Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DERRAL TERKEJUT



" Kamu??!!! ",, kata Derral dan wanita cantik tadi secara bersamaan dengan jari telunjuk yang saling menunjuk.


Semua orang yang ada didalam ruang meeting itu, mereka semua sedikit terkejut dengan atasan mereka yang sedang menunjukkan sikap saling terkejut seperti itu ketika sudah saling berhadap-hadapan.


" Dian, apa kita tidak salah masuk kePerusahaan?? ",, tanya wanita cantik itu kepada sekretarisnya.


" Tidak Nona Ava, ini memang Perusahaan Achilles Corp ",, jawab sang sekretaris kepada atasannya, dan wanita cantik itu ternyata Ava.


" Apakah kamu CEO dari PT ALTHERR COMPANY?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan wajah yang sangat super duper terkejut sekali.


" Iya Tuan Derral, dan sepertinya saya tidak jadi menanamkan saham, dan menjadi investor diPerusahaan ALTEZZA GROUP ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada yang sangat tegas dan super santai sekali.


Bahkan Ava dan ketiga karyawannya yang dia ajak kesitu belum dipersilahkan duduk oleh Derral.


Derral sungguh sangat terkejut sekali ketika baru mengetahui jika Ava adalah seorang CEO dari Perusahaan besar, bahkan kebesaran dari Perusahaannya berada didalam satu tingkat diatas Perusahaannya pribadi dan Perusahaan sang Papi Alano.


Ingin sekali Derral mengucapkan, silahkan!!, saya tidak butuh bantuan anda, tapi bagaimanapun juga saat ini Derral memang sangat membutuhkan bantuan dari Ava.


Sekuat tenaga Derral menahan egonya terlebih dahulu, supaya tidak ikut terpancing dengan nada sombong yang sedang dilontarkan oleh Ava kepadanya.


Sebelum Derral menjawab perkataannya Ava, Ava sudah terlebih dahulu mengucapkan sebuah kalimat lagi kepadanya.


" Ayo Dian, kita pergi saja dari sini, saya masih banyak urusan penting selain disini, dan saya tidak jadi menanamkan saham saya dikantor ini dan dikantor Altezza Group, sekalian tidak jadi pula menjadi investor disana!! ",, kata Ava lagi kepada Dian sekretarisnya sekaligus sahabatnya sejak kuliah diIndonesia dulu.


Dan Dian ini adalah orang keturunan asli indonesia yang ditawari oleh Ava untuk bekerja menjadi sekretaris pribadinya.


Otomatis Dian termasuk orang yang sedang merantau keluar Negeri, dan jika bukan karena gaji yang ditawari Ava cukup tinggi, sungguh Dian juga tidak mau mengadu nasib diNegara orang.


Ava setelah mengatakan perkataan itu kepada Dian dengan nada dingin dan tegas, khas seorang CEO yang sangat berwibawa sekali dihadapan semua karyawannya.


Ava langsung saja berbalik badan untuk meninggalkan ruang meeting itu, dan diikuti oleh Dian serta dua orang karyawan yang lainnya.


" Tuan Derral kejar Nona Ava, apapun masalah anda dengan Nona Ava, merendahlah untuk sementara waktu, karena kita sangat membutuhkan bantuan dari Perusahaannya, sebab kita tidak bisa mencari investor dalam waktu dekat untuk menutupi kerugiannya Tuan Alano ",, kata Egon kepada Derral dengan berbisik tepat ditelinganya Derral, ketika Egon melihat Ava sudah berbalik badan ingin meninggalkan ruang meeting.


Ava yang sudah membuka pintu ruang meeting, dia langsung saja melangkahkan kakinya diikuti Dian dan kedua orang karyawan kepercayaannya itu.


" Tuan, jika anda tidak dapat menemukan investor lain selain Nona Ava, saya yakin, Tuan Alano akan mengambil saham anda yang ada diPerusahaan ini sebanyak lima puluh persen, untuk menutupi kerugiaannya, sekaligus untuk menghukum anda Tuan ",, kata sekretaris dari sang Papi Alano kepada Derral.


Sungguh Derral sangat kalut sekali fikirannya, ingin sekali dia membiarkan saja jika Ava ingin pergi dari Perusahaannya, tapi disisi lain posisinya sedang terdesak sekali.


Dan setelah menurunkan egonya, biarkan Derral diejek oleh Ava, Derral langsung saja melangkahkan kakinya untuk mengejar Ava tanpa menjawab perkataannya para sekretarisnya itu.


Ketika Derral sudah keluar dari dalam ruang meeting, Derral melihat Ava sudah berada didepan lift Perusahaannya, dan hampir saja akan masuk kedalam lift tersebut.


" Nona Ava tunggu!! ",, panggil Derral kepada Ava dengan sedikit berteriak.


Ava dan ketiga orang karyawannya yang mendengar panggilannya Derral, Ava sengaja tidak memperdulikan Derral, dan langsung saja masuk kedalam lift yang pintunya sudah terbuka itu.


" Si4l!! ",, kata Derral ketika dia sudah terlambat mencegah Ava yang sudah masuk kedalam lift.


Ava memang sengaja tidak memperdulikan Derral, karena Ava memang ingin memberikan pelajaran kepada Derral yang sudah menjadi laki-laki yang sangat sombong sekali.


Egon pun tadi yang ditinggal pergi oleh Derral, dia juga langsung saja menyusul sang atasan karena takutnya Derral akan membutuhkan bantuannya.


Dan ketika Egon sudah sedikit berlari mengejar Derral, Egon dari jauh melihat Derral sedang kebingungan didepan lift, yang Egon tebak jika Ava sudah masuk kedalam lift dan Derral terlambat untuk mencegahnya.


" Bantu saya Egon, supaya lift mana ini yang cepat terbuka, karena saya harus cepat mengejar Nona Ava Egon!! ",, perintah tegas dari Derral kepada Egon sambil terus memencet tombol lift yang ada didepannya.


Dan Egon langsung saja melaksanakan tugasnya untuk membantu Derral.


Usahanya Derral dan Egon akhirnya membuahkan hasil, salah satu dari dua pintu lift akhirnya terbuka juga.


Dan yang terbuka, adalah pintu lift yang untuk karyawan biasa.


Walau didalam lift itu ada beberapa karyawannya, Derral langsung saja memecet tombol lift yang menuju keloby kantor tanpa memperdulikan karyawannya yang berada didalam satu lift dengannya.


Ting, bunyi lift berdenting, yang menandakan sang penaik lift harus keluar dari dalam lift, karena sudah sampai ditempat tujuan.


Ava dan ketiga karyawannya mereka langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam lift yang dia naiki itu.


Ava yang tadi masuk kedalam kantornya Derral menggunakan kaca mata mahalnya, sekarang dia sedang tidak memakai kacamatanya, membuat semua karyawan kantornya Derral langsung saja berbisik ketika sudah melihat jelas wajah cantiknya Ava.


" Lho dia kan wanita yang dikabarkan dekat dengan Tuan Derral, sungguh aslinya dia sangat cantik sekali ",, kata salah satu karyawannya kantornya Derral.


" Iya, dia kan yang katanya diperk054 sama Tuan Derral?? dan sedang menjadi trending topik diberita ",, bisik dari karyawan yang satunya lagi.


" Dia sangat cantik sekali, pantas saja bos galak dan angkuh kita itu bisa takluk sama Nona itu ",, bisik-bisik lagi dari karyawan kantornya Derral yang lainnya lagi.


" Iya dia bahkan lebih cantik dari Nona Caroline, wanita yang gencar sekali mengejar-ngejar Tuan Derral itu lho ",, ya sahut dari karyawan kantornya Derral lagi ketika mereka semua melihat wajahnya Ava.


Dan masih banyak yang lainnya lagi perkataan-perkataan dari karyawan kantornya Derral untuk Ava.


Lift yang dinaiki oleh Derral akhirnya sudah sampai juga diloby kantor, dengan tidak sabaran Derral beserta Egon, mereka berdua langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam lift tersebut.


Dan ketika sudah keluar, Derral dan Egon, mereka melihat Ava beserta tiga karyawannya hampir saja sampai dipintu masuk kantor.


" Nona Ava tunggu!! ",, teriak Derral memanggil namanya Ava, dan Derral terpaksa memanggil Ava dengan sebegitu kerasnya.


Untuk dilihat sebagai orang yang baik oleh para karyawannya Derral, Ava terpaksa juga langsung saja menghentikan langkah kakinya untuk berbalik badan menghadap kearahnya Derral yang sedang berjalan kearahnya.


Dan ketika Derral dan Ava sudah saling berhadap-hadapan, semua karyawannya Derral yang melihat momen itu, mereka semua langsung saja menghentikan aktifitasnya untuk sejenak, untuk melihat adegannya Derral dan juga Ava selanjutnya.


Sebab dimata mereka semua, Ava dan juga Derral mereka berdua terlihat sangat serasi sekali ketika sedang berdiri saling berhadap-hadapan seperti itu, yang cewek cantik, yang cowok ganteng, pas sekali, begitulah yang ada didalam fikiran semua orang yang ada disitu.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...