Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KETERKEJUTAN TANISA



Karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, akhirnya Keluarga Altherr memutuskan berpamitan pulang kepada semua Keluarga yaitu Ayah Markus dan juga Keluarganya Leon.


" Tuan Leon, titip Via ya, maafkan saya yang tidak bisa terlalu lama menunggui Via di sini, karena saya sendiri sekarang mudah sekali ngedrop kondisinya semenjak hamil ",, kata Ava kepada Leon.


" Iya Nyonya Ava tidak apa-apa, sudah kewajiban saya menjaga, melindungi dan juga menyayangi Via ",, jawab Leon kepada Ava.


" Tuan Leon, saat inilah cinta anda kepada Via sedang diuji oleh keadaan, apakah anda sanggup bertahan atau tidak ",, kata Derral kepada Leon.


Derral lalu mengajak berjabat tangan kepada Leon, dan Leon pun membalas jabat tangan tersebut.


" Bertahanlah, semuanya akan indah pada waktunya, karena saya yakin anda pasti bisa menjalani ini semua ",, kata Derral lagi sambil menepuk pelan lengannya Leon seperti memberikan semangat.


" Terimakasih banyak Tuan Derral, tidak salah jika Tuan Chico begitu setia menjadi sahabat anda ",, kata Leon kepada Derral.


" Jika anda mau saya juga bisa menjadi sahabat baik anda Tuan Leon, setiap saat saya mau membantu anda jika anda membutuhkan bantuan saya ",, jawab Derral kepada Leon.


" Sekali lagi terimakasih Tuan atas tawarannya, dengan senang hati saya akan menerimnya ",, kata Leon kepada Derral sambil tersenyum ramah khas seorang laki-laki.


Ava yang melihat Derral dan Leon bisa cukup dekat seperti itu, dia hanya bisa tersenyum saja dalam diamnya.


Sedangkan untuk para Papah dan Mamah, tadi Papah Zohan dan Mamah Gretl pun juga sudah melihat secara dekat kondisi dari Via yang kepalanya masih diperban seperti itu.


Mereka berdua sebagai orang tua tentu saja merasa sangat bersedih sekali melihat keadaan Via yang seperti itu.


Terlebih lagi Via juga sudah mereka anggap sebagai anak kandung mereka sendiri seperti Ava.


Tapi sekarang hanya doa sajalah yang dibutuhkan oleh Via supaya Via bisa segera sadar dan tidak mengalami cedera yang berkepanjangan.


" Tuan Markus, berhubung ini sudah malam, kami semua mau permisi pulang dulu, supaya kalian semua bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman ",, kata Papah Zohan kepada Ayah Markus.


" Sebelumnya terimakasih Tuan Zohan, anda sudah mau jauh-jauh datang ke sini menjenguk dan melihat keadaan dari Via ",, jawab Ayah Markus kepada Papah Zohan.


" Anda itu bicara apa Tuan Markus ",, kata Papah Zohan kepada Ayah Markus.


" Via itu sudah saya dan istri saya anggap sebagai anak kandung sendiri sama seperti Ava, kenapa anda berbicara begitu ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Ayah Markus.


Ayah Markus langsung saja tertawa pelan mendengar teguran dari Papah Zohan.


" Sungguh beruntung sekali Via bisa memiliki sahabat sebaik Ava Tuan Zohan ",, sahut dari Mamah Delfa kepada Papah Zohan.


" Iya, Via juga sama-sama anak yang baik ko Nyonya ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mamah Delfa.


" Kalau begitu kami permisi ya Tuan Markus, Nyonya Delfa, Tuan, Nyonya, dan Tuan Leon semuanya ",, kata Papah Zohan lagi kepada semua orang.


" Iya Tuan Zohan terimakasih dan hati-hati dijalan ",, kata dari Leon kepada Papah Zohan.


" Iya Tuan terimakasih ",, kata Ayah Cana juga kepada Papah Zohan.


Dan setelah acara berpamitan itu, semua Keluarga Altherr langsung saja pada berlalu keluar dari dalam ruang perawatan Via menuju ke parkiran rumah sakit.


Sesampainya di parkiran rumah sakit, mereka semua langsung saja pada masuk ke dalam mobil milik mereka sendiri-sendiri.


Sepeninggalan dari Keluarga Altherr tadi, tiba-tiba saja ponsel milik Ayah Cana berdering dengan cukup keras sekali.


Suara dering ponsel itu langsung mengalihkan pandangan semua orang ke arah Ayah Cana.


Ketika Ayah Cana sudah melihat siapa yang menelfonnya, ternyata sambungan telefon itu dari Tanisa.


Padahal tadi Tanisa sudah coba ditelepon oleh Ayah Cana namun ponselnya tidak aktif, sebab Tanisa lupa mengcharger baterai ponselnya.


Terlebih lagi Tanisa juga lupa membawa power bank miliknya, alhasil Tanisa tidak bisa dihubungi sama sekali oleh Ayah Cana.


Sesampainya di rumah, Tanisa yang sudah selesai mandi dia langsung saja menyalakan ponselnya.


Dan Tanisa melihat ada banyak notifikasi panggilan tidak terjawab dari Ayah Cana.


Tidak mau menunggu waktu lama, bahkan Tanisa saat ini masih memakai bathrobenya dia langsung memilih menghubungi Ayah Cana terlebih dahulu.


" Halo Tanisa, kamu kemana saja seharian ini, Ayah telepon kenapa tidak bisa?? ",, kata Ayah Cana kepada Tanisa ketika sudah mengangkat sambungan telepon dari Tanisa.


Ayah Cana memilih menjawab telepon dari Tanisa di luar ruang perawatan Via, supaya tidak mengganggu suasana di dalam.


" Halo Ayah, Tanisa seharian tadi lagi les makeup, dan ponsel Tanisa mati karena baterainya habis, Ayah kenapa menelfon Tanisa banyak sekali seperti itu?? ",, jawab Tanisa kepada Ayah Cana.


" Via Tanisa, Kakak ipar kamu tadi siang baru saja mengalami kecelakaan mobil, dan saat ini dia sedang baru saja menjalani 0p3r451 ",, kata Ayah Cana kepada Tanisa.


" Apaaaaa Ayah??!!!! ",, jawab Tanisa dengan nada yang sangat super terkejut sekali.


Tanisa benar-benar sangat terkejut sekali dengan kabar yang baru saja didengarnya itu.


Bahkan jantung dia seakan berhenti beberapa detik karena saking terkejutnya mendengar kabar tersebut dari Ayah Cana.


" Iya Tanisa, cepat kamu datang ke sini, dan nanti Ayah akan kirimkan alamat rumah sakitnya lewat pesan saja, sekalian juga kamu bawakan pakaian untuk Kakak kamu Leon, dia daritadi masih memakai seragam polisinya, sama baju untuk Via juga ",, kata Ayah Cana kepada Tanisa.


" Baik-baik Ayah, Tanisa akan segera datang kesana, kalau begitu Tanisa mau bersiap-siap dulu ya Ayah ",, jawab Tanisa kepada Ayah Cana.


" Iya nanti hati-hati ya Nak perjalanan kesininya, karena jarak rumah sakitnya sangat jauh dari rumah Kakak kamu Leon ",, kata Ayah Cana kepada Tanisa.


" Iya Ayah ",, jawab Tanisa lagi kepada Ayah Cana.


Dan akhirnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Setelah selesai menelfon Ayah Cana, Tanisa langsung saja bergegas untuk bersiap-siap menuju kerumah sakit tempat Via sedang dirawat.


Walau waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi itu tidak menyurutkan niat dari Tanisa ingin datang ke rumah sakit malam itu.


Setelah Tanisa sudah selesai bersiap-siapnya, Tanisa langsung saja segera menyiapkan baju milik sang Kakak dan juga Via.


Semua baju-baju itu Tanisa sengaja masukkan kedalam koper milik Leon supaya Tanisa nanti mudah dalam membawanya.


Seperti orang pindahan saja, namun Tanisa memang sengaja melakukan itu, sebab mereka tidak bisa pulang dengan seenaknya karena perjalanan yang akan di tempuh cukuplah jauh.


Akhirnya Tanisa saat ini sudah berada diperjalanan menuju ke rumah sakit tempat Via sedang dirawat, dan itu adalah kali pertama bagi Tanisa bisa berkendara malam hari sendirian serta juga jaraknya sangat jauh sekali yang akan dia tempuh.


...🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋...


Ayo mampir-mampir🤗🤭



...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...