Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
BALASAN UNTUK CAROLINE



Papah Zohan, Derral, Papi Alano dan juga Egon, mereka semua masih pada setia berdiri didepannya Caroline sambil terus memandang kearah wajahnya Caroline yang sedang berfikir.


Dan ketika Caroline sudah berfikir untuk beberapa saat akhirnya dia memutuskan untuk meminta bantuan kepada Papah Zohan untuk segera menyelamatkan Ayah tercintanya itu.


" Huh!!, sayang Ayah ternyata!! ",, ejek dari Papah Zohan kepada Caroline.


" Tanda tangani berkas-berkasnya terlebih dahulu jika ingin saya menolong Ayah anda itu ",, kata Papah Zohan kepada Caroline.


Dan Egon dia langsung saja memberikan sebuah map yang berisi berkas-berkas yang menyatakan jika semua aset, dari Perusahaan, rumah beserta isinya, mobil, serta dua apartemen milik dari Tuan Amos akan menjadi milik Papah Zohan.


Tanpa fikir panjang Caroline langsung saja menandatangani itu semua, supaya sang Ayah tercintanya bisa segera diobati oleh Papah Zohan dari masa sekaratnya itu.


" Egon, bawa dia keruangan yang tadi sudah saya perintahkan, dan berikan juga dia penawar akan racunnya itu sebanyak dua mili saja ",, perintah dari Papah Zohan kepada Egon ketika Papah Zohan sudah menerima map yang sudah berisi tanda tangan dari Caroline tadi.


" Baik Tuan ",, jawab Egon kepada Papah Zohan.


Dan setelah itu Egon langsung saja memanggil anak buah dari Derral untuk membawa Tuan Amos keruangan yang tadi diminta oleh Papah Zohan.


" Dan untuk anda sendiri Nona, saya peringatkan untuk terakhir kalinya jangan pernah lagi mendekati menantu saya Derral atau mengusik rumah tangganya dengan putri saya, atau.............. ",, kata dari Papah Zohan kepada Caroline sambil menjeda perkataannya untuk sejenak.


" Atau anda tidak akan mendapatkan kesempatan untuk melihat dunia lagi jika anda berani mengulanginya lagi!! ",, sambung perkataan dari Papah Zohan kepada Caroline sambil mengacungkan jari telunjuknya didepan wajah Caroline.


" Baik Tuan, baik, saya tidak akan mengganggu Derral dan Ava lagi, saja berjanji ",, jawab Caroline kepada Papah Zohan dengan segera.


Derral yang melihat Caroline seperti itu, dia hanya tersenyum miring saja.


" Anda bisa menunggui Ayah anda itu, dan jika Ayah anda itu sudah sadar, anda saya ijinkan pergi dari sini, nanti anak buah dari Derral yang akan mengurus anda dan Ayah anda itu!! ",, kata dari Papah Zohan kepada Caroline.


" Terimakasih banyak Tuan, terimakasih ",, jawab dari Caroline kepada Papah Zohan dengan sangat senang sekali, sambil bersujud dibawah kakinya Papah Zohan.


" Ingat, jangan sampai lupa janji anda tadi!! ",, pesan terakhir dari Papah Zohan kepada Caroline, dan Caroline pun langsung saja mengangguk dengan semangat kepada Papah Zohan.


Dan setelah mengatakan itu semua, Papah Zohan langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang penyekapan itu diikuti oleh Derral dan juga Papi Alano.


Sedangkan Caroline sendiri, dia langsung saja diantarkan oleh anak buah dari Derral menuju keruangannya Tuan Amos.


Tuan Amos dalam jangka waktu dua jam yang akan datang, dia akan segera sadar dari rasa panas, mencekik dan rasa sakit yang menggerogoti lehernya tadi ketika dia sudah mendapatkan penawar racun yang tadi diberikan oleh Papah Zohan.


Dan Papah Zohan, Derral, Papi Alano setelah keluar dari dalam ruang penyekapan itu, Papah Zohan langsung saja mengajak Derral beserta Papi Alano untuk segera kembali kerumah sakit lagi.


Sedang dirumah sakit, Ava dia baru saja sadar dari masa pingsannya itu sekitar lima belas menitan yang lalu.


Mamah Gretl dan juga Mami Elsie mereka berdua sangat senang sekali ketika bisa melihat Ava sudah sadar kembali.


" Mamah, Mami?? ",, kata Ava pada waktu ketika dia sudah sadar tadi dan langsung melihat Mamah Gretl dan juga Mami Elsie.


" Kalian berdua saja disini??, dimana yang lainnya?? ",, tanya Ava kepada Mamah Gretl dan juga Mami Elsie.


" Papah dan juga suami kamu mereka berdua sedang ada urusan diluar ",, jawab dari Mamah Gretl kepada Ava.


" Iya Nak, dan Papi juga ikut dengan Papah serta Derral ",, sambung perkataan dari Mami Elsie kepada Ava.


" Apakah Ava mau minum, biar Mami ambilkan?? ",, kata Mami Elsie kepada Ava.


" Boleh Mi ",, jawab Ava kepada Mami Elsie.


Dan Mami Elsie langsung saja mengambilkan air minum untuk Ava.


Dan ternyata yang membuka pintunya adalah Kakaknya yaitu Aaric.


" Avaaa!! ",, kata Aaric sambil berjalan mendekati ranjang pasiennya Ava.


" Bagaimana ini bisa terjadi?? ",, tanya Aaric kepada Ava ketika dia sudah sampai disamping brankarnya Ava.


" Tanya sama Derral dan Papah saja nanti Kak, mereka yang lebih tahu ",, jawab dari Mamah Gretl kepada Aaric.


" Terus Papah sama Derralnya kemana Mah?? ",, tanya Aaric kepada Mamah Gretl.


" Tidak tahu, katanya mereka berdua sedang ada urusan diluar ",, jawab dari Mamah Gretl kepada Aaric.


" Dan Nak Aaric ko baru saja datang kesini?? ",, tanya dari Mami Elsie kepada Aaric.


" Tadi saya sedang ada meeting penting sekali Nyonya dan ponsel saya juga sengaja saya matikan supaya tidak mengganggu saya, namun ketika meeting sudah selesai, saya langsung saja dikasih laporan oleh anak buah dari Papah, jika Ava mengalami luka tusuk dan sedang dirawat dirumah sakit ",, jawab dari Aaric kepada Mami Elsie.


" Ava tidak apa-apa ko Nak, tenang saja, semuanya sudah ditangani oleh Dokter ",, jawab dari Mami Elsie kepada Aaric sambil tersenyum.


" Iya Nyonya, kalau begitu saya ijin mau menelfon Papah dulu Nyonya, Mamah ",, kata Aaric kepada Mami Elsie dan juga Mamah Gretl.


Sedangkan Ava dia daritadi memilih diam saja sambil terus mendengarkan perbincangan dari semua orang yang ada didepannya itu.


Mamah Gretl dan Mami Elsie mereka berdua hanya mengangguk saja kepada Aaric.


Dan setelahnya Aaric langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang perawatan dari Ava untuk menelfon Papah Zohan.


Papah Zohan sendiri dia saat ini sedang berada didalam mobil yang sedang disopiri oleh Derral.


" Derral semua ini untuk kamu dan juga Ava, manfaatkan sebaik mungkin, jangan disalah gunakan, dan jangan juga membuat Papah marah, atau kamu akan tahu akibatnya sendiri ",, kata Papah Zohan kepada Derral sambil memberikan map yang berisi semua aset dari Tuan Amos tadi.


Papi Alano yang mendengar perkataan dari Papah Zohan, dia langsung saja menoleh kesamping kearah Derral.


Dan Derral sendiri dia sangat terkejut sekali ketika diberikan semua aset dengan percuma yang harganya bisa mencapai miliaran rupiah itu.


" Ini benar untuk Derral dan Ava Pah?? ",, tanya Derral kepada Papah Zohan sambil menerima map tadi.


" Iya, lagi pula Papah tidak butuh semua itu ",, jawab Papah zohan kepada Derral.


" Dan untuk surat-surat kepemilikan serta balik nama atas semuanya, nanti akan segera diurus sama sekretaris dari Papah ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Derral.


" Terimakasih Pah ",, kata Derral kepada Papah mertuanya.


Dan Papah Zohan, dia hanya mengangguk saja kepada Derral.


Dan ketika Papah Zohan sedang asik berbincang dengan Papi Alano serta Derral, tiba-tiba saja ponselnya berdering dengan cukup kencang sekali.


Melihat nama Aaric dipanggilan masuk, Papah Zohan langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu.


Papah Zohan langsung saja menjawab kepada Aaric akan menceritakan semuanya nanti ketika mereka semua sudah sampai dirumah sakit, ketika Aaric bertanya Papah dan Derral ada dimana.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka terputus juga ketika Papah Zohan sudah mendengar jawaban dari Aaric tadi.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...