Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
BUKAN ALAMAT PALSU



Ketika Ava baru saja tertidur baru satu jam lamanya, tiba-tiba dia mendengar ponsel yang dia taruh disebelah kepalanya berdering dengan cukup kencang sekali.


Ava sedikit terganggu dengan ponselnya yang berdering itu, dan Ava langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu dengan mata yang masih sedikit terpejam, tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelfonnya.


" Halo sopo iki?? ",, kata Ava kepada sipenelfon dengan nada serak khas orang yang masih mengantuk.


" Halo Non, ini Bi Odet, maaf Non jangan menggunakan Bahasa Jawa saya tidak faham ",, kata orang yang menelfon Ava yang ternyata adalah Bibi yang menjaga vila miliknya.


" Oh Bibi, ada apa Bi?? ",, kata Ava kepada Bi Odet dengan mata yang masih terpejam.


" Itu Non, sepatu yang kemarin Non menyuruh Bibi untuk mencucinya kenapa tidak dibawa, Non Ava sengaja meninggalkannya disini atau ketinggalan Non?? ",, kata Bi Odet kepada Ava.


" Sepatu yang mana Bi?? ",, tanya Ava kepada Bi Odet dengan sedikit lupa.


" Sepatu sneakers yang warna pech sama hijau muda itu lho Non?? ",, jawab Bi Odet kepada Ava.


Ava yang masih mengantuk, dia sedikit lupa dengan sepatunya yang itu dan dia lalu mencoba membuka matanya untuk mengingat-ingat sepatu mana yang dimaksud oleh Bi Odet.


" Sepatu sneakers warna peach hijau muda?? ",, kata Ava dengan suara pelan, namun Bi odet masih samar-samar mendengarnya dengan sambil mengingat-ingatnya juga.


Dan Bi Odet dia masih saja diam, sambil terus mendengarkan suaranya Ava yang terdengar samar-samar tadi.


" Oh sepatu itu ya Bi, aduh Ava kelupaan berarti, padahal sepatu itu mau Ava pakai besok minggu lho ",, kata Ava kepada Bi Odet ketika sudah teringat dengan sepatunya.


" Ya sudah, Bibi simpenin saja dulu, masukin kedalam kardus dan lemari sepatu saya saja Bi, nanti akan Ava ambil jika Ava ada waktu luang ",, kata Ava lagi kepada Bi Odet.


" Baik Non kalau begitu ",, jawab Bi Odet kepada Ava.


" Bi, jika nanti atau suatu saat ada yang mencari Ava datang kevilanya Ava, jangan kasih tahukan alamat Ava yang disini ya, berikan nomor telefonnya Ava saja ",, pesan Ava dengan tiba-tiba kepada Bi Odet.


Ava tiba-tiba berkata seperti itu kepada Bi Odet, sebab perasaannya mengatakan tidak enak, dan selalu tertuju keDerral terus, sama seperti Derral yang selalu tertuju dengan Ava fikirannya.


Walau Bi Odet atau pekerja vilanya yang lain tidak menelfon Ava, Ava nanti juga akan menelfon mereka duluan untuk berpesan seperti itu kepada mereka semua.


" Sampaikan kepada yang lainnya juga ya Bi, ingat jangan beritahu alamat mansionnya Papah, kepada siapapun, jika ada yang bertanya dimana Ava tinggal ",, ulang kata Ava lagi kepada Bi Odet.


" Baik Non Ava, akan saya laksanakan ",, jawab Bi Odet kepada Ava.


" Ya sudah kalau gitu Ava mau lanjut tidur lagi ya Bi ",, kata Ava kepada Bi Odet.


" Iya Non, selamat istirahat, maaf Bibi sudah mengganggu Non Ava tidur ",, kata Bi Odet kepada Ava.


" Iya Bi ",, jawab singkat Ava kepada Bi Odet.


Dan akhirnya sambungan telefonnya Ava dengan Bi Odet terputus juga.


Setelah itu Ava langsung saja melanjutkan tidurnya lagi yang sedikit terganggu tadi, sebab Ava masih sangat mengantuk sekali dan juga capek.


Sedangkan kita geser keDerral lagi.


Derral ternyata sudah bertanya kelima buah vila yang ada disitu, dan ternyata mereka semua mengatakan tidak ada yang mengenal Ava.


Ya wajar saja jika mereka berfikirnya pembantu, karena mereka kenalnya cuma sesama pembantu saja, walau sebenarnya mereka semua sudah menebak, tidak mungkin laki-laki tampan seperti Derral mencari seorang pembantu.


Tanpa lelah Derral terus mencari vila miliknya Ava, hingga akhirnya dia sampai vila kelima belas, yang jaraknya sedikit menurun dan sedikit semakin kebawah lagi hingga dari jauh tidak terlihat jika ternyata masih ada vila lagi didaerah situ.


Dan benar saja jika vila Ava dekat dengan sebuah hutan, karena memang sebelah kanan dan kiri belakang rumahnya Ava adalah hutan yang cukup banyak pepohonannya, dan sedikit jauh dari sebelah kiri vilanya Ava adalah sebuah jurang.


" Sudah sekitar lima belas vila yang aku datangi dan aku tanyai, semua penjaga vilanya tidak ada yang mengetahui siapa gadis yang bernama Ava ini ",, kata Derral sambil mengendarai mobilnya lagi dengan perlahan menuruni jalanan yang cukup lumayan membuat merinding.


" Apa benar, jika Ava ini bukan manusia?? ",, kata Derral lagi sambil melihat ada sebuah vila keenam belas yang jaraknya semakin kebawah lagi, namun pemandangan yang disuguhkan sangat indah sekali daritadi yang Derral lihat.


" Coba vila yang ini, semoga saja mereka tahu siapa itu Ava ",, kata Derral dan dia lalu membelokkan mobil sportnya kedepan pintu gerbang vila yang bernomor dua puluh satu ribu tujuh ratus sembilan puluh empat.


Derral yang sudah memasang rem tangan dan sudah mematikan mesin mobilnya, dia langsung saja keluar dari dalam mobilnya.


Dan Derral langsung saja memencet bel pintu gerbang yang ada disitu.


Penjaga vila yang ada disitu yang sedang berada didalam vila, ketika mendengar bel pintu gerbang berbunyi, dia langsung saja bergegas menuju kedepan, untuk melihat siapa yang datang.


Penjaga vila yang melihat ada pemuda tampan yang tidak pernah dilihatnya, dia langsung saja bertanya kepada Derral.


" Maaf Tuan, Tuan mencari siapa??, dan Tuan sendiri siapa ya?? ",, kata penjaga vila kepada Derral.


" Saya Derral Tuan, saya mau bertanya apakah pemilik vila ini gadis cantik bernama Ava?? ",, kata Derral kepada penjaga vilanya.


" Benar ini vila miliknya Non Ava ",, jawab penjaga vilanya kepada Derral,


Sungguh Derral sangat senang sekali, ketika mendengar jika vila keenam belas yang dia datangi benar miliknya Ava.


" Maaf Tuan, apakah Tuan ada fotonya Ava, sebab saya takut jika Ava yang kita maksud berbeda ",, kata Derral kepada penjaga vilanya.


Penjaga vila itu langsung saja mengeluarkan ponselnya dan langsung membuka fotonya Ava yang kemarin pernah berfoto bersama dengan para pekerja divilanya.


Penjaga vila itu dia langsung saja memberikan ponselnya kepada Derral supaya Derral bisa melihat wajahnya Ava.


" Iya benar, dia Ava yang sedang saya cari Tuan, apakah Avanya ada disini??, bisakah saya bertemu dengannya sekarang?? ",, kata Derral kepada penjaga vila tersebut ketika sudah melihat wajahnya Ava disambil menyerahkan ponselnya sang penjaga vila.


" Mohon maaf Tuan, anda kurang beruntung Non Ava baru saja kembali kemansionnya tadi pagi, Non Ava kesini cuma jika jenuh dan liburan saja ",, jawab penjaga vila itu kepada Derral sambil menerima ponselnya kembali.


" Bolehkah saya meminta alamat mansionnya Ava Tuan ",, kata Derral lagi kepada penjaga vila itu.


" Mohon maaf Tuan, kami tidak bisa memberikan alamat Non Ava kepada sembarangan orang, tapi Non Ava berpesan kami boleh memberikan nomor ponselnya jika ada yang mencarinya ",, jawab penjaga vila itu kepada Derral.


Dan Derral langsung dengan segera dia lalu meminta nomor ponselnya Ava dari penjaga vilanya Ava.


Ketika Derral sudah mendapatkan nomor ponselnya Ava, Derral langsung saja berpamitan pergi kepada penjaga vila tersebut, dan berlalu pergi dari tempat itu, dengan sambil memperhatikan nomor ponselnya Ava yang sudah dia simpan didalam ponselnya.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...