Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MASIH CHICO - JOYCE



Membahas soal Chico dan Joyce lagi.


Joyce yang sudah bisa menguasai rasa keterkejutannya tadi karena perkataan dari Chico, dia langsung saja mencoba bertanya lagi kepada Chico.


" Chico apakah kamu sedang bercanda ingin mengajakku menikah tiga hari lagi??, sedangkan kamu belum aku kenalkan kepada semua Keluargaku ",, kata Joyce kepada Chico.


" Aku serius Joyce, karena menurutku perihal serius seperti ini jangan ditunda-tunda lagi, karena aku tidak mau merasa kecewa untuk kedua kalinya ",, jawab Chico kepada Joyce.


" Tapi Chico, aku takut kedua orang tuaku terkejut mendengar berita ini, karena setahu mereka selama ini aku masih sendiri dan belum ingin menikah lagi ",, kata Joyce kepada Chico.


Mamah Elsa yang mendengar perkataan dari Joyce, dia sedikit bingung, karena Joyce mengatakan menikah lagi.


" Ko menikah lagi, apakah Dokter Joyce sebelumnya sudah pernah menikah?? ",, akhirnya Mamah Elsa memberanikan diri bertanya kepada Joyce.


Joyce dan Chico langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah Mamah Elsa.


" Iya Tante, saya sebenarnya seorang janda ",, jawab dari Joyce dengan jujur kepada Mamah Elsa.


" Kalau boleh Tante tahu, perihal apa yang membuat Dokter Joyce menjadi janda, bukan karena seorang pelakor kan?? ",, tanya dari Mamah elsa kepada Joyce.


" Bukan Tante, saya menjadi janda, karena suami saya meninggal ketika bertugas ",, jawab dari Joyce kepada Mamah Elsa.


" Bertugas, memangnya apa pekerjaan dari mantan suaminya Dokter Joyce?? ",, tanya Mamah Elsa lagi kepada Joyce.


" Seorang Tentara Tante ",, jawab Joyce kepada Mamah Elsa dengan jujur.


" Waaah hebat dong seorang tentara, dan sekarang akan menikah dengan seorang pembisnis mantan playboy pula ",, kata Mamah Elsa sambil menggoda Chico.


Walau Chico merasa sedikit tidak suka dengan candaan dari sang Mamah, namun Chico merasa lebih banyak senangnya karena Mamahnya akhirnya bisa bercanda lagi dengannya seperti dulu.


Joyce yang mendengar perkataan dari Mamah Elsa, dia langsung saja tertawa pelan sambil melihat kearah Chico yang sedang merasa sebal kepada Mamahnya.


Dan Mamah Elsa sendiri yang ditatap seperti itu oleh Chico, dia langsung saja mengusap lembut rambut kepala Chico dengan sayang.


" Mamah bercanda Nak, dan mau bagaimanapun juga kamu, kamu adalah anak Mamah, darah daging Mamah, dan Mamah yang melahirkan kamu dulu ",, kata Mamah Elsa dengan penuh sayangnya kepada Chico.


" Selagi kamu tidak membuat Mamah kecewa, Mamah masih menerima semua sikap dan perilaku kamu Chico ",, kata Mamah Elsa lagi kepada Chico.


" Terimakasih Mah, dan harta Chico tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebahagiaan dari Mamah ",, kata Chico kepada Mamah Elsa.


Tanpa malu Chico langsung memeluk Mamah Elsa lagi dihadapan Joyce.


Diluar sana, bagi para kaum wanita, jika Chico adalah seorang pembisnis muda yang sukses, berjaya, tampan, kaya dan juga casanova serta sering bergonta gati perempuan.


Tapi mereka semua tidak tahu saja jika aslinya Chico begitu menyayangi Mamahnya, orang tua satu-satunya yang dia miliki didunia ini.


" Kamu daritadi memeluk Mamah terus didepan Dokter Joyce, apakah kamu tidak malu Chico?? ",, tanya dari Mamah Elsa kepada Chico.


" Untuk apa Chico malu Mah, jika Chico malu, Chico sudah tidak mau mengurusi Mamah sejak dulu ",, jawab dari Chico kepada Mamah Elsa.


Mamah Elsa langsung terharu mendengar perkataan dari Chico, dan Mamah Elsa reflek langsung menangis dihadapan Chico.


Chico yang melihat sang Mamah menangis, dengan lembut dia langsung saja mengusap air mata Mamah Elsa.


" Mamah jangan menangis, maafkan Chico jika perkataan Chico tadi menyakiti untuk Mamah ",, kata Chico kepada Mamah Elsa.


" Mamah membiarkan kamu tumbuh dengan sendirinya tanpa dampingan dari Mamah Chico, maafkan Mamah ",, kata Mamah Elsa lagi kepada Chico sambil menangis semakin menjadi-jadi.


Chico yang tidak tega melihat Mamahnya menangis seperti itu, dia langsung saja membawa sang Mamah kedalam pelukannya untuk dia salurkan ketenangan kepada Mamahnya.


Dan Joyce yang daritadi melihat semuanya interaksi antara Chico bersama Mamah Joyce, dia bisa menilai sendiri jika Chico memang begitu memanjakan dan menyayangi Mamah tercintanya itu.


Menurut Joyce, dia tidak salah jika sudah menerima Chico menjadi calon suami keduanya.


Karena jika seorang laki-laki yang sangat menyayangi Mamahnya seperti Chico, itu artinya adalah laki-laki yang pasti akan menyayangi istrinya.


" Emm, apakah disini tidak ada yang mau memelukku juga, kan aku juga mau dipeluk ",, kata Joyce sengaja membuat Chico dan Mamah Elsa teralihkan atensinya.


Mamah Elsa langsung saja tersenyum dan dia mencoba merentangkan kedua tangannya supaya bisa berpelukan bertiga seperti Keluarga.


" Saran Mamah, sekarang kamu dan Dokter Joyce sana datang temui kedua orang tua dari Dokter Joyce, kamu sebagai seorang laki-laki dewasa mintalah baik-baik Dokter Joyce sebagai calon istri kamu kepada kedua orang tuanya, dan bersikaplah yang sopan ya Nak disana ",, kata Mamah Elsa kepada Chico.


" Bagaimana,........... apakah kamu mau Joyce, aku menemui kedua orang tua kamu sekarang?? ",, tanya Chico kepada Joyce.


" Emm,....... baiklah, sepertinya memang lebih cepat lebih baik Chico ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Kalau begitu Chico dan Joyce pamit dulu ya Mah untuk mengantarkan Joyce pulang sekaligus melamar Joyce dihadapan kedua orang tuanya ",, kata Chico meminta ijin dan restu kepada Mamah Elsa.


" Iya Nak, hati-hati dijalan, dan semoga sukses ",, jawab dari Mamah Elsa kepada Chico.


Chico dan Joyce yang sudah berpamitan kepada Mamah Elsa mereka berdua langsung saja bergegas keluar dari dalam rumah mewah milik Chico untuk pulang kerumah mewah milik keluarga Joyce.


Disana nanti Chico ingin mengutarakan maksudnya menikahi Joyce dan menjadikannya sebagai calon istrinya dihadapan kedua orang tua Joyce.


Walau sedikit merasa gugup, tapi Chico harus melakukannya demi meminang Dokter Kejiwaan itu menjadi calon istrinya.


Dan Joyce yang sudah semakin yakin dengan keputusannya menikah dengan Chico, dia akan ikut memperjuangkan Chico sebagai calon suaminya kalau nanti Chico tidak diterima oleh kedua orang tuanya.


Senyum mengembang Chico dan Joyce tunjukkan didalam mobil.


Selama didalam mobil pula Chico dan Joyce terlibat perbincangan hangat tentang masa depan mereka akan ingin membina rumah tanga.


" Aku sudah tidak sabar Joyce ",, kata Chico kepada Joyce sambil mencium mesra tangan Joyce.


" Tidak sabar Chico?? ",, tanya Joyce sambil menggodanya.


" Tidak sabar menggantikanmu sebagai istriku dong ",, jawab dari Chico kepada Joyce.


" Oh aku kira yang lain ",, kata dari Joyce kepada Chico.


" Dan yang lainnya itu apa yang kamu maksud Joyce?? ",, tanya Chico sambil menatap curiga kepada Joyce.


Joyce yang ditatap seperti itu oleh Chico sambil mengendarai mobilnya, dia langsung saja mencoba mengelak kepada Chico.


Dan akhirnya terjadilah canda tawa diantara mereka berdua tentang pembahasan orang dewasa setelah menikah.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...