanjutnya ya😅.
Dan untuk Chico sendiri, sekarang bukan partnya Chico😉.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...