
Setelah beberapa menit berkendara akhirnya Aaric sampai juga dirumah mewah milik Ayah Chyou.
Yaps kita akan membahas Aaric dan Dian lagi.
Aaric yang sudah sampai, dia langsung saja segera turun dari dalam mobil untuk segera masuk kedalam rumah sang Ayah mertua.
" Kak Lii, dimana Dian?? ",, tanya Aaric kepada Kak Lii yang baru saja keluar dari dalam kamar Dian.
" Untung kamu cepat datang, Dian ada didalam kamarnya, dan dia sedang memanggil-manggil nama kamu daritadi ",, jawab Kak Lii kepada Aaric.
" Aaric langsung kekamar ya Kak ",, kata Aaric lagi kepada Kak Lii.
" Iya ",, jawab Kak Lii kepada Aaric.
Setelahnya Aaric langsung saja bergegas menuju kedalam kamar Dian.
Aaric yang sudah sampai didepan kamar Dian, dia langsung saja membuka pintu kamarnuya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Dan ketika Aaric sudah membuka pintunya, dia langsung melihat Mamah Sherlly sedang mengompres dahinya Dian.
Sedang Ayah Chyou sendiri, entah dia ada dimana, karena tidak ada didalam kamarnya Dian.
" Mamah, bagaimana keadaan dari Dian Mah?? ",, tanya Aaric kepada Mamah Sherlly dengan wajah yang sangat khawatir sekali.
" Dian daritadi panasnya belum turun-turun, dan daritadi juga dia terus menyebut nama kamu Aaric ",, jawab Mamah Sherlly kepada Aaric.
" Ini Ayah ada dimana Mah??, ko diluar tadi Aaric tidak melihatnya?? ",, tanya Aaric kepada Mamah Sherlly.
" Kak Aaric .......... ",, kata Dian mengigau memanggil nama Aaric lagi.
Dan igauan dari Dian mengalihkan pandangan dari Mamah Sherlly dan juga Aaric.
" Ayah kamu sedang pergi membeli obat diapotek, sudah kamu jagain Dian dulu ya Nak, Mamah mau mengambilkan makanan untuk kalian berdua ",, kata Mamah Sherlly kepada Aaric.
" Iya Mah ",, jawab Aaric kepada Mamah Sherlly.
Setelahnya Mamah Sherlly beranjak keluar dari dalam kamar Dian, meninggalkan Aaric bersama Dian berdua saja didalam kamar.
" Hei Mamah Dian, Ayah sudah ada disini......... bangun sayang ",, kata Aaric kepada Dian sambil mengusap lembut pipinya Dian.
Dian pun langsung saja mencoba membuka matanya ketika dia mendengar suaranya Aaric.
" Ayah Aaric......... ",, suara lemas dari Dian kepada Aaric.
" Mamah kenapa??, seharian ini Mamah tidak kenapa-kenapa??, tapi kenapa sekarang Mamah menjadi demam seperti ini, membuat Ayah sangat khawatir sekali dengan keadaannya Mamah ",, kata Aaric kepada Dian sambil menggenggam lembut tangannya Dian.
" Sini............ tidurlah disini, disampingku ",, kata Dian kepada Aaric sambil meraba ranjang sebelahnya.
Dan Aaric pun dengan senang hati dia langsung saja tiduran disampingnya Dian.
Sambil tidur miring untuk memeluk Dian, Aaric pun mencoba mendekap Dian dengan lembut, sedangkan Dian sendiri langsung memilih menenggelamkan wajahnya didada Aaric sambil memejamkan matanya.
" Tidurlah, akan Ayah temani malam ini tidur disini ",, kata Aaric kepada Dian sambil terus mengusap perut Dian dari balik selimut.
Dengan mudah Dian langsung saja terlelap dalam tidurnya sambil menghirup aroma keringat dari Aaric dan merasakan usapan lembut tangannya Aaric diperutnya.
Ketika Dian baru saja terlelap dalam tidurnya untuk beberapa menit lamanya.
Tiba-tiba saja Mamah Sherlly masuk lagi kedalam kamar sambil membawa dua buah makanan diatas piring yang dibantu dibawakan oleh para asisstan rumah tangganya.
" Apakah Dian sudah tidur Nak?? ",, tanya Mamah Sherlly kepada Aaric.
" Iya Mah, Dian sepertinya sudah tidur ",, jawab Aaric kepada Mamah Sherlly.
" Bangunkan dulu Diannya, karena Dian harus makan malam dulu Nak, dan kamu juga makan ya....... itu Mamah sudah bawakan dua porsi untuk kalian ",, kata Mamah Sherlly kepada Aaric.
Aaric hanya mengangguk saja kepada Mamah Sherlly, dan setelahnya Aaric mencoba membangunkan Dian.
Dian pun langsung saja mencoba membuka matanya, sambil berusaha untuk duduk dari rebahannya.
Mamah Sherlly yang melihat Dian sudah bangun, dia langsung saja memberikan makanan tadi yang sudah diambilkannya untuk Aaric.
" Ayah suapin ya ",, kata Aaric dengan lembut kepada Dian.
Dian hanya mengangguk saja kepada Aaric.
Dan Aaric langsung menyuapi Dian dengan penuh perhatian.
Ketika Aaric sedang menyuapi Dian, tiba-tiba saja pintu kamar Dian terbuka lagi dari luar, dan ternyata yang membuka pintunya adalah Ayah Chyou yang baru saja pulang dari apotek.
" Aaric ini obat untuk Dian, sudah Ayah belikan yang bagus dan yang baik dikonsumsi oleh Ibu hamil ",, kata Ayah Chyou kepada Aaric.
" Terimakasih Ayah........ ",, kata Aaric kepada Ayah Chyou sambil menerima obat tersebut.
" Sudah Ayah, Mamah tidak kuat .......... mau muntah ",, kata Dian kepada Aaric.
" Kalau begitu minum obatnya dulu ya ",, kata Aaric kepada Dian.
Dan Dian langsung mengangguk serta meminum obat yang sudah dibelikan oleh Ayah Chyou tadi untuk menurunkan panas yang ada didalam tubuhnya.
Serta tidak lupa, Dian juga meminum vitamin yang biasa dia minum untuk menunjang kehamilannya.
" Ayah sama Mamah tinggal keluar dulu ya Nak, jika nanti kamu butuh apa-apa, kamu bisa panggil kita saja ",, kata Mamah Sherlly kepada Aaric.
" Iya Mah, Yah, terimakasih ya .......... ",, kata Aaric kepada Ayah Chyou dan Mamah Sherlly.
" Jangan lupa itu makanannya dimakan, biar kamu tidak ikutan sakit juga ",, pesan dari Mamah Sherlly kepada Aaric sebelum berlalu keluar.
" Iya Mah, pasti Aaric makan nanti ",, jawab Aaric kepada Mamah Sherlly.
Setelahnya Ayah Chyou dan Mamah Sherlly pergi meninggalkan Aaric berdua saja didalam kamar Dian.
" Ayah Aaric jika belum makan, dimakan dulu ya nasinya, nanti setelah itu temani Mamah tidur disini ",, kata Dian kepada Aaric.
" Dan Ayah....... itu tolong habiskan nasinya Mamah, Mamah ingin sekali melihat Ayah makan banyak malam ini ",, kata Dian lagi kepada Aaric.
" Iya, baiklah sayang ",, jawab Aaric kepada Dian sambil tersenyum.
" Huh..........., pulang keSpnyol perutku pasti buncit harus makan banyak seperti ini ",, kata batin dari Aaric sambil melihat dua piring makanan yang ada didepannya.
Dengan terpaksa akhirnya Aaric memakan dua porsi makanan tadi.
Makanan milik Dian walau sudah dimakan, namun tetap saja masih tersisa banyak sekali diatas piring tersebut.
Dan porsi makan Aaric sebetulnya tidak sebanyak itu, namun demi membahagiakan Dian, Aaric tetap paksakan untuk menghabiskan dua porsi makanan tadi.
Dian yang sedang memperhatian Aaric yang lagi menikmati makanannya, senyum dia terus mengembang sangat manis sekali.
Hingga tanpa sadar, mata Dian pun akhirnya terpejam juga dengan sendirinya.
Dan Aaric yang melihat Dian sudah tertidur, dia tersenyum sambil mengunyah makanannya.
Disaat dua porsi makanan sudah Aaric habiskan, Aaric langsung saja bersih-bersih dulu badannya didalam kamar mandi supaya bisa segera tidur disampingnya Dian.
Jam yang sudah cukup larut serta tubuh yang merasa sedikit capek, membuat Aaric juga cepat lelap dalam tidurnya.
Aaric tertidur sambil memeluk mesra tubuhnya Dian didalam satu selimut yang sama.
Dan Dian yang tertidur didalam pelukannya Aaric, lama kelamaan suhu tubuhnya bisa kembali seperti semula.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...