
Geser lagi keVia dan Leon yuk readers.
Via saat ini dia sedang sangat bingung sekali, apakah dia akan membalas pesan yang dikirimkan oleh Leon kepadanya atau tidak.
Namun setelah beberapa saat berfikir Via memilih tidak membalas pesan dari Leon tadi.
Via yang sudah mendapatkan nomor ponselnya Leon, dia langsung saja menyimpan nomor ponsel Leon didalam ponselnya, dan dia berinama Sang Singa.
" Biar sajalah aku tidak mau membalasnya, karena aku masih marah dengannya!! ",, kata Via sambil meletakkan ponselnya lagi diatas meja.
" Tapi kenapa jantungku menjadi berdegub kencang seperti ini ya ketika sudah mendapatkan telefon dan pesan dari Tuan Leon?? ",, kata dari Via bertanda tanya sendiri sambil meneruskan makannya.
Sedang Leon yang ada diseberang sana, dia masih menunggu balasan dari Via atas pesan yang dia kirimkan tadi kepada Via.
" Kenapa dia tidak membalas pesanku sih?? ",, kata Leon sambil gelisah sendiri tidak menentu.
" Kenapa juga aku malah seperti anak ABG seperti ini?? ",, kata Leon juga pada dirinya sendiri.
" Siapa Via bagiku, kenapa aku bisa sampai serespect ini kepadanya!! ",, gerutu Leon lagi dengan sedikit sebal.
" Sudahlah, biarkan saja, Via juga bukan siapa-siapa bagiku, dia uangnya banyak, pastinya saat ini dia sedang menginap disalah satu hotel yang ada dikota ini ",, kata Leon lagi masih berbicara sendiri terus.
" Aku mau makan dulu, sudah stop sampai disini saja aku perhatian sama Vianya!! ",, kata Leon lagi dan lagi sambil marah-marah sendiri
Setelahnya Leon langsung saja menaruh ponselnya dengan asal didalam kamarnya, dan dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar menuju keruang makan.
Sesampainya diruang makan, ternyata Tanisa sudah selesai makan, dan Tanisa sendiri dia sudah masuk kedalam kamarnya.
Untuk pasta milik Leon tadi yang tidak dimakan oleh Leon, Tanisa sudah memasukkan pasta tersebut kedalam kulkas, supaya Leon nanti jika ingin memakannya bisa memanasinya didalam microwive.
Leon yang sudah memanasi pasta miliknya, dia langsung saja menikmatinya sendirian didalam ruang makan itu.
Namun baru malam itu setelah sekian tahun lamanya, Leon menikmati makan malam dengan keadaan yang tidak bisa tenang perasaannya.
Raga Leon memang berada disitu, namun fikiran Leon berada ditempat Via yang sedang menginap dihotel.
Leon sudah berusaha tidak terfokus dengan ponselnya, namun tetap saja Leon ingin segera melihat ponselnya karena siapa tahu Via sudah membalas pesannya atau mencoba menelfonnya balik.
Via sendiri yang memilih mendiamkan saja pesan dari Leon, dia setelah selesai menikmati makan malamnya tadi, dia langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang hotel.
" Kenapa hatiku rasanya begini sekali sih!! ",, kata Via sambil memukul guling yang sedang dipeluknya.
Keadaan dari Via dan Leon sebelas dua belas, mereka berdua sama-sama GEGANA gelisah galau merana.
" Balas tidak ya?? ",, kata Via lagi pada dirinya sendiri.
" Aah biarkanlah, aku mau tidur!!, dasar Tuan Singa nyebeliiiiiiiiiiiinnnn!! ",, kata Via lagi dan dia langsung saja menutup mukanya dengan bantal yang sedang dipakainya.
Sedang geser kerumah Tuan Singa alias siLeon.
Leon yang terburu-buru menyelesaikan makan malamnya pun, dia langsung saja bergegas masuk lagi kedalam kamarnya lagi, setelah tadi sudah menaruh piring kotornya didalam wastafle.
Sungguh Leon sangat tidak sabar sekali ingin mengecek ponselnya apakah Via sudah membalas pesannya atau sudah menelfonnya balik.
Akan tetapi ketika Leon sudah mengecek ponselnya tidak apa pesan masuk sama sekali dari Via, maupun panggilan tidak terjawab dari Via.
Leon lalu mencoba menghubungi Via lagi, namun sebelum terhubung Leon sudah mematikannya lagi.
Mereka sudah pada dewasa tapi kelakuan mereka kenapa malah seperti anak abg yang baru saja pubertas yang sedang jatuh cinta.
Tidak patut dengan image Jenderal yang melekat didalam diri Leon.
" Aku tidak bisa begini terus semalaman, aku harus menelfon Via sekarang ",, kata Leon kepada dirinya sendiri.
Dan setelahnya Leon langsung saja mencoba menghubungi Via lagi.
Sedang Via yang ada diseberang sana, ketika dia mencoba untuk tidur sambil menutupi wajahnya menggunakan bantal, dia sedikit terkejut ketika mendengar ponselnya berdering dengan cukup kencang itu.
" Jantungku..........??, kenapa malah menjadi deg-degan seperti ini?? ",, kata Via kepada dirinya sendiri sambil memegangi jantungnya.
Setelahnya Via malah melempar pelan ponselnya keatas ranjang sebelahnya, dan membiarkan panggilan masuk dari Leon terhenti dengan sendirinya.
Leon sendiri ketika panggilan pertama tidak diangkat oleh Via, dia tidak putus asa.
Leon langsung saja mencoba menelfon Via lagi dan lagi, hingga akhirnya panggilan keempatnya baru diangkat oleh Via.
" Halo Via........ ?? ",, kata Leon kepada Via.
" ............... ",, Via pun hanya diam saja tidak menanggapi sapaan halo dari Leon.
" Saya tahu saat ini kamu sedang mendengarkanku....... ",, kata Leon lagi kepada Via.
" Maafkan saya Via, cepatlah pulang, atau katakan kamu dimana??, saya akan datang sekarang untuk menemui kamu ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Via.
" Apapun akan saya lakukan asal kamu mau memaafkanku ",, kata Leon lagi dan lagi untuk Via yang hanya diam saja daritadi.
" Tadi saya dikantor sedang banyak masalah Via, maafkan saya ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Via.
Leon terdiam sejenak untuk menunggu jawaban dari Via yang daritadi hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya.
Namun setelah ditunggu sekitar dua sampai tiga menit lamanya, Via tidak kunjung membuka suaranya juga, membuat Leon ingin mengakhiri saja panggilan telefonnya.
" Baiklah akan saya tutup saja telefonnya, mungkin kamu belum mau memaafkanku malam ini, selamat malam Via ",, kata Leon kepada Via.
" Saya akan memaafkan anda, asal anda bisa menemukan saya ada dimana saat ini, saya menginap disalah satu hotel yang ada disini, carilah sendiri ",, kata Via kepada Leon dengan tiba-tiba.
Leon yang mendengar perkataan dari Via dia langsung saja senang sekali hingga tanpa sadar dia tersenyum senang untuk pertama kalinya sejak kejadian beberapa tahun silam dengan kekasihnya dulu.
" Jika itu sayarat dari kamu, Ok, tunggu saja saya didalam kamar kamu Nona Via, saya akan segera datang menemuimu malam ini ",, jawab Leon kepada Via dengan nada yang sangat tertantang sekali.
Dan Via setelah mendengar jawaban dari Leon, dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya tanpa menjawab perkataan dari Leon lagi.
Sedang Leon sendiri dia langsung saja bergegas mengambil kunci mobil beserta dompetnya untuk mencari keberadaan dari Via berada.
Namun Leon sebelum keluar dari dalam kamar, dia mengatur strateginya terlebih dahulu.
Leon yang sudah bekerja menjadi kepolisian cukup lama dia sangat tahu sekali, bagaimana cara menemukan musuh yang sedang bersembunyi.
Yaaa anggap saja saat ini Via musuh bagi Leon yang ingin segera Leon tangkap.
" Rumah yang Via miliki ada didepan rumahku, dan dia disini tidak mempunyai siapa-siapa selain butik yang ada didaerah sana........ ",, kata Leon sedang mengatur strategi mencari Via.
" Jika Via mengatakan saat ini dia sedang berada dihotel, yang jelas Via pasti akan menginap dihotel dekat dengan butiknya, karena aku yakin tujuan dia esok hari adalah butik miliknya itu ",, kata Leon lagi sambil berfikir.
" Sebab tidak mungkin besok dia akan kembali pulang kerumahnya atau kerumahku....... karena kami sedang marahan ",, sambung lagi perkataan dari Leon.
" Ok, sekarang mari aku coba datangi hotel yang jaraknya cukup dekat dengan butik miliknya itu, jika disana tidak ada aku harus cari sampai dapat dihotel mana saat ini Via menginap ",, kata Leon lagi dan setelahnya dia langsung saja bergegas untuk keluar dari dalam kamarnya.
Dan setelah beberapa menit lamanya Leon mengendarai mobilnya, akhirnya dia sampai juga dihotel yang ditujunya.
Leon langsung saja bertanya kepada resepsionis hotel tersebut apakah ada tamu yang bernama Shelvia, dan ternyata ada.
Leon yang sudah mendapatkan nomor kamar hotelnya, dia langsung bergegas menuju kedalam kamar yang disebutkan oleh resepsionis tadi.
Ada tiga kamar yang harus Leon datangi, yang dua satu lantai, yang satunya dilantai cukup tinggi yang ada dihotel tersebut.
Kamar yang sekarang Leon tuju adalah kamar hotel yang berada dilantai cukup tinggi, sebab tidak mungkin Leon mendatangi Shelvia yang lainnya, sebab Shelvia yang itu mereka datang tidak sendirian dihotel tersebut.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...