Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
AKHIR DOKTER RAVA



" Pah bisa jelaskan kepada Ava apa maksud dari perkataan Dokter tadi tentang obat bius yang ada didalam tubuhnya Derral?? ",, seperti itulah pertanyaan yang ditanyakan oleh Ava kepada Papah Zohan.


Papah Zohan yang mendengar pertanyaan dari Ava dia reflek langsung saling pandang kepada Derral.


" Kenapa kalian berdua saling pandang seperti itu??, apakah ada hal yang tidak Ava ketahui dan sedang kalian sembunyikan dari Ava?? ",, kata Ava lagi kepada Papah Zohan dan juga Derral.


" Pah, lebih baik Papah jelaskan saja yang sebenarnya kepada Ava, karena bagaimanapun juga Ava berhak tahu semuanya, kami tidak akan mengganggu......... ",, kata Mamah Gretl ikut menyahuti perkataan dari Ava tadi.


" Ayo lebih baik kita kembali duduk lagi saja, biarkan mereka berbincang dulu ",, kata Opa kepada semua Keluarganya.


" Saya mau disini saja dulu Tuan ",, kata Papi Alano kepada Opa.


Opa pun hanya mengangguk saja kepada Papi Alano


Dan akhirnya yang berada disamping brankar Derral cuma Papah Zohan, Papi Alano serta Ava.


Sedangkan yang lainnya mereka semua langsung saja berbincang sendiri-sendiri dishofa yang ada disitu dengan perasaan yang sudah sangat lega sekali.


" Cepat Pah jelaskan kepada Ava ",, kata Ava dengan tidak sabaran kepada Papah Zohan.


" Semua ini gara-gara Dokter Rava Ava ",, kata Papah Zohan kepada Ava.


" Dokter Rava?? ",, kata Ava kepada Papah Zohan.


Derral yang sedikit lupa dengan kejadian yang baru saja dialaminya itu, dia langsung teringat ketika Papah Zohan menyebutkan nama Dokter Rava dihadapannya.


" Iya Dokter Rava, dimana dia Papah?? ",, tanya Derral kepada Papah Zohan.


" Dia sudah Papah bawa kemarkasnya Papah Derral, dan dia saat ini sedang disekap oleh semua anak buah Papah ",, jawab Papah Zohan kepada Derral dan masih didengar oleh Ava.


" Bagaimana ceritanya Dokter Rava bisa membuat kamu seperti ini Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral.


" Dia sudah menjebakku dan anak buahku Ava ",, kata Derral kepada Ava.


" Pada waktu itu ada wanita yang berpura-pura tertabrak mobilku, dan karena rasa tanggung jawab aku ingin membawanya kerumah sakit, namun wanita itu terus memaksa untuk mengantarkannya keapartemennya saja ",, awal mula cerita dari Derral kepada Ava, Papah Zohan dan juga Papi Alano.


" Semuanya berubah ketika Dokter Rava yang sedang menyamar katanya sedang kahabisan obat ",, lanjut lagi cerita dari Derral kepada Ava.


" Aku menyuruh anak buahku untuk membelikan obat untuk Dokter Rava, namun ketika aku sudah sendirian didalam apartemen itu, wanita yang aku tabrak tadi dia langsung saja menyuntikkan sesuatu ketengkukku dengan diam-diam ",, sambung lagi cerita dari Derral kepada Ava.


" Dan semuanya menjadi gelap aku tidak tahu apa-apa lagi setelah itu ",, kata Derral kepada Ava.


" Kamu hampir saja dip3rk054 sama wanita itu Derral, bahkan ketika Papah menemukanmu kamu cuma memakai celana d4l4m kamu saja ",, sahut dari Papah Zohan kepada Derral.


Sungguh perkataan dari Papah Zohan membuat Derral dan Ava sangat terkejut sekali.


" Terus dimana wanita itu Papah, akan Ava beri pelajaran kepadanya karena sudah berani menyentuh Derral ",, kata Ava dengan nada yang sangat marah sekali.


Derral yang melihat Ava sedang cemburu dan marah seperti itu, dia pun langsung saja tersenyum senang sekali.


" Dia sudah meninggal karena bunuh diri, sebab tidak tahan karena menjadi pelampiasan n4f5u para anak buah Papah Ava ",, jawab Papah Zohan kepada Ava.


" Baguslah jika wanita itu sudah mati!!, jadi Ava tidak capek-capek untuk memotong-motong tangannya!! ",, jawab Ava dengan nada yang sangat sebal sekali.


Senyum Derral semakin lebar saja ketika mendengar jawaban dari Ava tadi.


" Terus untuk Dokter Rava sendiri bagaimana Papah?? ",, gantian Derral yang bertanya kepada Papah Zohan.


" Biarlah dia mati Papah, karena dengan dia mati rumah tangga Derral jadi damai karena tidak ada lagi ancaman dari dia ",, kata Derral kepada Papah Zohan.


" Itu juga yang Papah inginkan Derral ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


" Sudah biarkanlah mereka menemui ajal mereka masing-masing, sekarang yang terpenting untuk kamu dan Ava harus segera sehat supaya bisa segera pulang kemansion ",, kata Papi Alano kepada Derral dan Ava.


" Iya Derral, benar apa kata dari Papi kamu, kamu dan Ava tidak perlu memusingkan serta memikirkan Dokter Rava, biar Papah saja dan Papi kamu yang menanganinya ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


" Ingatlah sekarang Ava sedang hamil, dan kondisinya dari kemarin juga belum terlalu fit, apalagi dia juga baru saja sadar sama seperti kamu ",, kata Papah Zohan lagi kepada Derral.


Derral yang lupa jika Ava sedang hamil, dia lalu meminta maaf kepada Ava.


" Maafkan aku Ava, aku lupa jika kamu saat ini sedang mengandung anak kita ",, kata Derral kepada Ava sambil mengusap tangannya Ava yang dia genggam.


" Tidak apa-apa untuk sekarang aku maafkan, tapi tidak untuk lain kali ",, jawab Ava kepada Derral sambil tertawa.


" Jika Derral sampai melupakan kamu dan anak kamu, dengan senang hati Papah akan membuat Derral tidak bisa melihat kalian berdua selamanya Ava ",, sahut dari Papah Zohan kepada Ava.


" Jangan Papah, tidak mungkin Derral sampai melupakan istri dan anak Derral yang sangat berarti dihidup Derral ",, kata Derral dengan segera kepada Papah Zohan.


Papah Zohan dan Papi Alano yang melihat wajah ketakutan dari Derral mereka berdua langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.


Sedang Ava juga ikut-ikutan tertawa ketika melihat Papah dan Papi mertuanya tertawa seperti itu.


Akhirnya doa yang mereka semua panjatkan terkabul juga untuk kesadaran dari Derral dan Ava.


Walau Ava dan Derral belum diperbolehkan pulang oleh Dokter, tapi mereka semua sudah merasa senang dan lega karena Derral dan Ava bisa ceria dan tertawa lagi seperti itu.


Jika semua Keluarga Altherr dan Altezza sudah pada merasa bahagia lagi, namun tidak dengan Dokter Rava yang semakin memburuk saja keadaannya karena luka mulut robek yang dialaminya.


Luka yang harusnya diobati hanya dibiarkan saja terlihat sekali jika luka tersebut sudah semakin parah saja, bahkan sudah terlihat seperti membusuk karena ada nanah yang keluar dari luka tersebut.


Men7171kkan, iya begitulah kondisi luka yang dialami oleh Dokter Rava.


Sampai-sampai Dokter Rava sudah tidak bisa berbicara lagi karena saking sakitnya mulutnya itu.


Sambil meringkuk diatas lantai nan dingin, Dokter Rava terus menahan rasa sakit dimulutnya.


Menyedihkan, itulah gambaran yang pas untuk keadaan dari Dokter Rava sekarang.


Tidak tahu kapan ajal menjemput, namun didalam hati Dokter Rava berharap jika esok dia sudah tidak bernyawa lagi, karena dia sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang dialaminya itu.


Mungkin seperti dikabulkan oleh Tuhan, keesokan harinya Dokter Rava pun ditemukan sudah tidak bernyawa lagi oleh para anak buah.


Ketika para anak buah yang merasa ruangan Dokter Rava senyap sekali, mereka pun mencoba mengintip Dokter Rava dari balik lubang pintu tersebut.


Dari lubang pintu itu para anak buah yang berjaga melihat Dokter Rava tidak bergerak sama sekali, akhirnya mereka memutuskan untuk membuka pintu ruang penyekapan itu.


Disaat sudah didekati, bahkan tubuhnya Dokter Rava yang kotor dan kering itu ditendang oleh salah satu anak buah tidak ada tanggapan sama sekali.


Salah satu anak buah itu pun langsung saja ada yang mencoba mengecek apakah Dokter Rava masih bernafas atau tidak, dan ternyata Dokter Rava sudah tidak bernyawa lagi dengan luka robek dimulutnya yang semakin membusuk.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...