Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
SARAN PAPAH ZOHAN



Malam hari sesuai perkataan dari Derral tadi siang, setelah selesai makan malam, Derral akan mengajak Ava untuk pindah kemansionnya.


Derral dan Ava sendiri mereka berdua sudah berdiri diruang tamu saling berhadap-hadapan dengan Papah Zohan dan juga Mamah Gretl.


" Ava pamit ya Pah, Mah ",, kata Ava kepada kedua orang tuanya, sambil bercipika cipiki dengan sayang.


" Iya Nak, hati-hati dijalan ya ",, jawab Mamah Gretl kepada Ava.


" Derral kamu jaga Ava dengan baik, awas saja jika ada yang lecet seujung kuku, Papah akan membuat perhitungan dengan kamu!! ",, pesan tegas dari Papah Zohan kepada Derral.


" Derral janji Pah, Derral akan menjaga Ava dengan baik, walau belum mendapatkan hak Derral sampai saat ini ",, jawab Derral kepada Papah Zohan dengan jujur dan membuat Papah Zohan langsung saja tertawa lucu ketika mendengar jawaban dari Derral tadi.


Begitupun dengan Mamah Gretl, dia juga langsung saja tersenyum lucu sama seperti Papah Zohan.


Namun tidak dengan Ava, dia langsung saja cemberut, karena terus diingatkan dan disindir jika dia belum memberikan hak Derral sejak kemarin.


" Sudah-sudah, Ava kamu jangan seperti itu, dia itu suami kamu, jika kamu seperti itu terus sama Derral, dengan senang hati Papah akan menyuruh Derral melampiaskan ha5ratnya keseorang jalan9 lho ",, kata Papah Zohan kepada Ava.


Derral langsung saja tersenyum miring kepada Ava, karena baru saja mendapatkan dukungan dari Papah mertuanya.


" Aaah Papah, kenapa berkata seperti itu sih sama Ava ",, kata Ava kepada Papah Zohan dengan nada manja.


" Jika kamu tidak mau aku melampiaskan h45ratku ini dengan jalan9, ya kamu harus penuhi dong ",, goda Derral kepada Ava dengan ekspresi senangnya sambil menaikkan sebelah alisnya.


" Iya-iya!! ",, jawab Ava dengan ketus kepada Derral.


" Jika melakukannya jangan sampai merasa tertekan atau terpaksa Ava, yang ikhlas biar cepat jadi itu dedeknya didalam perut kamu ",, pesan dari Mamah Gretl kepada Ava.


Ava pun langsung saja memajukan bibirnya dengan manja kepada Mamah Gretl yang seperti ikut-ikutan memojokkannya.


Ketika mereka berempat sedang membahas perbincangan seru seperti itu, tiba-tiba saja pandangan mereka berempat teralihkan dengan kedatangan dari seseorang.


Dan orang itu adalah Aaric yang baru saja pulang bermain dengan semua sahabat-sahabatnya tadi.


" Nak baru pulang, darimana saja kamu Nak??, sudah makan malam belum?? ",, tanya Mamah Gretl dengan penuh perhatian kepada Aaric.


" Dari main Mah, Aaric kekamar dulu ya Mah ",, jawab Aaric dengan malas-malasan kepada Mamahnya.


" Tunggu!! ",, cegah dari Ava kepada Aaric.


" Ada apa Ava??!! ",, tanya Aaric dengan wajah yang tidak mood sekali sambil menghentikan langkah kakinya.


Ava yang melihat Kakaknya sudah menghentikan langkah kakinya, dia langsung saja mendekat kearah Aaric.


Dan ketika Ava sudah berada didepannya Aaric, tiba-tiba.............


Plaaaakkkk!!!


Satu buah tamparan keras mendarat mulus dipipi Aaric.


Aaric yang terkejut dengan tamparan dari Ava, dia langsung saja mengusap pipinya sambil menatap Ava dengan mata yang sedikit melotot.


" Tidak Ava sangka, Kakak berani meniduri Dian tanpa menikahinya terlebih dahulu!! ",, kata Ava kepada Aaric dengan sangat tegas sekali.


" Dan gara-gara Kakak juga, Dian pergi dari Spanyol, meninggalkan Ava sendirian Kakak!! ",, lanjut lagi perkataan dari Ava kepada Aaric.


" Permisi Nyonya, anda tidak sendirian, tapi masih ada saya disini, yang selalu setia menerima semua sikap usil dari anda ",, sahut dari Derral sambil menjawil lengan Ava.


Perkataan dari Derral membuat suasana yang awalnya tegang antara Ava dan Aaric langsung menjadi absurd karena perkataan menyeleneh dari Derral tadi.


Papah Zohan saja dia sampai menahan suara tawanya, karena tidak mau keceplosan tertawa didepan Aaric.


Dan sepertinya gara-gara Derral yang tidak bisa selalu mendapatkan jatah dari Ava, membuat otaknya sedikit ambyar.


Sedangkan untuk Ava sendiri dia langsung saja meluapkan rasa gemasnya kepada Derral sambil mencubit kedua pipinya Derral dengan cukup kuat sekali.


Sehingga membuat Derral langsung saja mengaduh kesakitan dan langsung melepaskan paksa kedua tangan Ava dari pipinya.


Aaric sendiri yang melihat wajah dari semua Keluarganya yang seperti sedang tertawa diatas penderitaannya, membuat Aaric langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamar, sambil menunjukkan wajah marahnya kesetiap asisstan mansion yang ditemuinya.


" Kakaaaaak!!........, Kakak berhenti, Ava belum selesai berbicara!! ",, panggil Ava kepada Aaric.


Namun Aaric dia tidak mempedulikan Ava dan terus melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya.


" Ini semua gara-gara kamu Derral!! ",, sebal Ava kepada Derral sambil berlalu pergi meninggalkan Derral.


" Apa salah Derral Mah, Pah?? ",, kata Derral kepada Papah Zohan dan Mamah Gretl.


" Salah kamu itu kurang tegas kepada Ava, sehingga tidak mendapatkan jatah sampai sekarang!!, kalau perlu berikan obat peran954n9 sana untuk Ava ",, jawab Papah Zohan kepada Derral.


" Memangnya boleh Pah, Ava Derral apa-apain?? ",, tanya Derral kepada Papah Zohan.


Papah Zohan yang mendengar perkataan dari Derral, dia langsung saja memukul kepala Derral dengan cukup keras sekali.


" Biar kembali normal otaknya kalau Papah pukul!! ",, kata Papah Zohan kepada Derral dengan nada gemas, ketika sudah memukul kepala Derral tadi.


" Ya kalau Ava mau kamu apa-apain ya sah-sah saja, dia itu istri kamu, yang tidak sah itu jika kamu menyakitinya b0d0h!! ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Derral.


" Sudah sana kejar Ava Nak, dia pasti sudah masuk kedalam mobil ",, sela dari Mamah Gretl kepada Derral dan Papah Zohan.


Dan setelahnya Derral langsung saja berlalu keluar mansion untuk menyusul Ava, dan benar saja, Ava sudah masuk kedalam mobilnya dengan menunjukkan wajah cemberutnya.


" Hati-hati dijalan, jangan mengebut ya ",, kata Mamah Gretl kepada Ava dan juga Derral.


" Iya Mah ",, jawab Derral kepada Mamah Gretl.


" Derral ingat pesan Papah tadi ",, kata Papah Zohan juga kepada Derral.


" Ok Pah ",, jawab Derral sambil mengacungkan ibu jarinya kepada Papah Zohan.


Setelah itu Derral langsung saja berlalu pergi dari mansion Papah Zohan menuju kemansion dia sendiri.


Didalam mobil pun mereka berdua masih saling pada diam, dan tidak berbicara sama sekali.


Ava yang sedang sedikit sebal dengan Derral, dia memilih memalingkan mukanya menatap kejendela kaca mobil untuk melihat kejalanan yang sedang mereka lalui itu.


Sedangkan Derral sendiri, sambil menyetir, sambil juga melirik terus kearah Ava serta selalu terngiang-ngiang perkataan dari Papah Zohan tadi untuk memberikan obat peran954n9 kepada Ava.


" Tapi rasanya aku belum terlalu membutuhkan obat itu, sebab yang aku inginkan melakukan itu dengan Ava itu murni dari keinginan Ava sendiri ",, kata batin dari Derral sambil terus menyetir.


" Tapi sampai kapan?? ",, kata batin Derral lagi.


" Huh, nasib!! ",, kata batin Derral dengan lesu.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


Yeay sudah episode keseratusπŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³.


...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...