
Berpindah keVia dan Leon lagi.
Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Leon, Ayah Markus dan juga Ozzie sampai juga dikediaman atau tempat tinggalnya Leon.
Semua orang langsung saja turun dari dalam mobil ketika mereka semua sudah memarkirkan mobil mereka masing-masing.
" Apakah ini rumah kamu Nak??, bagus dan besar juga ya ",, kata Mamah Delfa kepada Leon.
" Iya Mah, ini rumah Leon yang Leon beli dengan jerih payah Leon sendiri ",, jawab Leon kepada Mamah Delfa sambil tersenyum.
" Oh ya, jika Mamah sama Ayah atau Ozzie ingin berkunjung kesini lagi, itu rumah didepan kosong Mah, Yah, karena rumah itu adalah salah satu mas kawin yang Leon berikan kepada Via ",, kata Leon kepada kedua mertuanya.
" Waao, apakah betul itu Nak, jika rumah itu sekarang menjadi milik kamu?? ",, kata Ayah Markus kepada Via.
Via yang daritadi hanya diam saja sambil mendengarkan perkataan dari semua Keluarganya, dia sedikit bingung ketika mendengar perkataan dari Leon.
Sebab pasalnya rumah itu dia beli dengan uangnya sendiri dan uang dari Leon sudah dia ganti.
Untuk membuat sang Ayah dan Mamah senang, akhirnya Via pun mengiyakan saja perkataan dari Ayahnya.
" Iya Ayah, itu rumah yang siHoney berikan kepada Via, karena Via menyukai rumah itu dan kebetulan juga rumahnya sedang dijual oleh pemiliknya ",, jawab Via kepada Ayah Markus dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.
Leon yang mendengar perkataan dari Via dia langsung tersenyum manis dalam diamnya.
" Kita nanti saja melihat rumah itu, sekarang kita masuk dulu yuk kedalam rumah yang ini, Mamah sudah capek ",, kata Mamah Delfa kepada Leon dan semua orang.
" Ayo Mah ",, jawab Via kepada Leon.
Setelahnya semua orang pun langsung saja masuk kedalam rumah milik Leon.
Ketika sudah sampai didalam ruang tamu, Ayah Markus, Mamah Delfa dan juga Ozzie mereka bertiga langsung saja mengalihkan pandangan mereka kesemua ruangan yang ada disitu.
Dan begitu banyak foto dari Leon yang memakai seragam polisi dari yang berpangkat rendah sampai berpangkat tinggi seperti sekarang.
" Kak apakah itu fotonya Kak Leon?? ",, tanya Ozzie kepada Leon sambil menunjuk sebuah foto.
" Iya itu foto Kakak waktu awal-awal menjadi polisi dan baru saja dinyatakan lolos, kenapa Ozzie??, beda jauh ya sama wajah Kakak yang sekarang?? ",, jawab Leon kepada Ozzie sambil tertawa.
Suara tawa dari Leon membuat semua orang yang ada disitu langsung ikut tertawa juga.
" Sebantar Via buatkan minum untuk kalian semua ",, kata Via menyela pembicaraan dari semua orang.
Ayah Markus dan Mamah Delfa mereka berdua hanya mengangguk saja kepada Via.
Setelahnya Via langsung berlalu menuju kedalam dapur untuk membuatkan minum untuk semua Keluarganya.
" Bukan Ozzie iya Kak yang berbicara, Kakak sendiri lho ",, kata Ozzie kepada Leon.
" Tidak apa Ozzie, lagipula Kakak juga menyadari ko kalau Kakak memang cukup gelap warna kulitnya dulu karena sering pelatihan dan pelatihan terus, tapi sekarang Kakak kerjanya cuma didalam kantor dan diruangan berac serta jarang sekali terkena sinar matahari tentu saja kulit Kakak menjadi bersih lagi seperti jaman Kakak masih sekolah ",, kata Leon kepada Ozzie.
" Kamu sendiri apa sudah lama Nak menjadi seorang Jenderal seperti sekarang?? ",, tanya Ayah Markus kepada Leon.
" Sudah cukup lumayan Ayah, berapa tahun ya lima tahun kalau tidak salah, Leon sedikit lupa Ayah ",, jawab Leon kepada Ayah Markus dan didengar oleh semua orang yang ada disitu.
Percakapan mereka semua sedikit teralihkan dan terhenti sebentar ketika Via sudah kembali lagi keruang tamu sambil membawa lima gelas jus jeruk yang dia buat sendiri tadi.
" Ini minumannya sudah datang, dan ini Via juga sekalian membawakan satu teko penuh karena siapa tahu kamu mau tambah lagi dek ",, kata Via kepada semua orang.
" Kakak tahu saja ",, jawab Ozzie sambil tertawa kepada Via.
Ketika mereka semua sedang menikmati minuman yang dibuat oleh Via tadi, tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari pembantu yang biasanya bekerja dirumah Leon.
" Tuan Leon?? ",, sapa pembantu itu kepada Leon.
" Bi Yaman sini ",, panggil Leon kepada Bi Yaman.
" Bibi darimana?? ",, tanya Leon kepada Bi Yaman.
" Dari supermarket Tuan, membeli perlengkapan dapur dan kamar mandi yang sudah habis semua ",, jawab Bi Yaman dengan sopan kepada Leon.
" Oh, ini Bi kenalkan mereka semua adalah Keluarga saya, selain kedua orang tua dan Kakek, Nenek saya ",, kata Leon kepada Bi Yaman.
Bibi Yaman pun langsung menyapa dan tersenyum sopan kepada semua orang.
" Dan ini yang duduk disebelah saya, dia istri saya Bi ",, kata Leon lagi kepada Bi Yaman.
" Cantik ya Tuan istrinya ",, kata Bi Yaman kepada Leon.
" Terimakasih Bi ",, kata Via kepada Bi Yaman.
" Oh ya Bi, tolong buatkan masakan untuk mertua saya dan kita semua ya ",, kata Leon kepada Bi Yaman.
" Baik Tuan Leon, kalau begitu saya permisi dulu ",, kata Bi Yaman kepada Leon dan semua orang.
Semua orang hanya mengangguk dan tersenyum saja kepada Bi Yaman.
Bi Yaman pun langsung saja bergegas pergi menuju kedalam dapur untuk menyiapkan masakan seperti permintaan Leon.
" Mah, Yah, Ozzie jika kalian semua mau beristirahat, ayo saya tunjukan kamar untuk kalian semua, pasti kalian capek kan ",, kata Leon kepada kedua mertua dan juga adik iparnya.
" Iya Nak boleh, dimana kamar kita ",, jawab Ayah Markus kepada Leon.
Setelahnya Leon langsung saja menunjukkan kamar tamu yang kemarin sempat ditempatin oleh Via kepada kedua mertuanya.
Sedang untuk Ozzie sendiri jika dia ingin tidur dikamar atas pun tidak masalah, yang terpenting jangan membuka pintu kamar yang berwarna coklat, karena itu kamarnya Tanisa.
Kalau tidak mau Ozzie juga boleh tidur didalam kamar tamu yang berada disebelah kamar Mamah Delfa dan Ayah Markus.
" Ozzie pilih yang bawah saja Kak, takut salah kamar nanti kalau malam ",, canda dari Ozzie kepada Leon.
Dan akhirnya kamar yang dipilih oleh Ozzie adalah kamar tamu yang ada dibawah.
Leon langsung saja tertawa sambil memukul pelan pundak Ozzie karena mendengar candaan dari Ozzie tadi.
Sedangkan untuk Via sendiri dia pastinya sekarang sudah diperbolehkan untuk keluar masuk kedalam kamar Leon sepuasnya.
" Aaah leganya.............. ",, kata Via langsung merebahkan badannya diatas ranjang milik Leon sambil merentangkan kedua tangannya.
Dan Leon pun yang melihat tingkah Via, dengan senang hati dia langsung saja menindih badan Via dengan mesra.
" Kita bebas sayang disini ",, kata Leon kepada Via.
Via langsung saja mengalungkan kedua tangannya kepundak Leon dengan mesra ketika Leon langsung menimpa tubuhnya seperti sekarang.
...πππππππππππππ...
Apakah yang terjadi selanjutnya??π
Kita lanjut part selanjutnyaπ€.
Oh ya dan untuk Fara serta Dokter Rava author sudah ngajuin Bab ya readers tapi selalu ditolak, karena alasan kekerasan yang ada dibab terlalu berlebihan π¬π¬
Kepala author sampai pusing dibuatnya π¬π¬π¬π
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...