Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
SALING TERKEJUT



Sedang Via sendiri ketika sudah menelfon Leon tadi, dia langsung saja mencoba menelfon Ava.


" Aku kabari Ava aaah, karena sibuk dengan Leon, aku jadi lupa memberi kabar kepada Ava ",, kata Via kepada dirinya sendiri.


Setelahnya Via mencoba mencari nomor ponsel milik Ava.


Ketika sudah menemukan nomor ponsel milik Ava, Via pun langsung saja menelfon Ava pada malam itu juga.


Jika diSpanyol sudah malam, diIndonesia justru kebalikannya, dan saat ini Ava sedang mengurus Derral yang sedang sakit.


Ava yang baru saja terlelap sekitar lima menit yang lalu, karena terus terjaga untuk menjaga Derral yang sedang sakit, tiba-tiba saja telinga Ava dikejutkan dengan suara dering ponselnya yang dia taruh diatas meja samping ranjang.


" Via?? ",, kata Ava ketika sudah melihat nama Via dipanggilan masuk ponselnya.


Setelahnya Ava pun mencoba mengangkat sambungan telefon dari Via sambil berjalan kearah balkon kamarnya, karena Ava tidak mau mengganggu tidur lelap dari Derral.


Derral tidurnya sangat lelap sekali, karena efek obat yang tadi diminumnya, dan badan Derral pun sudah mulai membaik tidak sepanas tadi.


" Halo Via, ada apa menelfonku?? ",, tanya dari Ava kepada Via.


" Halo juga Ava,........ apa kamu sudah tidur malam ini?? ",, tanya Via kepada Ava.


" Aku tidak berada diSpanyol Via, sekarang aku lagi berada diIndonesia ",, jawab dari Ava kepada Via.


" Dan disini itu sudah pagi, dan disana pasti sudah tengah malam kan ",, kata Ava lagi kepada Via.


" Oh ada apa kamu keIndonesia??, apa kamu sedang liburan dengan Derral disana?? ",, tanya Via kepada Ava.


" Bukan, aku disini untuk menghadiri pertemuan keluarga, dari Kak Aaric bersama calon istrinya ",, jawab Ava dengan sengaja tidak menjabarkan secara gamblang kepada Via.


" Oh Kak Aaric mau menikah dengan orang Indonesia??, siapa orangnya Ava?? ",, tanya Via lagi kepada Ava.


" Dian........... dan dia sedang hamil anak dari Kak Aaric ",, jawab santai dari Ava kepada Via sambil menghitung didalam hatinya.


Dan tepat dihitungan ketiga, Via pun langsung berteriak sesuai dengan dugaannya.


" Telingaku sakit Viaaaaaaaaa!! ",, kata Ava kepada Via.


" Maaf-maaf, aku sungguh sangat terkejut sekali Ava, tidak aku sangka ternyata Kak Aaric main belakang dengan Dian, karena tahu-tahu mereka sudah mempunyai tabungan masa depan ",, jawab Via kepada Ava sambil tertawa lucu.


" Iya begitulah Via, sudah sekarang kamu menelfonku ada apa??, dan kenapa kamu tidak tidur saja?? '',, kata Ava kepada Via.


" Oh aku menelfon kamu karena aku juga ingin memberitahukan kepadamu supaya besok tiga hari lagi kamu harus wajib datang dipesta pernikahanku, pokoknya datang lho ya ",, kata Via kepada Ava.


" Iya aku akan datang dipesta pernikahan kamu ",, jawab Ava belum sadar perkataan dari Via tadi.


Dan setelah sadar, gantian Ava yang berteriak kepada Via hingga sampai membuat Derral terbangun dari tidur lelapnya.


" Jangan katakan kamu sedang mengeprank aku Via??!! ",, kata Ava kepada Via.


" Aku tidak mengeprank kamu Ava, beneran aku akan menikah dalam tiga hari lagi ",, jawa santai dari Via kepada Ava, walau tadi dia sedikit jengkel karena Ava gantian yang berteriak cukup keras seperti dirinya tadi.


" Kamu mau menikah dengan siapa Via??, Chico?? ",, tanya Ava kepada Via.


" Sembarangan saja kalau berbicara, Chico itu tidak termasuk laki-laki kriteriaku ",, jawab Via kepada Ava.


" Terus dengan siapa kamu menikah Via??, sapi?? ",, kata Ava kepada Via.


" Nanti aku kirimkan fotonya kepadamu, pokoknya tiga hari lagi kamu harus menghadiri pernikahanku, dan untuk acara resepsi pernikahannya nanti aku kabari lagi Ava, Ok ",, kata Via kepada Ava.


" Ok-ok, aku pasti akan datang, untuk melihat sendiri dengan mata kepalaku, apakah kamu berbohong kepadaku atau tidak!! ",, jawab Ava kepada Via.


" Sudah dulu ya Ava, aku cuma ingin mengabari itu saja kepada kamu, aku mau istirahat dulu ",, kata Via lagi kepada Ava.


" Iya ",, jawab Ava kepada Via, dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Via yang sudah mematikan sambungan telefonnya itu, dia langsung saja mengirimkan fotonya Leon yang sedang memakai seragam polisi dan foto berdua dengan Leon kepada Ava.


Dan Ava yang melihat ada pesan masuk dari Via, dia langsung saja membukanya.


" Wuiiiiihhh, calon suaminya seorang polisi,.............tunggu-tunggu-tunggu............, sepertinya dia polisi berpangkat deh, lihat saja lencana yang ada dibajunya, sudah cukup banyak sekali ",, kata Ava sambil berbicara sendiri ketika dia sudah melihat fotonya Leon yang dikirimkan oleh Via tadi.


" Apakah pangkat dari calon suami kamu Via?? ",, begitulah pesan yang Ava kirimkan kepada Via.


" Dia seorang Jenderal, makanya dia memilih menikah cepat denganku, karena dia sebentar lagi akan menangani sebuah kasus ",, balas cepat dari Via kepada Ava.


" Boleh juga seleranya Via yang bisa menggaet seorang Jenderal ",, kata Ava lagi sambil berbicara sendiri.


Ketika Ava sedang fokus berbalas pesan dengan Via, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan kedatangan dari Derral yang sudah terbangun daritadi karena suara teriakannya.


" Kamu sedang berbicara dengan siapa Ava?? ",, tanya Derral sambil berdiri dipintu balkon kamar.


" Eeh Derral kamu sudah bangun ",, kata Ava kepada Derral sambil mengecek suhu badannya Derral yang sudah mendingan.


" Bagaimana aku bisa tidur, jika tadi kamu berteriak keras sekali seperti itu?? ",, kata Derral kepada Ava.


Ava pun langsung saja tertawa lucu sambil meminta maaf kepada Derral.


" Ya bagaimana aku tidak terkejut Derral, jika Via mengundangku untuk menghadiri pernikahannya tiga hari lagi ",, kata Ava kepada Derral.


" Tiga hari lagi??, kenapa Chico tidak memberitahukan kepadaku?? ",, sahut Derral dengan sangat terkejut sekali.


Dan Derral kira Via akan menikah dengan Chico sahabatnya.


" Via tidak mau menikah dengan Chico Derralku sayang, tapi dia akan menikah dengan seorang Jenderal, ini lihat saja foto mereka ",, kata Ava kepada Derral sambil memperlihatkan foto yang tadi Via kirimkan kedalam ponselnya.


Derral pun langsung saja melihat foto yang ada didalam ponselnya Ava dengan cukup serius sekali.


" Kamu kenapa sangat serius sekali melihat foto mereka Derral??, apakah kamu mengenal laki-laki itu?? ",, tanya Ava kepada Derral.


" Mengenal secara langsung tidak, hanya saja aku cukup tahu siapa laki-laki itu ",, jawab Derral kepada Ava.


" Dia memang seorang Jenderal kepolisian, dan dia sudah terkenal sukses dalam menangani semua kasus yang sedang dia pegang ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Ava.


" Apakah dia sering keluar masuk didalam televisi?? ",, tanya Ava kepada Derral.


" Iya sering ",, jawab Derral kepada Ava.


" Ko aku tidak tahu ya??, iya wajar saja sih aku tidak tahu, kan aku jarang menonton televisi ",, kata Ava kepada Derral.


" Berarti setelah acara ini kita harus kembali pulang keSpanyol lagi dong Derral, padahal aku masih ingin lebih lama disini untuk mengenalkan Indonesia kepadamu ",, kata Ava lagi kepada Derral.


" Aku pun juga begitu, tapi lain kali saja tidak apa-apa, karena pernikahan dari Via jauh lebih penting sayang, Via sahabat kamu, masa kamu tega tidak mau hadir dipernikahannya ",, kata Derral kepada Ava dengan lembut.


Ava pun yang mendengar perkataan dari Derral dia langsung saja tersenyum manis, karena tidak menyangka Derral bisa bijak juga dalam berbicara kepadanya.


Setelahnya Ava langsung saja mengajak Derral untuk masuk lagi kedalam kamar karena anginnya cukup kencang dibalkon itu.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...