
Pandangan dari semua orang yang ada didalam ruang perawatan Ava, langsung saja melihat kearah kedatangan dari Papah Zohan, Papi Alano dan juga Derral.
" Ava, kamu sudah sadar Nak?? ",, tanya dari Papah Zohan sambil berjalan kearah brankar Ava diikuti oleh Derral juga.
Mamah Gretl dan Mami Elsie yang berada disebelah brankar Ava, mereka berdua lalu menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada Papah Zohan dan Derral yang ingin berbicara kepada Ava.
" Iya Pah ",, jawab Ava sambil tersenyum kepada Papah Zohan.
" Ava ",, panggil Derral juga kepada Ava ketika Derral sudah sampai disamping brankarnya Ava.
Ava hanya tersenyum tipis saja ketika dipanggil oleh Derral.
" Jujur aku senang sekali melihatmu sudah sadar, dan terimakasih karena kamu sudah mau menolongku tadi ",, kata Derral kepada Ava.
" Iya, itu sudah kewajibanku sebagai seorang istri juga Derral ",, jawab Ava kepada Derral.
" Jika sudah tahu kewajiban kamu, berarti sudah bisa dong kita........... ?? ",, kata Derral kepada Ava sambil mengangkat sebelah alisnya kepada Ava.
Dan Ava pun yang melihat serta mendengar perkataan dari Derral dihadapan semua Keluarganya, dia langsung saja melototkan matanya kepada Derral.
" Kamu belum melakukan itu sama Ava Derral?? ",, tanya Papah Zohan kepada Derral yang sedang berdiri diseberang brankar yang satunya.
Derral yang lupa jika masih ada semua Keluarganya disitu, dia langsung saja mengusap tengkuknya karena malu ketika mendengar perkataan dari Papah Zohan.
" Kasihan.......... ",, ejek dari Papah Zohan kepada Derral sambil tertawa dengan cukup keras sekali.
Dan suara tawa dari Papah Zohan menular kesemua orang yang ada disitu, kecuali Ava.
Sebab Ava dia sama malunya dengan Derral.
" Sepertinya kamu juga harus berpuasa lagi Derral, karena perutnya Ava kan belum boleh diajak bekerja keras ",, goda dari Papi Alano juga kepada Derral.
Lagi-lagi candaan serta godaan dari Papi Alano membuat semua orang langsung saja mentertawakan Derral lagi.
Ava yang gemas, dia reflek langsung saja memukul tangannya Derral, karena ulah Derrallah mereka berdua menjadi dibuat candaan seperti itu oleh semua keluarganya.
" Sudah-sudah, sepertinya mereka berdua sedang malu tuh, lagian salah siapa, seharian didalam kamar berdua saja, tapi mereka tidak berbuat apa-apa?, terus mereka sedang apa sebenarnya didalam kamar?? ",, kata Mamah Gretl juga ikut menimpali perkataan dari semua orang sambil ikut-ikutan menggoda Derral dan juga Ava.
" Mamah............... ",, kata Ava kepada Mamah Gretl.
Mamah Gretl dia hanya tertawa lucu saja ketika melihat wajah Ava dan Derral sedang memerah malu seperti itu, namun Derral tetap berusaha cool dihadapan mereka semua.
Jika mereka semua sedang pada tertawa dan sambil menggoda Derral dan juga Ava yang masih hangat-hangatnya sebagai pengantin baru.
Diluar ruangan perawatan Ava, tepatnya diparkiran rumah sakit, Via dan Chico mereka berdua secara tidak sengaja bisa datang bersamaan kerumah sakitnya.
Jika niat Via datang kerumah sakit ingin menjenguk Ava, berbeda pula dengan Chico, sebab Chico datang kerumah sakit hanya untuk membuktikan kebenaran dari perkataannya Derral tadi.
" Anda lagi!! ",, kata Via ketika dia tidak sengaja bisa masuk kedalam loby rumah sakit secara bersamaan dengan Chico.
" Kenapa anda ada disini??, anda mengikuti saya ya Tuan?? ",, kata Via lagi kepada Chico yang hanya diam saja daritadi.
" Huh!!, pasti anda sengaja kan mengikuti saya, bilang saja deh ",, kata Via lagi kepada Chico.
Namun Chico dia masih diam saja sambil terus menatap kearah wajah dari Via.
" Jika dilihat-lihat ternyata wanita ini cantik juga ",, kata batin dari Chico ketika dia melihat wajah dari Via yang sedang tidak menggunakan kaca mata.
" Tuan, hello, anda pasti tersepona kan melihat saya ",, kata Via lagi dengan gaya centilnya seperti biasanya.
" Anda itu bisa berbicara tidak Nona, mana ada kata tersepona??, yang ada itu terpesona ",, kata Chico dengan tiba-tiba kepada Via.
" Oh saya kira anda sedang sakit gigi Tuan karena diam saja daritadi ketika saya ajak berbicara ",, kata Via kepada Chico.
" Oh ya Tuan, tolong tangan anda begini dong ",, kata Via kepada Chico sambil menyuruh tangannya Chico menengadah seperti orang sedang berdoa.
Dan bodohnya Chico dia malah menurut saja apa kata Via.
" Awas jangan sampai terjatuh, karena didalam situ ada barang-barang penting milik saya Tuan, seperti bra dan cel4n4 d4l4m saya ",, kata Via kepada Chico.
Dan setelahnya Via langsung saja meninggalkan Chico, membuat Chico mau tidak mau langsung saja mengikuti langkah kakinya Via dengan sambil menggerutu.
" Nona, hei Nona berhenti ",, panggil Chico kepada Via sambil menarik koper dari Via dengan ekspresi jengkelnya sebab dia bisa berhasil dikerjai oleh Via.
Namun Via dia tidak mempedulikan panggilan dari Chico, Via tetap melangkahkan kakinya untuk terus menuju kedalam ruang perawatannya Ava.
Salah satu pengunjung rumah sakit yang melihat dan mendengar Chico memanggil-manggil Via terus, dia langsung saja menegur Via, ketika Via daritadi dipanggil Chico tidak berhenti juga.
" Nona, itu dipanggil bodyguardnya itu lho daritadi ",, kata salah satu pengunjung rumah sakit kepada Via.
" Oh iya Nyonya terimakasih, saya tidak mendengar soalnya ",, jawab Via kepada pengunjung rumah sakit itu sambil menghentikan langkah kakinya.
Dan Via pun akhirnya menunggu Chico sampai Chico berada didepannya.
" Kenapa lambat sekali sih jalannya, ayo segera jalan ",, kata Via kepada Chico yang sudah berada didepannya dengan sengaja sambil terus mengerjai Chico.
" Nona jangan marah-marah seperti itu, kasihan........ bodyguardnya Nona itu ganteng sekali, boleh dong saya nikahkan dengan anak saya ",, kata pengunjung rumah sakit itu kepada Via.
" Oh boleh Nyonya silahkan jika dia mau ",, jawab Via sambil tertawa kecil kepada pengunjung rumah sakit itu.
Sedangkan Chico yang daritadi dikerjai terus oleh Via, dia sudah menahan rasa gemasnya kepada Via.
Dan Via yang melihat wajah kurang enak dipandang dari Chico, dia langsung saja berpamitan kepada pengunjung yang mengajaknya berbicara.
" Kami permisi dulu ya Nyonya ",, kata Via lagi kepada pengunjung rumah sakit itu.
" Silahkan Nona ",, jawab pengunjung itu dengan sopan kepada Via.
Dan setelahnya Via langsung saja melangkahkan kakinya lagi untuk menuju keruang perawatan dari Ava dengan Chico yang berjalan disampingnya dengan masih sambil menarik koper milik Via.
Ketika Via sedang berjalan berdua dengan Chico tiba-tiba lagi ada yang menyapa Via lagi.
" Nyonya suaminya tampan sekali, apakah dia mempunyai kembaran?? ",, kata seorang wanita yang sudah berumur kepada Via.
Chico yang dikira suaminya, Via langsung saja memeluk lengan dari Chico dengan mesra, membuat Chico langsung saja tersenyum tipis sekali.
" Maaf Nyonya, suami saya dia limited edition, dan satu-satunya didunia ini ",, jawab Via kepada ibu-ibu itu.
" Sayang sekali ya, siapa tahu dia mempunyai kembaran, kan bisa saya nikahkan dengan anak saya yang perawat disini ",, jawab dari ibu-ibu itu kepada Via.
" Boleh juga Nyonya, aku mau jika anaknya Nyonya mau ",, sahut Chico dengan tiba-tiba kepada Ibu-ibu itu untuk mengikuti cara mainnya Via.
Via entah kenapa ketika mendengar perkataan dari Chico dia reflek lansung saja memukul lengannya Chico dengan ekspresi istri yang seperti sedang cemburu.
" Suami anda lucu juga ya Nyonya ",, kata ibu-ibu itu kepada Via.
" Iya Nyonya, saking lucunya, saya sampai sering gemas kepada dia ",, kata Via sambil mencubit pipinya Chico dengan cukup kencang sekali.
Membuat Chico langsung saja menahan rasa sakit dipipinya itu.
Sungguh aktingnya Via daritadi membuat Chico semakin tertarik saja kepada Via.
Dan setelah berbasa basi sebentar dengan ibu-ibu tadi, Via langsung saja melanjutkan langkah kakinya lagi menuju keruang perawatan Ava dengan tanpa sadar masih memeluk tangannya Chico.
Sedang Chico sendiri yang sadar akan kelakuan dari Via, dia hanya membiarkan saja.
Sebab Chico dia menikmati jika Via jalan sambil menggandengnya seperti itu.
Malahan Via dan Chico terlihat seperti sepasang pengantin baru yang kesasar honeymoonnya kerumah sakit, sebab Chico dia berjalan sambil menarik koper milik Via.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...