
Ava tertawa dengan cukup puas sekali karena dia sudah bisa membuat Derral kalang kabut karena ulahnya yang sudah membuat melayang namun tidak tertuntaskan.
" Rasakan itu!!, memangnya enak, salah siapa sudah memancingku ",, kata Ava sambil berbicara dengan pintu, seolah-olah itu adalah Derral.
" Eeeh tapi rasanya tadi enak juga memainkan tongkat baseball milik Derral ",, kata Ava sambil memegangi bibirnya.
" Aiishh aku berbicara apa ini ",, kata Ava lagi dan kali ini dia memukul pelan mulutnya.
" Besar sekali ternyata milik Derral, kira-kira kalau masuk kebolu kukusku apakah muat?? ",, kata Ava lagi sambil memegangi miss Vnya.
" Haduh..........!! ",, kata Ava lagi dan sambil memukul pelan kepalanya.
Sebab Ava menjadi berfikiran yang tidak-tidak tentang tongkat baseball milik Derral.
" Gara-gara Derral aku ini jadi ikutan m35um juga kan ",, kata Ava lagi sambil terus menggerutu terus.
Sedang Derral yang masih ada didalam kamar, setelah sepeninggalan dari Ava, dia lalu berteriak dengan cukup kencang sekali untuk meredakan rasa marah, gemas, jengkel yang bercampur aduk seperti gado-gado itu didalah hatinya.
Sebab semua itu karena ulah Ava yang sudah membuatnya melayang, namun belum tuntas misinya, namun sudah dijatuhkan kejurang penderitaan.
" Si4l!!!, aaaarrgghhhh ",, kata Derral sambil memukul ranjang yang dia tiduri.
Dengan keadaan yang masih belum berpakaian, Derral lalu turun dari atas ranjang dengan ekspresi yang menahan amarah untuk Ava.
"Jika kamu tidak sedang sakit begitu, akan aku buat kamu tidak bisa berjalan Ava!! ",, kata Derral sambil berjalan menuju kedalam kamar mandi.
Dan ketika Derral sudah masuk kedalam kamar mandi, Derral langsung saja menyalakan air shower, dan langsung juga melakukan solo karir untuk menuntaskan yang seharusnya dituntaskan dengan Ava tadi.
" Punya istri seperti belum punya istri!!, aku ini duda berstatus istri!! ",, gerutu Derral sambil terus bersolo karir.
" Nanti jika keluar dari dalam kamar ini, Ava akan aku gadaikan dengan mobil mewah!! ",, gerutu Derral lagi dengan tangan yang terus bermain manja dengan tongkat baseballnya itu.
" Bisa digorok leherku jika aku ketahuan Papah Zohan ",, gerutu Derral terus menerus.
Dan akhirnya setelah sekian paripurna............
Derral pun lalu mend354h cukup panjang, yang artinya Derral sudah bisa mengeluarkan pelum45 dari dalam tongkat ajaibnya itu.
" Aaaaahhhh lega sekali, semua ini gara-gara Ava!! ",, kata Derral lagi sambil membilas tubuhnya dengan air shower.
Sedang kembali keAva lagi yang saat ini dia sudah turun kebawah untuk berjalan-jalan sebentar melihat-lihat mansion Papah Zohan.
" Rasanya aku baru kemarin tinggal disini, tapi mulai nanti malam, mansion ini adalah mansion singgahanku saja, karena aku sudah mulai tinggal dimansion Derral yang sudah sah menjadi suamiku ",, kata Ava sambil menyusuri mansion Papah Zohan.
" Banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan dengan mansion ini, walau aku lebih banyak menghabiskan waktuku diIndonesia bersama Opa dan Oma, tapi tetap saja dimansion ini aku dilahirkan ",, kata Ava lagi masih berbicara sendiri.
Berbicara tentang Opa dan Omanya Ava, yang terlewat karena sedikit kelupaan.
Dan kita akan bahas sejenak saja ya readers.
Opa dan Omanya Ava ketika hari pernikahan Ava dan Derral kemarin, mereka berdua baru saja sampai diSpanyol ketika waktu sudah hampir menunjukkan tengah malam, sekitar jam sepuluh malam lebih.
Pada saat itu, Opa dan Omanya Ava yang baru saja sampai dimansion Papah Zohan, dia langsung saja bertanya kepada Papah Zohan, dimanakah suami Ava berada.
Sebab pada saat itu Papah Zohan sendirilah yang menjemput kedua orang tuanya itu diBandara.
Dan ketika sudah sampai dimansion Papah Zohan sang Ayah langsung saja menanyakan kepada Papah Zohan dimana Derral berada.
" Apa Ayah tidak capek, ini sudah malam lho Ayah, mendingan Ayah istirahat saja dulu, berbicaranya dengan Derral besok saja ",, kata Papah Zohan kepada sang Ayah.
" Tidak mau, Ayah inginnya sekarang, cepat panggilkan menantumu itu untuk kesini ",, jawab Opa kepada Papah Zohan.
Bibi Brey pada waktu itu langsung saja mengangguk dan langsung juga berlalu menuju kedalam kamar Derral dan Ava.
Derral dan Ava sendiri pada waktu itu, mereka pada sibuk sendiri-sendiri, jika Ava sedang sibuk dengan pekerjaannya hingga larut malam, sedang Derral sibuk dengan ponselnya sendiri sambil terus mengamati Ava.
Dan ketika Derral dipanggil oleh Bibi Brey karena disuruh Papah Zohan, Ava hanya mengangguk saja tanpa ikut dengan Derral.
" Ini dia suaminya Ava Ayah, Mamah ",, kata Papah Zohan kepada kedua orang tuanya, ketika Derral sudah sampai diruang Keluarga.
" Boleh juga, dan juga tampan wajahnya,..... ",, kata Opanya Ava kepada Papah Zohan ketika sudah melihat wajah Derral.
" Apa pekerjaan kamu anak muda?? ",, tanya Opanya Ava kepada Derral.
" Saya seorang CEO diPerusahaan saya sendiri Tuan ",, jawab Derral kepada Opanya Ava.
" Panggil saya Opa, dan dia Omanya Ava ",, kata sang Opa kepada Derral.
" Baik Opa, Oma ",, jawab Derral dengan sopan kepada kedua Kakek dan Neneknya Ava itu.
Sedangkan sang Oma dan Mamah Gretl yang juga ikut duduk disitu mereka berdua hanya diam saja sambil terus mendengarkan percakapan dari para laki-laki.
" Sini kamu anak muda mendekat keOpa ",, kata Opanya Ava kepada Derral.
" Nama saya Derral Opa, panggil saja Derral ",, jawab Derral kepada Opa sambil berjalan mendekati Opa.
Opa hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya saja kepada Derral.
Dan ketika Derral sudah sampai didepan Opanya Ava, Derral langsung saja mendapatkan beberapa pukulan ditubuhnya dengan tongkat yang selalu dibawa sang Opa itu.
Papah Zohan yang melihat, dia hanya diam saja melihat pemandangan Derral dipukuli oleh Ayahnya.
Sedangkan Mamah Gretl dan Omanya Ava, mereka juga hanya bisa diam saja tanpa berani menghentikan aksi dari tetua Keluarga Altherr.
Setelah puas memukuli tubuh Derral, dan Derral juga sengaja tidak membalas sama sekali pukulan bertubi-tubi yang dia dapatkan dari Opanya Ava, hingga membuat tubuhnya tambah sakit semua.
Sang Opa langsung saja menyuruh Derral untuk beristirahat lagi didalam kamar, begitupun mereka semua termasuk dirinya sendiri.
Dan Derral yang sudah sampai didalam kamar pun, dia langsung melihat Ava masih sibuk dengan pekerjaannya.
Derral berpura-pura biasa saja ketika sudah masuk kedalam kamar, serta Ava juga tidak bertanya sama sekali dengan Derral, untuk apa tadi Papah Zohan memanggilnya.
Dan ketika Derral menunggu Ava selesai bekerjanya cukup lama, akhirnya mata dia lama-lama terpejam juga.
Sedang Ava baru bisa menyusul Derral tidur ketika waktu sudah menunjukkan sangat larut malam sekali.
Dan untuk pagi harinya baik Derral maupun Ava, mereka berdua belum sempat mengobrol dengan Opa dan Oma mereka karena pagi itu Ava harus segera datang kekantor karena ada meeting pagi.
Padahal sang Opa dan Oma akan kembali keIndonesia siang hari itu juga, sebab sang Opa yang sudah sangat tidak betah sekali berada dimansion Papah Zohan.
Papah Zohan sudah melarang Ayahnya untuk jangan terburu-buru kembali keIndonesia sebab mereka juga baru semalam berada diSpanyol dan menunggu Ava serta Derral untuk pulang dulu kemansion.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ya begitulah, sifat dari sang Opa tidak bisa dibantah sama seperti Papah Zohan, akhirnya Papah Zohan pun mengijinkan sang Ayah untuk kembai pulang keIndonesia.
Dan memang tujuan kedatangan dari Opanya Ava keSpanyol hanya ingin melihat Derral dan memberikan pelajaran kepada Derral yang sudah berani menikahi cucu perempuannya dengan cara mendadak seperti itu.
Akhirnya Ava dan Derral tidak bisa mengobrol lama deh dengan Kakek dan Nenek mereka itu, dan dimeja makan ketika Ava dan Derral berpamitan dengan Mamah Gretl serta Papah Zohan tidak bisa bertemu dengan Opa dan Oma nereka, sebab sang Opa dan Oma mereka berdua sedang menikmati berjemur pagi ditaman mansion yang ada dibelakang.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...