Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DERRAL MALU



Ava sungguh sangat terkejut sekali ketika dia sedang asik bertelefon ria dengan Opanya tiba-tiba ada seorang laki-laki yang cukup tampan duduk dikursi depannya.


Hingga Ava sampai reflek mematikan sambungan telefon Opanya karena saking terkejutnya tadi.


Mungkin Opanya Ava bertanya-tanya ketika tiba-tiba sambungan telefonnya dengan Ava langsung saja mati.


" Disculpe seΓ±or, quien es usted, nos conocemos?? "


" ( Maaf tuan, anda siapa, apa kita saling mengenal?? ) ",, tanya Ava kepada Chico yang sudah duduk dikursi depannya menggunakan bahasa khas mereka, yaitu Bahasa Spanyol.


" No seΓ±orita, no nos conocemos, pero tal vez mi amigo la conozca "


" ( Tidak Nona, kita tidak saling mengenal, tapi mungkin teman saya mengenal anda ) ",, jawab Chico kepada Ava sambil menggunakan Bahasa Spanyol juga, dan juga sambil mengalihkan pandangannya kebelakangan dengan tangan yang menunjuk Derral.


Ava langsung saja mengikuti arah pandang yang ditunjuk oleh Chico.


Dan Derral yang melihat Ava melihat kearahnya, dia hanya berpura-pura cuek dan acuh sambil menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya dengan sambil menyandarkan punggungnya kekursi yang didudukinya.


Ava yang mengenali wajahnya Derral dia langsung saja menunjukkan wajah tidak sukanya kepada Derral.


" Oh wong lanang kui maneh, walah, kae wong lanang sombong "


" ( Oh laki-laki itu lagi, halah, dia laki-laki sombong ) ",, kata Ava ketika sudah melihat wajahnya Derral sambil menggunakan Bahasa Jawa.


Chico yang mendengar Ava menggunakan Bahasa yang tidak dia mengerti, dia langsung saja membuka sedikit mulutnya sambil menatap Ava dengan bengong.


" Maaf Nona, apa yang Nona bicarakan??, saya tidak mengerti perkataannya Nona?? ",, kata Chico kepada Ava.


" Maaf Tuan, cari saja digoogle translate, dan mohon maaf bisakah anda pergi dari hadapan saya, karena saya ingin menikmati makanan saya tanpa adanya yang mengganggu ",, kata Ava dengan nada yang cukup dingin dan tegas kepada Chico ketika tiba-tiba dia merasa kesal dengan Derral.


Ava sebenarnya tidak marah dan biasa saja kepada Chico yang tiba-tiba duduk dikursi depannya, namun Ava menjadi kesal dan sebal ketika sudah melihat wajahnya Derral lagi berada dalam satu Cafe dengannya.


" Kalau begitu saya permisi Nona, maaf mengganggu anda ",, kata Chico kepada Ava.


Dan Chico langsung saja beranjak pindah kekursi depannya Derral lagi.


Ava menjadi sedikit tidak n4fsu makan ketika melihat wajahnya Derral.


Dan Ava makan pun menjadi malas-malasan, jika dia belum terlanjur pesan makanan, Ava mungkin sudah beranjak pergi dari Cafe tersebut.


Ava selama tinggal diIndonesia bersama Opanya, dia menjadi pribadi yang lebih baik, terlebih lagi teman-temannya adalah pekerja divila sang Opa yang notabennya adalah orang tidak punya.


" Dia cantik-cantik galak sekali bro ",, kata Chico kepada Derral ketika sudah duduk dikursinya lagi sambil berbisik takut didengar oleh Ava.


Derral yang melihat sifat angkuh dan judesnya Ava kepada Chico tadi, entah kenapa dia juga menjadi sedikit tidak suka.


Dan malah menjawab perkataannya Chico yang berbisik-bisik itu dengan suara yang cukup keras, supaya didengar oleh Ava.


" Cantik apanya, dia itu tidak cantik, cantikan para wanita yang mengejar-ngejarku, apalagi Bahasa yang dia gunakan sungguh sangat aneh sekali, mungkin sebelumnya dia tinggal diPlanet lain, bukan dibumi ini ",, jawab Derral kepada Chico sambil menyindir Ava.


" Bro kamu apa-apaan sih, jangan keras-keras, takut dia mendengar ",, kata Chico kepada Derral sambil berbisik lagi.


" Memangnya aku menyindir dia, kan aku tidak menyebutkan nama dia ",, jawab Derral kepada Chico dengan mata yang melirik kearahnya Ava.


Ava sebenarnya tahu, jika Derral menyindirnya, cuma Ava membiarkannya saja, karena dia tidak mau termakan emosi, sebab itu ditempat umum.


Jadi Ava sekuat tenaga menahan rasa marahnya kepada Derral, sambil terus menghabiskan makannya dengan cepat-cepat.


Namun ketika melewati mejanya Derral, Derral malah dengan sengaja menahan Ava dengan memegang erat pergelangan tangannya Ava.


" Biar aku saja Nona yang membayarnya, sebagai tanda terimakasihku untuk yang tadi sudah menolongku ",, kata Derral kepada Ava dengan nada yang sopan, tapi sayang wajahnya Derral menunjukkan sebaliknya.


Wajahnya Derral malah terkesan sombong sekali kepada Ava.


Ava yang mendengar perkataannya Derral, dia langsung saja memanggil waitress untuk datang kepadanya.


" Iya Nona ",, kata waitress itu kepada Ava ketika dia sudah sampai didepannya Ava.


Sedangkan Chico dia hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan Derral dan juga Ava.


" Ini uang untuk membayar makanan saya dan makanan Tuan-tuan ini ",, kata Ava sambil mengeluarkan sejumlah uang yang berjumlah cukup banyak dan langsung Ava taruh diatas meja depannya Derral.


" Baik Nona ",, jawab waitress itu kepada Ava sambil mengambil uang yang tadi Ava taruh diatas meja tersbeut.


Waitress tadi langsung saja mentotal jumlah makanan yang dipesan oleh Ava dan juga Derral maupun Chico dimeja kasir.


Setelah kepergian dari waitress tersebut, Ava langsung saja melenggang pergi dari hadapannya Derral tanpa mengucapkan satu patah kata pun kepada Derral.


Dan Derral yang merasa tersinggung dengan sikapnya Ava yang membayarinya seperti itu, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Ava.


" Esperar " ( Tunggu ) ",, kata Derral mencegah Ava pergi sambil menarik pergelangan tangannya Ava lagi sambil menggunakan Bahasa Spanyol.


Ava langsung saja berhenti dan langsung juga menghadap kearahnya Derral.


" Ini uang anda, saya kembalikan, saya tidak bisa menerima pemberian dari orang asing ",, kata Derral kepada Ava sambil mengeluarkan sejumlah uang dan langsung menaruhnya ditelapak tangannya Ava.


Cukup sudah kesabarannya Ava diuji terus oleh Derral daritadi.


Dan Ava yang sudah jengkel dengan Derral, dia lalu membalasnya dengan perkataan yang tidak Derral duga.


" No necesito tu dinero, lo que necesito es tu responsabilidad por violarme esa noche. Β‘No soy la perra que usas mucho, claramente lo sabΓ­as muy bien esa noche! "


" ( Aku tidak butuh uang kamu, yang aku butuhkan adalah pertanggung jawabanmu yang sudah memperk054ku malam itu.


Aku bukan jalan9 yang sering kamu pakai, kamu jelas-jelas sangat tahu malam itu!! ) ",, kata Ava kepada Derral dengan sedikit berteriak sambil melemparkan uang yang tadi diberikan oleh Derral kepadanya kewajahnya Derral.


Setelah berkata seperti itu kepada Derral dengan akting yang cukup meyakinkan semua pengunjung Cafe, Ava langsung saja melangkahkan pergi dari dalam Cafe tersebut.


Meninggalkan Derral yang sangat malu sekali kepada semua orang karena perkataannya Ava tadi.


Sebab pengunjung Cafe yang mendengar perkataan kerasnya Ava, mereka semua langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Derral.


Sambil menatap Derral dengan tatapan marah dan mencibir Derral.


Sungguh Derral sangat tidak menyangka bisa dipermalukan oleh Ava ditempat umum seperti itu.


Tanpa memunguti uang yang tadi sudah dilempar Ava kearahnya, Derral langsung saja melangkahkan kakinya pergi juga dari dalam Cafe tersebut.


Meninggalkan Chico yang kebingungan sendiri dengan situasi tersebut.


...πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š...


...***TBC***...