Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
HADIAH UNTUK DERRAL dari AaRIC



Makan malam pun tanpa terasa ternyata sudah selesai, namun sebelum Ava dan juga Derral berlalu keluar dari dalam ruang makan, Papah Zohan menyuruh Ava dan juga Derral untuk duduk dulu diruang keluarga, karena ada sedikit yang ingin dibahas.


" Baik Pah ",, jawab Ava dan Derral secara bersamaan kepada Papah Zohan.


Papah Zohan pun hanya mengangguk kecil saja kepada Ava dan juga Derral.


Setelah itu Ava dan Derral mereka berdua langsung saja berlalu menuju keruang keluarga dan menunggu Papah Zohan serta yang lainnya bergabung disitu juga.


" Apakah masih lama kita disininya?? ",, tanya Derral kepada Ava yang sedang duduk disampingnya, ketika mereka berdua sudah berada didalam ruang keluarga.


" Memangnya kenapa kalau kita masih lama disini??, malahan aku kepinginnya kita disini saja terus ",, jawab Ava kepada Derral.


Derral langsung menatap Ava dengan dingin ketika mendengar jawabannya Ava.


Tidak tahukah Ava jika Derral rasanya ingin mengulanginya lagi kegiatan mereka yang tertunda itu.


Sedang tadi diruang makan, ketika Ava dan juga Derral sudah berlalu dari dalam situ, Papah Zohan memperingatkan Aaric lagi untuk jangan menonjok wajahnya Derral.


Namun masih ditanggapi santai oleh Aaric.


" Lihat nanti sajalah Pah ",, jawab tenang dari Aaric kepada Papah Zohan.


Dan Mamah Gretl yang masih berada disitu, dia sedikit terkejut mendengar perkataan dari Papah Zohan tadi kepada Aaric.


" Apa benar kamu ingin menonjok wajah dari adik ipar kamu Aaric?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Aaric.


" Dia bukan adik Ipar Aaric Mah, jika belum Aaric beri hadiah ",, jawab dari Aaric kepada Mamah Gretl.


" Janganlah Nak, kasihan wajah dia sudah babak belur seperti itu, karena ditonjok tadi oleh Papah kamu ",, larang dari Mamah Gretl kepada Aaric.


Sedangkan Papah Zohan yang masih ada disitu, dia hanya mendengarkan saja sambil meminum tehnya.


" Dia kan laki-laki Mah, ya jangan takut dipukuli jika dia berbuat salah, apalagi dia berulahnya dengan Ava, pastilah Aaric tidak terima Mah ",, jawab Aaric kepada Mamah Gretl.


Mamah Gretl dia sampai kehabisan kata-kata ketika dia mendengar jawaban dari Aaric kepadanya.


Mamah Gretl dia hanya bisa menggelengkan kepalanya saja kepada Aaric.


" Sudah yuk, kita kedalam ruang keluarga, pasti Ava dan Derral sudah menunggu kita ",, ajak dari Papah Zohan kepada Aaric dan juga Mamah Gretl.


Mamah Gretl dan juga Aaric hanya mengangguk saja kepada Papah Zohan.


Dan setelah itu mereka bertiga langsung saja melangkahkan kakinya untuk berlalu menuju keruang keluarga.


Dan ketika mereka baru saja sampai didalam ruang keluarga, Aaric, Papah Zohan dan juga Mamah Gretl melihat Ava dan juga Derral seperti sedang beradu argumen.


Tapi mereka bertiga tidak tahu, perdebatan apa yang sedang dibicarakan oleh Derral dan juga Ava.


Ava dan Derral langsung saja menghentikan adu argumennya ketika melihat semua Keluarganya sudah pada masuk kedalam ruang keluarga.


" Derral Papah ingin bertanya lagi kepadamu?? ",, kata Papah Zohan membuka pembicaraan ketika mereka semua sudah pada duduk tenang diatas shofa yang ada didalam ruang Keluarga.


" Iya Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.


" Apakah kamu benar-benar serius dengan Ava Derral?? ",, tanya Papah Zohan kepada Derral.


" Sangat serius sekali Pah ",, jawab Derral dengan mantap kepada Papah Zohan.


Karena memang Derral dia sangat tertarik sekali dengan Ava, namun belum ada kata cinta didalam hatinya untuk Ava.


" Ok, apakah kamu sudah siap mengemban tugasmu menjadi suami yang baik untuk Ava Derral?? ",, tanya Papah Zohan lagi kepada Derral.


" Karena Papah tidak akan memberikan kata ampun dan maaf kepadamu jika kamu sampai melukai dan membuat Ava bersedih!! ",, lanjut lagi perkataanya Papah Zohan kepada Derral.


" Siap Pah, Derral siap, dan Derral berjanji tidak akan membuat Ava menangis dan juga bersedih ",, jawab Derral lagi dengan mantap kepada Papah Zohan.


Walau Derral songong bin sombong bin nyebelin, tapi untungnya dia tidak pemain wanita dan juga tidak suka tebar pesona kesana kemari kepada semua wanita.


Tapi justru wanitanyalah yang selalu menggoda dan ingin mendapatkan hatinya Derral.


" Apakah semua jawaban dari kamu bisa Papah percaya?? ",, tanya Papah Zohan lagi kepada Derral.


" Silahkan jika Papah tidak mau percaya, tapi yang pasti Derral akan membuktikan jika semua perkataannya Derral bisa dipertanggungjawabkan untuk kedapannya ",, jawab Derral dengan sangat santai sekali kepada Papah mertuanya.


Sedang Ava yang daritadi juga mendengar jawaban dari Derral, dia langsung berkata didalam hatinya.


" Boleh juga jawaban dari kayu jati disebelahku ",, kata batinnya Ava untuk Derral.


" Dan kalaupun kamu sampai melukaiku dan membuatku sakit hati karena ulahmu, aku juga tidak akan tinggal diam saja, memangnya aku ini wanita lemah ",, kata batinnya Ava lagi untuk Derral.


" Baiklah, siapkan dirimu untuk esok hari pemberkatan pernikahan paksa ini, jangan sampai mengecewakan kami Derral yang sudah menyetujui pernikahanmu dengan Ava ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


" Untuk pakaiannya akan diantarakan esok hari oleh butik langganan dari Keluarga Altherr ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Derral dan masih didengar oleh semua orang yang berada disitu.


" Iya Pah ",, jawab Ava dan juga Derral bisa secara bersamaan lagi.


Melihat pembicaraan sudah selesai, Derral lalu berdiri dari duduknya dan langsung mengajak Ava untuk masuk kedalam kamar mereka.


Namun sebelum kakinya Derral melangkah, tiba-tiba saja dia didekatin oleh Aaric Kakaknya Ava yang langsung berdiri didepanya Derral.


Mamah Gretl yang melihat, dia sudah menggelengkan kepalanya kepada Aaric, namun tidak dipedulikan oleh Aaric.


Sedangkan Papah Zohan, dia langsung saja duduk santai sambil menyandarkan punggungnya kesandaran shofa untuk melihat pertunjukkan yang ingin dilakukan oleh anak laki-lakinya kepada menantu laki-lakinya itu.


" Derral ",, panggil Aaric kepada Derral ketika dia sudah berada didepannya Derral.


Derral hanya diam saja sambil terus menatap kearah wajah Kakak iparnya itu yang berada didepannya.


Dan Derral dia juga sudah bersiap-siap jika Aaric tiba-tiba ingin memukulnya, namun dugaan dari Derral salah besar.


Sebab Aaric tiba-tiba saja dia langsung saja memeluk erat Derral ala aki-laki.


Ava yang melihat Kakaknya seperti itu kepada Derral, dia hanya mengangkat sebelah alisnya karena tidak percaya jika Kakaknya akan berbaik hati kepada Derral dengan mudah.


Begitupun dengan Papah Zohan, dia juga sama seperti Ava mengangkat sebelah alisnya, sambil ingin melihat kelanjutan apa yang ingin dilakukan oleh Aaric kepada Derral.


Sedangkan Mamah Gretl dia antara yakin dan tidak yakin dengan sikapnya Aaric kepada Derral, namun ketika Mamah Gretl melihat Aaric memeluk adik iparnya seperti itu, hati Mamah Gretl sudah cukup tenang, dan dia pun tadi langsung tersenyum senang.


Namun tiba-tiba.............


Suasana berubah mengejutkan, terutama untuk Mamah Gretl dan juga Derral.


Karena setelah memeluk Derral tadi, Aaric tiba-tiba saja langsung saja membanting tubuh kekarnya Derral keatas lantai marmer yang keras nan dingin itu.


Ava yang melihat Kakaknya seperti itu kepada Derral, dia langsung saja menepuk dahinya dengan cukup keras.


Sedangkan Aaric setelah membanting tubuhnya Derral, dia langsung saja berlalu dari dalam ruang keluarga seperti tanpa dosa saja untuk menuju kedalam kamarnya.


Ava setelah itu dia langsung saja membantu Derral untuk bangun, dibantu oleh Mamah Gretl juga yang tadi sangat syok dengan tingkah dari anak laki-lakinya.


Sedangkan Papah Zohan, yang melihat Derral dibanting seperti itu, dia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkahnya Aaric, dan langsung saja berlalu juga untuk menuju kedalam kamarnya tanpa membantu Derral bangun.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...