
Masih Via dan Leon.
Ketika Via sudah mengalungkan kedua tangannya dipundak Leon, Via pun dengan sengaja menekan tengkuk Leon supaya semakin mendekat saja kearah wajahnya.
Setelahnya ya seperti yang sudah kalian semua fikirkan, Via dan Leon berciuman mesra dengan posisi i**im seperti itu.
Hanya sebentar saja ciuman yang mereka lakukan, karena Via melepaskannya terlebih dahulu.
" Honey kenapa tadi kamu berbicara jika rumah didepan adalah mas kawin yang kamu berikan kepadaku??, bukannya aku membeli rumah itu dengan uangku sendiri ya, dan lagipula uang Honey pada waktu membeli rumah itu sudah aku ganti ",, kata Via kepada Leon.
" Apakah kamu tidak mengecek pemberitahuan diponsel atau dibank yang kamu miliki sayang?? ",, kata Leon kepada Via.
Via pun reflek langsung menggelengkan kepalanya kepada Leon.
" Aku sudah mengembalikannya kerekening kamu sayang, coba cek saja sendiri ",, kata Leon lagi kepada Via.
Via langsung saja mengambil ponselnya yang dia taruh diatas ranjang sebelahnya.
Setelahnya Via lalu mengecek Bank miliknya apakah benar yang dikatakan Leon kepadanya.
Sungguh Via sangat terkejut sekali ketika sudah mengecek isi saldo serta pemberitahuan yang ada direkeningnya, sebab ada transferan uang masuk kedalam rekeningnya dan jumlahnya sangat banyak sekali.
" Honey, ini kebanyakan, kan harga rumahnya tidak segini?? ",, kata Via kepada Leon.
Leon sebelum menjawab perkataan dari Via, dia langsung saja berdiri dari atas tubuhnya Via.
Sedang Via sendiri dia langsung duduk dari rebahannya sambil mengotak-atik ponselnya.
" Iya sayang, aku sengaja melebihkannya, lagipula uang aku sekarang juga uang kamu dan aku niatkan rumah itu sebagai mas kawin yang aku berikan kepadamu ",, kata Leon kepada Via sambil melepaskan kemeja yang dipakainya.
Leon lalu mengambil dompet miliknya yang dia taruh disaku celananya.
" Ini bawalah salah satu kartu kredit milikku, paswordnya satu tiga tiga nol nol nol ",, kata Leon sambil memberikan kartu kredit miliknya kepada Via.
Via langsung menerima kartu tersebut dengan mulut yang sedikit terbuka.
" Apakah kamu serius Leon aku boleh membawa kartu kredit kamu ini?? ",, tanya Via kepada Leon.
" Iya boleh, karena itu juga nafkah dariku sayang ",, jawab Leon kepada Via.
" Ok, itu artinya bisa aku habisin dong uang kamu ini ",, canda dari Via kepada Leon sambil tertawa.
" Iya terserah kamu mau beli yang kamu suka, tapi dengan syarat, semuanya harus yang berfaedah dan sesuai dengan persetujuan dariku, bagaimana Via apa kamu bisa?? ",, kata Leon kepada Via.
" Siap Tuan Jenderal laksanakan ",, jawab Via sambil hormat kepada Leon.
Leon langsung saja tertawa melihat tingkah Via sambil mengacak-acak rambutnya dengan gemas.
Setelah itu Leon memilih melangkahkan kakinya menuju kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti baju.
Sedang dibeda Negara lagi, lebih tepatnya diNegara London.
Saat ini Chico sedang berada dirumah mewahnya yang baru saja dia beli kemarin.
Chico sangat menikmati waktu kesendiriannya didalam rumah tersebut sambil meminum wine terbaik yang dia punya.
Chico sudah menyuruh sekretarisnya yaitu Ben untuk mengurus surat pindahannya keLondon.
Walau surat - suratnya belum selesai diurus, tapi Chico dan Mamahnya sudah pindah keLondon sejak kemarin.
Ketika Chico sedang melamun didekat jendela rumahnya sambil menikmati wine miliknya, tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh salah satu perawat yang merawat Mamahnya, yaitu Mamah Elsa.
" Tuan Chico, Nyonya Elsa sudah siap Tuan, dan dia juga sudah cukup tenang sekarang ",, lapor dari salah satu perawat kepada Chico.
" Baik Tuan ",, jawab perawat itu kepada Chico.
Karena memang tadi Mamah Elsa sedikit mengamuk ketika tahu akan dibawa kerumah sakit oleh Chico.
Chico yang sedikit kewalahan menenangkan Mamah Elsa, dia lalu menyerahkan tugas tersebut kepada para perawat sang Mamah.
Dan ketika mendengar laporan dari perawat tadi, Chico langsung menenggak habis wine yang ada digelas miliknya.
Setelah itu Chico langsung saja menemui sang Mamah untuk dia bawa kerumah sakit.
" Kita mau kemana Chico?? ",, tanya Mamah Elsa kepada Chico ketika mereka sudah duduk didalam mobil.
" Kita mau kerumah sakit Mah, kita mau mengunjungi Dokter, Dokternya itu adalah teman Chico yang sudah lama tidak Chico temui, apakah Mamah tidak mau melihat teman Chico?? ",, kata Chico kepada Mamahnya dengan lembut sambil sedikit berbohong.
" Mau, tapi nanti katakan kepada teman kamu itu ya jangan sampai berani menyuntik Mamah, nanti tubuh Mamah bisa bolong ",, kata Mamah Elsa kepada Chico.
" Baik Mah ",, jawab Chico kepada Mamahnya sambil tersenyum.
Chico kali ini tidak mengendarai mobilnya sendiri, melainkan disopiri oleh anak buahnya.
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit lamanya, mobil yang Chico serta Mamah Elsa tumpangi sampai juga didepan rumah sakit tersebut.
Ketika Chico sedang berjalan sambil menuntun sang Mamah masuk kedalam loby rumah sakit, dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan yang juga baru saja masuk juga kedalam rumah sakit dengan tergesa-gesa.
" Hei, kalau jalan pelan-pelan dong, nanti kalau Mamah saya jatuh bagaimana?? ",, tegur dari Chico kepada wanita tersebut.
" Maaf Tuan, saya tidak sengaja, karena saya sedang terburu-buru ",, kata wanita itu kepada Chico.
" Sekali lagi maafkan saya Tuan ",, kata wanita itu lagi sambil sedikit menundukkan tubuhnya kepada Leon.
Dan setelahnya wanita itu langsung pergi masuk kedalam rumah sakit, meninggalkan Chico yang menggerutu sendiri.
" Dimana ya ruangan Dokter itu, Ben mengatakan ........... aah mungkin belok kesini ",, kata batin dari Chico sambil melihat kepetunjuk jalan yang ada didepannya.
" Mamah tunggu disini sebentar ya, Chico mau bertanya kepada suster dulu, soalnya Chico lupa ruangan dari teman Chico dimana ",, kata Chico kepada Mamah Elsa sambil mendudukkan Mamah Elsa dikursi tunggu.
Walau ketakutan bertemu banyak orang seperti itu dirumah sakit, Mamah Elsa tetap mengangguk kepada Chico dengan tubuh yang gemetaran.
Chico pun lalu sedikit berjalan beberapa langkah untuk bertanya kepada suster dimana ruang praktek dari Dokter Joyce.
Para suster itu pun langsung saja menunjukkan dimana ruangan Dokter Joyce berada.
Ketika Chico sudah mendapatkan informasinya dan ingin berbalik badan berjalan kearah sang Mamah lagi, dia tidak sengaja lagi menabrak seorang wanita.
Wanita itu adalah wanita yang sama yang bertabrakan dengan Chico tadi diloby rumah sakit.
Adegan romantis pun tidak bisa terelakkan ketika tubuh dari wanita tadi langsung ditangkap oleh Chico disaat dia ingin terjatuh.
Saling pandang pastilah itu yang terjadi, namun hanya sebentar saja, sebab baik Chico dan wanita tadi langsung melepaskan diri karena tidak enak dilihat oleh semua orang yang ada disitu.
" Tuan, ini adalah Dokter Joycenya, anda beruntung Tuan bisa bertemu dengan Dokter Joyce disini, dan Dokter Joyce Tuan ini daritadi sedang mencari ruangan anda ",, kata para suster yang masih berada disitu.
Chico langsung saja speechles ketika mendengar perkataan dari para suster yang mengatakan jika wanita yang daritadi bertabrakan dengannya adalah Dokter yang akan menangani kejiwaan dari Mamahnya.
...😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓...
Up jam delapan pagi, entahlah akan masuk jam berapa??😬😮💨.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...