Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
RACUN



Tuan Amos yang sudah masuk kedalam ruang penyekapan itu, dia langsung saja berlari mendekati sang putri tercintanya itu sambil memeriksa semua keadaan dari Caroline.


" Oline, apa kamu tidak apa-apa Nak?? ",, tanya dari Tuan Amos kepada Caroline sambil memeriksa keadaan dari Caroline.


Caroline hanya menggelengkan kepalanya saja sambil menangis dengan wajah yang makeupnya sudah berantakan sekali.


" Apa yang sudah kalian lakukan kepada putri saya hah!! ",, kata Tuan Amos kepada Derral, Papi Alano, Papah Zohan dan juga Egon yang ikut berdiri diantara tiga orang itu dengan nada yang sangat marah sekali.


" Tidak ada!!, kan anda bisa melihatnya sendiri, apa yang sedang kami lakukan kepada putri anda Tuan Amos ",, jawab dari Papah Zohan kepada Tuan Amos dengan sangat santai sekali.


" Beren953k anda Tuan Zohan, cepat lepaskan putri saya, atau............ ",, kata Tuan Amos langsung saja terpotong oleh perkataan dari Papah Zohan.


" Atau apa hmm, atau apa Tuan Amos??, apa yang ingin anda lakukan kepada saya??!! ",, kata Papah Zohan kepada Tuan Amos dengan nada tegasnya.


" Cepat lepaskan putri saya Tuan Amos, saya berjanji secepatnya akan melunasi hutang-hutang saya itu kepada anda Tuan?? ",, kata Tuan Amos kepada Papah Zohan.


" Huh!!, terlambat!!, dari beberapa bulan yang lalu pun anda selalu berkata seperti itu kepada saya, sekarang anda rasakan sendiri akibatnya ",, kata Papah Zohan kepada Tuan Amos.


" Apa maksud dari perkataan anda Tuan Zohan?? ",, tanya dari Tuan Amos kepada Papah Zohan dengan bingung.


" Anda bisa melihatnya sendiri ",, jawab dari Papah Zohan kepada Tuan Amos.


Dan setelahnya Papah Zohan mengajak Derral, dan juga Papi Alano untuk berlalu keluar dari dalam ruang penyekapan itu.


Dan Tuan Amos yang ingin menyusul mereka pun, dia langsung saja ditahan oleh Egon dengan sekuat tenaga.


Ketika Papah Zohan, Derral dan juga Papi Alano sudah berlalu keluar dari dalam ruang penyekapan itu, sekarang gantian Egon yang keluar.


Namun sebelum itu, Egon mendorong tubuhnya Tuan Amos dengan cukup kasar sekali supaya Tuan Amos tidak bisa mengikutinya.


Setelah Egon sudah keluar, dia langsung saja menutup pintunya lagi dari luar dan juga menguncinya serapat mungkin.


Kejam??, yaps begitulah.


Didunia bisnis tidak ada yang mustahil, bahkan membunuh orang pun dengan mudahnya, seperti membunuh seekor semut yang menggigit tangan kita.


Akhirnya tinggallah berdua saja yang ada didalam ruang penyekapan itu.


Antara Tuan Amos dan putri tercintanya yaitu Caroline.


Tuan Amos yang sudah bangun dari terjatuhnya tadi, karena didorong oleh Egon, dia langsung saja melepaskan semua ikatan yang ada ditubuhnya Caroline.


Dan Caroline pun ketika sudah terlepas, dia langsung saja memeluk sang Ayah dengan rasa ketakutannya.


" Kita harus pergi dari sini Ayah ",, kata Caroline kepada Tuan Amos.


" Namun sebelum itu, katakan kepada Ayah, apakah kamu benar sudah menyewa pembunuh bayaran dan malah melukai putri dari Tuan Zohan?? ",, tanya dari Tuan Amos kepada Caroline.


" Iya Ayah, itu semua gara-gara ulah pembunuh bayaran itu yang bodoh dalam bekerja!! ",, jawab Caroline kepada Tuan Amos sambil mengangguk.


" Apa maksud kamu Oline?? ",, tanya lagi Tuan Amos kepada Caroline.


" Oline bukannya mau melukai istrinya Derral itu Ayah, tapi Derrallah yang ingin Oline lukai dan bunuh, sebab dia sudah mempermalukan Oline dan juga sudah menolak Oline terus menerus, sakit sekali hatinya Oline Ayah dihina, direndahkan, dan diinjak-injak harga diri Oline oleh Derral, makanya Oline ingin balas dendam kepada Derral ",, jawab Caroline kepada Tuan Amos.


" Tapi jika sekarang kondisinya, bukan dia yang mati, melainkan kita Oline, dan............ aaaaaa ",, kata Tuan Amos tiba-tiba terputus karena tiba-tiba juga Tuan Amos merasa sangat sakit sekali ditenggorokannya.


Dan Caroline yang melihat Ayahnya terkapar dilantai dengan sambil memegangi tenggorokannya, dia langsung saja bingung serta ketakutan sekali.


" Ayah........!!, Ayah kenapa Ayah........!! ",, kata Caroline dengan sangat ketakutan sekali.


Sedangkan diluar, tepatnya didepan ruang penyekapan itu, Papah Zohan, Papi Alano, Derral dan juga Egon, mereka berempat masih setia menunggu teriakan dari Caroline yang akan memanggil-manggil nama sang Ayah tercintanya itu.


" Sebentar lagi obatnya akan bereaksi, kita tunggu saja sebentar ",, kata Papah Zohan kepada Derral dan juga Papi Alano.


" Papah mertuaku ternyata sungguh sangat menyeramkan sekali, sama seperti anaknya ",, kata batin dari Derral ketika sudah mengetahui sedikit sifat dari Papah Zohan.


" Huh..... hebat juga Tuan Zohan, aku suka cara dia membasmi para serangga yang mengganggu ",, kata batin dari Papi Alano untuk Papah Zohan.


Dan obat yang dimaksud oleh Papah Zohan adalah obat racun yang sudah dicampurkan diwine yang tadi diminum oleh Tuan Amos.


Papah Zohan sengaja memberikan racun itu kepada Tuan Amos untuk memberikan pelajaran kepadanya, supaya dia tidak berani macam-macam lagi dengan Keluarga Altherr.


" Hah!!, benar kan, wanita itu sudah berteriak-teriak memanggil Ayahnya, itu artinya obatnya sudah bereaksi!! ",, kata Papah Zohan ketika dia sudah mendengar Oline memanggil-manggil nama Tuan Amos tadi.


Sedangkan Derral dan Papi Alano mereka berdua hanya mengangguk saja membenarkan perkataan dari Papah Zohan.


" Buka pintunya Egon ",, perintah dari Papah Zohan kepada Egon.


Mendengar perintah dari Papah Zohan, Egon pun langsung saja membuka pintunya lagi, dan ketika pintu sudah terbuka, mereka berempat langsung segera masuk kedalam ruang penyekapan itu.


Caroline yang melihat semua orang masuk, dia langsung saja memohon-mohon kepada Papah Zohan, Derral dan juga Papi Alano untuk segera menolong sang Ayah tercintanya itu.


" Apa imbalan yang akan anda berikan kepada saya Nona, jika saya membantu Ayah anda itu??!! ",, kata Papah Zohan kepada Caroline yang sedang memohon dibawah kakinya itu.


" Apa saja Tuan, apapun yang kami punya ambil saja untuk anda Tuan ",, jawab dari Caroline kepada Papah Zohan.


" Asal anda tahu Nona, Ayah anda itu dia mempunyai hutang kepada saya sebanyak lima miliar lebih, dan apakah anda tahu juga jika uang yang dia punya sering dia hambur-hamburkan hanya untuk menyewa para jalan9?? ",, kata dari Papah Zohan kepada Caroline.


" Tidak!! itu tidak benar, Ayah saya dia laki-laki yang setia kepada Mamah saya!! ",, bantah dari Caroline kepada Papah Zohan.


" Jika anda tidak percaya silahkan saja, dan saya pun juga mempunyai buktinya itu semua jika anda ingin bukti ",, jawab dari Papah Zohan dengan santai sekali kepada Caroline.


" Sekarang pilihan anda ditangan anda Nona, mau menolong Ayah anda itu yang sedang sekarat dan suka bermain dengan seorang jalan9 atau tidak ",, kata dari Papah Zohan lagi kepada Caroline.


Dan Caroline dia menjadi bimbang serta sedikit bingung, sebab dimata dia Ayahnya itu sangatlah baik serta sayang dengan Keluarga.


Jadi ketika Caroline diberitahu akan kenyataan itu dari Papah Zohan, dia sedikit tidak percaya dan juga menjadi bingung sekali.


Sebab jika memang itu benar, Caroline sangat tidak terima jika Mamahnya dikhianati seperti itu oleh Ayahnya.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...