
Makan malam pun tiba, Keluarga Altherr yaitu Keluarganya Ava pun mereka semua sedang menikmati makan malam mereka dengan tenang, dan tanpa diselingi berbincangan yang hangat dimeja makan seperti biasanya.
Padahal biasanya dimeja makan itu diselingi berbincangan hangat dan suara canda tawa dari Aaric dan juga Ava jika Ava sudah kembali dari vilanya atau dari Indonesia.
Ketika mereka semua sedang menikmati makanan mereka masing-masing, tiba-tiba ada kepala asisstan rumah tangga Keluarga Altherr yaitu Mamah kandungnya Mira masuk keruang makan dan mengganggu sebentar waktu makan mereka.
" Tuan mohon maaf permisi sebentar menggangu waktu anda makan ",, kata Mamahnya Mira bernama Bibi Aubrey dan panggilannya adalah Bi Brey kepada Papah Zohan dengan sopan.
" Iya ",, jawab Papah Zohan dengan singkat kepada Bi Brey sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Bi Brey.
Begitupun dengan Ava, Aaric maupun Mamah Gretl, mereka semua juga mengalihkan pandangan mereka kearahnya Bi Brey.
" Ada telefon untuk anda Tuan, katanya dari Tuan Mirco ",, jawab Bi Brey kepada Papah Zohan.
Dan Mirco sendiri adalah sekretaris sekaligus tangan kanannya atau orang kepercayaannya Papah Zohan.
" Kenapa Mirco tidak menelfon keponselku langsung ",, kata Papah Zohan dengan suara pelannya untuk dirinya sendiri, namun masih didengar oleh Aaric, Ava, Mamah Gretl maupun Bi Brey yang berdiri disampingnya itu.
" Oh pantas saja mode diam ",, kata Papah Zohan lagi ketika sudah mengecek ponselnya yang sudah dia ambil dari saku celananya, dan ada panggilan tidak terjawab sebanyak empat kali dari Mirco.
" Bibi matikan saja sambungan telefonnya Mirco yang ditelefon mansion itu, saya akan menghubungi Mirco menggunakan ponsel saya langsung ",, kata Papah Zohan kepada Bi Brey.
" Baik Tuan ",, jawab Bi Brey kepada Papah Zohan.
Dan Bi brey langsung saja melangkahkan kakinya untuk berlalu pergi dari dalam ruang makan menuju ketelefon mansion tadi.
Sedangkan Papah Zohan yang belum selesai makan malamnya dia langsung saja beranjak pergi dari kursi meja makan untuk menelfon Mirco didalam ruang kerjanya.
" Setelah makan malam Papah tunggu diruang keluarga ",, kata Papah Zohan kepada semua keluarganya sebelum dia berlalu pergi tadi meninggalkan ruang makan.
" Iya Pah ",, jawab serempak dari Aaric dan juga Ava kepada Papah Zohan, sedangkan Mamah Gretl dia hanya mengangguk saja kepada Papah Zohan.
Papah Zohan yang sudah sampai didalam ruang kerjanya, dia langsung saja menghubungi Mirco menggunakan ponselnya langsung.
" Halo Tuan Zohan ",, sapa Mirco ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Papah Zohan.
" Halo Mirco bagaimana??, apakah kamu sudah mendapatkan nomornya?? ",, tanya Papah Zohan kepada Mirco.
" Sudah Tuan, dan nomornya sudah saya kirimkan keponselnya anda tadi ",, jawab Mirco kepada Papah Zohan.
" Kamu tidak salah kan mendapatkan nomor telefonnya, awas saja kamu salah mengirimkan nomor dan membuat saya malu!! ",, kata tegas dari Papah Zohan kepada Mirco.
" Saya berani membuktikan jika nomor ponsel yang saya dapatkan asli milik Tuan Alano Tuan ",, jawab mantap dari Mirco kepada Papah Zohan.
" Baiklah, kerja bagus, kalau begitu saya akan menghubungi Tuan Alano dulu dan jika saya membutuhkanmu lagi saya akan menghubungimu ",, kata Papah Zohan kepada Mirco.
" Baik tuan ",, jawab sopan dari Mirco kepada Papah Zohan.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Tadi sebelum makan malam, Papah Zohan ternyata sudah menyuruh Mirco sekretarisnya untuk mencarikan nomor telefonnya Papi Alano, Papinya Derral.
Papah Zohan yang sudah mengesave nomor ponselnya Papi Alano, dia langsung saja menghubungi Papi Alano.
" Halo, maaf ini dengan siapa ya?? ",, kata Papi Alano kepada Papah Zohan ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Papah Zohan.
" Maaf apakah benar ini dengan Tuan Alano?? ", kata Papah Zohan kepada Papi Alano.
Padahal Papi Alano saat ini dia sedang berada didalam pesawat jetnya untuk perjalanan pulang menuju keSpanyol.
Tadi ketika Papi Alano setelah selesai menelfon Derral dia langsung saja lepas landas satu jam kemudian, ketika pesawat jet pribadi miliknya sudah siap berangkat.
Dan saat ini Papi Alano masih berada didalam pesawat, sebab perjalanan yang dia tempuh tidaklah sebentar.
" Benar, ini dengan saya sendiri, dan anda siapa ya Tuan?? ",, jawab dan tanya balik dari Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Saya Zohan Altherr apakah anda masih ingat Tuan??, kita dulu pernah bertemu beberapa bulan yang lalu diacara bisnis diItalia kemarin ",, kata Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Tuan Zohan Altherr?? ",, kata Papi Alano sambil mengingat-ingat namanya Papah Zohan.
" Aaah saya ingat, iya anda Tuan Altherr,.... bagaimana apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, kata Papi Alano kepada Papah Altherr ketika dia sudah ingat siapakah Papah Zohan itu.
Papah Zohan dia lalu tersenyum kecil ketika mendengar jika Papi Alano sudah mengingatnya.
Sedangkan diluar ruang kerjanya Papah Zohan, Ava, Aaric dan juga Mamah Gretl mereka semua sudah pada selesai makan malam, dan juga sudah duduk menunggu Papah Zohan diruang keluarga.
" Papah ko lama sekali sih Mah, Ava ingin segera masuk kedalam kamar nih ",, kata Ava kepada Mamah Gretl dengan nada manjanya.
" Kenapa??, takut adik kecilku, sudah membuat Papah uring-uringan seharian?? ",, goda Aaric kepada Ava.
" Takut kenapa Kak??, Ava tidak merasa bersalah ko?? ",, jawab Ava kepada Kakaknya.
" Ya terserah kamu sajalah Dek, nanti jika kamu dimarahin sama Papah, Kakak tidak mau ikut-ikutan ",, jawab Aaric kepada Ava.
" Memangnya Papah mau marah sama Ava kenapa Kak??, apa salah Ava?? ",, kata Ava kepada Aaric dengan berpura-pura tidak tahu, padahal aslinya Ava sudah tahu.
Sedangkan Mamah Gretl yang ikut duduk dishofa yang ada disitu, dia hanya diam saja sambil mendengarkan kedua anaknya sedang pada berbincang.
" Jangan berpura-pura tidak tahu deh Dek, Kakak yakin jika kamu sudah tahu kenapa Papah mengumpulkan kita semua diruang keluarga seperti ini ",, kata Aaric kepada Ava.
" Walau pun Ava tahu, tapi kan setidakke Ava kepingin tahu langsung seko mulute Kakak, lan Ava iyo kepingin diayomi karo Kakak, Ava ki sebenere iyo wedi yen diseneni karo Papah Kakak "
" ( Walaupun Ava tahu, tapi kan setidaknya Ava ingin tahu langsung dari mulutnya Kakak, dan Ava juga ingin dilindungi sama Kakak, sebab Ava itu sebetulnya sangat takut sekali dimarahi sama Papah Kakak ) ",, kata Ava kepada Kakaknya menggunakan Bahasa Jawa.
Dan Kak Aaric yang sangat gemas jika Ava berbicara dengannya menggunakan Bahasa Jawa, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan langsung mendekat kearahnya Ava untuk menjapit hidung mancungnya Ava itu.
Sedangkan Mamah Gretl dia hanya tersenyum saja sambil menggelengkan kepalanya ketika melihat kedua anaknya sedang saling bertengkar dan saling menggoda seperti itu seperti biasanya.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...