Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEMATIAN FARA



Semalaman Dokter Rava terus merintih kesakitan karena mulutnya yang terluka cukup lebar sekali sampai kepipinya hampir sampai ketelinganya.


Luka menganga yang diakibatkan robekan dari pisau milik anak buah Papah Zohan, membuat Dokter Rava harus menjalani malamnya dengan keadaan menggigil kesakitan dan terus menahan rasa perih yang dirasakannya.


Seperti tidak ada rasa kasihan sama sekali, iya seperti itulah yang sedang digambarkan oleh para anak buah kepada keadaan dari Dokter Rava.


Sebab sengaja tidak diberi makan dari kemarin, Dokter Rava pun juga tidak diberi obat sama sekali oleh para anak buah yang ada disitu.


" Aaaaaah sakiiiit, tolong ini sakit sekali ",, ratapan pilu dari suara Dokter Rava kepada para anak buah yang berjaga.


Dengan suara terbata-bata, Dokter Rava terus meminta tolong kepada para anak buah untuk membantunya mengobati rasa sakit dimulutnya itu.


Walau para anak buah yang berjaga mendengar suara pilu dari Dokter Rava, mereka tidak ada satupun yang mau menolong Dokter Rava.


Seakan dibiarkan mati dengan sendirinya, seperti itulah yang ingin ditunjukkan kepada Dokter Rava.


Walau Papah Zohan berada jauh dirumah sakit untuk menunggui sang putri dan menantu laki-lakinya, tapi dia selalu mendapatkan laporan dari para anak buah yang berjaga disitu.


Bahkan Papah Zohan melarang tegas kepada para anak buahnya untuk membantu Dokter Rava.


Dan jika sampai ketahuan ada yang membantu Dokter Rava, siap-siap dia akan mendapatkan hukuman yang cukup berat dari Papah Zohan.


Kurus, kering, dekil, bau, kotor, tidak terawat mungkin seperti itulah keadaan dari Dokter Rava sekarang.


Tidak ada lagi Dokter Rava yang sombong, tampan, angkuh dan juga kuat, yang ada adalah Dokter Rava yang lemah dan sedang 53k4r4t.


Tanpa susah-susah mengeluarkan keringat dan tenaga, Papah Zohan sudah membuat Dokter Rava menderita dengan sendirinya.


Papah Zohan yang baru saja selesai menerima telefon dari sang Ketua markasnya, dia langsung saja ditanya oleh Opa.


" Siapakah yang menelfon kamu tadi Zohan?? ",, tanya Opa kepada Papah Zohan.


" Anak buah Zohan Ayah, dia melaporkan jika keadaan dari Dokter Rava semakin memburuk karena luka robek yang ada dimulutnya ",, jawab Papah Zohan kepada Opa.


" Biarkan saja dia mati dengan sendirinya, jangan pernah sesekali kamu mengobatinya ",, jawab tegas dari Opa kepada Papah Zohan.


" Dia yang membuat kita bersikap kejam kepadanya, dan jika dia tidak memulai terlebih dahulu, kita juga tidak akan sekejam ini kepadanya ",, kata Opa lagi kepada Papah Zohan.


" Iya Ayah, Zohan tahu ",, jawab dari Papah Zohan kepada Opa.


Meninggalkan Dokter Rava, Papah Zohan dan Opa sejenak, karena kita akan membahas siFara.


Fara lama-kelamaan yang terus-terusan menjadi budak n4f5u dari para anak buah, dia akhirnya memilih mengakhiri hidupnya dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan pecahan kaca yang dia temukan disitu.


Ketika hari sudah berganti pagi lagi, seperti biasa jika ada anak buah yang ingin melampiaskan h45r4tnya kepada Fara, dia pun langsung saja dengan sesuka hatinya akan masuk kedalam ruang penyekapan siFara.


Namun alangkah terkejutnya anak buah itu ketika sudah membuka ruang penyekapan Fara, dia melihat jika Fara sudah meninggal dengan pergelangan tangan yang terluka cukup dalam seperti itu.


Sontak saja hal itu membuat anak buah tadi langsung saja berlari keluar lagi dari dalam ruang penyekapan itu untuk menyampaikan berita tersebut kepada sang Ketua.


Sang Ketua yang mendapatkan laporan dari salah satu anak buahnya, dia langsung saja bergegas menuju keruang penyekapannya Fara.


Dan benar saja, ketika sang Ketua mengeceknya sendiri, kalau Fara sudah meninggal dalam keadaan yang cukup mengenaskan.


" Kalian urus dulu mayat dia, saya mau menghubungi Tuan Zohan lagi ",, perintah dari sang Ketua kepada para anak buahnya.


" Baik Ketua ",, jawab serempak dari para anak buah itu kepada sang Ketua.


Sang Ketua yang sudah keluar dari dalam ruang penyekapan itu dia langsung saja mencoba menghubungi Papah Zohan lagi.


Papah Zohan meminta ijin sejenak kepada mereka semua sambil langsung mengangkat sambungan telefonnya ketika melihat nama anak buahnya menelfon lagi.


" Halo ...... ",, kata Papah Zohan kepada sang Ketua.


" Halo Tuan Zohan ",, jawab dari sang Ketua kepada Papah Zohan.


" Ada apa lagi kamu menelfon saya?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada sang Ketua.


" Tuan, wanita yang bernama Fara ini dia sudah meninggal bunuh diri Tuan ",, lapor dari sang Ketua kepada Papah Zohan.


" Baguslah jika dia sudah mati, itu artinya kalian semua tidak perlu menyiksanya lagi supaya dia meregang nyawa ",, jawab dari Papah Zohan kepada sang Ketua.


" Kita apakan jasad dari wanita itu Tuan?? ",, tanya dari sang Ketua kepada Papah Zohan.


" Kalian bakar saja jasadnya atau terserah kamu saja mau kamu apakan jasadnya ",, jawab dari Papah Zohan kepada sang Ketua.


" Baik Tuan, saya tahu mau akan saya apakan jasadnya ",, kata sang Ketua kepada Papah Zohan.


" Iya terserah kamu saja ",, kata Papah Zohan kepada sang Ketua.


" Baik Tuan ",, jawab dari sang Ketua kepada Papah Zohan.


Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Papah Zohan yang sudah selesai menelfon sang Ketua tadi, dia langsung saja ikut bergabung lagi dengan semua Keluarganya.


Sedang sang Ketua dia langsung saja mengeksekusi jasad dari Fara yang akan dia berikan kepada temannya yang memelihara harimau dan juga buaya.


Apakah jasad Fara untuk dibuat santapan untuk dua hewan liar dan buas itu??, jawabannya adalah iya, karena sang Ketua malas sekali menghilangkan jejak dari kematian siFara.


Sungguh kematian yang sangat tragis dan tidak elit sekali untuk siFara.


Harus meninggal dengan cara bunuh diri, dan jasadnya bukannya dikuburkan melainkan habis dimakan harimau dan buaya peliharaan.


Dirumah sakit Papah Zohan yang sudah bergabung lagi dengan semua orang, dia langsung saja memberitahukan berita tentang kematian Fara kepada para laki-laki.


" Baguslah jika dia sudah meninggal, dan anda apakan jasad dari wanita itu Tuan Zohan?? ",, tanya dari Leon kepada Papah Zohan.


" Entahlah terserah anak buah saya saja mau mereka apakan ",, jawab dari Papah Zohan kepada Leon.


" Iya walau saya tahu perbuatan anda bisa dikenakan pasal, tapi anda tenang saja Tuan Zohan karena saya tidak akan menangkap anda ",, canda dari Leon kepada Papah Zohan.


Para laki-laki terutama Papah Zohan langsung saja tertawa ketika mendengar candaan dari Leon tadi.


Sedangkan untuk para wanita, mereka sedang asik berbincang disamping brankarnya siAva sambil terus menghibur Ava supaya Ava semakin semangat saja untuk sembuh.


Sampai saat ini Ava belum mengetahui penyebab sebenarnya apa yang membuat sang suami yaitu Derral sampai tidak sadarkan diri seperti itu.


Walau Ava sangat penasaran sekali apa penyebabnya, namun rasanya Ava sangat malas sekali membahas perihal itu sekarang.


Karena yang sedang difikirkan Ava saat ini, dia ingin cepat sehat supaya bisa mengurus Derral yang sedang sakit dan belum sadarkan diri seperti itu.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...